TOLONG STOP Jangan Manjakan Anak dengan Gadget.

 Kisah ini bisa Menjadi Pelajaran untuk para orang tua!

Semakin berkembangnya teknologi seperti gadget membuat setiap lapisan masyarakat menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan. Bahkan anak­anak yang tidak mengerti dengan jelas penggunaan gadget itu pun ikut kecanduan.

TOLONG STOP Jangan Manjakan Anak dengan Gadget. Kisah ini bisa Menjadi Pelajaran untuk para orang tua!


Seperti kisah seorang wanita yang anaknya telah mengenal gadget dan tak mampu menjauhkan diri dari teknologi tersebut di usianya yang masih sangat kecil. Penyesalan akan pengaruh gadget pun ia bagikan di media sosial sebagai pelajaran bagi para wanita lain yang telah memiliki anak dan merasa tenang ketika anak hidup bersama dengan barang tersebut.


Berawal dari kebiasaan melihat sang kakak, anak keduanya yang bernama Shafraan tertarik untuk mencoba berbagai permainan yang ada di tablet, meski saat itu usianya masih 10 bulan. Kian hari, ketertarikannya kepada gadget tak dapat dihindarkan.


Seringkali sang anak tidur bersama dengan gadget di tangan. Lantaran merasa bahwa hal tersebut lumrah untuk seorang anak, wanita itu pun membiarkannya dan bahkan memfasilitasinya. Dalam benak wanita tersebut, gadget menjadi semacam solusi jitu untuk menangani anak laki­lakinya yang terkadang marah atau menangis.


Dan memang terbukti ketika menangis lalu diberi gadget, shafraan langsung mendadak terdiam dan asyik bermain game. Dampak dari penggunaan gadget tersebut mulai terlihat ketika Shafraan memasuki umur 2 tahun dimana ia enggan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Tak hanya ketika berada dengan teman seumurannya, namun juga ketika bermain sendiri dengan mainan yang nyata. Suatu hari bahkan Shafraan hanya terdiam sambil memegang mobil­ mobilannya. Ia seakan kebingungan untuk menggunakan mainan nyata tersebut karena setiap harinya ia hanya menggunakan ibu jari untuk menggerakkan game yang ada di tablet atau gadget.


Tak hanya itu, Shafraan juga kekurangan dalam kosak ata dimana anak seumurannya sudah mampu mengucapkan berbagai hal dengan variatif. Tentu saja hal ini membuat was­was wanita yang merupakan ibu dari Shafraan tersebut. ia pun kemudian mendatangi seorang dokter anak untuk melakukan konsultasi dan mengetahui apakah ada alergi atau hal lain yang membuat sang anak sulit untuk berkomunikasi.


Ternyata setelah ditelisik, hasilnya menunjukkan bahwa Shafraan kurang melakukan interaksi dengan orangtua ataupun anggota keluarga lainnya sehingga kosakata yang dimiliki sangatlah sedikit. Ia pun merasa menyesal dan berniat untuk membatasi penggunaan gadget untuk anaknya tersebut.


Bukan tanpa hambatan, wanita itu justru mengalami berbagai perlakuan sang anak yang mengamuk, menangis, dan melemparkan setiap barang ke arahnya demi bisa mendapatkan gadgetnya kembali. Shafraan pun sangat rewel dan enggan untuk makan. Akhirnya sang ibu kewalahan menghadapi perilaku Shafraan selama 3 hari dan mengembalikan gadgetnya.


Benar saja, anaknya pun kembali tenang dan asyik sendiri dengan permainan di tabletnya. Beberapa hari kemudian, sang ibu lantas membawa anaknya melakukan imunisasi ke sebuah rumah sakit dan sekaligus meminta dokter memeriksa aspek motorik anaknya.


Ternyata Shafraan masih dianggap normal, hanya saja ia mengidap keterlambatan bicara atau Speech Delay. Bahkan keterlambatannya tersebut berjeda cukup jauh yakni 1 tahun dibandingkan dengan teman­teman sebayanya. Dokter pun menganjurkan agar Shafraan mengikuti terapi untuk menstimulasi pembendaharaan kosakatanya.


Kini wanita itu semakin tersadar bahwa pemberian gadget dengan maksud untuk memenangkan sang anak hanya akan menjadi tumpukan masalah di kemudian hari. Ia pun merasa bersalah karena tidak ingin capek ataupun repot mengurus anaknya dan menyerahkan segala pendidikan serta kehidupan anaknya kepada sebuah gadget.

