Ahok terancam 29 tahun penjara.


1. Sidang lanjutan dugaan penistaan agama atas terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Ja-kut yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Hari Selasa (31-1-2017).

2.Dalam sidang tersebut Ahok mengatakan pengacaranya memiliki bukti tentang adanya telepon dari SBY kepada Ma’ruf agar Ma’ruf

3. Masyarakat umum pasti mempertanyakan bagaimana pihak terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan bukti percakapan via telepon antara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan KH Ma’ruf Amin.

4.Jika didapat berdasarkan hasil penyadapan, maka Ahok dan tim hukumnya bisa dijerat dengan Undang-Undang tentang Telekomunikasi dan ITE.

5. Rekaman yang bukan berasal dan dilakukan oleh penegak hukum adalah ilegal dan tidak bisa menjadi barang bukti,

#AncamanPidana #1
UU Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi
6. Pasal 40 Setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melaiui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun.

7. Pasal 56 Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

#AncamanPidana #2
8. UU Nomor 11 tentang ITE terdapat larangan penyadapan ilegal. Ancaman pidana pelanggaran pasal 31 UU ITE itu adalah Pidana 10 tahun dan denda Rp 800 juta.
#AncamanPidana #3
9. Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (1) UU ITE tentang Penghinaan dan/atau Pencemaran Nama Baik secara elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda

10. Dalam persidangan tersebut Ahok menyebut fatwa terkait penistaan agama merupakan pesanan dari ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pesanan tersebut, menurut Ahok, disampikan SBY kepada Ma’ruf Amin melalui sambungan telpon, dan Ahok mengaku punya bukti rekaman.
(http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/02/01/okoe1s354-pakar-hukum-sikap-ahok-di-persidangan-sangat-arogan)

11. Dalam kontek ini Kyai H.Ma’ruf Amin, bisa melaporkan BTP atas pencemaran nama baik.

12. Perbuatan Ahok dan pengacaranya adalah ilegal karena Aturan penyadapan yang resmi adalah atas permintaan kepolisian, kejaksaan,dan/atau institusi penegak hukum lainnya. Sebagaimana bunyi putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XIII/2015.

13. #MUNGKINKAH ada kong-kalikong antara kubu ahok dengan salah satu dari 5 Lembaga yang berhak melakukan penyadapan yakni : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Intelijen Negara (BIN). Saya rasa tidak mungkin, karena saya masih percaya lembaga” tersebut memiliki integritas tinggi.

14.#MUNGKINKAH kubu ahok melakukan penyadapan sendiri, tentu itu sebuah tindakan ilegal dan melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 pasal 40 tentang Telekomunikasi. Salah satu isinya ialah melarang setiap orang melakukan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi. Sementara ancaman pindannya tertuang dalam Pasal 56 UU Telekomunikasi dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun dan di Pasal 47 UU ITE dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp 800 juta

Wallahualambishwab

Kisah penghina Al Quran yang dihukum mati pada masa Rasulullah…

Ilustrasi masa Rasulullah ﷺ

Masih ingatkah Anda dengan Abi Sarah? Ya, dia termasuk golongan orang yang munafik. Ia pernah ditugaskan untuk menuliskan wahyu. Hanya, pada beberapa masa kemudian ia kembali menjadi murtad. Bahkan, ia mengumumkan kemurtadannya pada agama Islam. Dan ia kembali pada kelompoknya, orang-orang kafir Quraisy.

Dikutip dari islampos.com, kala Abi Sarah ditanya oleh para kafir musyrikin terhadap pengalamannya pernah diminta untuk menuliskan wahyu, dengan bangganya Abi Sarah mengatakan bahwa ternyata Nabi Muhammad itu dapat “dibodohi”. Dia mengatakan, “Ketika Muhammad mengimlakan kepadaku ayat “Aziizun Hakim” aku justru menuliskan “Alimun Hakim” dan Muhammad mempercayainya begitu saja.”


Tentu saja lelucon Abi Sarah yang bermaksud menghinakan Al-Quran sekaligus mencemooh Nabi Muhammad ﷺ disambut gelak tawa kepuasaan pembenci Islam. Mereka seakan menganggap bahwa Rasulullah gampang dibodohi dan dibohongi hanya oleh seorang bernama Abi Sarah.

Berita kebohongan yang disampaikan oleh Abi Sarah pun telah sampai ke telinga Rasulullah dan para sahabat. Apa yang terjadi kemudian? Apakah berita itu dianggap kabar angin saja? Ternyata tidak! Penghinaan dan penistaan terhadap kalamullah sekaligus Rasulullah ﷺ memiliki hukum tersendiri di dalam Islam.

