DPR : Jika Sejak Awal Penista Agama Ditahan, Situasi Tidak akan Seperti Sekarang

Jakarta (SI Online) – Sejumlah pimpinan ormas Islam melakukan silaturahim bersama Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat menerima delagasi para ulama di Gedung DPR Jakarta. (foto: suara islam)

Para tokoh agama itu antara lain, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan Perguruan As Syafiiyah), KH Muhammad al Khaththath (Sekjen FUI), KH Zaitun Rasmin (Ketua Wahdah Islamiyah), Ustaz Nazar Haris (Ketua PUI), Aru Syef Assadullah (Pimred Suara Islam) dan lainnya. Mereka diterima Fadli Zon yang didampingi Supratman dari Komisi III DPR.

 

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah info aktual khususnya yang menyangkut kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam. Serta perlakuan kasar dari Ahok dan tim kuasa hukumnya kepada Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin yang sedang ramai saat ini.

 

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Fadli Zon mengatakan, apa yang sedang terjadi saat ini khususnya masalah yang dihadapkan kepada para ulama itu banyak kejanggalan. 

 

“Proses yang berjalan sekarang ini ada upaya menarget kepada sejumlah ulama yang kritis dengan kasus hukum yang sumir serta buktinya tidak jelas, jadi ini serampangan,” ujar Fadli.

 

Ia mengaku sudah menyampaikan ke polri agar persoalan ini jangan berlarut dan menimbulkan berbagai persoalan baru. “Penanganan saat ini tidak profesional dan tidak adil. Jelas sekali bahwa penista agama yang menjadi sumber masalah itu dilindungi dan dibela,” jelasnya.

 

Menurutnya, semua masalah yang ada ini bermula karena adanya kasus penistaan agama. “Jika saat itu langsung diselesaikan secara tegas maka tidak akan ada kondisi seperti ini,” tandasnya.

 

Dalam pertemuan itu, para pimpinan umat memberikan sejumlah masukan kepada DPR. Sebagai lembaga pengawas, kata Fadli, DPR akan menampung seluruh aspirasi masyarakat dan akan dikomunikasikan dengan komisi terkait untuk dicari solusinya.

 

red: adhila

Ulama & Ketua MUI ini “Dibully” Para Pendukung Ahok, Diinjak-injak dan Dihina Harga dirinya


Nasional ~ Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menyebut ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal Surat Al-Maidah ayat 51 sebagai penghinaan Alquran. Pendapat MUI ini diambil berdasarkan hasil kajian yang dilakukan.

“Kita melakukan penelitian, investigasi di lapangan, dan menyimpulkan bahwa ucapannya itu mengandung penghinaan terhadap Alquran dan ulama,” ujar Ma’ruf dalam sidang lanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Ma’ruf menyebut penelitian terhadap ucapan Ahok saat bertemu dengan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 itu dilatarbelakangi adanya keresahan dari masyarakat.

“(Ada) permintaan dari masyarakat ada yang lisan, ada yang tertulis. Supaya masalah ini ada pegangannya. Ada forum-forum, banyaklah saya lupa,” imbuhnya.

Dari desakan itu, sambung Ma’ruf, MUI melakukan rapat internal, yang diikuti komisi fatwa, pengkajian, hukum, dan perundang-undangan serta bidang komunikasi informasi. MUI kemudian mengeluarkan pernyataan sikap soal ucapan Ahok tersebut, yang kini menyeret Ahok sebagai terdakwa penodaan agama.

“Keputusan pendapat dan sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia. Karena ini produknya bukan komisi fatwa, dikeluarkan MUI meski hakikatnya fatwa jadi pendapat dan sikap keagamaan MUI,” ujar Ma’ruf.

