Kita ambil tahun 1993, iaitu zaman pemerintahan Mahathir Mohamad,” kata pemerhati politik Kapten (B) Abdul Rahmat Tun Mohd Haniff dipetik blognya, seademon.me lapor portal Malaysian Digest.

“Harga Big Mac pada masa itu ialah RM3.35 manakala harga minyak RON92 (semasa itu minyak RON95 masih belum wujud di Malaysia) berharga RM1.06 seliter,” ujarnya.

Mengukur kuasa membeli pada itu dengan pendapatan purata warga Malaysia sekitar RM1,077 dan masyarakat Bumiputra RM887, ini bermakna rakyat pada waktu berkenaan mampu membeli 321 dan 265 Big Mac.

Advertisements


Perkiraan kuasa membeli menggunakan teori Indeks Big Mac merupakan kaedah yang digunakan pakar ekonomi bagi mengukur nilai kemampuan membeli sesetengah rakyat disamping mengukur kadar kenaikan kos sara hidup dari semasa ke semasa.


Nota Ana Ghoib: Cakap pasal rokok pada tahun lepas bermula perebutan dikaitkan dengan orang kenamaan untuk memiliki kilang mencetak dokumen kerajaan dari pasport, pas pekerja asing ke setem cukai sebagai contoh yang kini diwajibkan ada pada kotak rokok.

Maka kos meningkat ditambah dengan beban GST lalu pengilang rokok tutup kedai di PJ dan lari ke Thailand di mana ratusan pekerja diberhentikan, belum ditambah kilang pembuatan di Seremban dan Penang.

Teringat kata Tun Daim Zainuddin mengenai tiada siapa yang akan melabur di negara yang tidak hormat sistem perundangan sendiri dan semestinya ada kaitan dengan BALA ekonomi yang menimpa hari ini dan barang diingat bahawa menurut hadis apabila Allah murka kepada sesuatu kaum ia menimpakan mereka bencana sedemikian jika dahulu disebut di dalam Al Quran, Taurat dan Bible bencana tumbuh-tumbuhan tidak menjadi.

Kesimpulannya pendapatan terhasil dengan cukai dan idea-idea menekan peniaga dan pengguna dilakukan secara mendadak tanpa rundingan kerana pemimpin masakini mengikut ketua yang bergaya mahu menjadi kapitalis TOTOK mengikut buku ekonomi barat yang dipelajarinya di luar negara tanpa menurut acuan dan ukuran rakyat Malaya.

Bak kata melayu tidak mengukur baju ikut badan sendiri tetapi yang paling bangang ialah pemimpin ini pula hidup ditanggung rakyat tetapi berbelanja menurut selera dan gaya sendiri tidak mahu berkurang sedikit pun. – Ana Ghoib Syeikh Malaya

Advertisements

10 Alasan Seorang Muslim Harus Kaya Dalam Bentuk Materi

Bagi seorang muslim, menjadi kaya bukanlah sebuah dosa atau kesalahan. Bahkan di jaman Rasulullah, banyak para sahabat yang kaya raya dan kekayaannya menjadi ladang kebaikan yang sangat besar. Sehingga jangan berpikir bahwa dengan menjadi seorang muslim harus hidup dalam keadaan yang pas-pasan atau bahkan miskin.


10 Alasan Seorang Muslim Harus Kaya Dalam Bentuk Materi


Perlu diketahui bahwa ada beberapa alasan sehingga seorang muslim harus kaya secara harta maupun ilmu. Dengan begitu kita tidak memandang harta sebagai sebuah kejahatan semata.

1. Dengan Adanya Harta, Tubuh Menjadi Tegak

Seorang muslim harus memiliki harta karena nanti akan memiliki nilai di mata masyarakat. Selain itu harta bisa membuat umat Islam bisa mandiri dalam berusaha dan tidak mengharapkan belas kasihan orang lain.

Tak hanya untuk kepentingan sendiri, bahkan dengan harta tersebut kita bisa membuka lapangan usaha untuk orang lain ataupun menjadi donatur untuk kepentingan agama.

2. Menjaga Peredaran Uang Untuk Mensholehkan Masyarakat

Peredaran uang merupakan sebab sholeh tidaknya masyarakat. Maksudnya jika peredaran uang tersebut berada di tangan orang-orang yang sholeh, maka masyarakat luas pun akan menjadi sholeh atau baik. Namun jika peredaran uang tersebut dikuasai oleh orang yang jahat, maka masyarakat pun bisa berakhlak buruk.

3. Sejumlah Syariat Islam Membutuhkan Kekayaan

Ibadah seorang muslim tak hanya membutuhkan keikhlasan, namun juga sebagian membutuhkan dukungan berupa kekayaan atau materi. Contohnya saja dalam rukun islam dimana dua diantara rukun tersebut membutuhkan kekayaan yakni zakat dan berhaji.

Tak hanya itu saja, berjihad maupun berdakwah juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dalam sejarah Islam pun diceritakan bagaimana istri Rasulullah, Siti Khadijah dan para sahabat berani mengeluarkan hartanya yang tidak sedikit untuk dakwah Rasulullah.