Baca Juga : Kasian! Bayi Ini Ditinggal Ibunya di Masjid Bersama Sebuah Surat yang Isinya Menyedihkan

Beberapa tahun kemudian, ketika kekuatan umat Islam telah bertambah semakin kuat dan banyak hingga menyebar ke beberapa jazirah di negara Arab, ekspansi selanjutnya adalah menaklukkan kota Makkah yang lebih dikenal dengan istilah Fath Makkah. Ketika umat Islam telah berhasil menguasai kota Makkah, kaum kafir Quraisy menyerah tanpa syarat. Mereka tunduk atas segala ketentuan serta balasan terhadap permusuhan mereka terhadap kaum muslimin puluhan tahun yang lalu.

Rasulullah ﷺ memaafkan segala bentuk kekerasan, kekejaman serta permusuhan kafir Quraisy Makkah. Namun, ada satu hal yang tidak terlupakan. Ingatan kaum muslimin terhadap penghinaan serta penistaan Islam yang pernah dilakukan seorang munafik bernama Abi Sarah tidak serta merta hilang begitu saja. Apa tindakan balasan atas penghinaan Abi Sarah terhadap Al-Quran?

Rasulullah ﷺ dengan tegasnya memerintahkan para pasukan elit untuk mencari Abi Sarah serta beberapa orang yang melakukan penistaan yang sama, seperti Abdullah bin Hilal bin Khatal dan Miqyas bin Shubabah. Rasulullah ﷺ menginstruksikan ketiga orang ini untuk dieksekusi mati sekalipun mereka bergantung di sisi Ka’bah.

Beberapa hari sebelum dihukum gantung dia diberi peluang oleh pihak polis untuk menulis permintaan terakhir. Menggeletar tangan polis bila baca surt permintaan budak ini

Cara untuk mengongkek awek supaya dia orgasma 5 kali satu malam! TUTORIAL VIDEO
Cara untuk mengongkek awek supaya dia orgasma 5 kali satu malam! TUTORIAL VIDEO
Cara membuatkan "pistol" anda berfungsi? Ia mudah, hanya ambil ini...
Cara membuatkan “pistol” anda berfungsi? Ia mudah, hanya ambil ini…

Beberapa hari sebelum dihukum gantung dia diberi peluang oleh pihak polis untuk menulis permintaan terakhir. Menggeletar tangan polis bila baca surt permintaan budak ni. Sebak sangat. Nak tau apa yang ditulisnya jom kita baca………….. Nangis. =( Tekan SHARE.



Seorang ‘banduan akhir’, iaitu yang menantikan hukuman mati meminta sebatang pen dan sekeping kertas sebagai ‘permintaan terakhir’nya. Selepas menulis selama beberapa minit, banduan tersebut meminta pegawai penjara untuk menyerahkan surat yang ditulis itu kepada ibu kandungnya. Surat itu berbunyi…

 IBU…, 
Sekiranya terdapat LEBIH keadilan di dunia ini, kita berdualah yang seharusnya dihukum bunuh, dan bukan hanya saya seorang. Ibu juga bersalah ke atas liku kehidupan yang saya jalani. 

INGATKAH IBU ketika saya mencuri basikal milik seorang budak lelaki yang sebaya saya? Ibu yang membantu saya menyorokkan basikal itu dari pengetahuan ayah. 

INGATKAH IBU ketika saya mencuri wang dari dompet jiran kita? Ibu juga yang pergi bersama saya ke sebuah pasaraya untuk membelanjakannya. 

INGATKAH IBU ketika saya bertengkar dengan ayah dan kemudian ayah pergi meninggalkan kita? Ayah sekadar mahu memperbetulkan diri saya kerana perbuatan saya mencuri keputusan akhir sebuah pertandingan yang menyebabkan saya dibuang sekolah. 

IBU… KETIKA ITU saya hanyalah seorang kanak-kanak, yang tidak lama selepas itu saya menjadi seorang remaja yang bermasalah. Dan sekarang, saya hanyalah seorang lelaki yang rosak. KETIKA ITU saya hanyalah seorang kanak-kanak yang memerlukan pembetulan, bukannya keizinan (untuk berbuat kerosakan). 

TETAPI, SAYA TETAP MEMAAFKAN IBU…. Saya mohon agar surat ini sampai kepada seberapa banyak ibubapa di dunia ini, agar mereka tahu yang menjadikan seorang anak itu baik atau jahat adalah… 
“PENDIDIKAN IBUNYA”..!!!. 

Terima kasih ibu kerana MEMBERIKAN ‘nyawa’ kepada saya dan juga menyebabkan saya KEHILANGANNYA. Dari anakmu,

HABIB RIZZIEQ DI BEBASKAN

BERITA TERKINI MENGGEMBIRAKAN !!! PUKUL 19.00 !!! HABIB RIZIEQ TIDAK TERBUKTI SALAH JADI POLISI BEBASKAN HABIB RIZIEQ DARI TIDAK PIDANA DAN DI TETAPKAN JADI ULAMA BESAR INDONESIA !!! YANG MERASA UMAT MUSLIM BANTU LIKE DAN SHARE !!!

