10 Alasan Seorang Muslim Harus Kaya Dalam Bentuk Materi

Bagi seorang muslim, menjadi kaya bukanlah sebuah dosa atau kesalahan. Bahkan di jaman Rasulullah, banyak para sahabat yang kaya raya dan kekayaannya menjadi ladang kebaikan yang sangat besar. Sehingga jangan berpikir bahwa dengan menjadi seorang muslim harus hidup dalam keadaan yang pas-pasan atau bahkan miskin.


10 Alasan Seorang Muslim Harus Kaya Dalam Bentuk Materi


Perlu diketahui bahwa ada beberapa alasan sehingga seorang muslim harus kaya secara harta maupun ilmu. Dengan begitu kita tidak memandang harta sebagai sebuah kejahatan semata.

1. Dengan Adanya Harta, Tubuh Menjadi Tegak

Seorang muslim harus memiliki harta karena nanti akan memiliki nilai di mata masyarakat. Selain itu harta bisa membuat umat Islam bisa mandiri dalam berusaha dan tidak mengharapkan belas kasihan orang lain.

Tak hanya untuk kepentingan sendiri, bahkan dengan harta tersebut kita bisa membuka lapangan usaha untuk orang lain ataupun menjadi donatur untuk kepentingan agama.

2. Menjaga Peredaran Uang Untuk Mensholehkan Masyarakat

Peredaran uang merupakan sebab sholeh tidaknya masyarakat. Maksudnya jika peredaran uang tersebut berada di tangan orang-orang yang sholeh, maka masyarakat luas pun akan menjadi sholeh atau baik. Namun jika peredaran uang tersebut dikuasai oleh orang yang jahat, maka masyarakat pun bisa berakhlak buruk.

3. Sejumlah Syariat Islam Membutuhkan Kekayaan

Ibadah seorang muslim tak hanya membutuhkan keikhlasan, namun juga sebagian membutuhkan dukungan berupa kekayaan atau materi. Contohnya saja dalam rukun islam dimana dua diantara rukun tersebut membutuhkan kekayaan yakni zakat dan berhaji.

Tak hanya itu saja, berjihad maupun berdakwah juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dalam sejarah Islam pun diceritakan bagaimana istri Rasulullah, Siti Khadijah dan para sahabat berani mengeluarkan hartanya yang tidak sedikit untuk dakwah Rasulullah.

4. Menjadi Sebab Dihargai Orang Lain

Fenomena pandangan masyarakat sekarang ini terhadap status seseorang memang salah satunya karena adanya harta. Orang yang memiliki harta akan lebih didengar dan berkedudukan tinggi. Hal ini pun bisa menjadi ladang kebaikan bagi seorang muslim untuk berdakwah kepada masyarakat dan mengarahkan mereka.

5. Kekayaan Menjadi Salah Satu Yang Membuat Manusia Bahagia

Di dunia ini, Allah tidak melarang seorang muslim untuk kaya. Rasulullah sendiri menyatakan ada tiga hal yang membuat seseorang bahagia yakni pasangan yang sholeh atau sholehah, rumah yang luas dan kendaraan yang nyaman. Dua dari tiga poin tersebut tentu tak lain bisa dimiliki jika memiliki harta.

6. Menuntut Ilmu

Ilmu sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama ilmu agama. Tentu kita tahu bahwa ilmu tak datang sendiri, melainkan perlu diusahakan seperti membeli buku, mengikuti kajian ke berbagai daerah ataupun mendatangkan guru yang kompeten. Dan semua itu membutuhkan kekayaan.

7. Muslim Harus Menafkahi Keluarga Dan Mencukupkan Warisan

Seorang muslim haruslah tetap berikhtiar mencari kehidupan di dunia ini dan salah satu tujuannya adalah untuk menafkahi keluarga maupun mencukupi warisan. Bukankah menafkahi keluarga adalah perintah Allah bagi mereka yang telah berkeluarga dan berbuah pahala? Bukankah menyiapkan warisan merupakan anjuran yang juga diharuskan dalam agama agar tidak mewariskan kemiskinan? Jadi memiliki harta atau kaya bukanlah sebuah hal yang buruk, namun justru berpahala dan dianjurkan selama ada dalam jalan yang benar.

