10 Alasan Mengapa Umat Islam Mundur Sedangkan Selain Islam Maju

  

10 Alasan Mengapa Umat Islam Mundur Sedangkan Selain Islam Maju
10 Alasan Mengapa Umat Islam Mundur Sedangkan Selain Islam Maju

MuhammadRaza.com – Syekh Amir Syakib arsalam menulis buku yang mengungkap hal ini yang berjudul “Mengapa umat Islam mundur dan selainnya maju”


1. Umat Islam sudah tidak mempraktekkan ajaran Islam yang termuat dalam Al-qur’an dan Hadist

Umat Islam sudah tidak mempraktekkan ajaran Islam yang termuat dalam Al-qur'an dan Hadist
Umat Islam sudah tidak mempraktekkan ajaran Islam yang termuat dalam Al-qur’an dan Hadist

Ibnu Taimiyah mengatakan “Barang Siapa yang tidak membaca al-quran maka dia telah menjauhi Quran, dan barangsiapa yang membaca tapi tidak pernah merenungkan isinya maka ia telah menjauhi Quran dan barangsiapa yang membaca lalu merenungkan isinya tapi tidak pernah mengamalkannya maka dia telah menjadi Quran pula”. Sebagai contoh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata bahwa “Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim lelaki dan perempuan” namun kenyataannya Banyak umat Islam yang malas belajar bahkan ada yang beranggapan wanita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya juga tinggal di dapur, akibatnya umat Islam menjadi bodoh dan terbelakang.


2. Umat Islam tidak bersatu tapi berpecah belah

Umat Islam tidak bersatu tapi berpecah belah
Umat Islam tidak bersatu tapi berpecah belah

Umat Islam sering ribut dan bertengkar karena masalah furu’iyah atau cabang sehingga akhirnya terpecah-belah dan mudah ditaklukan oleh musuh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Akan terpecah belah umatku seperti terpecahnya Yahudi dan Nasrani menjadi 73 golongan Semuanya masuk neraka kecuali kaum yang mengikuti ajaran-ajaran ku dan sahabat-sahabatku”. Negara-negara barat maju karena mereka bersatu, presiden Jhos bus mengatakan “Either you are with us or you are with the terrorists” itu berarti jika tidak turut berjuang bersama amerika berarti menjadi musuh Amerika.


3. Umat Islam cinta dunia dan takut mati

Umat Islam cinta dunia dan takut mati
Umat Islam cinta dunia dan takut mati

Ada beberapa boneka kelompok Barat yang berusaha melenyapkan ajaran jihad dengan perang dan berusaha menggantinya dengan ajaran damai, ajaran jihad pun semakin dipersempit Sehingga perang tidak termasuk disitu, padahal Allah Swt mewajibkan umat Islam untuk berperang membela diri dari orang-orang yang dizalimi dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi mu. Negara-negara barat paham mengenai hal ini mereka mempunyai semboyan yaitu “Agar bisa damai kita harus menyiapkan perang”, Saat ini kebanyakan umat Islam takut untuk mati didalam berperang namun sebaliknya, mati ketika tawuran sekolah, tawuran antar warga, perang suporter bola atau mati Terinjak dalam konser menjadi hal yang biasa ketimbang mati syahid didalam peperang.


4. Hilangnya semangat jihad

Hilangnya semangat jihad
Hilangnya semangat jihad

Banyak hadits dhaif yang berusaha memperkecil makna jihad sebagai hanya perang melawan hawa nafsu dan bukan berperang, padahal al-qur’an menjelaskan bahwa orang yang berjihad dengan harta dan nyawa jauh lebih tinggi derajatnya ketimbang orang yang tidak ikut berperang, orang-orang kafir membenci muslim yang berjihad dan berusaha menghapusnya dengan memasukkan berbagai ajaran atau paham sehingga umat Islam menjauh dari jihad.


5. Tidak Mandiri dibidang ekonomi 


Tidak Mandiri dibidang ekonomi
Tidak Mandiri dibidang ekonomi 

Saat ini secara ekonomi umat Islam dikuasai oleh orang-orang kafir umat Islam bukan sebagai produsen atau penghasil tapi hanya sebagai pembeli atau pemakai, jika orang-orang kafir mengembargo maka umat Islam akan mengalami kesulitan sebagai contoh sumber daya dan kekayaan Negara-negara Islam saat ini dikuasai oleh multinational company di negara-negara barat yang perekonomiannya didominasi Yahudi bekerjasama dengan segelintir pemimpin muslim yang korup, lain halnya jika sumber daya alam dikelola oleh umat Islam sendiri maka semua keuntungan masuk ke tangan umat Islam bukan recehan kecil yang hanya 0 sekian persen yang diberikan oleh orang kafir tersebut.