Sponsored Links

Advertisements

Inilah 8 Manusia Terbaik Menurut Rasulullah SAW



tiap orang memiliki pendapat masing-masing mengenai siapakah orang yang sukses dan terbaik, karena dalam berbagai bidang setiap orang mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. Apabila kita lihat dalam bidang bisnis maka orang yang sukses adalah orang yang terkaya. Sedangkan untuk bidang pendidikan, orang yang sukses bisa dilihat dari tingkat pendidikannya. Hal inilah yang membuat setiap orang memiliki perspektif yang berbeda dalam melihat orang sukses. Bisa jadi orang yang sukses dilihat dari keadaan internalnya atau eksternalnya.

Rasulullah adalah manusia yang paling mulia karena setiap perilaku dan sikapnya sesuai dengan ajaran Allah. Namun, mulianya Nabi tak menghalangi beliau untuk memiliki orang lain yang dianggapnya mulia.

Dalam penilaian ini haruslah kita berpikir atau menilai dengan objektif. Oleh karena itu, terdapat indikator yang harus dipenuhi oleh orang yang sukses agar penilaian bisa secara objektif. Berikut ini adalah 8 indikator yang menjadi syarat seseorang dikatakan sebagai manusia paling baik menurut Rasulullah SAW.

1. Tidak Ingkar Dalam Melunasi Hutang
Apabila kita memiliki hutang pada orang lain maupun Allah, maka kita berkewajiban untuk membayarnya. Itu adalah kewajiban orang yang berhutang. Dalam sebuah hadits dijelaskan jika orang yang terbaik adalah orang yang membayar hutang.

2. Belajar al-Qur’an dan Mengajarkannya
Terdapat banyak ajaran baik perintah atau larangan yang ada di dalam Islam. Oleh karena itu, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi umat manusia agar mengetahui mana yang salah dan mana yang benar. Selain itu, dengan ilmu maka kita tidak akan mudah terjerumus pada keburukan dan maksiat. Terlebih jika kita tidak hanya menuntut ilmu tapi juga mengajarkannya pada orang lain maka kita akan jadi manusia terbaik di dunia.

3. Kebaikannya Agar Terhindar Dari Keburukan

Sebuah hadits berisi jika orang yang paling baik yaitu orang yang diharapkan kebaikannya.

4. Menjadi Suami Terbaik Untuk Keluarga
Seperti yang kita tahu jika Rasulullah adalah seorang suami yang memiliki istri lebih dari satu. Meskipun demikian, beliau mampu berlaku adil dan melakukan kewajiban sebagaimana mestinya. Jadi, orang yang terbaik adalah seorang suami yang baik pada keluarganya. Inilah orang terbaik menurut Rasulullah.

5. Memiliki Akhlaq Baik dan Berilmu
Allah tidak pernah membeda-bedakan setiap umatnya dari kedudukan ataupun kekayaannya karena semua itu adalah pemberian dari Allah. Dia melihat seorang hamba dari seberapa baik akhlaqnya. Orang yang paling baik adalah orang yang berilmu dan memiliki akhlaq baik.

6. Yang Memberikan Makanan
Makanan adalah kebutuhan pokok yang harus terpenuhi bagi setiap makhluk hidup, terutama manusia. Namun, tak semua orang beruntung memiliki makanan. Terdapat beberapa orang yang tidak memiliki uang untuk membeli makanan sehingga mereka harus berpuasa hingga berhari-hari. Apabila kita memiliki uang atau makanan yang lebih sebaiknya memberikan makanan kepada orang tersebut karena ini adalah orang yang terbaik.

7. Yang Baik Perbuatannya dan Panjang Usianya
Setiap orang memiliki usia meninggalnya masing-masing. Apabila seseorang hidup lama dan ia melakukan banyak perbuatan dosa maka sesungguhnya ia telah merugi. Sedangkan, jika Allah memberinya umur panjang dan ia berbuat baik maka ia termasuk orang paling baik.

8. Memberikan Manfaat Bagi Sekitar
Kriteria ini jelas harus ada pada orang terbaik. Apa gunanya jika kita memiliki ilmu banyak, kemampuan tinggi dan prestasi yang hebat tapi tidak bisa memberikan manfaat untuk orang-orang sekitar. Sesungguhnya orang yang dapat bermanfaat adalah orang yang terbaik.

Sumber: cahaya-tausiah.blogspot.co.id


Ahok Dibela, Ulama Dihina, Alqur’an Dinista dan Penguasa Tutup Mata. Bukti Kegagalan Pemerintah dan Rusaknya Sistem Tata Aturan Di Negri Ini.

Ahok Dibela, Ulama Dihina, Alqur'an Dinista dan Penguasa Tutup Mata. Bukti Kegagalan Pemerintah dan Rusaknya Sistem Tata Aturan Di Negri Ini.