8. Muslim Yang Memiliki Kekayaan Mampu Menegakkan Ekonomi Syariah

Ekonomi yang berbasis syariah saat ini sangat sulit diterapkan lantaran sedikitnya para muslim yang menanamkan modalnya untuk ekonomi syariah dan lebih banyak pemodal non muslim yang melakukannya. Tak heran jika riba bertebaran dan tak terhindarkan. Karena itulah seorang muslim harus kaya guna mengembangkan ekonomi syariah yang tentunya diridhoi oleh Allah.

9. Muslim Yang Kaya Bisa Membangun Sarana Umat

Pembangunan seperti untuk tempat ibadah ataupun sarana umum demi kemaslahatan umat memang memerlukan dana yang tidak sedikit. Karenanya seorang muslim harus kaya agar bisa menjadi jembatan untuk kesuksesan pembangunan tersebut.

Jika para muslim kaya dan sadar bahwa kekayaannya untuk kepentingan agama, maka tidak ada yang namanya peminta-minta di jalan untuk pembangunan masjid yang sebenarnya justru menghinakan umat Islam sendiri. Bandingkan saja dengan Kristen yang tidak sedikit pun meminta sumbangan di jalanan untuk pembuatan gereja.

10. Menunjukkan Posisi Umat Islam Di Mata Dunia

Pandangan sebelah mata kepada negara-negara yang sebagian besar dihuni oleh umat islam memang menjadi persoalan yang harus diperhatikan oleh kaum muslim. Sehingga umat islam harus kaya agar memiliki kedudukan dan pengaruh di mata dunia luar.

Hukum wanita islam memakai BRA adalah haram dan dilaknat Allah kerana menyamai kafir – Ustaz Fb

Dunia tanpa sempadan hari ini menyebabkan ramai manusia yang jahil dan menunjukkan kejahilan tersebut dalam media sosial Terbaru satu printscreen menjadi viral yang mengatakan kaum pertama yang memakai bra adalah kaum kafir jika wanita islam meniru maka ia menyamai kafir dan hukumnya adalah haram jelas netisen di printsceen tersebut.


sebelum kita bongkar kebodohan tersebut mari kita baca aurat wanita dalam islam 


Manakah aurat wanita? Yang kita bahas kali ini adalah aurat wanita yang tidak boleh ditampakkan di hadapan umum, di hadapan para pria yang bukan mahramnya. Tinjauan kami kali ini adalah berdasarkan madzhab Syafi’i.

Aurat itu wajib ditutupi sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

“Jagalah (tutuplah) auratmu kecuali pada istri atau budak yang engkau miliki.” (HR. Abu Daud no. 4017 dan Tirmidzi no. 2794. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).


Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa aurat itu berarti kurang, aib dan jelek. (Al Majmu’, 3: 119).


Imam Nawawi menyatakan pula bahwa aurat itu wajib ditutupi dari pandangan manusia dan ini adalah ijma’ (kata sepakat ulama). (Idem).

Ibnu Qasim Al Ghozzi berkata, “Aurat itu wajib ditutupi dari pandangan manusia ketika berada bukan hanya di dalam shalat, namun juga di luar shalat. Juga aurat tersebut ditutup ketika bersendirian kecuali jika dalam keadaan mandi.” (Fathul Qorib, 1: 115).


Adapun aurat wanita disinggung oleh Imam Nawawi yaitu seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. (Al Majmu’, 3: 122). Juga disinggung beliau dalam Minhajuth Tholibin, 1: 188.

Pendapat yang dikemukakan oleh Imam Nawawi di atas adalah pendapat mayoritas ulama dan itulah pendapat terkuat.

Muhammad Al Khotib -ulama Syafi’iyah, penyusun kitab Al Iqna’– menyatakan bahwa aurat wanita -merdeka- adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya (termasuk bagian punggung dan bagian telapak tangan hingga pergelangan tangan). Alasannya adalah firman Allah Ta’ala,

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا


“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur: 31). Yang dimaksud menurut ulama pakar tafsir adalah wajah dan kedua telapak tangan. Wajah dan kedua telapak tangan bukanlah aurat karena kebutuhan yang menuntut keduanya untuk ditampakkan. (Lihat Al Iqna’, 1: 221).