4. Menjadi Sebab Dihargai Orang Lain

Fenomena pandangan masyarakat sekarang ini terhadap status seseorang memang salah satunya karena adanya harta. Orang yang memiliki harta akan lebih didengar dan berkedudukan tinggi. Hal ini pun bisa menjadi ladang kebaikan bagi seorang muslim untuk berdakwah kepada masyarakat dan mengarahkan mereka.

5. Kekayaan Menjadi Salah Satu Yang Membuat Manusia Bahagia

Di dunia ini, Allah tidak melarang seorang muslim untuk kaya. Rasulullah sendiri menyatakan ada tiga hal yang membuat seseorang bahagia yakni pasangan yang sholeh atau sholehah, rumah yang luas dan kendaraan yang nyaman. Dua dari tiga poin tersebut tentu tak lain bisa dimiliki jika memiliki harta.

6. Menuntut Ilmu

Ilmu sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama ilmu agama. Tentu kita tahu bahwa ilmu tak datang sendiri, melainkan perlu diusahakan seperti membeli buku, mengikuti kajian ke berbagai daerah ataupun mendatangkan guru yang kompeten. Dan semua itu membutuhkan kekayaan.

7. Muslim Harus Menafkahi Keluarga Dan Mencukupkan Warisan

Seorang muslim haruslah tetap berikhtiar mencari kehidupan di dunia ini dan salah satu tujuannya adalah untuk menafkahi keluarga maupun mencukupi warisan. Bukankah menafkahi keluarga adalah perintah Allah bagi mereka yang telah berkeluarga dan berbuah pahala? Bukankah menyiapkan warisan merupakan anjuran yang juga diharuskan dalam agama agar tidak mewariskan kemiskinan? Jadi memiliki harta atau kaya bukanlah sebuah hal yang buruk, namun justru berpahala dan dianjurkan selama ada dalam jalan yang benar.

8. Muslim Yang Memiliki Kekayaan Mampu Menegakkan Ekonomi Syariah

Ekonomi yang berbasis syariah saat ini sangat sulit diterapkan lantaran sedikitnya para muslim yang menanamkan modalnya untuk ekonomi syariah dan lebih banyak pemodal non muslim yang melakukannya. Tak heran jika riba bertebaran dan tak terhindarkan. Karena itulah seorang muslim harus kaya guna mengembangkan ekonomi syariah yang tentunya diridhoi oleh Allah.

9. Muslim Yang Kaya Bisa Membangun Sarana Umat

Pembangunan seperti untuk tempat ibadah ataupun sarana umum demi kemaslahatan umat memang memerlukan dana yang tidak sedikit. Karenanya seorang muslim harus kaya agar bisa menjadi jembatan untuk kesuksesan pembangunan tersebut.

Jika para muslim kaya dan sadar bahwa kekayaannya untuk kepentingan agama, maka tidak ada yang namanya peminta-minta di jalan untuk pembangunan masjid yang sebenarnya justru menghinakan umat Islam sendiri. Bandingkan saja dengan Kristen yang tidak sedikit pun meminta sumbangan di jalanan untuk pembuatan gereja.

10. Menunjukkan Posisi Umat Islam Di Mata Dunia

Pandangan sebelah mata kepada negara-negara yang sebagian besar dihuni oleh umat islam memang menjadi persoalan yang harus diperhatikan oleh kaum muslim. Sehingga umat islam harus kaya agar memiliki kedudukan dan pengaruh di mata dunia luar.