6. Umat Islam tidak bisa menentukan prioritas yang harus dikerjakan bersama

Umat Islam tidak bisa menentukan prioritas yang harus dikerjakan bersama
Umat Islam tidak bisa menentukan prioritas yang harus dikerjakan bersama

Umat Islam sering mengejar mengerjakan hal-hal yang tidak penting dan tidak segera ketimbang hal yang sangat penting dan mendesak sebagai contoh kita menyaksikan perang Iran lawan Irak, yang menewaskan 2 juta umat Islam, kemudian Irak melawan Quait dan Saudi yang juga menewaskan banyak korban disaat yang sama negara-negara yang berperang dan mengorbankan nyawa jutaan orang rakyatnya ini tidak satupun yang menyerang Israel untuk membebaskan Masjidil Aqsa. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat tidak pernah ribut apalagi perang dengan sesama, bahkan ketika kelompok munafik Abdullah bin Ubay memecah sebelah umat Islam sehingga 1000 pasukan muslim 300 pasukan membelok Abdullah bin Ubay, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak memeranginya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam “Jika aku membunuhnya maka orang akan berkata bahwa umat Islam saling bunuh”. Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga menandatangani perjanjian damai bekerja sama pertahanan dengan orang-orang Yahudi untuk menghadapi serangan kaum kafir Mekah ketika kaum Yahudi berhianat maka barulah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memerangi mereka, Rasulullah bertindak cerdas untuk menentukan langkah lawan yang harus diserang dan mana yang diajak bekerjasama bukan memerangi seluruh dunia.


7. Umat Islam gagal menemukan hal yang bermanfaat

Umat Islam gagal menemukan hal yang bermanfaat
Umat Islam gagal menemukan hal yang bermanfaat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu Anhu Dia berkata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya” hadits Hasan diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya. Negara barat maju karena banyak menemukan banyak hal yang berguna baik untuk orang lain maupun diri mereka sendiri mereka membuat berbagai peralatan untuk menunjang kehidupan mereka untuk lebih mudah dan lebih baik.


8. Umat Islam tidak menguasai media massa 

Umat Islam tidak menguasai media massa
Umat Islam tidak menguasai media massa 

Memang umat Islam mempunyai media cetak dan radio Tetapi hanya menjangkau kurang dari 0,3% dari total penduduk Indonesia, sedangkan untuk TV nasional yang dapat menjangkau lebih dari 200 juta penduduk Indonesia tidak ada TV yang dimiliki oleh umat Islam semuanya dimiliki oleh kelompok non muslim atau oleh media sekuler. Bahkan dua di antara TV nasional di Indonesia dikuasai oleh konglomerat media yang Yahudi. Di dunia Boleh dikata media massa dikuasai oleh non muslim media massa seperti itv CNN Majalah Time dan New York Times dikuasai oleh mereka. Akibatnya ketika Islam dicitrakan sebagai teroris dan hukum Islam dilecehkan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa, tidak jarang umat Islam diadu domba dengan berbagai pemberitaan media massa.


9. Umat Islam selalu membanggakan apa yang sudah dicapai 

Umat Islam selalu membanggakan apa yang sudah dicapai
Umat Islam selalu membanggakan apa yang sudah dicapai

Islam memang banyak memegang beberapa prestasi kelas dunia misalnya dalam ilmu matematika seperti aljabar dan algoritma Islam mempunyai Al Khawarizmi yang menemukannya bahkan angka 0 juga ditemukan Islam, sedangkan dalam ilmu pengetahuan Islam mempunyai Ibnu Sina atau Avicenna dikenal sebagai bapak kedokteran dunia, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tapi apa yang umat Islam lakukan sekarang umat Islam selalu membanggakan mereka dan enggan meraihnya kembali, berbeda dengan orang barat Meskipun banyak dari golongan mereka yang merupakan penemu hebat di dunia mereka masih mencari kebenaran dan selalu berusaha membuat penemuan baru yang bermanfaat untuk dunia.


10. Umat Islam menghina dan memaki agama lain 

Umat Islam menghina dan memaki agama lain
Umat Islam menghina dan memaki agama lain 


Islam melarang umatnya untuk mencerca atau mencaci penyembahan agama lain dan Islam juga melarang kita memaksa orang dengan agama lain untuk memeluk Islam dan “Janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah karena nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan”. Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat tersebut “Allah melarang rasulnya, Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan orang-orang beriman mencaci Tuhan Tuhan kaum musyrikin meskipun cacian itu mengandung kemaslahatan, hal itu menimbulkan kerusakan yang lebih besar daripada kemaslahatan itu sendiri, yaitu balasan orang-orang musyrik dengan cacian terhadap Tuhan orang-orang Mukmin padahal Allah adalah Rabb yang tiada ilah selain Dia.” tafsir Ibnu Katsir Juz 7 halaman 268 taqiq Syeh Abdul bin Muhammad.

Islam melarang kita menyakiti hati pemeluk agama lain dengan cara tindakan tindakan yang kotor, kasar, dzolim atau perbuatan mencela lainnya.


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=H5U6uimfLuA


Silahkan memberikan masukan kritik atau saran di kolom komentar dan boleh membuat kesimpulan juga, Terima kasih


Wallahu’alam Bissowab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s