HomePeristiwa

Ahok Dibela, Ulama Dihina, Alqur’an Dinista dan Penguasa Tutup Mata. Bukti Kegagalan Pemerintah dan Rusaknya Sistem Tata Aturan Di Negri Ini.

Kentalnya nuansa pembelaan yang dilakukan oleh penguasa membuktikan, mereka tidak lagi berpihak kepada kebenaran. Mereka justru menjadi jongos dan antek aseng, para penguasa sudah tidak lagi bisa berpikir rasional.


Tata aturan hukum yang ada justru dijadikan bahan mainan sesuai kepentingan mereka dengan logika – logika yang ngawur dan keblinger, demokrasi yang digadang-gadang mampu menjamin keberagaman dan kemajemukan hanya ilusi belaka dan dijadikan alat oleh mereka para penguasa untuk menjaga kepentingan mereka tetap aman. Buruknya para penguasa negri ini dalam memimpin ditambah tata aturan sistem yang bobrok semakin menambah semrawut negri ini dengan berbagai kegaduhan yang ditimbulkan. Wajar jika umat islam menawarkan solusi atas penerapan hukum islam.

Sistem hukum islam yang ditawarkan umat islam tentu sangat logis sangat rasional, karna sistem tata aturan dalam sangat tidak diskriminasi, menjamin keadilan dan keselamatan dunia dan akhirat bagi yang mengalkannyakarna semangat tauhid. Sebab sistem islam sudah pernah diterapkan sekitar 1400 tahun lamanya dan mampu melahirkan peradaban yang gemilang, sementara demokrasi lahir karna kekecewaan manusia dan dibuat oleh manusia berdasarkan logika yang terbatas. Wajar jika hukum demokrasi diterapkan menimbukan banyak kegaduhan, tidak pernah tercipta keadilan dan keamanan serta dijadikan alat untuk mempertahan kekuasaan bagi orang yang telah meraih jabatannya.

Koordinator Persidangan Tim Advokasi Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI, Nasrulloh Nasution menyayangkan sikap pemerintah yang tak mau memberhentikan sementara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Padahal status Ahok sudah ditetapkan sebagai terdakwa.

“Kita keberatan kalau ahok sebagai gubernur seharusnya diberhentikan sementara sesuai undang undang,” ujarnya, kemarin.

Menurut Nasrulloh dengan tetap aktifnya Ahok menunjukkan urusan cagub pejawat itu bukan lagi persoalan hukum. Namun sudah kental nuansa politik. “Katanya hukum menjadi panglima tapi faktanya tidak seperti itu,” ujarnya.

Pengamat politik Umar Hasibuan menilai seharusnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberhentikan sementara jabatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lantaran telah berstatus sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penodaan agama.

BertahunTahun Jadi TKI dan tanpa Kabar, Pulanglah Buk, Mbak Mifta telah Meninggal & Bapak Susah Melihat

PONOROGO – Seorang Teman Facebook saya bernama Siti Entik  mengunggah banyak postingan kejadian yang menimpa seorang siswi SMP bernama Mifta ( 13 tahun ) yang belajar di Sekolah SMP Ma’arif Ponorogo.

Pada tanggal 25 oktober 2016 Mifta mengalami kecelakaan ditabrak Motor saat sedang mengayuh sepeda , mifta mengalami luka cukup serius di bagian belakang kepala hingga menimbulkan benjolan cukup besar dan hidung mengeluarkan darah sehingga menyebabkan mifta tidak sadarkan diri .
Mifta pun dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sponsored Ad

Namun apa yang mau dikata jika takdir sudah berkata lain.

Mifta menghembuskan nafas terakhirnya di RS. Sudono Madiun Pada 26 oktober 2016.

Miftakhul Dwi Kasanah atau akrab dengan panggilan Mifta  adalah anak pertama dari bapak PUJO (  50 tahun ) Dan ibu Samini Indrawati (  36 tahun ) ,tinggal di Jln. bathoro Katong ,No.11B ,  kelurahan Kertosari ,Kecamatan Badaban ,Ponorogo. 

Kondisi Rumah Keluarga Mifta


Mifta adalah anak Pertama dari 2 bersaudara , ia mempunyai seorang adik bernama jopi muhammad zamnas  yang baru berusia 10 tahun.