Kesaksian Ketua Umum MUI dalam sekejap memantik reaksi terutama dari pendukung ahok lewat buzzer – buzzernya di dunia maya, seperti redaksi perhatikan di laman detik.com , berbagai lontaran kebencian dan penghinaan ditujukan kepada pemimpin ulama ummat islam ini

Di jagad twitter juga tidak sedikit buzzer Ahok menuduh Ketua MUI Ma’ruf Amin telah berbohong atau memiliki kepntingan politik terhadap apa yang disampaikan di persidangan, ujaran kalap dan penuh fitnah yang ditujukan kepada Ketua MUI sungguh disayangkan mereka yang selama ini menjunjung demokrasi nampaknya lupa akan pentingnya penegakan hukum di alam demokrasi

Di Fanspage Facebook Teman Ahok bullying terhadap KH Ma’ruf Amin malah lebih jahat dan tak beretika bahkan menyerang kehidupan pribadi Ulama , mereka yang terang – terangan non muslim berani melecehkkan ulama di media sosial

Semoga Allah swt memberikan kekuatan dan keteguhan kepada Ketua MUI beserta ulama – lama lainnya menghadapi penggiringan opini dan serangan yang bersifat personal dari kelompok – kelompok anti islam

SBY dan TNI GUSAR, PRESIDEN JOKOWI MULAI KETAKUTAN !

Pilarbangsa.com – Intervensi Istana untuk melindungi oknum penista agama alias Ahok telah memicu kegusaran rakyat secara masif. Terlebih Jokowi selaku Petugas Partai tampak manut pada ambisi PDIP untuk menangkan Ahok di Pilgub DKI Jakarta.

 Bahkan dalam sepekan ini beredar isu bakal terjadi kerusuhan seperti tahun 1998. Hal itu terkait dengan sikap arogansi Polri yang gencar mengkriminalisasi ulama dan membidik kubu Agus-Sylviana yang merupakan rival terberat Ahok di Pilgub DKI.

 Tindakan semena-mena Polri disyalir sebagai “proyek politik” untuk mendongkrak elektabilitas Ahok yang makin anjlok lantaran terseret kasus penistaan Al Qur’an.

 Celakanya, Presiden Jokowi tampil memanasi situasi dengan memanfaatkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar untuk memberi kesan seolah SBY dalam sanderaan Istana.

 Untuk hajat busuk itu, Jokowi menggelar jamuan spesial dengan Antasari. Usai pertemuan, beredar fitnah keji bahwa SBY merupakan aktor utama dalam kasus kriminalisasi Antasari.

 Bukan baru kali ini SBY difitnah dan nistakan. Tapi sejak pasca aksi 411 dan 212, sang Jenderal yang terkenal santun dan sabar itu bertubi-tubi dibully di media sosial oleh buzzer Istana dan loyalis pembela oknum penista agama (Ahok).

 SBY dituding terlibat makar, provokator, pencuri uang negara, politisi busuk, pendendam, super licik serta segala rupa macam hujatan dan cacian.

 Tragisnya, peneliti LIPI Syamsuddin Haris menuding SBY sebagai provokator tingkat tinggi. Tudingan tidak bermoral itu merujuk pada sikap SBY yang secara terbuka membela aspiarasi umat Islam jelang aksi unjuk rasa 411.

 “Saya menyayangkan SBY. Dia sudah menjadi provokator sama seperti pemimpin organisasi kemasyarakat (ormas) keagamaan yang selalu membuat resah masyarakat,” kata Syamsuddin.

 Pernyataan Syamsuddin dan para buzzer Ahok bergulir seiring dengan sikap Polri yang super reaktif membidik ulama dan Sylviana serta terkesan mencari-cari kesalahan SBY.

 Tindakan tidak elok itu wajar membuat SBY terusik, terlebih para petinggi TNI kian gusar. Maklum SBY adalah sosok Jenderal TNI yang sangat dihormati, termasuk dicintai oleh jutaan rakyat.

 Situasi makin mendidih, beberapa jam lalu juru bicara Presiden, Johan Budi dengan wajah cemas mencoba meredam dinamika publik.

 Johan Budi melantunkan retorika basinya, bahwa Presiden Jokowi bersikap netral dalam Pilgub DKI. “Dan presiden punya komitmen agar pelaksanaan pilkada itu berlangsung secara demokratis dan transparan,”(republika 31/1/2017).

 Reaksi Istana dipicu oleh protes SBY dan para petinggi Demokrat yang menuding bahwa: “Gejala ketidaknetralan negara beserta aparaturnya mulai tampak terlihat. Campur tangan kekuasaan dinilai telah melampaui batas,” (sumber republika).