BERANI SUNGGUH NAJIB MENGGUNAKAN NAMA PUTERA ARAB UNTUK MENIPU RAKYAT MALAYSIA,,

​BISMILAHHIRAHMANNIRRAHIM,,

NEGARA ARAB MENJADI BAHAN PENIPUAN NAJIB,,
Bukti Najib menyamun RM2.6 billion dari 1MDB,,
Apabila seseorang mengambil wang yang bukan miliknya, orang itu boleh lah kita panggil seorang pencuri. Jika orang itu secara senyap telah mengambil sejumlah wang yang besar bukan miliknya dan kemudiannya tidak mengaku apabila seluruh dunia membongkar kegiatannya, maka orang itu layaklah digelar penyamun yang penipu.
Malang sungguh bila kita ada Perdana Menteri yang suka hati menyamun wang kerajaan berbillion banyaknya. Lebih malang lagi apabila dia cuba menipu dengan mengatakan ianya adalah derma yang datang dari Raja Arab Saudi (walaubagaimanapun, putera raja Arab Saudi tidak tahu menahu mengenainya).
Dan amat malang sekali apabila ada yang kononnya cerdik pandai mempercayai cubaan berbohong Najib Razak! Jika dah bodoh, maka bodohlah mereka semua ini. Derma Pak Arab entah ke mana, Pak Arab pun tak pernah muncul. Mereka cuba menipu kita, tapi yang percaya penipuan ini cuma mereka sahaja!
Baru-baru ini mahkamah di Singapura mendedahkan bukti-bukti aliran wang tunai 1MDB di dalam perbicaraan kes pengubahan wang haram di sana.
Dalam salah satu kertas pertuduhan di atas, pengurus bank Falcon di Singapura, Jens fred Sturzenegger telah didapati bersalah bersubahat dan meluluskan transaksi-transaksi yang mencurigakan yakni pemindahan wang haram yang datangnya dari 1MDB.
Terdapat 16 kertas pertuduhan kesemuanya dan salah satu daripadanya adalah menipu pihak polis Singapura dengan mengatakan dia tidak pernah berjumpa dengan Jho Low. Dia hanya berjumpa dengan Eric Tan, pemilik syarikat Tanore dan Blackstone Asia.
Walau bagaimanapun, siasatan polis Singapura membongkar bahawa Jho Low dan Eric Tan adalah orang yang sama, walaupun mempunyai passport berasingan! Ini bermakna Jho Low mempunyai dua identiti dan dua passport berlainan!
Kertas siasatan mendapati, Jho Low telah mengarahkan Sturzeneggger untuk meluluskan pemindahan wang berbillion-billion ringgit dari beberapa akaun untuk masuk ke dalam akaunnya di dalam syarikat Tanore:
Sturzenegger adalah pekerja Bank kelima yang telah didapati bersalah dan disumbatkan ke dalam jail selepas beberapa teman Jho Low seperti Yeo Jiawei, Kelvin Ang, Yak Yew Chee dan Yvonne Seah.
Perlu diingatkan ini adalah bukti-bukti yang disebut di dalam mahkamah Singapura. Adakah mahkamah telah memfitnah Jho Low? Sudah tentu tidak. Kerana kelima-lima yang dituduh telah mengaku bersalah.
Perbualan-perbualan telefon antara Sturzenegger dan Jho Low serta CEO Falcon Bank kepada pengerusinya turut direkodkan dan disiarkan di dalam mahkamah. Antara lain, CEO Falcon Bank (Eduardo Leeman) memarahi Jho Low kerana dokumentasi yang mereka terima untuk meluluskan transaksi itu tidak masuk akal:
Dia juga berkata kepada pengerusinya bahawa dokumentasi yang diberikan oleh Jho Low tidak lengkap dan hanya ‘cut & paste’ sahaja:
“But between you and me, Mohammed, the rest of the documentation, which our friend in Malaysia has delivered, is absolutely ridiculous. This is exactly that kind of issue which is gonna get everybody in trouble. This is done not professionally, unprepared, amateurish at best. The documentation they’re sending me is a joke… How can you send hundreds of millions of dollars with documentation, you know, nine million here, 20 million there, no signatures on the bill, it’s kind of cut and paste, and, and… I mean it’s ridiculous!” – kata Leeman kepada Pengerusi Falcon Bank, Mohammed AlHusseiny.
Dan kita semua telah melihat dengan sendiri pembongkaran oleh suratkhabar Wall Street Journal mengenai wang sebanyak USD681 juta (RM2.6 billion mengikut kadar matawang ketika itu) yang telah masuk ke dalam akaun Najib sendiri:
Di dalam penyata bank di atas, tertera nama syarikat Tanore Finance milik Jho Low. wang sebanyak USD620 juta telah dimasukkan pada 21 Mac 2013 dan sebanyak USD61 juta lagi telah dimasukkan pada 25 Mac 2013.
Kesemua transaksi ini telah benar-benar berlaku. Tahun lepas, media Australia telah mendedahkan surat surat pengakuan yang kononnya terdapat seorang putera arab yang akan memberi berbillion wang kepada Najib melalui akaun milik syarikatnya bernama Blackstone Asia dan Tanore! Sejak bila Jho Low @ Eric Tan itu seorang seorang Putera Arab?
Surat palsu yang dilaporkan oleh ABC Australia yang menunjukkan Jho Low @ Eric Tan @ Putera Raja Saudi mahu memberi duit kepada Najib melalui syarikatnya – Blackstone Asia.

Surat palsu yang dilaporkan oleh ABC Australia yang menunjukkan Jho Low @ Eric Tan @ Putera Raja Saudi mahu memberi duit kepada Najib melalui syarikatnya – Blackstone Asia.
Surat palsu yang dilaporkan oleh ABC Australian yang menunjukkan Jho Low @ Eric Tan @ Putera Raja Saudi mahu memberi duit kepada Najib melalui syarikatnya – Tanore.