Berikut Cuplikan Video wawancara singkat dengan Adik Alm.Mifta yang diambil dari Robet Tri Sasongko

Mifta hanya tinggal bersama Ayahnya yang menderita kebutaan (belum buta total ,masih bisa melihat sedikit )  dan adiknya , sedangkan ibu mifta sejak 10 tahun yang lalu pergi ke malaysia untuk menjadi TKI ,namun hingga kabar ini diturunkan ibunda Mifta belum pernah Pulang ke Rumah ,  baik almarhum mifta dan keluarganya tidak mengetahui keberadaan ibunya dan juga kabar terakhir ibunya dimana.

Bapak Minus tapi sudah parah banget mbak“terang siti ,seorang Relawan penggalang dana untuk meringankan beban keluarga Mifta .

Ya , ibunda mifta sudah 10 tahun tidak memberikan kabar kepada keluarganya dikampung,entah apa alasannya.


Noted :
Ibu Samini ,Pulanglah buk, Suamimu setia menunggu kepulanganmu ,anak-anakmu mengharapkan kehadiranmu disisi mereka.

Kejadian saat setelah Mifta mengalami kecelakaan dan makamnya


10 tahun buk,itu waktu yang sangat lama bagi mereka untuk menunggu dalam ketidak pastian,kecemasan akan keadaanmu , sekalu bertanya apa yang terjadi denganmu ,dimana kamu.
Kini Anak gadismu  sudah tenang di sisi sang Maha Khalikh ,sedangkan anak mu Jopi kini harus menjadi satu-satunya tongkat untuk suamimu yang sudah susah untuk melihat ,sehingga untuk jalanpun harus ada yang menuntunnya.

Sakit buk ,saya bisa merasakan perasaan seorang malaikat kecil bernama “Jopi” yang tak lain adalah anakmu.
Pulanglah…,rangkullah Jopi dan suamimu.
Mereka butuh kamu.

Foto KTP milik Samini Indrawati ( Ibunda Alm.Mifta ) 


HIMBAUAN

Bagi sesiapa yang sedang berada/bekerja di Malaysia mengetahui kabar atau pernah berjumpa dengan Ibu SAMINI INDRAWATI ,kabari bahwa anaknya mbak Miftakhul Dwi Kasanah telah meninggal Dunia ,Suaminya Sakit dan Anak Bungsunya kangen . (situskartini.com)



Link Sumber : http://www.setenpo.com/2016/10/10-tahun-jadi-tki-dan-tanpa-kabar.html#ixzz4OILQoBEi

Para Suami, Belajarlah dari Umar Bin Khattab Ketika Menghadapi Istri yang Sedang Marah

Salah satu hal yang harus segera diatasi oleh pasangan suami istri adalah munculnya konflik di tengah keluarga, baik yang berasal dari faktor internal maupun eksternal.


Ketika sebuah konflik mengganggu keharmonisan rumah tangga, seringkali kita beranggapan bahwa konflik itu terasa berat dan sangat sulit untuk diselesaikan. Walaupun pada akhirnya kita menemukan solusi untuk menyelesaikannya, terkadang cara yang digunakan kurang tepat.

Para Suami, Belajarlah dari Umar Bin Khattab Ketika Menghadapi Istri yang Sedang Marah



Seperti contoh, menggunakan cara-cara yang malah membuat pasangan kita merasa tersinggung atau tersakiti. Alih-alih menyelesaikan masalah, cara yang dipilih justru membuat masalah dan konflik itu semakin tambah kacau.

Baik seorang suami ataupun istri sebenarnya pernah berperan sebagai pemantik api yang percikannya bisa memicu keretakan rumah tangga. Seorang suami yang umumnya lebih memiliki pola pikir logis mungkin akan berpikir berkali-kali ketika akan memercikkan api emosi kepada istrinya.

Namun seorang istri ternyata justru lebih sering menggunakan perasaannya sehingga luapan emosi yang keluar dari hati dan lisannya sering tidak bisa dikendalikan.

Lalu bagaimana sebaiknya sikap seorang suami ketika menghadapi istri yang sedang marah dan tidak bisa menahan emosinya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seyogyanya para suami belajar dari kisah dari salah seorang khulafaur rasyidin yang menjadi satu cahaya dari 2 orang yang dipilih Allah.

Beliau adalah sayyidina Umar bin Khattab. Seorang yang digambarkan oleh Rasulullah sebagai pribadi yang kuat dan bisa membuat  hati siapa pun tergetar ketika mendengar namanya. Bahkan syetan pun akan lari terbirit-birit jika Umar Bin Khattab lewat.

Imam As Samarqandi meriwayatkan sebuah kisah bahwa suatu ketika, seorang lelaki datang kepada Umar bin Khattab. Lelaki tersebut ingin menceritakan kepada beliau perihal istrinya yang selalu bermuka masam dan cemberut. Ketika sampai di depan pintu rumah Umar, lelaki tersebut mendengar istri Umar, Ummu Kultsum sedang mengomel.