 Pernyataan SBY sangat terang, tegas dan mewakili aspirasi rakyat. Sebaliknya tanggapan jubir Presiden tidak lebih hanyalah bualan dari ekspresi ketakutan. Apapun bantahan Istana, Rakyat sudah tidak percaya dengan lakon politik rezim Jokowi. Munafik!

 Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

Ahok terancam 29 tahun penjara.


1. Sidang lanjutan dugaan penistaan agama atas terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Ja-kut yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Hari Selasa (31-1-2017).

2.Dalam sidang tersebut Ahok mengatakan pengacaranya memiliki bukti tentang adanya telepon dari SBY kepada Ma’ruf agar Ma’ruf

3. Masyarakat umum pasti mempertanyakan bagaimana pihak terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan bukti percakapan via telepon antara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan KH Ma’ruf Amin.

4.Jika didapat berdasarkan hasil penyadapan, maka Ahok dan tim hukumnya bisa dijerat dengan Undang-Undang tentang Telekomunikasi dan ITE.

5. Rekaman yang bukan berasal dan dilakukan oleh penegak hukum adalah ilegal dan tidak bisa menjadi barang bukti,

#AncamanPidana #1
UU Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi
6. Pasal 40 Setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melaiui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun.

7. Pasal 56 Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

#AncamanPidana #2
8. UU Nomor 11 tentang ITE terdapat larangan penyadapan ilegal. Ancaman pidana pelanggaran pasal 31 UU ITE itu adalah Pidana 10 tahun dan denda Rp 800 juta.
#AncamanPidana #3
9. Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (1) UU ITE tentang Penghinaan dan/atau Pencemaran Nama Baik secara elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda

10. Dalam persidangan tersebut Ahok menyebut fatwa terkait penistaan agama merupakan pesanan dari ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pesanan tersebut, menurut Ahok, disampikan SBY kepada Ma’ruf Amin melalui sambungan telpon, dan Ahok mengaku punya bukti rekaman.
(http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/02/01/okoe1s354-pakar-hukum-sikap-ahok-di-persidangan-sangat-arogan)

11. Dalam kontek ini Kyai H.Ma’ruf Amin, bisa melaporkan BTP atas pencemaran nama baik.

12. Perbuatan Ahok dan pengacaranya adalah ilegal karena Aturan penyadapan yang resmi adalah atas permintaan kepolisian, kejaksaan,dan/atau institusi penegak hukum lainnya. Sebagaimana bunyi putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XIII/2015.

13. #MUNGKINKAH ada kong-kalikong antara kubu ahok dengan salah satu dari 5 Lembaga yang berhak melakukan penyadapan yakni : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Intelijen Negara (BIN). Saya rasa tidak mungkin, karena saya masih percaya lembaga” tersebut memiliki integritas tinggi.

14.#MUNGKINKAH kubu ahok melakukan penyadapan sendiri, tentu itu sebuah tindakan ilegal dan melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 pasal 40 tentang Telekomunikasi. Salah satu isinya ialah melarang setiap orang melakukan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi. Sementara ancaman pindannya tertuang dalam Pasal 56 UU Telekomunikasi dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun dan di Pasal 47 UU ITE dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp 800 juta

Wallahualambishwab

Kisah penghina Al Quran yang dihukum mati pada masa Rasulullah…

Ilustrasi masa Rasulullah ﷺ

Masih ingatkah Anda dengan Abi Sarah? Ya, dia termasuk golongan orang yang munafik. Ia pernah ditugaskan untuk menuliskan wahyu. Hanya, pada beberapa masa kemudian ia kembali menjadi murtad. Bahkan, ia mengumumkan kemurtadannya pada agama Islam. Dan ia kembali pada kelompoknya, orang-orang kafir Quraisy.

Dikutip dari islampos.com, kala Abi Sarah ditanya oleh para kafir musyrikin terhadap pengalamannya pernah diminta untuk menuliskan wahyu, dengan bangganya Abi Sarah mengatakan bahwa ternyata Nabi Muhammad itu dapat “dibodohi”. Dia mengatakan, “Ketika Muhammad mengimlakan kepadaku ayat “Aziizun Hakim” aku justru menuliskan “Alimun Hakim” dan Muhammad mempercayainya begitu saja.”