Ibnu Qasim Al Ghozzi berkata, “Aurat wanita merdeka di dalam shalat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, termasuk dalam telapak tangan adalah bagian punggung dan dalam telapak tangan. Adapun aurat wanita merdeka di luar shalat adalah seluruh tubuhnya. Ketika sendirian aurat wanita adalah sebagaimana pria -yaitu antara pusar dan lutut-.” (Fathul Qorib, 1: 116).

Asy Syarbini berkata, “Aurat wanita merdeka adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Termasuk telapak tangan adalah bagian punggung dan dalam telapak tangan, dari ujung jari hingga pergelangan tangan. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur: 31). Yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan, inilah tafsiran dari Ibnu ‘Abbas dan ‘Aisyah.” (Mughnil Muhtaj, 1: 286).

Konsekuensi dari pernyataan aurat wanita di atas, bagian tangan dan kaki adalah aurat termasuk juga badan. Sehingga kalau bagian tersebut hanya dibalut dengan baju dan tidak longgar, alias ketat, maka berarti aurat belumlah tertutup. Jadi apa yang dilakukan oleh sebagian wanita muslimah dengan memakai penutup kepala namun sayangnya berpakaian ketat, bukanlah menutup aurat karena bagian aurat seperti tangan masih terlihat bentuk lekuk tubuhnya. Celana ketat pada paha pun masih menampakkan lekuk tubuh yang seksi. Lebih-lebih di dada walau kepala tertutup, masih membuat laki-laki tergoda syahwatnya.

Berjilbab yang benar bukan hanya menutup rambut kepala. Tetapi juga harus memperhatikan baju dan rok yang digunakan, mestilah lebar. Adapun menggunakan celana panjang tidaklah menggambarkan menutup aurat dengan sempurna meski longgar karena bentuk lekuk tubuh masih terlihat. Jadi yang aman bagi wanita adalah menggunakan baju atau gamis lalu ditutupi dengan jilbab yang lebar di luarnya yang panjangnya hingga pinggang atau paha sehingga lebih menutupi sempurna bagian badan. Kemudian bagian bawah lebih sempurna menggunakan rok yang lebar (longgar), tidak ketat. Rok tersebut hingga menutupi kaki. Adapun panjang rok tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits Ummu Salamah berikut ini.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ فَكَيْفَ يَصْنَعْنَ النِّسَاءُ بِذُيُولِهِنَّ قَالَ « يُرْخِينَ شِبْرًا ». فَقَالَتْ إِذًا تَنْكَشِفَ أَقْدَامُهُنَّ. قَالَ فَيُرْخِينَهُ ذِرَاعًا لاَ يَزِدْنَ عَلَيْهِ

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menjulurkan pakaiannya (di bawah mata kaki) karena sombong, maka Allah pasti tidak akan melihat kepadanya pada hari kiamat.” Ummu Salamah lantas berkata, “Lalu bagaimana para wanita menyikapi ujung pakaiannya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hendaklah mereka menjulurkannya sejengkal.” Ummu Salamah berkata lagi, “Kalau begitu, telangkap kakinya masih tersingkap.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Turunkan satu hasta, jangan lebih dari itu.“(HR. Tirmidzi no. 1731 dan An Nasai no. 5338. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Pelajaran yang bisa kita petik dari penjelasan ulama Syafi’iyah di atas, punggung dan bagian dalam telapak tangan bukanlah aurat yang mesti ditutupi, wallahu a’lam.


ini adalah printscreen yang menjadi viral di laman



Read more: http://www.britaharian.com/2017/01/hukum-wanita-islam-memakai-bra-adalah.html#ixzz4Wym10DXx

Hebat, Ternyata Ikan Gabus Ampuh Obati Gagal Ginjal, Diabetes, Stroke Hingga Kanker. Sebarkan!

Kanker, stroke dan gagal ginjal, TBC dan diabetes adalah penyakit yang sangat berat dan mengancam nyawa. Penyakit-penyakit tersebut ditandai dengan berkurangnya albumin di darah sehingga penderitanya harus memperoleh infus albumin.


Infus ini berguna meningkatkan tekanan osmotik darah yang turun sehingga menyebabkan pembengkakan atau oedema di bagian tubuh tertentu. Pada penderita gagal ginjal biasanya pembengkakan terjadi di kaki.