Seketika itu pula lelaki itu berbalik dan membatalkan niatnya. Namun Umar mengetahui dan memanggil lelaki itu dari balik jendela. Lelaki itu kemudian menceritakan masalah rumahtangganya.

Mendengar penuturan lelaki itu Umar kemudian berkata: “Aku dengarkan baik-baik omelan istriku, dan tidak sedikit pun aku menentangnya karena aku memiliki alasan khusus yaitu:

Pertama, istriku adalah penghalang antara aku dan neraka. Hatiku selalu berteduh kepadanya sehingga aku terhindar dari perbuatan haram.

Kedua, ia menjaga hartaku ketika aku sedang pergi.

Ketiga, ia selalu mencuci pakaianku.

Keempat, ia membesarkan dan mendidik anak-anakku.

Kelima, ia selalu membuatkan masakan untukku.

Para pembaca yang dirahmati Allah, Lihatlah bahwa manusia sekelas Umar Bin Khattab saja pernah menghadapi konflik dalam rumah tangganya yang kala itu apinya berasal dari istrinya.

Namun apa yang beliau lakukan? Apakah ia menambah kobaran apinya hingga membakar rumah tangganya? Tidak, Umar tidak lantas menambah emosi istrinya dengan ikut terbawa emosi. Ia justru mengalah untuk meredam emosi yang saat itu sedang hinggap di hati istrinya.

Lantas apakah berarti Umar Bin Khattab lemah dan membiarkan istrinya berada dalam kesalahan?

Tidak! kematangan emosi dan kedewasaan Umar Bin Khattab telah mencegahnya dari hal-hal yang akan memungkinkan munculnya kemudharatan dalam rumah tangganya. Dan sikap seperti inilah yang sebaiknya dilakukan para suami, khususnya ketika menghadapi istri yang sedang emosi dan hatinya dipenuhi amarah.

Lalu apa sebenarnya pelajaran yang dapat kita ambil dari sikap bijaksana Umar terhadap istrinya?

1. Seorang laki-laki ketika telah menjadi suami dari istrinya maka harus memiliki kepribadian yang matang, dewasa dan bijaksana.

Saat menghadapi seorang istri yang sedang marah, maka suami jangan sekali-kali mengambil tindakan gegabah dan emosional. Suami harus mampu berpikir jernih dengan tidak melakukan hal-hal yang justru akan menambah kekesalan sang istri atau bahkan menyakiti perasaannya.

Karena ketika salah satu pasangan kita sedang emosi, maka salah satunya harus mampu menjadi air yang mendinginkan suasanarumahtangga, bukan sebaliknya membalas api dengan api.

2. Dalam kondisi tertentu Umar Bin Khattab menganggap wajar jika istrinya mengomel kepada suami.

Mengapa demikian? Karena itu akan lebih baik dari pada istri yang mengeluhkan urusannya kepada orang lain. Meskipun akan lebih baik lagi jika sang istri tidak mengeluh dan melampiaskan emosinya kepada suami.

Ketika istrinya mengomel, Umar bersikap sangat dewasa dan bijaksana dengan memberikan kesempatan kepada istrinya mengeluarkan semua keluh kesahnya. Ia membuka hati dan pikirannya untuk menampung masalah-masalah yang dihadapi istrinya. Ia berusaha tenang dan menyimak semua hal yang disampaikan oleh istrinya.

Dengan demikian Umar akan mampu menangkap poin-poin apa saja yang menjadi masalah dan konflik dalam rumah tangganya. Pada akhirnya, masalah-masalah besar yang diluapkan oleh sang istri akan menjadi dapat diselesaikan dengan baik.

3. Umar Bin Khattab tidak memposisikan istrinya sebagai wanita yang dinikahi hanya untuk menyenangkannya semata.

Umar Bin Khattab menganggap istrinya adalah seorang partner hidup yang memiliki hak dan kewajiban untuk mengingatkannya ketika salah dan lupa. Karena mungkin saja dalam setiap omelan yang keluar dari lisan istri bisa menjadi bahan koreksi tentang diri suami yang selama ini tidak kita ketahui.

Peran istri sebagai sahabat seperjalanan menuju ridho Allah itulah yang membuat Umar memahami dengan baik bagaimana ia harus memposisikan dirinya ketika istrinya sedang mengomel dan mengeluarkan segala amarahnya.

4. Umar Bin Khattab mampu memahami dengan benar bagaimana pengorbanan seorang istri untuk suami dan anak-anaknya. Jasa seorang istri tidak akan pernah tergantikan oleh apapun. terlebih ketika telah menjadi ibu dari anak-anaknya.

