BertahunTahun Jadi TKI dan tanpa Kabar, Pulanglah Buk, Mbak Mifta telah Meninggal & Bapak Susah Melihat

PONOROGO – Seorang Teman Facebook saya bernama Siti Entik  mengunggah banyak postingan kejadian yang menimpa seorang siswi SMP bernama Mifta ( 13 tahun ) yang belajar di Sekolah SMP Ma’arif Ponorogo.

Pada tanggal 25 oktober 2016 Mifta mengalami kecelakaan ditabrak Motor saat sedang mengayuh sepeda , mifta mengalami luka cukup serius di bagian belakang kepala hingga menimbulkan benjolan cukup besar dan hidung mengeluarkan darah sehingga menyebabkan mifta tidak sadarkan diri .
Mifta pun dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sponsored Ad

Namun apa yang mau dikata jika takdir sudah berkata lain.

Mifta menghembuskan nafas terakhirnya di RS. Sudono Madiun Pada 26 oktober 2016.

Miftakhul Dwi Kasanah atau akrab dengan panggilan Mifta  adalah anak pertama dari bapak PUJO (  50 tahun ) Dan ibu Samini Indrawati (  36 tahun ) ,tinggal di Jln. bathoro Katong ,No.11B ,  kelurahan Kertosari ,Kecamatan Badaban ,Ponorogo. 

Kondisi Rumah Keluarga Mifta


Mifta adalah anak Pertama dari 2 bersaudara , ia mempunyai seorang adik bernama jopi muhammad zamnas  yang baru berusia 10 tahun.


Berikut Cuplikan Video wawancara singkat dengan Adik Alm.Mifta yang diambil dari Robet Tri Sasongko

Mifta hanya tinggal bersama Ayahnya yang menderita kebutaan (belum buta total ,masih bisa melihat sedikit )  dan adiknya , sedangkan ibu mifta sejak 10 tahun yang lalu pergi ke malaysia untuk menjadi TKI ,namun hingga kabar ini diturunkan ibunda Mifta belum pernah Pulang ke Rumah ,  baik almarhum mifta dan keluarganya tidak mengetahui keberadaan ibunya dan juga kabar terakhir ibunya dimana.

Bapak Minus tapi sudah parah banget mbak“terang siti ,seorang Relawan penggalang dana untuk meringankan beban keluarga Mifta .

Ya , ibunda mifta sudah 10 tahun tidak memberikan kabar kepada keluarganya dikampung,entah apa alasannya.


Noted :
Ibu Samini ,Pulanglah buk, Suamimu setia menunggu kepulanganmu ,anak-anakmu mengharapkan kehadiranmu disisi mereka.

Kejadian saat setelah Mifta mengalami kecelakaan dan makamnya


10 tahun buk,itu waktu yang sangat lama bagi mereka untuk menunggu dalam ketidak pastian,kecemasan akan keadaanmu , sekalu bertanya apa yang terjadi denganmu ,dimana kamu.
Kini Anak gadismu  sudah tenang di sisi sang Maha Khalikh ,sedangkan anak mu Jopi kini harus menjadi satu-satunya tongkat untuk suamimu yang sudah susah untuk melihat ,sehingga untuk jalanpun harus ada yang menuntunnya.

Sakit buk ,saya bisa merasakan perasaan seorang malaikat kecil bernama “Jopi” yang tak lain adalah anakmu.
Pulanglah…,rangkullah Jopi dan suamimu.
Mereka butuh kamu.

Foto KTP milik Samini Indrawati ( Ibunda Alm.Mifta ) 


HIMBAUAN

Bagi sesiapa yang sedang berada/bekerja di Malaysia mengetahui kabar atau pernah berjumpa dengan Ibu SAMINI INDRAWATI ,kabari bahwa anaknya mbak Miftakhul Dwi Kasanah telah meninggal Dunia ,Suaminya Sakit dan Anak Bungsunya kangen . (situskartini.com)



Link Sumber : http://www.setenpo.com/2016/10/10-tahun-jadi-tki-dan-tanpa-kabar.html#ixzz4OILQoBEi

Advertisements

Dasar Gk Ada Malu ..! Hidup TKI Ini Yang Lolos Dari Hukum Pancung di Arab Saudi Telah Berubah 180 Derajat, Setelah Kembali Ke Indonesia Dan Menerima Dana Lebih Dari Rp 1,2 miliar dari pemirsa

WOW…! Hidup TKI Ini Yang Lolos

Dari Hukum Pancung di Arab Saudi Telah Berubah 180 Derajat, Setelah Kembali Ke Indonesia Dan Menerima Dana Lebih Dari Rp 1,2 miliar

Postingan‬ ini bertujuan sebagai teguran yag dimana ketika banyak manusia ber empati kepada saudara nya lalu berjuang untuk membebaskan saudaranya agar lolos dari jerat hukum di luar negri, terjadilah open Donasi se indonesia untuk membebaskannya lalu ketika bebas hasil uang Donasi untuknya dijadikan ajang Riya oleh dirinya.

Semoga kita di jauhkan dari sifat seperti ini.

Aamiin

Maaf jika postingan nya tidak berkenan.

WOW…! Hidup, TKI yang lolos dari hukum pancung di Arab Saudi telah berubah 180 derajat. Setelah kembali ke Indonesia dan menerima dana lebih dari Rp 1,2 miliar dari pemirsa TVOne, Darsem hidup \\\’gemerlap\\\’.