Tentu saja lelucon Abi Sarah yang bermaksud menghinakan Al-Quran sekaligus mencemooh Nabi Muhammad ﷺ disambut gelak tawa kepuasaan pembenci Islam. Mereka seakan menganggap bahwa Rasulullah gampang dibodohi dan dibohongi hanya oleh seorang bernama Abi Sarah.

Berita kebohongan yang disampaikan oleh Abi Sarah pun telah sampai ke telinga Rasulullah dan para sahabat. Apa yang terjadi kemudian? Apakah berita itu dianggap kabar angin saja? Ternyata tidak! Penghinaan dan penistaan terhadap kalamullah sekaligus Rasulullah ﷺ memiliki hukum tersendiri di dalam Islam.

Baca Juga : Kasian! Bayi Ini Ditinggal Ibunya di Masjid Bersama Sebuah Surat yang Isinya Menyedihkan

Beberapa tahun kemudian, ketika kekuatan umat Islam telah bertambah semakin kuat dan banyak hingga menyebar ke beberapa jazirah di negara Arab, ekspansi selanjutnya adalah menaklukkan kota Makkah yang lebih dikenal dengan istilah Fath Makkah. Ketika umat Islam telah berhasil menguasai kota Makkah, kaum kafir Quraisy menyerah tanpa syarat. Mereka tunduk atas segala ketentuan serta balasan terhadap permusuhan mereka terhadap kaum muslimin puluhan tahun yang lalu.

Rasulullah ﷺ memaafkan segala bentuk kekerasan, kekejaman serta permusuhan kafir Quraisy Makkah. Namun, ada satu hal yang tidak terlupakan. Ingatan kaum muslimin terhadap penghinaan serta penistaan Islam yang pernah dilakukan seorang munafik bernama Abi Sarah tidak serta merta hilang begitu saja. Apa tindakan balasan atas penghinaan Abi Sarah terhadap Al-Quran?

Rasulullah ﷺ dengan tegasnya memerintahkan para pasukan elit untuk mencari Abi Sarah serta beberapa orang yang melakukan penistaan yang sama, seperti Abdullah bin Hilal bin Khatal dan Miqyas bin Shubabah. Rasulullah ﷺ menginstruksikan ketiga orang ini untuk dieksekusi mati sekalipun mereka bergantung di sisi Ka’bah.

Patrialis Ditangkap, Yusril: Tak Mungkin Ada Suap Saat Uji Materi Undang-Undang

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra

JAKARTA (fokusislam) – Pengacara Senior Yusril Ihza Mahendra ikut menanggapi penangkapan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yusril menganggap, tak mungkin ada aksi suap menyuap saat uji materi undang-undang (UU).

Pakar hukum tata negara ini mengatakan, dalam kasus Patrialis, informasi yang dia dapatkan baru pada saat MK tengah mengumpulkan semua hakim dipanggil terkait OTT KPK. Dia pun belum secara rinci mendapatkan informasi terkait OTT KPK yang mengamankan 11 orang tersebut, yang mana salah satunya merupakan Hakim MK Patrialis Akbar.

Banner Utama

“Kalau perkara pilkada, kepada hakim sangat mungkin suap menyuap karena kuncinya pada panel hakim itu yang memeriksa lebih detail lalu dilaporkan ke sidang paripurna,” ujarnya pada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017), dilansir Sindonews.

Sedang dalam pengujian UU, kata Yusril, kemungkinan kasus suap-menyuap cukup kecil terjadi. Sebabnya, ada pemeriksaan pendahuluan terlebih dahulu meski tak masuk substansi.

Lebih jauh, apabila materi UU itu sudah diuji sebelumnya, tentu akan ditolak saat dibawa ke sidang MK. “Lalu, menyogok satu hakim apa iya bisa mempengaruhi delapan orang lainya, itu sia-sia, kecil kemungkinannya (ada suap-menyuap),” tuturnya.

Yusril menerangkan, kalau pun ketua MK bisa dipengaruhi misalnya, tentu ketua MK pun tak mudah pula memengaruhi hakim lainnya sehingga kemungkinan terjadinya sogok-menyogok itu kecil.