Itulah alasan mengapa Umar Bin Khattab merasa bahwa apa yang didengarnya dari sang istri belumlah seberapa jika dibandingkan dengan masalah yang sehari-hari dirasakan dan dihadapi secara langsung oleh sang istri.

Dan dengan mendengarkan setiap omelan yang disampaikan istrinya, Disadari atau tidak, Sebenarnya Umar Bin Khattab sedang berusaha untuk meringankan beban masalah yang selama ini dipendam oleh istrinya.

Sahabatku, Memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia adalah salah satu impian yang kita tuliskan dalam lembar pertama pernikahan. Namun ketika satu persatu masalah datang menghampiri, janganlah pesimis dan menganggap bahwa rumah tangga harmonis itu sulit untuk diwujudkan.

Semestinya suami dan istri saling berpegangan tangan dan berdiri pada posisi masing-masing untuk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut.

Si Ibu bayi dan doktor yang malang

​Erk, Alhamdulillah, kenyang perutku. Santapan di kedai Dawar amat menyelerakan. Ayam panggangnya tak sama dengan ayam panggang kedai lain. Sedap betul.
Alamak, dah pukul 10pm! Aku tak solat isyak lagi ni. Desis hatiku. Langkah disusun ke arah Hospital Kasr el-Ainy Faransawi. Tempat biasa aku solat isyak di situ. Dalam perjalanan terserempak dengan abang Israk. “Abang baru balik lawat akram ngan Amman,”katanya. Aku yang dah lama tak melawat mereka ni terus melawat Amman dan Akram selepas menunaikan solat Isyak.
Setelah lebih kurang dua jam berborak dengan Amman, dan ibu bapa Si Akram, aku minta diri untuk ke hospital Kasr El-Ainy dalam university. Pada mulanya aku dah malas sangat dah nak pergi hospital untuk attachment malam tu. Kaki pun dah melangkah jauh ke arah rumah.
Tiba-tiba aku rasa serba salah pula. Baju Surgery dah pakai, alat semua dah bawa, bekal pun dah ada, tiba-tiba balik rumah pula, fikirku. Kalau ikutkan hati sampai bila nak Berjaya? Monolog sendirian memainkan peranan. Langsung aku hentikan niat untuk balik rumah dan kembali menapak ke arah hospital University.
Pukul 12 am. Suasana di luar wad bersalin tak sama dengan wad lain. Ahli keluarga sangat ramai tunggu di luar wad. Ada yang duduk berborak, ada yang baca quran doakan si ibu selamat bersalin. Ada yang bentang tikar,makan dan ramai juga menjalar tidur macam ular sementara menunggu si ibu keluar dari wad bersalin.
“Waduh-waduh, ni mesti ramai patient hari ni,” daku berbisik. Seperti biasa Ayat Qursi dibaca sebelum aku masuk ke wad bersalin, tempat nyawa baru disambut dan juga tempat nyawa diambil Allah. Aku juga berdoa agar doctor-doctor pakar yang bertugas lembut hati nak ajar aku malam ni.
Suasana dalam wad seperti biasa, sesak dengan pesakit. Selalunya pukul 12 amsampai pukul 1 am ni semua doctor akan berehat sekejap sebelum menyambut ibu beranak untuk giliran yang seterusnya. Namun keadaan tak sama pada waktu itu. Ruangan menunggu tak ada doctor pun, hanya jururawat. Aku letak beg dan pasang alas kasut seterusnya masuk ke Labor room.
Patutlah tak ada doctor kat ruangan menunggu. Banyak orang sedang bersalin sekarang ni. Semua bilik untuk vaginal delivery dan cessarian penuh. Aku apa lagi, terus ambil glove dalam bag, dan terjah masuk ke O.T. Dr Mona nampak aku.Dia tersenyum.
“Kenapa datang lambat?” tanyanya. “melawat sahabat tadi,”jawabku. Dr Mona suruh ke bilik vaginal delivery untuk bertugas di sana. Dekat O.T biar dia handle. Aku tanpa banyak songeh terus ke bilik sebelah.
“Hamot ya doctor, hamot!” jerit seorang ibu. Ibu menjerit-jerit kesakitan. Nurse-nurse menjerit-jerit marah si ibu yang tak dengar cakap. Doctor zaitun menjerit-jerit suruh ibu baring dan mengangkangkan kaki untuk sambut bayi, namun tidak dipeduli oleh si ibu. Sakit,fikirku. Aku terus baca history dengan laju.
IUFD. (intra Uterine fetal Death). Anak dah mati. Aku teringat pada mama yang pernah menghadapi situasi yang sama apabila adik bongsuku mati dalam kandungan gara-gara mama aku ada PIH(pregnancy Induced Hypertension). Si ibu yang ada PIH akan ditahan di wad sebab dikhuatiri anak dalam kandungan akan mati. Si ibu yang di depan aku ni pun degil nak keluar wad waktu dia mengandung, sama macam mama aku. Sekarang anak dah mati. Apa yang mampu dibuat? Lain kali ikut cakap doctor, tak ada doctor yang senang-senang nak tahan pesakit dalam wad, dia mesti ada sebab.
SI ibu ini menjerit-jerit dan menampar-nampar mukanya kerana kesakitan. Aku hanya melihat tanpa emosi. Mungkin sebab dah biasa sangat tengok adegan menjerit-jerit dan menampar-nampar muka ketika vaginal delivery sehinggakan aku rasa benda tu normal di Mesir ini. Mayat bayi mesti dikeluarkan.
Selepas beberapa minit, Mayat bayi berjaya dikeluarkan. Umbilical cord dia ada “true knot” atau dalam bahasa melayunya bersimpul. Maka pengaliran darah terhenti dan menyebabkan si bayi mati. Aku balut mayat bayi lelaki tadi dan letak di ruangan berhampiran sebelum attendant lelaki mengambilnya dan diletakkan di peti sejuk sementara.