BERITA TERKINI MENGGEMBIRAKAN !!! PUKUL 7 ptg !!! 

HABIB RIZIEQ TIDAK TERBUKTI SALAH JADI POLISI BEBASKAN HABIB RIZIEQ DARI TINDAK PIDANA DAN DI TETAPKAN JADI ULAMA BESAR INDONESIA !!

Beberapa mahasiswa yang telah tergabung di dalam PMKRI ini telah melakukan pelaporan terhadap pimpinan Front Pembela Islam yakni Habib R…

Beberapa mahasiswa yang telah tergabung di dalam PMKRI ini telah melakukan pelaporan terhadap pimpinan Front Pembela Islam yakni Habib Rizieq. Mereka telah melaporkan Habib Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya dengan dugaan penistaan agama.

Mereka tidak hanya melaporkan Habib Rizieq Syihab  saja, tapi juga Fauzi Ahmad dan juga Saya Reya yang merupakan pengunggah video Habib Rizieq sedang berceramah itu di media sosail Twitter. Laporan yang dibuat oleh PMKRI ini dengan nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus.


Mereka akan dijerat dengan Pasal 156 dan 156 A KUHP tentang Penistaan Agama dan atau Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ketua umum dari PP PMKRI yakni Angelius Wake Kako ini telah mengatakan bahwa pelaporan ini telah dilakukan terkait dengan isi dari ceramah Habib Rizieq yang digelar di Pondok Kepala, Jakarta. Ceramah itu dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2016 dan telah dianggap menistakan agama. Pernyataan di dalam ceramah itu dianggap telah melukai hati dari pemeluk agam tertentu.


Angelius pada saat di Mapolda Metro jaya pada hari Senin 26 Desember 2016 mengatakan “Beliau menyatakan bahwa kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa? Dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut”.Habib Rizeq

Pria yang akrab dipanggil dengan nama Angelo ini sangat menyayangkan sikap dari Habibyang merupakan salah satu tokoh agama yang justru tidak menunjukkan toleransi di Indonesia. Padahal selama ini Indonesia dikenal dengan keberagamannya dan juga kerukunannya.

Angelo meminta agar masyarakat Indonesia ini bisa menghargai perbedaan yang ada di Indoneisa ini. Pihak tertentu diharapkan tidak mencampuri urusan akidah umat lainnya terlalu jauh. Menurut Angelo, yang mengetahui keimanan seseorang hanyalah orang itu sendiri.

Angelo mengatakan “Oleh sebab itu, semua kita wajib menghargai perbedaan itu dengan tidak mencampur terlalu jauh apa yang telah menjadi ruang privat agama orang lain”.

S​erangan Balik Saksi Pelapor Ini Bikin Pengacara Ahok Tak Berkutik

Ahok hadiri sidang kelima dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian (10/1/17) (republika)

Sidang dugaan penistaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahja Purnama alias Ahok memasuki babak kelima. Sidang kelima dengan agenda pemeriksaan saksi dilakukan di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan pada Selasa (10/1/17).


Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga saksi dari lima saksi pihak pelapor. Satu di antaranya adalah Irena Handono yang merupakan mantan biarawati dan kini menjadi seorang dai yang memperjuangkan Islam.


Dalam sidang kelima ini, ada kejadian menarik antara tim pengacara Penista Al-Qur’an dengan Irena Handono. Mula-mula, pengacara Ahok, Sirra Prayuna berniat mencecar Irena Handono dengan ragam pertanyaan.


Mirisnya, lantaran minim ilmu, Sirra Prayuna dibuat tak berkutik dengan serangan balik Irena Handono hingga pihaknya mengubah pertanyaan.

Sirra menanyakan, mengapa Irena Handono sebagai pelapor tidak melakukan tabayun (klarifikasi) kepada Ahok sebelum melaporkan ucapannya ke pihak polisi.


Tak disangka, Irena menjawab dengan pertanyaan yang membuat Sirra terdiam dan mengganti redaksi pertanyaan, “Anda sudah siap dengan jawabannya? Ketahuilah, tabayun adalah hukum di dalam Islam. NKRI itu negara hukum. Kalau dalam hukum Islam, terdakwa sudah diusir,” ujar Irena tegas sebagaimana dilansir Republika, Selasa (10/1/17).


Lantaran tabayun merupakan salah satu etika dan kosakata dalam hukum Islam, maka ketua Majlis Hakim pun menanyakan ulang pertanyaan tim hukum Ahok dan menggantinya dengan klarifikasi.


Namun, Irena dengan tegas dan meyakinkan bahwa klarifikasi merupakan wewenang pihak kepolisian. Irena hanyalah seorang warga negara yang menggunakan haknya untuk melaporkan seseorang yang melanggar hukum. [Tarbawia/Om Pir]