Dikutip dari laman Tribunnews (25/12/15), pemberian infus albumin sebenarnya dapat meningkatkan albumin dalam tubuh yang sebelumnya turun. Namun ternyata terdapat cara lain dengan terapi nutrisi yaitu memberikan ikan gabus dalam bentuk segar baik kapsul, jel atau cair.


Ikan gabus ini mengandung albumin dalam jumlah yang cukup banyak. Ikan gabus juga mengandung unsur seng (Zn) yang bisa menyembuhkan luka. Masyarakat di Makassar, Sulawesi Selatan dan Suku Dayak di Kalimantan Barat serta Kalimantan Selatan sudah lama menggunakan ikan haruan  (ikan gabus dalam bahasa setempat) untuk menyembuhkan luka anak setelah khitan serta luka ibu pasca melahirkan.

 Beberapa kasus pasien yang menderita kanker, gagal ginjal, stroke, TBC dan diabetes telah menjalani terapi nutrisi dengan ikan gabus. Hasil yang diperoleh cukup memuaskan.

Seperti salah satu penderita yaitu Amir yang divonis menderita kanker kandung kemih sehingga dia harus menjalani kemoterapi untuk mencegah sel-sel tumor di tubuhnya berkembang.


Efek samping dari kemoterapi ini yaitu rambut mudah sekali rontok dan badan mudah lemas. Setelah terapi nutrisi dengan albumin ikan gabus menunjukan kondisi yang menggembirakan. 

Resep konsumsi ikan gabus segar:

  • Siapkan bahannya yaitu 2 kg ikan gabus yang sudah dibersihkan
  • Kukus ikan selama 30-40 menit dengan suhu tak lebih dari 50 derajat Celcius
  • Pisahkan daging dengan tulangnya lalu jus daging dengan air secukupnya. Untuk menyingkirkan bau amis, tambahkan jeruk nipis serta sereh.
  • 2 kg ikan gabus biasanya cukup untuk 3-4 hari konsumsi. Hasilnya bisa diminum 2 kali sehari yaitu pagi jam 07.00 dan malam jam 18.30. Dengan cara ini, albumin bisa mencapai normal dalam waktu 5-6 hari.

Bagikan artikel ini supaya diketahui oleh teman, saudara dan banyak orang yang sangat membutuhkannya informasi ini. Terutama bagi keluarga mereka yang mempunyai penyakitKanker, gagal ginjal, stroke, tuberkolusis, serta diabetes, karena ikan gabus bisa menjadi obat penyembuhnya. Semoga bermanfaat. 

=================================

http://abciptarasa.blogspot.my/2016/10/hebat-ternyata-ikan-gabus-ampuh-obati.html?m=1

Paderi Katolik Terjaga Dari 17 Bulan Koma Peluk Agama Islam

بِسۡـــــــــمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِيم

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ


.

Seorang paderi Katolik yang koma selama 17 bulan, mengambil keputusan memeluk agama Islam selepas terjaga dari keadaan itu selepas mendakwa dia bercakap dengan Allah dan ditunjukkan “keindahan langit” (keindahan syurga).


Laman web World News Daily Report dalam laporannya pada awal Okt 2014, Eduardo Vincenzo Maria Gomez, 87, yang berasal dari Sepanyol dan sudah menetap serta mengajar agama Kristian di Pulau Jawa selama 43 tahun. Beliau yang fasih berbahasa Jawa dan pelbagai dialek dari kumpulan etnik yang berbeza pulau tersebut merupakan seorang tokoh terkenal dan ahli agama yang sangat dihormati di antara semua kumpulan agama daerah berkenaan.

.

Paderi Gomez yang mengalami masalah jantung, koma selepas dia terjatuh dari tingkat dua gereja ketika sukarelawan dan penduduk tempatan membantunya membaiki bumbung rumah ibadatnya itu.

Bagaimanapun sangat luar biasa, dia tidak mengalami sebarang kecederaan serius dan tiada satu pun daripada tulangnya patah. “Beliau seorang yang ajaib kerana tidak mengalami kecederaan tulang belakang dan akan boleh berjalan segera.” Akui seorang doktor yang merawatnya di Metropolitan Medical Centre Jakarta Selatan.

“Ini manusia terkuat berusia 80 tahun yang pernah saya lihat. Sepatutnya tulangnya sudah remuk.” tambah Dr. Jim Won Mei lagi yang mempunyai pengalaman dalam bidang perubatan selama dua puluh tahun.