Kandungan surat palsu yang menunjukkan Jho Low @ Eric Tan @ Putera Raja Saudi mahu memberi duit kepada Najib melalui syarikatnya – Tanore.
Surat-surat inilah yang telah dijadikan panduan oleh Peguam Negara untuk membersihkan nama Najib. Hingga kini tidak ada seorang pun Putera Raja Abdullah yang mengaku memberi ‘derma’ tersebut. Nama putera itu juga tidak terdapat di dalam senarai rasmi nama anak-anak Raja Abdullah.
Mengapa Apandi Ali menyogokkan kita dengan kerja separuh masak? Adakah dia ini seorang Peguam Negara yang tolol? Atau adakah dia ini seorang Peguam Negara yang cuba bersubahat dengan si jaguh pencuri?
Persoalan yang sama penting di sini adalah, dari mana asal wang yang dimasukkan itu ke dalam akaun Najib? Ianya telah melalui pelbagai akaun seperti Tanore, Devonshire Fund, Cistenique Investment dan Enterprise Emerging Markets Fund; tetapi dari manakah punca asal wang tersebut?
Siasatan dari pihak US dan Swiss mendapati, wang ini berasal dari USD3 billion wang bon 1MDB yang dibuat dalam tahun 2013. Di bawah adalah carta aliran wang tersebut; dari mana ia bermula hinggalah masuk ke dalam akaun Najib di Ambank.
Cabang-cabang transaksi dari 1MDB yang sedang disiasat oleh negara-negara asing. Ambil perhatian tidak wujud penderma dari Arab Saudi di mana-mana. Wang RM2.6 billion sah berasal dari wang hutang bon 1MDB. Kini, bank BSI dan Falcon telah ditutup pihak berkuasa.
Bukti-bukti transaksi di atas boleh dibaca di sini, tetapi perlu diingatkan dokumen ini telah dialihbahasakan menggunakan aplikasi google translate oleh itu mungkin terdapat perkataan-perkataan yang kurang tepat di dalamnya:
Bukankah bukti-bukti di atas melayakkan kita untuk menggelar Najib sebagai jaguh menyamun?
Kesemua bukti di atas juga sepatutnya membolehkan kes Najib mencuri RM2.6 billion dibuka semula. Tetapi ini tidak mungkin berlaku jika mereka yang mengemis dedak dari Najib masih memegang kuasa penyiasatan.
Mereka yang berdosa kerana bersama-sama bersekongkol melindungi jaguh pencuri ini tidak mungkin mahu membaca atau mempercayai bukti-bukti yang telah disediakan di mahkamah Singapura dan Amerika Syarikat. Bagi mereka, salah laku mereka yang bersalah, tidak ada kena mengena dengan ketua pencuri mereka.
Di mana-mana sahaja rakyat biasa mengatakan Najib adalah pencuri, tetapi Najib sendiri seperti tidak malu dengan panggilan orang ramai terhadapnya. Akibat memakan duit curi terlampau banyak, maka kulit pun menjadi tebal lalu terpaksa mengharungi hari-hari dengan perasaan tidak tahu malu.
Najib dan para pengikutnya samalah dengan perangai manusia zaman jahiliyah. Hati gelap dan berfikiran songsang.

Kisah Benar:Jutawan Pengasas Bank Al-Rajhi Jadi Miskin

Bagi yang nak kaya tu, silalah baca kisah seorang jutawan dan pengasas Bank Al-Rajhi di Arab Saudi bernama Sulaiman Abdul Aziz Al-Rajhi yang tiba-tiba jadi miskin kerana kehendaknya sendiri. Mungkin boleh menjadi pedoman dan muhasabah diri buat kita semua.


_ _ _ _ _ _ _
Jutawan Arab Saudi yang berjaya mengubah hidup beliau daripada seorang rakyat miskin hingga berjaya mengumpul kekayaan, Sulaiman Abdul Aziz Al-Rajhi, merupakan seorang dermawan yang terkenal di dunia. 

Beliau adalah pengasas Bank Al-Rajhi, bank Islam terbesar di dunia, dan salah satu daripada syarikat terbesar di Arab Saudi.
Sehingga 2011, kekayaan beliau telah dianggarkan oleh majalah Forbes, bernilai sebanyak AS$ 7.7 bilion sekali gus disenaraikan sebagai orang ke-120 yang terkaya di dunia.
Yayasan Saar milik beliau adalah sebuah organisasi amal yang terkenal di negara tersebut.
Keluarga Al-Rajhi dianggap sebagai salah satu daripada keluarga kaya yang BUKAN daripada keluarga diraja, dan mereka adalah antara dermawan terkemuka di dunia.
Walaupun Al-Rajhi adalah seorang jutawan, tetapi beliau memilih untuk menjadi ‘miskin’ sehinggakan beliau tidak mempunyai sebarang wang dan juga saham yang dimiliki beliau sebelum ini.


Keadaan tersebut terjadi apabila beliau memindahkan kesemua aset yang dimiliki kepada anak-anak beliau dan mendermakan aset-aset yang selebihnya.
Bagi menghargai jasa beliau terhadap dunia Islam, termasuk mengasaskan bank Islam terbesar dunia dan juga segala usaha yang dijalankan untuk membasmi kemiskinan, Al-Rajhi telah dipilih untuk menerima Anugerah Antarabangsa Raja Faisal atas jasa beliau kepada Islam.
Dalam satu wawancara yang dibuat oleh Muhammad Al-Harbi dari Al-Eqtisadiah Business Daily, Al-Rajhi menceritakan tentang bagaimana beliau mampu meyakinkan ketua-ketua bank di dunia, termasuk Bank of England, hampir 30 tahun lalu, bahawa bayaran ‘faedah’ adalah sesuatu yang haram bagi kedua-dua agama iaitu Islam dan Kristian, dan bank secara Islam adalah penyelesaian yang terbaik bagi menaikkan taraf ekonomi dunia.



Kisah Al-Rajhi berkisarkan tentang bagaimana seseorang itu meraih kekayaan dari bawah.
Beliau terpaksa melalui kesusahan ketika beliau kecil sebelum menjadi kaya, dan kemudiannya meninggalkan segala harta yang ada setelah mengecapi kejayaan.
Al-Rajhi masih lagi aktif dalam bekerja walaupun usia beliau telah mencecah lebih daripada 80 tahun.
Beliau memulakan tugas harian sejurus selepas solat Subuh dan terus bekerja hingga selepas solat Isyak.
Beliau kini sedang memberikan tumpuan terhadap Yayasan SAAR, dengan berulang-alik di negara-negara Arab bagi menguruskan segala hal-hal yang berkaitan dengan yayasan tersebut.
Beliau sering membawa diari kecil untuk mencatatkan aktiviti harian beliau dan sentiasa memastikan tidak akan terlepas dari satu aktiviti pun.
Al-Rajhi juga merupakan seorang yang amat berjaya dalam apa jua bidang yang beliau ceburi.
Selain daripada mengusahakan bank Islam terbesar dunia, beliau juga telah mengasaskan ladang binatang ternakan yang terbesar di Timur Tengah.
Daripada segi perladangan, beliau telah menjalankan banyak eksperimen ternakan secara organik di negara-negara Arab, termasuk perladangan udang Al-Laith. Beliau juga turut mengasaskan perniagaan hartanah dan juga beberapa lagi pelaburan.


