Imam Ibnu Harzahim, Ulama Yang Dicambuk Nabi Karena Membenci Kitab Ihya Ulumuddin

‚Äč

Syeikhul Kabir Al-Imam Ali bin Harzahim Al-Maghribi yang dikenal dengan Ibnu Harzahim adalah seorang ulama besar di Maroko yang hidup sezaman dengan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili. Imam Ibnu Harzahim ini awalnya sangat membenci kitab Ihya Ulumuddin milik Imam Ghazali. Di puncak kebenciannya, beliau memerintahkan semua penduduk mengumpulkan kitab Ihya yang dimilikinya untuk dibakar di depan masjid jami selepas shalat Jum’at.

Namun malam sebelum beliau melakukan aksinya itu, pada tidurnya beliau bermimpi bertemu Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam beserta Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab, serta seorang bercahaya yang tidak lain adalah Imam Ghazali. Setelah Imam Ghazali mengadukan kebencian Imam Harzahim kepada kitabnya, Nabi lalu meminta kitab Ihya kepada Imam Ghazali. Lembar per lembar beliau membacanya dan menyatakan bahwa kitab Ihya adalah benar. Begitu juga komentar dari kedua sahabatnya.

Akhirnya Nabi memerintahkan agar Imam Harzahim dicambuk sebagai hukuman atas kebencian serta makarnya yang akan membakar kitab Ihya. Ketika beliau bangun, beliau mendapati punggungnya menghitam (akibat bekas cambukan) dan masih merasakan sakit akibat cambukan tersebut. Dari sana kemudian beliau bertaubat serta mencintai kitab Ihya hingga akhir hayatnya. Imam Abul Hasan Asy-Syadzili yang ikut memandikan beliau saat wafatnya, telah bersumpah bahwa bekas cambukan itu masih ada.

Sumber : 

– Kitab Hamisy Ihya Ulumuddin juz 1 hal. 10-13 karya Habib Abdul Qadir bin Syeikh Alaydrus
– Kitab Jami Karamatul Aulya juz 1 hal. 180-181 karya Syeikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani

Ket. Foto : Habib Umar bin Hafidz sedang menerangkan kitab Qabas Nuril Mubin karya beliau sendiri yang merupakan ringkasan dari kitab Ihya Ulumuddin pada acara Talaqi Ilmiah di Masjid Al-Azhar Kairo, Mesir, 13-18 Mei 2013 silam, nampak dalam foto seorang ulama besar Mesir sedang mengikuti kajian beliau, Sayyid Idris bin Mustafa Al-Idrisi Al-Hasani (mengenakan imamah besar di depan), Mursyid Thariqah Ahmadiyah Al-Idrisiyah


Silahkan disebarkan secara terhormat dengan tanpa merubah, mengurangi atau menambah isi konten, serta tetap amanah dengan mencantumkan link asli agar keabsahannya isinya selalu terjaga