Beliau, telah berjaya bertahan dan keluar daripada keadaan koma, serta menjadi seorang yang berbeza.

“Saya tidak tahu apa-apa tentang Islam, saya juga tidak pernah membaca Quran. Apa yang saya ingat, saya bertemu Allah. Sebelum itu, satu cahaya terang bersinar memancar ke badan saya sebelum saya dapat melihat kemunculangerbang syurga yang berwarna keemas-emasan di hadapan saya dan Tuhan memberitahu saya namanya dan ia adalah Allah,” kata bekas paderi tersebut kepada wartawan Kalimantan Press.

.

Berita tentang keputusan Eduardo Gomez untuk bertukar agama, mengejutkan ramai pengikutnya, namun apa yang menarik lebih separuh daripada mereka sudah menunjukkan minat untuk memeluk Islam.

“Jika Allah merupakan tuhan yang benar, saya tidak mahu berada dalam jalan yang sesat di hari penghakiman nanti. Saya percayakan Eduardo, kami semua percayakan dia,” kata seorang pengikutnya.

.

Eduardo Gomez yang masih mendapatkan rawatan perubatan telah mengarahkan pembinaan sebuah masjid baharu dan pengikutnya kini sedang berusaha keras untuk mencari dana yang diperlukan bagi merealisasikan hasrat tersebut. “Kami terhutang budi kepada Eduardo untuk semua yang telah dilakukannya untuk kami.” jelas salah seorang pengikutnya dari Gereja Katolik lama, yang sekarang telah dijual.

.

.

Keterangan:

.

Mengenai kenyataan, “Tuhan memberitahu saya namanya dan ia adalah Allah.” – kemungkian kerana beliau masih terpengaruh dengan Roh Qudus’ dalam fahaman Kristian –yang dimaksudkan sebenarnya adalah suara dan cahaya malaikat yang membawa rahmat Allah سبحانه وتعالى.

.

Firman Allah سبحانه وتعالى:

 قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّـهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ ﴿١٥﴾ يَهْدِي بِهِ اللَّـهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿١٦

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan sebuah kitab yang jelas. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan yang selamat. Dan Allah mengeluarkan orang-orang itu dari kegelapan kepada cahaya yang terang-benderang dengan izin-Nya, dan menunjuk mereka ke jalan yang lurus.” (Surah Al- Maaidah; Ayat 15-16)

Amal Zikir Fatimah Untuk Kurangkan Kepenatan Urus Rumah Tangga. Ibu-Ibu Wajib Buat!


Wanita yang bergelar ibu dan bekerja sama ada di pejabat atau di rumah tentu sahaja sesekali akan terkeluar keluhan penat dan stres kerana bebanan tugas di rumah dan tempat kerja yang tak pernah habis. Menguruskan suami, anak-anak, rumah tangga, tugas di pejabat bukanlah tanggungjawab yang mudah. Sebagai manusia biasa tentu sahaja akan berasa penat dan lelah.

Selain mengeluh, mungkin ada wanita akan memperuntukkan masa untuk diri sendiri bagi menghilangkan stres dan keletihan yang dialami dengan memanjakan diri di spa, pergi berurut, bercuti atau keluar bersiar-siar bersama teman. Namun, tanpa kita sedari sebenarnya dalam Islam telah ada penawar segala kepenatan ini seperti diajarkan oleh Rasulullah s.a.w kepada puteri Baginda, Saidatina Fatimah r.a.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, satu hari puteri Rasulullah s.a.w Saidatina Fatimah r.a mengadu kepada suaminya, Saidina Ali bin Abu Talibb r.a. tentang tangannya yang berasa sakit dan keletihan kerana terlalu banyak kerja rumah yang perlu dilakukan.

Saidatina Fatimah kemudian datang menemui ayahandanya baginda Rasulullah s.a.w untuk meminta seorang pembantu. Tetapi dia tidak berjaya menemui Rasulullah s.a.w dan hanya bertemu Saidatina Aisyah r.a.

Kemudian Saidatina Fatimah meninggalkan permintaannya kepada Saidatina Aisyah untuk disampaikan kepada Rasulullah s.a.w. Apabila Rasulullah s.a.w tiba di rumah, Saidatina Aisyah pun memberitahu Baginda tentang permintaan puterinya.