Temubual:
Sheikh Suleiman, adakah anda kini telah menjadi miskin semula?
Ya. Kini apa yang saya miliki hanyalah pakaian-pakaian saya. Saya telah membahagikan harta saya kepada anak-anak dan juga mendermakan selebihnya untuk menjalankan projek-projek amal. Ini bukanlah sesuatu yang aneh bagi saya. Kedudukan kewangan saya kini telah menjadi kosong sebanyak dua kali dalam hidup saya. Jadi, saya amat faham akan keadaan ini. Namun, kini perasaan itu dipenuhi dengan kegembiraan dan juga ketenangan. Sememangnya saya yang memilih untuk menjadi miskin.


Mengapa berbuat begitu?
Segala kekayaan dimiliki oleh Allah s.w.t, kita hanyalah ditugaskan untuk menjaga kekayaan tersebut. Ada beberapa sebab mengapa saya memilih untuk memilih jalan ini. Antara sebab-sebab utamanya adalah saya perlu menjaga sahabat-sahabat Islam dan juga anak-anak saya. Ia adalah antara perkara yang paling penting dalam hidup. Saya juga tidak suka untuk membuang masa di mahkamah hanya kerana ada antara mereka yang tidak bersetuju dengan jumlah harta yang diwariskan kepada mereka. Terdapat banyak contoh di mana anak-anak mula berpecah hanya kerana harta yang kemudiannya menghancurkan syarikat. Negara ini telah banyak kehilangan syarikat-syarikat besar kerana perbalahan harta yang boleh diselesaikan jika kita mencari jalan penyelesaian yang lebih berkesan. Selain daripada itu, setiap umat Islam perlu bersedekah sebagai bekalan pahala di akhirat kelak, Jadi, saya lebih suka jika anak-anak saya mencari kekayaan sendiri daripada bergantung dengan saya.


Adakah Sheikh mempunyai banyak masa terluang setelah membahagikan kesemua harta?
Seperti yang telah saya maklumkan tadi, saya masih lagi bekerja keras untuk mendapatkan lebih derma. Saya telah bekerjasama dengan pelbagai agensi bagi menjayakan projek ini. Secara kebiasaanya, umat Islam sering membahagikan satu per tiga ataupun suku daripada kekayaan mereka untuk bersedekah yang hanya akan diberikan setelah mereka meninggal dunia. Namun, bagi saya, saya mahu mula bersedekah ketika saya masih hidup. Jadi, saya telah membawa anak-anak saya ke Mekah pada hujung bulan Ramadhan dan memberitahu mereka idea saya. Mereka bersetuju terhadap idea tersebut. Saya telah meminta bantuan daripada agensi-agensi yang berkaitan untuk membahagikan kesemua harta saya termasuk saham dan juga hartanah kepada anak-anak dan juga untuk didermakan. Kesemua anak-anak saya berpuas hati terhadap inisiatif saya dan mereka kini sedang menguruskan segala harta yang saya berikan kepada mereka.
Berapa banyak harta yang dibahagikan kepada anak-anak dan juga untuk didermakan?
Beliau tergelak tanpa memberi sebarang jawapan.
Apakah perasaan Sheikh terhadap kesemua projek yang sedang dijalankan?
Saya ingin menegaskan bahawa terdapat beberapa faktor yang saya ambil sebelum melakukan sebarang pelaburan. Eksperimen yang saya lakukan terhadap pertukaran wang adalah salah satu daripada sebab mengapa saya mengasaskan bank. Ketiadaan bank Islam juga menjadi antara sebab mengapa saya mula mengasaskan Bank Al-Rajhi, yang kini merupakan bank Islam terbesar di dunia. 

Aircond Kereta Tak Sejuk? Ini Cara Mudah Servisnya Sendiri (Mohon Kongsikan)

D.I.Y SEJUKKAN AIRCOND KERETA

Musim-musim panas ni kalau aircond kereta buat hal kejap sejuk kejap tak jom lah kita buat sikit D.I.Y ni untuk sejukkan aircond kereta tanpa perlu ke bengkel kereta yang entah berapa RM kena cas nanti kan.

Artikel ini dipetik menerusi Facebook Seri Kehidupan Abadi.

Tak mahal pun buat D.I.Y ni, beli beberapa barang yang tak sampai rm50 je pun, dah boleh sejuk kereta korang.

MUDAH & SAVE BUDGET dengan ekonomi negara dan ekonomi sendiri tak menentu ni.

Antara bahan-bahannya ialah :


Foam Pipe

Aluminium foil tape

Cable Ties

Pisau @ Gunting

Dah ada bahan-bahannya boleh lah mula membalut… Jom kita mulakan.