Bareskrim Dinilai Bela Ahok, Habib Rizieq: Silakan Umat Islam Hukum Ahok Pakai Hukum Agama

Bareskrim Dinilai Bela Ahok, Habib Rizieq: Silakan Umat Islam Hukum Ahok Pakai Hukum AgamaPasca pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Polri melalui Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Agus Andrianto mengatakan Ahok belum tentu kena hukum positif, tetapi hukum agama mungkin kena.


Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab menyesalkan pernyataan dari Bareskrim Polri tersebut.


“Ini Pernyataan polisi penegak hukum atau advokat pembela Ahok?” kata Habib Rizieq seperti dikutip dari laman Habib Rizieq.com.Menurut Habib Rizieq, penista agama di Indonesia sama-sama kena hukum agama dan hukum positif.


“Hukum positif yang mana yang membiarkan dan melepaskan penista agama,” tegas Habib Rizieq.

Pernyataan Bareskrim Polri ini, jelas Habib Rizieq, di satu sisi ada baiknya juga.“Atau mungkin maksud Polri, silakan umat Islam menghukum Ahok dengan hukum agama saja. Kalau begitu, tentu lebih baik,” jelas Habib Rizieq.


Seperti diketahui menurut Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Puasa, KH Tengku Zulkarnain pada suatu kesempatan mengatakan dalam Islam, hukuman penistaan agama adalah dibunuh atau diusir ke luar negeri. [www.tribunislam.com]



Read more: http://www.tribunislam.com/2016/10/bareskrim-dinilai-bela-ahok-habib-rizieq-silakan-umat-islam-hukum-pakai-agama.html#ixzz4OFOwHt35 
Follow us: @TribunIslam on Twitter | TribunIslam on Facebook

Jika Kefakiran Dekat Dengan Kekufuran, Mengapa Rasulullah Minta Diwafatkan Dalam Keadaan Miskin?

Terkadang secara terjemahan bebas terdapat pertentangan antara hadist yang satu dengan hadist yang lainnya sehingga membuat bingung umat muslim, terutama yang masih awam tentang ilmu agama. Salah satunya tentang kefakiran atau kemiskinan yang bisa mendekatkan kepada kekufuran. Namun dalam hadist lain disebutkan bahwa Rasulullah selalu berdoa agar diwafatkan dalam keadaan miskin dan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang miskin. Bagaimana menyikapi kedua hadist tersebut?


Jika Kefakiran Dekat Dengan Kekufuran, Mengapa Rasulullah Minta Diwafatkan Dalam Keadaan Miskin?


Ketahuilah bahwa hadist yang menyatakan kefakiran menyebabkan kekufuran memiliki derajat hadist yang lemah atau dhaif sehingga tidak bisa digunakan sebagai hujjah. Sementara hadist yang menyatakan Rasulullah ingin mati dalam keadaan miskin ada dalam hadist dari Abu Said Al Khudri.

Rasulullah bersabda, “Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan matikanlah aku dalam keadaan miskin serta kumpulkanlah aku dalam rombongan orang-orang miskin.” (HR Ibnu Majah, Hadist Hasan)

Pengertian arti miskin yang sebenarnya dalam hadist tersebut bukanlah miskin dalam harta, melainkan memiliki makna tawadhu dan rendah hati. Hal ini telah dijelaskan oleh ulama ahli hadist maupun ahli bahasa.