Apalagi, tambah Yusril, dalam sidang MK itu, khususnya dalam pengujian UU, yang bakal dijadikan putusan itu bergantung dari suara terbanyak hakim, bukan dari satu hakim yang disuap tersebut. (ibn/sindo)

Beberapa hari sebelum dihukum gantung dia diberi peluang oleh pihak polis untuk menulis permintaan terakhir. Menggeletar tangan polis bila baca surt permintaan budak ini

Cara untuk mengongkek awek supaya dia orgasma 5 kali satu malam! TUTORIAL VIDEO
Cara untuk mengongkek awek supaya dia orgasma 5 kali satu malam! TUTORIAL VIDEO
Cara membuatkan "pistol" anda berfungsi? Ia mudah, hanya ambil ini...
Cara membuatkan “pistol” anda berfungsi? Ia mudah, hanya ambil ini…

Beberapa hari sebelum dihukum gantung dia diberi peluang oleh pihak polis untuk menulis permintaan terakhir. Menggeletar tangan polis bila baca surt permintaan budak ni. Sebak sangat. Nak tau apa yang ditulisnya jom kita baca………….. Nangis. =( Tekan SHARE.



Seorang ‘banduan akhir’, iaitu yang menantikan hukuman mati meminta sebatang pen dan sekeping kertas sebagai ‘permintaan terakhir’nya. Selepas menulis selama beberapa minit, banduan tersebut meminta pegawai penjara untuk menyerahkan surat yang ditulis itu kepada ibu kandungnya. Surat itu berbunyi…

 IBU…, 
Sekiranya terdapat LEBIH keadilan di dunia ini, kita berdualah yang seharusnya dihukum bunuh, dan bukan hanya saya seorang. Ibu juga bersalah ke atas liku kehidupan yang saya jalani. 

INGATKAH IBU ketika saya mencuri basikal milik seorang budak lelaki yang sebaya saya? Ibu yang membantu saya menyorokkan basikal itu dari pengetahuan ayah. 

INGATKAH IBU ketika saya mencuri wang dari dompet jiran kita? Ibu juga yang pergi bersama saya ke sebuah pasaraya untuk membelanjakannya. 

INGATKAH IBU ketika saya bertengkar dengan ayah dan kemudian ayah pergi meninggalkan kita? Ayah sekadar mahu memperbetulkan diri saya kerana perbuatan saya mencuri keputusan akhir sebuah pertandingan yang menyebabkan saya dibuang sekolah. 

IBU… KETIKA ITU saya hanyalah seorang kanak-kanak, yang tidak lama selepas itu saya menjadi seorang remaja yang bermasalah. Dan sekarang, saya hanyalah seorang lelaki yang rosak. KETIKA ITU saya hanyalah seorang kanak-kanak yang memerlukan pembetulan, bukannya keizinan (untuk berbuat kerosakan). 

TETAPI, SAYA TETAP MEMAAFKAN IBU…. Saya mohon agar surat ini sampai kepada seberapa banyak ibubapa di dunia ini, agar mereka tahu yang menjadikan seorang anak itu baik atau jahat adalah… 
“PENDIDIKAN IBUNYA”..!!!. 

Terima kasih ibu kerana MEMBERIKAN ‘nyawa’ kepada saya dan juga menyebabkan saya KEHILANGANNYA. Dari anakmu,

HABIB RIZZIEQ DI BEBASKAN

BERITA TERKINI MENGGEMBIRAKAN !!! PUKUL 19.00 !!! HABIB RIZIEQ TIDAK TERBUKTI SALAH JADI POLISI BEBASKAN HABIB RIZIEQ DARI TIDAK PIDANA DAN DI TETAPKAN JADI ULAMA BESAR INDONESIA !!! YANG MERASA UMAT MUSLIM BANTU LIKE DAN SHARE !!!

BERITA TERKINI MENGGEMBIRAKAN !!! PUKUL 7 ptg !!! 

HABIB RIZIEQ TIDAK TERBUKTI SALAH JADI POLISI BEBASKAN HABIB RIZIEQ DARI TINDAK PIDANA DAN DI TETAPKAN JADI ULAMA BESAR INDONESIA !!