Kalau tak tahu nak cari mana salur paip aircond. Buka aircond kereta anda kemudian tunggu beberapa minit kemudian matikan engine. Tengak mana-mana salur dekat bahagian engine yang nampak macam basah-basah sket. Kemudian cuba sentuh jika sejuk. Itulah salur aircond kereta anda. Dan boleh lah mulakan proses D.I.Y sejukkan aircond kereta anda.



Kasi balut habis dari paip bawah sampai ke hujung. Sejukkk woo aircon keta nanti.


Selamat Mencuba..

Kemana perginya subsidi kami

mufti-perlis-dr-asri-maza


Please Share Facebook

0


Please Share Twitter


Please Share Whatsapp

oleh Dr Mohd Asri Zainul Abidin 

kalian rampas subsidi kami, entah ke mana dibawa lari

kalian beritahu, wang mesti dicatu, kita menuju maju…

kalian kata: jika tidak, semua menderita, habis harta negara…

kalian berbahasa: bukan barang naik harga, cuma subsidi turun sahaja…

Advertisements 

kami orang desa, mungkin tidak pandai kira berjuta-juta…

kami orang kecil kota, mungkin tiada sedemikian harta…

jika kalian tipu sebegitu, biasanya kami diam selalu…

tapi dapatkah kami dibohongi, tentang suapan saban hari?

apalah yang dapat diberitahu anak ke sekolah?

papa semakin parah? wang semakin lelah?

jika semalam berlauk, hari cuma berkuah…

kerana kerajaan kita sedang susah?

maka subsidi kita terpaksa diserah…

jika semalam kau makan sepinggan, hari ini saparuh

kerana barang makin angkuh, wang papa makin rapuh…

apa yang dapat dibisik pada anak berkopiah ke madrasah?

makananmu sayang, sebahagiannya sudah hilang…

jika mereka bertanya siapa yang bawa lari

kepada siapa patut kami tuding jari?

janganlah nanti mereka membenci pertiwi…

akibat pencuri harta bumi rakyat marhaen ini..

atau kami jadi insan curang…

kami beritahu; cuma subsidi sahaja yang kurang?

tiada apa yang hilang, nanti akan datang wang melayang…

dengar sini wahai yang tidak memijak bumi!

pernahkah kalian mengintipi kehidupan kami…

pernahkah kalian ngerti makna derita dan susah hati…

kami yang semput bagai melukut di kota kedekut

kami yang bekerja hingga senja di desa yang makin terseksa

bertarung nyawa dan masa, menghitung setiap belanja

pernahkah kau merasa?

rumah bocor yang lanjut usia…

baju dan kasut anak yang koyak

tinggal dalam rumah yang berasak-asak

siang kami sebak, malam kami sesak…

sedangkan kalian manusia angkasa…

istana permata dibina, kereta berjuta dirasa…

elaun di serata, dari isteri sehingga seluruh keluarga…

hidangan istimewa, konon meraya kemakmuran negara…

tapi kami masih di sini..di teratak ini…

dengan lauk semalam..

dengan hidangan yang tidak bertalam…

dengan rumah yang suram…

dengan wang yang hampir padam…

tiada istana lawa…tiada kereta berharga…

tiada layanan diraja..tiada baju bergaya

tiada kediaman menteri…tiada hidangan vip…

tiada persen di sana-sini…tiada bahagian anak dan bini…

tiba-tiba kalian kata: kamilah beban negara…

aduhai celaka bahasa yang kalian guna…

kalian yang belasah, kami yang bersalah…

kalian buat untung, hutang kami tanggung…

kalian mewah melimpah, kami susah parah

kalian hilangkan wang, poket kami yang terbang…

kalian bina istana, rumah kami jadi mangsa…

kalian makan isi, kami dijadikan abdi…

lantas, kalian rampas lagi subsidi…

ke mana wang itu pergi nanti?

jika kalian berhati suci, wajib mengganti buat kami…

jika tidak pun buat gula konon merbahaya

mengapa tidak beras diturun harga?

jika tidak untuk minyak kereta…

mengapa tambang tidak potong sahaja…

tapi entah berapa kali janji…

konon: nanti kami ganti, kami ganti, kami ganti…

hari demi hari, ceritanya pun tidak berbunyi lagi…

kami terus termanggu di sini…

kalian juga yang nikmati…

kami hanya menggigit jari…

kembalikanlah kepada kami harta negara…

jangan hanya kalian sahaja yang merasa…

kana-ana-ghoib-mimpi-penulis-islam-najib-umno

Thoha Putrajaya – Tentang Buta Kebenaran

Tidakkah engkau mahu mengawal diri dari murka Tuhan?