Lalu Baginda telah pergi menemui puteri serta menantunya yang ketika itu telah berbaring di tempat tidur. Keduanya mahu berganjak bangun dan ingin menghampiri Baginda akan tetapi Rasulullah meminta mereka tetap di tempat pembaringan.

Kemudian Baginda bersabda: “Mahukah kamu berdua aku ajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kamu berdua minta? Ketika kalian berbaring hendak tidur, maka bacalah takbir (Allahu Akhbar) 34 kali, tasbih (Subhanallah) 33 kali dan tahmid (Alhamdulillah) 33 kali. Sesungguhnya yang demikian itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu.” (HR. Muslim, no: 4906)

Jadi, kepada ibu-ibu yang kepenatan bolehlah amalkan ajaran Rasulullah s.a.w ini untuk membaca Zikir dan Tasbih Fatimah sambil berbaring atau menyusukan bayi. Selain beroleh ketenangan anda juga dapat pahala.

Dalam pada itu, sentiasalah menanamkan dalam hati supaya ikhlas dan reda melakukan segala tanggungjawab sebagai isteri dan ibu supaya tidak terasa satu bebanan yang memenatkan. Semoga ibu-ibu semua dikurniakan ganjaran pahala daripada Allah SWT.

Sumber: majalahpama.my

Inilah Daun yang Ditakuti Jin dan Bisa Mengobati Sihir


Tahukah bahwa ada daun yang merupakan ‘racun’ bagi bangsa jin? Daun ini in syaa Allah bisa digunakan untuk mengobati sihir dan gangguan jin, yakni daun bidara. Al Qur’an menyebutkan daun bidara di beberapa ayat:

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri…” (QS. al-Waqi’ah (56) : 27-29)

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Bidara.” (QS. Saba :16)

Bagaimana cara menggunakan daun bidara untuk mengobati sihir atau gangguan jin?

Wahb bin Munabih, salah seorang pemuka tabi’in yang ahli dalam sejarah dan ilmu kedokteran menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar daun bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).

Al Qurtubi menceritakan dari Wahab untuk mengobati Sihir: “Diambil 7 helai daun bidara ditumbuk halus lalu dicampurkan air dan dibacakan Ayat Kursi dan diberi minum pada orang yang terkena sihir tiga kali teguk dan air di ember (yang telah dibacakan ayat-ayat dan juga dicampur bidara) dipakai untuk mandi, In syaa Allah akan hilang sihirnya.” “Dan diutamakan membaca Al Falaq, An Naas, juga ditambah Ayat Kursi karena ayat-ayat itu dapat mengusir Syaitan.”

(Tafsir Ibn Katsir Jilid Satu Terjemahan Singkat Halaman 171)

Selain untuk mengobati sihir dan gangguan jin, daun bidara juga bisa dipergunakan untuk orang yang baru masuk Islam (muallaf), wanita haid yang bersuci, dan juga untuk memandikan jenazah:

1. Mandi Dengan Air yang Dicampur Daun Bidara Untuk Mualaf
“Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2. Mandi Dengan Air yang Dicampur Daun Bidara Untuk Wanita Haid yang Akan Bersuci
‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (H.R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)

3. Memandikan Jenazah
“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939).

Sumber: ummi-online.com

Posisi tidur yang diharamkam dalam hukum Islam

Salah satu posisi tidur yang diharamkan.

Tahukah kah kamu bukan hanya perbuatan dosa saja yang bisa bikin kita masuk neraka, tetapi posisi tidur juga ternyata bisa bikin kita masuk neraka. Ada sejumlah posisi tidur yang membuat kami bisa masuk neraka.

Pada dasarnya posisi tidur yang bisa masuk neraka ini sangat menyimpang dari ajaran islam bahkan sudah menentang amalan Rasulullah SAW. Posisi tidur yang bisa bikin kamu masuk neraka ini adalah posisi tidur tengkurap dan telungkup.

Kenapa posisi tidur tengkurap dan telungkup bisa bikin kamu masuk nereka ?

Jawabannya karena melalui sebuah hadits jika tidur tengkurap merupakan larangan. Bahkan Allah SWT sangat membenci perbuatan tersebut.