Imam Baihaqi berkata, “Menurut saya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak bermaksud meminta keadaan miskin yang berarti kurang harta tetapi miskin yang berarti tawadhu dan rendah hati.” (Dinukil dan disetujui oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Al Talkhis Habir 3:1108)

Sementara Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Maksud Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah tawadhu (rendah hati) dan agar tidak termasuk orang-orang yang sombong dan angkuh.”

Wallahu A’lam

Beraninya Kapolda Sumut, Beliau Bilang : Ahok dan Pendukungnya Bikin Suasana Tambah Panas!

1 MINUTE

READ

Begitu juga akibat kompetisi politik yang semakin hangat menjelang pelaksanaan pilkada DKI Jakarta pada tanggal 15 Februari 2017.

“Proses sidang kasus Ahok juga semakin banyak menuai kontrovesi karena berbagai statemen Ahok maupun pendukungnya yang dinilai sebagian masyarakat mendiskreditkan dan mengkriminalisasi umat islam dan ulama,” kata Rycko.

“Hal ini mengandung potensi kerawanan berupa konflik sosial yang harus segera diantisipasi, sesuai dengan renkon Aman Nusa 2017 dalam rangka mengantisipasi konflik sosial dan menjaga Sitkamtibmas yang aman dan kondusif pada saat masa tenang dan Hari H pilkada DKI Jakarta pada tanggal 15 Februari 2017. Polda Metro Jaya membutuhkan back up personel Brimob Polri,” terang Rycko.

‪Ini menjadi sebuah kehormatan Brimob Polda Sumut dilibatkan dalam pengamanan Pilkada DKI. “Brimob adalah pasukan elit kepolisian yang memiliki keahlian khusus untuk menanggulangi gangguan kamtibmas yang berkadar tinggi. Kapan pun dan dimana pun Brimob pasti selalu siap digerakkan mengemban tugas mulia yang diberikan,” tukasnya.

Dia meminta Brimob melaksanakan tugas BKO dengan tulus dan ikhlas, tampilkan prilaku sopan santun serta humanis sebagaimana filosopi keberadaan polisi yaitu sebagai “wasit yang adil”, bukan alat kekuasaan atau kelompok dan bukan mencari keuntungan.

Rycko juga menyampaikan beberapa direktif untuk menjadi panduan, di antaranya tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, jaga netralitas dalam pengamanan (Pam) Pilkada, laksanakan tugas pengamanan sesuai standart operasional prosedur (SOP). (dr)

​Blak-Blakan, Cak Nun Bongkar Identitas Asli Ahok

Cak Nun (republika-ilustrasi)

Budayawan Emha Ainun Najib alias Cak Nun kembali bersuara tegas dan lantang terkait Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Cak Nun tanpa takut menyampaikan siapa sebenarnya Ahok dan peranannya dalam berbagai proyek menghancurkan bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Cak Nun menyatakan, umat Islam sebagai penduduk mayoritas dijadikan sasaran dan harus dipecah belah. Caranya dengan menggunakan berbagai macam proyek di berbagai bidang kehidupan. Sayangnya, banyak kaum Muslimin yang tidak memahami garis besar permainan musuh-musuh Islam yang berkedok kebangsaan ini. “Tidak semua pimpinan umat Islam mengerti gambar besar ini,” ujar Cak Nun tegas. Banyak umat Islam yang mengira bahwa kegaduhan yang terjadi hanya urusan Ahok. Padahal, ada hal lebih besar yang terjadi di balik Ahok. “Dipikirnya soal Ahok. Lah opo loh Ahok diurusi?” tandasnya. Buat apa mengurusi Ahok? Tanya Cak Nun, retoris. “Bukan Ahoknya, tetapi Ahok adalah korlap (koordinator lapangan) dari proyek-proyek.” lanjut Cak Nun, blak-blakan. Menurutnya, banyak pengembang yang akan menanggung kerugian dahsyat jika Ahok tidak terpilih menjadi Gubernur. “Kalau Ahok tidak sampai jadi Gubernur, berapa ratus triliun yang tidak bisa diterapkan?” jelasnya. Ratusan triliun yang sudah digunakan untuk berbagai proses pengerjaan proyek, mulai dari pembelian bahan baku dan lain sebagainya akan mangkrak jika Ahok kalah dalam Pilkada DKI Jakarta. Sehingga para pengembang harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memenangkan Ahok demi lancarnya proyek-proyek mereka menggerogoti negeri ini. [Om Pir/Tarbawia]