Demi umurmu (wahai Muhammad), sesungguhnya mereka membuta tuli dalam kemabukan maksiat mereka. – (Al-Hijr 15:72)

Dan sesiapa yang berada di dunia ini (dalam keadaan) buta (matahatinya), maka ia juga buta di akhirat dan lebih sesat lagi jalannya. – (Al-Israa’ 17:72)

“Dan sesiapa yang berpaling ingkar dari ingatan dan petunjukKu, maka sesungguhnya adalah baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan himpunkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta”. – (Taha 20:124)

Oleh itu, bukankah ada baiknya mereka mengembara di muka bumi supaya – dengan melihat kesan-kesan yang tersebut – mereka menjadi orang-orang yang ada hati yang dengannya mereka dapat memahami, atau ada telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? (Tetapi kalaulah mereka mengembara pun tidak juga berguna) kerana keadaan yang sebenarnya bukanlah mata kepala yang buta, tetapi yang buta itu ialah mata hati yang ada di dalam dada. – (Al-Hajj 22:46)

KENAPA NEGARA TAK MENCETAK UANG SEBANYAK-BANYAKNYA SUPAYA BEBAS DARI UTANG DAN KEMISKINAN? INI PENJELASANYA!



Mungkin Anda pernah memikirkan, kenapa setiap negara yang memiliki banyak utang tersebut untuk mencetak utang sebanyak-banyaknya supaya bisa digunakan untuk membayar utang-utang negara tersebut.uang-banyakMencetak banyak uang, melunasi semua utang dang bisa membagikan uang yang banyak kepada masyarakat yang miskin dan sangat membutuhkan uang, bukan seharusnya begitu?


Lalu kenapa pemerintah di negara tersebut tidak melakukannya?

Namun ternyata urusan mencetak uang banyak itu bukanlah hal yang sepele. Karena mencetak uang sebanyak-banyaknya justru bukannya menyelesaikan masalah, melainkan malah semakin memperparah masalah. Kenapa?


Ternyata didunia ini ada dua sistem yang digunakan saat mencetak uang, yaitu pseudo gold dan uang fiat.


Pseudo gold merupakan percetakan uang yang didukung dengan cadangan emas atau perak. Sementara Fiat merupakan uang yang beredar namun tidak didukung dengan aset yang berarti sistem  fiat, pemerintah atau lembaga penerbit uang bisa mencetak uang sebanyak apapun sesuai yang dibutuhkan.


Namun perlu diingat bahwasanya dalam ekonomi harga barang akan bergantung pada perbandingan jumlah uang dan persediaan barang. Yang mana jika barang yang beredar lebih banyak dari jumlah uang yang beredar maka harga akan cenderung menurun.


Begitu juga sebaliknya, jika jumlah barang sedikit namun jumlah uang yang beredar banyak maka harga akan cenderung naik atau biasa disebut inflasi.


Lalu kenapa pemerintah tersebut tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya? Jawabanya adalah karena jika terlalu banyak mencetak uang maka akan mempengaruhi inflasi.


Otomatis jika sebuah negara terus menerus mencetak uang maka itu bukanlah kekayaan karena nilai mata uang dinegara tersebut akan terus merosot.


Apakah Indonesia pernah mencetak banyak uang?


Pada era Presiden Soekarno Indonesia pernah melakukan hal semacam ini karena pada saat itu pemerintah Indonesia belum maksimal dalam memungut pajak dari rakyat. Sehingga presiden terpaksa mengambil kebijakan untuk mencetak uang secara berlebih.


Akibatnya inflasi pun tidak bisa dihindari. Bahkan saat itu banyak mahasiswa yang melakukan protes dengan unjuk rasa supaya harga-harga diturunkan.


Aksi demonstrasi itupun dikenal dengan nama Tiga Tuntutan Rakyat atau Tritura


Lalu bagaimana dengan negara lainnya?


Bukan hanya Indonesia saja yang pernah melakukan hal semacam itu, Pada tahun 2008 silam, Zimbabwe juga melakukan hal yang serupa dengan mencetak banyak uang dengan tujuan memperbanyak jumlah pegawai negeri.


Namun sayangnya karena mencetak banyak uang tersebut akibatnya inflasi yang terjadi pun semakin gila-gilaan di negara ini. Bahkan saat itu Zimbabwe mencatatkan rekor inflasi tertinggi didunia yakni sebesar 2,2 juta persen.


Jadi kesimpulannya ialah, baik itu negara kaya maupun negera miskin akan memilih untuk tindak mencetak uang berlebihan untuk menjaga terjadinya inflasi yang tentunya malah merugikan masyarakat

​KABAR TERBARU!!! Rp 1.000 Jadi Rp 1, Mata Uang Baru Akan Diterbitkan Untuk Cegah Inflasi. Simak Penjelasannya. Jangan Lupa Bagikan

   


Jakarta -Kementerian Keuangan menyatakan ada kekhawatiran masyarakat terkait rencana redenominasi atau penyederhanaan mata uang rupiah yang akan dilakukan. Masyarakat cemas terjadinya inflasi berlebih. Tetapi Kemenkeu sudah mempersiapkan siasat. 


Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto menyampaikan, kebijakan redenominasi rupiah yang rencananya akan dilakukan mulai 2014 bukanlah kebijakan sanering yang pernah dilakukan waktu pemerintahan Presiden Soekarno. 


 ” Redenominasi adalah penyederhanaan langkah penulisan dengan menghilangkan 3 digit, jutaan jadi ribuan tanpa ada mengurangi daya beli harga pada nilai rupiah untuk barang atau jasa. Harga mengikuti. Lain dengan sanering, nilai duit dipotong tak diikuti harga barang sehingga daya beli turun, ” jelas Agus waktu ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (7/12/2012). 


Agus menyebutkan, langkah antisipasi yang di siapkan untuk mencegah inflasi tinggi waktu redenominasi sudah di siapkan. Pertama, mengedarkan uang redenominasi serta uang lama secara bersamaan. Lalu ada keharusan pedagang mencantumkan dua label harga berbeda di pasar, harga lama serta harga dengan nilai redenominasi. 


 ” Jadi pada masa transisi sekitar tahun 2014 hingga 2018, kita menggunakan dua denominasi (mata uang) yang berbeda, serta di pasar itu harus mencantumkan dua label harga (dual price tag). Lalu tahun 2019 hingga 2022, kita akan menggunakan mata uang baru yang sudah diganti denominasinya. Jadi prosesnya sangat panjang, bisa 8 tahun, bahkan 11 tahun dari saat persiapan, ” jelasnya. 


Agus menambahkan, untuk toko-toko yang tidak menyediakan dua label harga (dual price tag) jadi akan dikenakan sanksi. Tetapi, sanksi itu akan ditetapkan dalam pembahasan dengan DPR kelak. 


 ” Ini untuk masyarakat supaya tertib agar tak buat kepanikan, ” cetus Agus.

Harga Petrol Turun 5 Sen, Diesel Tidak Berubah

ron95

PETALING JAYA: Harga petrol RON95 dan RON97 bagi September turun sebanyak 5 sen seliter.

Harga baharu petrol bagi seliter RON95 dan RON97, masing-masing RM1.70 dan RM2.05.

Bagaimanapun, harga bagi diesel tidak berubah pada RM1.70 seliter.

Perkara itu disahkan oleh Timbalan Presiden Persatuan Peniaga Petroleum Malaysia, Datuk Zulkifli Mokti pada Rabu.

Kerajaan memutuskan untuk menghapuskan subsidi bagi petrol dan diesel dan menggantikannya dengan sistem pengapungan terkawal sejak 1 Disember 2014.

Sri Mulyani Mengatakan : Ekonomi Indonesia Diambang Kehancuran..!!! Pemerintah Jangan Pura-Pura Tidak Tahu… bantu bagikan ya…!!!


Nota Keuangan ini akan jadi dasar untuk membuat Rancangan APBN 2017. Usai rapat, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, membuka masalah beratnya kondisi ekonomi yang tercermin dari desakan pada penerimaan pajak. 

Sri Mulyani mengemukakan, untuk bikin Nota Keuangan 2017, untuk jadi APBN yang kredibel, jadi pemerintah akan melihat peluang keadaan yang akan dihadapi di tahun ini serta dua tahun terakhir. 


“Untuk tahun 2016, setelah lihat realisasi dari tahun 2014-2015, jadi dua tahun terakhir, penerimaan perpajakan memang mengalami tekanan yang begitu berat, ” kata Sri Mulyani usai rapat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/8/2016). 


Desakan pada penerimaan pajak ini berlangsung karena turunnya harga komoditas, seperti minyak serta gas (migas), batu bara, kelapa sawit, serta pertambangan yang lain. 


“Kami juga lihat di beberapa bidang seperti perdagangan, konstruksi juga alami keadaan tekanan yang cukup terlihat dari sisi volume. Sampai hari ini kita lihat bila sebagian bidang itu pertumbuhannya hanya separuh dari beberapa tahun sebelumnya, ” tambah Sri Mulyani. 


Lalu, Sri Mulyani menceritakan permasalahan pelemahan perdagangan dunia yang mengakibatkan turunnya laju ekspor serta impor di Indonesia sejak mulai kuartal I-2015 hingga semester I-2016 lalu. Ini akan jadi perhitungan pemerintah dalam bikin Nota Keuangan 2017. 


“Maka Kemenkeu hari ini melaporkan pada Ayah Presiden, Wapres dan Sidang Kabinet bila penurunan dari potensi penerimaan pajak 2016 bakal cukup penting. Ini karena basis penghitungan maksud penerimaan pajak di 2016 yang di setujui oleh DPR APBN-P itu basisnya masihlah memakai angka ekonomi yang cukup tinggi, yakni tujuan penerimaan 2 tahun sebelumnya tahun 2014, 2015, lalu ke 2016, ” tutur Sri Mulyani. 


Bekas Direktur Bank Dunia ini menjelaskan realisasi pajak di 2014 yang ada Rp 100 triliun di bawah maksud. Selanjutnya di 2015 lalu, saat harga komoditas mulai menurun penerimaan pajak juga meleset Rp 248, 9 triliun dari tujuan. 


“Oleh karena itu, kami hari ini melaporkan pada Presiden, Wapres serta sidang kabinet bila kami perlu untuk melakukan penyesuaian sampai APBN kita jadi kredibel karena tema dari Ayah Presiden yakni selalu memperkuat kredibilitas, confidence, serta trust itu harus ditegakkan dari mulai angka-angka APBN yang bisa mencerminkan kenyataan ekonomi yang kita hadapi, ” tutur Sri Mulyani. 


Namun, lanjut Sri Mulyani, bukanlah berarti pemerintah akan mengendurkan penerimaan pajak. Sri Mulyani mengemukakan, Presiden Jokowi memohon dirinya untuk maksimal meningkatkan pajak. Karena penerimaan pajak dibutuhkan untuk mendanai pembangunan infrastruktur, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, serta pengurangan kesenjangan