Pengacaranya, Elyasa Budianto, bercerita, keluarga Darsem saat ini berlimpah harta. Selain membeli sawah dan membangun rumah, Darsem juga terlihat mengoleksi perhiasan emas.

\\\”Dia sekarang kalau ke mana-mana pakai emas, sudah kayak toko berjalan. Saya tidak enak juga melihatnya, itu kan uang sumbangan ya,\\\” kata Elyasa saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5\/8\/2011).

Menurut Elyasa, bukan hanya gaya hidup Darsem saja yang berubah, namun sikap ibu satu anak itu tak lagi seperti dulu. Jika dulu Darsem terkesan pendiam, kini Darsem

lebih banyak bicara dan senang diwawancara.

\\\”Sikapnya berubah, sama tetangga-tetangganya juga berubah. Yang lebih nggak enak, dia seperti ingkar dengan janji-janjinya dulu. Dulu kan dia mau bantu memperbaiki jalan di kampung, tapi ternyata setelah dapat uang, dia nggak mau. Itu yang bikin warga nggak senang,\\\” kata Elyasa.

Sikap Darsem ini juga yang membuat Elyasa sedikit malu mendampingi Darsem. Selama ini dia telah berusaha membantu keluarga Darsem agar mendapat simpati masyarakat, tapi ternyata saat ini sikapnya berubah.
\\\”Dulu saya bantu atas dasar kemanusiaan, tapi kok jadi begini. Saya malu juga sama masyarakat,\\\” kata Elysa.

Sejumlah media massa juga menyoroti gaya hidup Darsem yang kini berbeda itu. Saat diwawancara, Darsem terlihat. Perhiasan emas seperti anting, gelang, kalung, dan cincin bernilai puluhan juta tampak melekat di tubuh Darsem.

Bahkan koran ibukota menyebut Darsem saat ini dijuluki \\\’Toko Berjalan\\\’ karena perhiasan emas yang melekat di tubuhnya sangat banyak dan berukuran besar-besar.

Darsem menerima uang sumbangan pemirsa melalui rekeningnya di Bank BRI Pamanukan, Subang, Senin. Saat menerima sumbangan itu, Darsem yang didampingi keluarganya mendatangi kantor bank tersebut pada 25 Juli 2011.

Saat melihat rekeningnya yang menggendut, raut wajah Darsem sangat bahagia. Bahkan Darsem sempat memperlihatkan buku tabungan yang tertera Rp 1,259 miliar kepada wartawan. Saat itu, Darsem mengaku ingin menyumbang anak yatim dan kaum jompo di kampungnya. Selain itu, Darsem juga ingin melunasi utang-utangnya.

Sumbangan untuk Darsem dari pemirsa TVOne, semula dimaksudkan untuk membantu membayar diyat (tebusan) bagi ibu satu anak itu sebesar Rp 4,7 miliar. Namun diyat itu kemudian dibayar oleh pemerintah. Sehingga dana pemirsa TVOne yang terkumpul, diserahkan semua kepada Darsem. (TOLONGBAGIKAN)

Share on Facebook

Share on Twitter

Share on Google+

SUBMIT

Tags : 

Related : Dasar Gk Ada Malu ..! Hidup TKI Ini Yang Lolos Dari Hukum Pancung di Arab Saudi Telah Berubah 180 Derajat, Setelah Kembali Ke Indonesia Dan Menerima Dana Lebih Dari Rp 1,2 miliar dari pemirsa

GO

POPULAR POSTS

LABELS

MENGENAI SAYA

Foto saya

 

https://apis.google.com/u/0/_/widget/render/follow?usegapi=1&annotation=bubble&height=20&hl=in&origin=http%3A%2F%2Fkisah-insfiratif.blogspot.com&url=https%3A%2F%2Fplus.google.com%2F102448183865141939370&gsrc=3p&ic=1&jsh=m%3B%2F_%2Fscs%2Fapps-static%2F_%2Fjs%2Fk%3Doz.gapi.ms.tFN2_YGc7es.O%2Fm%3D__features__%2Fam%3DEQ%2Frt%3Dj%2Fd%3D1%2Frs%3DAGLTcCNI6nNgAbgvFoMCzy2tNkRM7_v8zQ#_methods=onPlusOne%2C_ready%2C_close%2C_open%2C_resizeMe%2C_renderstart%2Concircled%2Cdrefresh%2Cerefresh%2Conload&id=I0_1486138969412&parent=http%3A%2F%2Fkisah-insfiratif.blogspot.com&pfname=&rpctoken=31558176

ARSIP BLOG

Diberdayakan oleh Blogger.

HISTATS

About / Sitemap / Contact / Privacy / DisclaimerDesign by Bamz

https://accounts.google.com/o/oauth2/postmessageRelay?parent=http%3A%2F%2Fkisah-insfiratif.blogspot.com&jsh=m%3B%2F_%2Fscs%2Fapps-static%2F_%2Fjs%2Fk%3Doz.gapi.ms.tFN2_YGc7es.O%2Fm%3D__features__%2Fam%3DEQ%2Frt%3Dj%2Fd%3D1%2Frs%3DAGLTcCNI6nNgAbgvFoMCzy2tNkRM7_v8zQ#rpctoken=900706466&forcesecure=1