Beberapa mahasiswa yang telah tergabung di dalam PMKRI ini telah melakukan pelaporan terhadap pimpinan Front Pembela Islam yakni Habib R…

Beberapa mahasiswa yang telah tergabung di dalam PMKRI ini telah melakukan pelaporan terhadap pimpinan Front Pembela Islam yakni Habib Rizieq. Mereka telah melaporkan Habib Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya dengan dugaan penistaan agama.

Mereka tidak hanya melaporkan Habib Rizieq Syihab  saja, tapi juga Fauzi Ahmad dan juga Saya Reya yang merupakan pengunggah video Habib Rizieq sedang berceramah itu di media sosail Twitter. Laporan yang dibuat oleh PMKRI ini dengan nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus.


Mereka akan dijerat dengan Pasal 156 dan 156 A KUHP tentang Penistaan Agama dan atau Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ketua umum dari PP PMKRI yakni Angelius Wake Kako ini telah mengatakan bahwa pelaporan ini telah dilakukan terkait dengan isi dari ceramah Habib Rizieq yang digelar di Pondok Kepala, Jakarta. Ceramah itu dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2016 dan telah dianggap menistakan agama. Pernyataan di dalam ceramah itu dianggap telah melukai hati dari pemeluk agam tertentu.


Angelius pada saat di Mapolda Metro jaya pada hari Senin 26 Desember 2016 mengatakan “Beliau menyatakan bahwa kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa? Dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut”.Habib Rizeq

Pria yang akrab dipanggil dengan nama Angelo ini sangat menyayangkan sikap dari Habibyang merupakan salah satu tokoh agama yang justru tidak menunjukkan toleransi di Indonesia. Padahal selama ini Indonesia dikenal dengan keberagamannya dan juga kerukunannya.

Angelo meminta agar masyarakat Indonesia ini bisa menghargai perbedaan yang ada di Indoneisa ini. Pihak tertentu diharapkan tidak mencampuri urusan akidah umat lainnya terlalu jauh. Menurut Angelo, yang mengetahui keimanan seseorang hanyalah orang itu sendiri.

Angelo mengatakan “Oleh sebab itu, semua kita wajib menghargai perbedaan itu dengan tidak mencampur terlalu jauh apa yang telah menjadi ruang privat agama orang lain”.

MISTERI TAS HITAM PRESIDEN AS, TERNYATA INI ISINYA

President AS sedang menaiki pesawat


Berita Islam 24H – Selalu ada di dekat Presiden Amerika Serikat dimanapun berada, sebuah tas hitam menjadi perbincangan dunia hangat para netizen mengenai apa sebenarnya isi tas tersebut sehingga keberadaannya harus selalu ada di dekat Presiden AS baik di dalam maupun di luar negeri?


Menjawab pertanyaan di atas, mantan kepala urusan militer di Gedung Putih, Bill Daily, dalam keterangannya seperti dilansir CNN pada akhir pekan kemarin menyatakan bahwa tas tersebut berisi 4 dokumen penting yang harus dibawa kemanapun ketika suatu saat terjadi keadaan darurat. Dokumen pertama adalah buku hitam yang berisi kemana serangan balasan dilancarkan jika suatu saat AS mengalami serangan nuklir oleh musuh. Buku lainnya berisi alamat bunker darurat ketika terjadinya perang nuklir yang melibatkan AS.


Sedangkan buku ketiga berisi prosedur komunikasi darurat dalam keadaan kecil serta sebuah kartu kecil berisi buku kode rahasia peluncuran senjata nuklir yang hanya dapat dikeluarkan oleh presiden sendiri, ujar Bill Daily.


Sementara mantan kolonel di Angkatan Laut AS yang pernah bertugas membawa tas tersebut di era Presiden Ronald Reagan, Beit Mizigr, menjelaskan bahwa tas hitam tersebut harus selalu berada di dekat Presiden AS karena harus siap setiap saat dan dalam keadaan apapun.


Perlu diketahui bahwa AS diperkirakan memiliki 900 hulu ledak nuklir dengan masing-masing kekuatan destruktif 20 kali lipat lebih besar daripada bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. (Cnnarabic/Ram) [beritaislam24h.com / emc]