Seperti yang diriwayatkan Thakhfah Al-Ghifari RA, salah seorang sahabat Nabi yang tinggal di Masjid Nabawi berkata, “Aku tidur di masjid pada akhir malam, kemudian ada orang yang mendatangiku sedangkan aku tidur dengan posisi tengkurap. Lalu berkata: “Bangunlah dari tengkurapmu, karena tidur yang demikian adalah tidurnya orang-orang yang dimurkai Allah.” Kemudian aku angkat kepalaku, maka ketika kulihat ia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akupun kemudian bangkit.” (HR. Al-Bukhari)

Selain itu, Inu Majah juga berkata, “Ada apa denganmu sehingga tidur dengan posisi seperti ini (tengkurap), tidur seperti ini adalah tidurnya orang yang dibenci atau dimurkai Allah Subhanahu wa Ta`ala.”

Selain kedua hadist tersebut , juga ada sejumah alasan kenapa tidur tengkurap dan telungkup dibenci oleh Allah SWT.

Menurut Abu Dzar RA. Ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di sisiku sementara aku sedang tidur tengkurap, dan beliau bersabda: ‘Wahai Junaidab, sesungguhnya tidur seperti ini adalah tidurnya penghuni neraka’.” (HR. Ibnu Majah, no. 3724)

Lalu bagaimana posisi tidur yang baik dan tidak membuat kamu masuk neraka ?

Posisi tidur yang baik dan tidak membuat kamu masuk neraka yakni posisi miring ke kanan dan meletakkan tangan di bawah pipi seperti yang telah tercantum dalam hadits riwayat Bukhari dan Muttafaq Alaih.

Nah, mulai sekarang jangan tidur tengkurap dan telungkup jika kamu tak ingin masuk neraka. Selain tidak baik dari pandangan islam , tidur tengkurap dan telungkup pun tidak baik untuk kesehatan karena bisa menganggu kinerja paru – paru.

Semoga bermanfaat ?

Alasan Mengapa Makan dan Minuman Dilarang Ditiup dalam Ajaran Agama Islam

Isnin 25 July 2016M.
Isnin 19 Syawal 1437H.

Alasan Mengapa Makan dan Minuman Dilarang Ditiup dalam Ajaran Agama Islam
jangan asal copas,baca aturannya disini!!!

image

Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.

Makan dan minum seorang muslim tidak sebatas aktifitas memuaskan nafsu, menghilangkan lapar dan dahaga semata. Karenanya, seorang muslim apabila tidak lapar maka dia tidak makan dan apabila tidak haus, dia tidak minum. Hal ini seperti yang diriwayatkan dari seorang sahabat,

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.”

Dari sini, maka seorang muslim dalam makan dan minumnya senantiasa memperhatikan adab Islam yang telah dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar bernilai ibadah. Dan di antara adabnya adalah tidak bernafas dan meniup minuman. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya dari Abu Qatadah, Nabishallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263)

Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Dan juga hadits Abu Sa’id al-Khudri radliyallah ‘anhu, Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk meniup di dalam air minum.” (HR. al-Tirmidzi no. 1887 dan beliau menyahihkannya)

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu.”

Dalam Zaadul Ma’ad IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupnya.

Apa Hikmahnya?
Apa hikmahnya, sering menjadi pertanyaan kita sebelum mengamalkannya. Padahal dalam menyikapi tuntunan Islam hanya sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat), tanpa harus terlebih dahulu mengetahui hikmahnya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin al-Khathab sesudah mencium hajar Aswad, “Sesungguhnya aku tahu engkau hanya seonggok batu yang tidak bisa menimpakan madharat dan tidak bisa mendatangkan manfaat. Kalau seandainya aku tidak melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menciummu, pasti aku tidak akan menciummu.” (HR. Al-Bukhari no. 1494 dan Muslim no. 2230)

Namun yang jelas bahwa setiap yang disyariatkan dan dituntunkan oleh Islam pasti mendatangkan kebaikan dan setiap yang dilarangnya pasti mendatangkan madharat. Dan apabila seorang muslim mengetahui hikmah dari sebuah syariat, maka dia akan semakin mantap dalam mengamalkannya. Dan apabila belum mampu menyingkapnya, maka keterangan dari Al-Qur’an dan Sunnah sudah mencukupi.

Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas adalah karena nanti struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan.

Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2).

Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita.

Senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan.

Dari sini juga semakin jelas hikmah dari larangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam agar ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas