“MASUK SURGA ITU NGGAK PENTING..!”

​Bagus nih uraian Cak Nun soal sedekah, menyindir si Motivator Sedekah…


“MASUK SURGA ITU NGGAK PENTING..!”

[Think Different Ala Cak Nun]
INGAT : Tulisan ini khusus untuk para GENTHO (begundal), mereka yang sedang berproses mencari kebenaran Tuhan.

Yang mengaku Alim atau ahli ibadah atau Ustad minggir dulu, nanti dulu, jangan Komen.

Jangan berharap ada dalil-dalil dari Syekh Zulkifli Jabal Syueb Sanusi (embuh sopo kui? – Gak tau siapa Itu ?). Monggo.
BEBERAPA tahun belakangan marak ‘SEDEKAH AJAIB’ yang sering digiatkan oleh itu, Si Ustad ‘nganu’. Cak Nun hanya mengingatkan, “SEDEKAH itu dalam rangka BERSYUKUR, berbagi rejeki & kebahagiaan, BUKAN dalam rangka MENCARI REJEKI. Ingat itu!

Kalau Anda mengharapkan kembalian berlipat-lipat dari sedekah, itu bukan sedekah, tapi dagang! Paham?”
Beliau tidak mengecam juga, lha wong taraf imannya masih segitu kok.

Kalau menyedekahkan uang, sepeda motor, mobil, rumah, helikopter atau apa pun, ya wis, kasihkan saja, titik! Setelah itu Jangan Berharap Apa-apa. Walau kita yakin akan dibalas dengan berlipat ganda, tapi ketidaktepatan dalam niat menjadikan sedekah bukan lagi sedekah, melainkan sekedar jual beli. Sedekahnya sudah bagus, tapi janji Tuhan jangan pernah dijanjikan oleh manusia, nggak boleh!
Banyak orang beribadah yang masih salah niat gara-gara manut omongan si motivator sedekah. Naik haji/umroh biar dagangannya lebih laris. Sholat Duha biar diterima jadi PNS, biar duit banyak, biar jadi milyarder biar dihormati orang. Ibadah itu dalam rangka bersyukur, titik! Menangislah pada Tuhan tapi bukan berarti jadi cengeng. Nabi dalam sholatnya menangis, tapi sebenarnya itu adalah menangisi. Beda antara menangis dan menangisi. Kalau menangis itu kecenderungan untuk dirinya sendiri, tapi kalau menangisi itu untuk selain dirinya : orangtua, anak, istri, kakek, nenek, saudara, sahabat dan seterusnya.
Ada seorang pedagang miskin yang dagangannya nggak laku, dia sabar dan ikhlas : “kalau memang saya pantasnya miskin, dagangan saya nggak laku, saya ikhlas, manut ae, yang penting Tuhan ridho sama saya.” Malah keikhlasan seperti ini yang langsung dijawab oleh Tuhan dengan rejeki berlimpah yang tak disangka-sangka datangnya.
Tapi kalau kita yang ditimpa sial, dagangan nggak laku, biasanya langsung mewek : “Ya Tuhan kenapa saya kok mlarat, miskin, dagangan gak laku, gak bisa beli montor, gak bisa beli mobil, aku salah apa sih..!???” Waaahh…, malaikat langsung gregeten, nampar mukamu : “Oalaaaaah.., cengeng byanget kamu ya…!!!”
Iman seseorang memang tidak bisa distandarisasi. Tiap orang mempunyai kapasitas iman yang berbeda.

Makanya kalau jadi imam harus paham makmumnya. Makmumnya koboi tapi bacaan imamnya panjang-panjang disamakan dengan anak pesantren. Akhire makmumnya di belakang nggerundel, gak ihklas.
Cak Nun mengingatkan, usahakan berbuat baik jangan sampai orang tahu. Kalau bisa jangan sampai orang tahu kalau kita sholat. Lebih ekstrim lagi, jangan sampai Tuhan tahu kalau kita sholat (walau itu nggak mungkin). Pokoknya lakukan saja apa yang diperintahkan dan jauhi yang dilarang-Nya, titik! Itu adalah sebuah bentuk keikhlasan, tanpa pamrih yang luar biasa. Sudah suwung, sudah nggak perduli dengan iming-iming imbalan pahala, yang penting Tuhan ridho, nggak marah pd kita.
Motong rambut atau kuku nggak harus nunggu hari Jum’at. Lha wong paling pingin ML aja kok ya harus nunggu malam Jum’at, Ni gimana sih? Itulah kita, tarafnya masih kemaruk (serakah) pahala. Nggak ada pahala, nggak ibadah. Ini jangan diartikan meremehkan Sunnah Rosul. Pikir sendiri!
“Surga itu nggak penting..!” kata Cak Nun suatu kali. Tuhan memberi bias yang bernama surga dan neraka. Tapi kebanyakan manusia hanya kepincut pada surga. Akhirnya mereka beribadah tidak fokus kepada Tuhan. Kebanyakan kita beribadah karena ingin surga dan takut pada neraka. Kelak kalau kita berada di surga, bakalan dicueki oleh Tuhan. Karena dulu sewaktu di dunia cuma mencari surga, nggak pernah mencari Tuhan. Kalau kita mencari surga belum tentu mendapatkan Tuhan. Tapi kalau kita mencari Tuhan otomatis mendapatkan surga. Kalau nggak dikasih surga, terus kita kost dimana???
“Cukup sudah, jangan nambah file di kepalamu tentang surga dan neraka. Fokuskan dirimu hanya pada Tuhan. Karena sebenarnya orang yang berada di surga adalah orang yang mencari Tuhan. Dzat yang sangat layak dicintai di atas segala makhluk dan alam semesta…” kata Cak Nun

komen komen

============

Akal adalah yang hidayah yang tertinggi diberi allah kepada yg nama nya mahluk manusia klu kita tak diberi akal sama dengan binatang jadi klu akal kita tak bisa menyerap apa yang disampai kan oleh cak nun jagan menyudutkan ,merendah kan seolah olah ilmu orang menyudut kan cak nun sudah merasa tinggi sudah merasa paling tau ,ribuan orang datang setiap cak nun memberi ceramah ,apakah orang yang medengar kan cak nun ceramah tak pakai akal dan logika ? bagaimana kita menafsir kan alquran klu tak pakai akal dan logika bagai kita tau shahih nya hadist klu kita tak punya akal dan logika ? apa sholat kita dan amal ibadah kita sudah pasti diterima allah semua nya masih insysaalah jadi belum ada ulama Manapun yang berani mengatakan bahwa perkataan nya amal ibadah nya pasti diterima allah ,maka perguna 

kan akal dan logika mu yang tidak boleh mengakal ngakali dan meng logika logika kan agama .

===============

sahabat rasullulah aja baik memandang ,medegarkan perkataan dan perbuatan rasullulah saling beda pendapat cara menafsirkan nya apalagi para ulama yang ada sekarang ini juga berbeda beda cara menafsikan nya jadi yang Mana harus kita ikuti maka perganakan akal dan logika .

Utk bahan renungan tulisan cak Nun boleh lah.. Ibadah atau amal itu ekspresi syukur, ini level Nabi yg sudah dipastikan Sorga tapi tetap ibadah..

Masalahnya adalah..ibadah dalam Islam bukan hanya ibadah hati..ada syariatnya.Solat jamaah lebih dianjurkan..berhaji juga ibadah bersama yg memang gak bisa ngumpet..kalau dasar pikiran cak Nun ditelan semua..kita jadi gak solat jamaah seumur hidup..ga potong qurban.. 

lebih gampang latihan ihlas dgn ibadah ngumpet…tapi lebih jempol lagi klo bisa tetap ihlas ibadah walaupun hrs ketahuan orang lain..tidak merasa paling baik..segera lupakan kebaikan kita..ingat terus dosa…

Selamat berjuang dalam ikhlas.. semoga Allah meridhoi..amiin.

Seorang Dokter di Amerika Masuk Islam Karena Satu Ayat al-Quran




Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang cerita masuknya seseorang dokter Amerika kedalam Islam. Dari apa yang kuingat dari cerita yang indah ini yaitu: cerita ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.

Dirumah sakit itu, seseorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang begitu baik, sehingga berikan pengaruh besar untuk mengenal sebagian dokter Amerika. Dan dia, dengan kekuatan itu mengundang decak kagum mereka. Diantara beberapa dokter Amerika ini, dia memiliki satu rekan akrab yaitu orang yang memiliki cerita ini. Mereka berdua selalu berjumpa dan keduanya bekerja di bagian persalinan.

Disuatu malam, di rumah sakit itu terjadi dua momen persalinan secara bersamaan. Sesudah ke-2 wanita itu melahirkan, dua bayi itu tercampur dan tidak ada yang tahu masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin lelaki dan wanita itu.

Kerancuan ini berlangsung disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang ditempatkan di tangan ke-2 bayi itu. Serta saat ke-2 dokter itu tahu kalau mereka ada dalam kebingungan; siapakah ibu bayi lelaki serta siapakah ibu bayi wanita, jadi dokter Amerika berkata pada dokter Muslim

gambar ayat al-Qur'an

“Engkau mengatakan sebenarnya Al-Quran sudah menjelaskan semua suatu hal dan engkau mengatakan sebenarnya Al-Quran itu meliputi semua bebrapa permasalahan apa pun. Jadi tunjukkanlah kepadaku langkah tahu siapa ibu dari masing-masing bayi ini”

Dokter Muslim itupun menjawab, “Ya, Al-Quran sudah menjelaskan semua suatu hal serta bakal saya tunjukkan padamu mengenai hal semacam itu. Biarlah kami mendiagnosa ASI ke-2 ibu dan kami akan temukan jalan keluar. ”

Sesudah terlihat hasil diagnosis, dengan begitu yakin diri dokter muslim itu memberi tahu rekannya si dokter Amerika, siapakah ibu sesungguhnya dari semasing bayi itu.

Dokter Amerika itupun terheran heran dan bertanya, “Bagaimana kamu tahu? ”

Dokter Muslim menjawab, “Sesungguhnya hasil yang terlihat tunjukkan sebenarnya kadar banyak ASI pada payudara ibu si bayi lelaki 2 x lipat kandungannya dibanding ibu si bayi wanita. Perbandingan kadar garam serta vitamin pada asi si ibu bayi lelaki itu juga 2 x lipat dibanding ibu si bayi wanita. ”

Lalu dokter Muslim itu membacakan ayat Al-Quran yang dia jadikan dasar alasan dari jalan keluar itu, “Bagi lelaki seperti sisi dua wanita. ” (QS Annisa Ayat 11)

Dan sesudah mendengarkan dokter Amerika itu makna ayat itu, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu ragu. Maha Suci Allah Robb semesta alam.

Wallau A’lam

Minyak

​​

Dua pakar pemakanan menasihatkan orang ramai supaya tidak menggunakan minyak masak kitar semula lebih daripada tiga kali kerana dikhuatiri ia telah bertukar menjadi racun akrolein yang boleh mengakibatkan kanser.


Minyak Kitar Semula Punca Kanser, Petua Nak Kenalpasti Minyak Masak Kitar Semula Dan 7 Cara Menggunakannya Dengan Selamat


Pakar Pemakanan dan Dietetik Universiti Perubatan Antarabangsa (IMU), Profesor Dr. Fatimah Arshad berkata, kebiasaannya minyak kitar semula yang sudah bertukar kehitaman akibat proses oksidasi itu turut mengandungi karsinogen iaitu zat kimia yang menjadi punca kanser.


“Jika pengguna terdedah dalam tempoh jangka masa panjang dengan minyak masak yang sudah tercemar itu, risiko untuk mereka diserang penyakit kanser adalah amat tinggi,”‘ katanya.


Fatimah berkata, orang ramai seelok-eloknya menggunakan minyak masak sebanyak tiga kali sahaja untuk menggoreng makanan.



Awas bila menggunakan minyak masak dalam bentuk paket! Jangan kompromi dengan harga yang murah. Selidiki dulu sebelum membeli di pasar malam atau gerai-gerai pisang goreng di tepi jalan.


Penggunaan Minyak ‘Recycle’


Peniaga yang menjual makanan ‘deep fried’ sudah tentu tidak akan membuang minyak yang telah digunakan kerana ia akan meningkatkan kos operasi dan mengurangkan margin keuntungan. Kebanyakannya terutama peniaga pisang goreng akan menyimpan minyak yang telah digunakan, menapis kerak-kerak dan kemudian menggunakan semula untuk menggoreng makanan. Perkara ini akan berterusan beberapa hari berikutnya sehingga ke satu tahap dimana minyak itu sudah bertukar menjadi hitam barulah mereka akan menggunakan minyak yang baru. 


Penggunaan minyak ‘recycle’ ini sebenarnya amat merbahaya kerana ia dicemari oleh sejenis bahan yang boleh menyebabkan kanser dan tekanan darah tinggi. Minyak yang telah digunakan akan merosot (teroksida, terpolimer dan terhidrolisis) lalu membentuk komponen merbahaya. Kemerosotan ini diikuti oleh perubahan tahap keasidan lemak, perubahan warna minyak dan peningkatan asid lemak trans – asid lemak yang boleh mengakibatkan serangan jantung.


Kebanyakan orang tidak menyedari bahawa minyak juga adalah punca kepada masalah kulit muka seperti jerawat atau acne. Salah satu kaedah yang paling berkesan untuk mengelak dari masalah ini ialah dengan berhenti dari mengambil makanan yang digoreng lebih-lebih yang digoreng secara deep-fried. Orang Eskimo mempunyai kulit yang licin kerana mereka makan ikan – sumber minyak yang baik untuk omega-3. 


Jangan tertipu kalau beli sesuatu barang. Korang kena jadi pengguna yang bijak tau. Kadang-kadang peniaga ni nak ambil untung banyak mereka akan guna cara yang tak jujur. Jadi, sebelum atau selepas beli, pastikan korang tak tertipu dengan barang yang dibeli okay. Sebagai contoh, minyak masak. 


2 Petua Memastikan Minyak Dibeli Asli Dan Bukan Kitar Semula:


1) Korang letak minyak masak dalam peti sejuk selama 2 jam. Sebab? Untuk memastikan ada atau tidak buih keputihan dan untuk memastikan minyak tu berbuih atau tidak. Sekiranya ada , minyak tersebut adalah minyak kitar semula. Bermaksud, minyak buangan.


2) Cara kedua, masukkan bawang putih dalam minyak tersebut, jika bawang putih bertukar jadi merah, ia bermaksud minyak yang korang guna merupakan minyak kitar semula dan ia sangat bahaya. Bawang putih tidak akan berubah jadi warna merah sekiranya minyak yang kita guna berkualiti baik.


Haa korang boleh cuba petua ni okay? Jangan tertipu tau !


7 Tips Menggunakan Minyak Masak Terpakai


Berikut adalah 7 TIPS menggunakan semula minyak masak dengan selamat:


1. Jangan gunakan semula minyak sayuran yang sudah dipakai terutamanya minyak zaitun (olive oil) kerana smoke point-nya sangat rendah


2. Tapis minyak masak yang sudah digunakan menggunakan kain untuk memastikan tiada sisa makanan tertinggal. Bakteria boleh hidup di dalam makanan dan merosakkan minyak masak.


3. Cuba sebolehnya, gunakan minyak masak terpakai selain daripada menggoreng (contoh: menumis) kerana smoke point minyak masak terpakai sangat rendah. Menggoreng menggunakan minyak terpakai boleh meningkatkan kadar pembentukan toksik HNE. 


4. Matikan api sejurus masakan sudah siap. Haba api boleh merosakkan minyak masak terpakai


5. Jangan guna minyak masak terpakai yang mengeluarkan asap yang banyak dan kebiruan yang memedihkan mata, berbuih, bertukar warna menjadi perang pekat atau mengeluarkan bau tengik apabila dipanaskan. Ia adalah tanda minyak masak sudah rosak.


6. Simpan minyak terpakai dalam bekas gelap dan tidak terdedah dengan haba daripada gas api dan cahaya matahari. Haba boleh merosakkan minyak dengan lebih cepat


7. Sentiasa pastikan minyak masak terpakai anda masih elok. Bau dan lihat warnanya. Jika warnanya menjadi perang pekat, menjadi likat atau pekat, berbau tengik, jangan gunakan lagi. BUANG


Mungkin anda boleh elak menggunakan minyak masak yang rosak di rumah. Tetapi bagaimana pula dengan minyak masak yang digunakan restoran? Adakah mereka mengambil berat tentang perkara ini?


Kurangkanlah memesan makanan bergoreng di restoran. Anda pasti tidak mahu mendapat kanser, hati rosak atau ginjal gagal berfungsi bukan?


Sayangi tubuh badan anda. Ambil berat tentang cara penyediaan makanan!

Mualaf Jerman: Sebelum Menuduh Islam Teroris, Coba Jawab 14 Pertanyaan Ini




Mualaf asal Jerman Pierre Vogel yang mengikrarkan syahadat pada tahun 2001 melontarkan beberapa pertanyaan kepada dunia barat yang selama ini menuduh Islam identik dengan Teroris.

Berikut ini 14 pertanyaan yang disampaikan Pierre dalam sebuah ceramahnya sebagaimana dilansir pijar.net, untuk menjawab tuduhan Ketika Islam dituduh sebagai agama Teroris:

  1. Siapakan yang selalu menjajah sebuah negara damai, aman, tenteram hanya untuk kepentingan ekspansi?
  2. Siapakah yang menyulut perang dunia pertama?
  3. Siapakah yang menyulut perang dunia kedua?
  4. Siapa yang selalu menyiarkan sebuah ajaran agama dengan cara menjajahnya terlebih dahulu?
  5. Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan jutaan rakyat sipil?
  6. Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia?
  7. Siapakah yang membantai lebih dari 100 juta suku indian merah di Benua Utara Amerika?
  8. Siapakah yang membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian merah di benua Selatan Amerika?
  9. Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak (apartheid), Diantara 77 % dari mereka mati di perjalanan dan dikubur di lautan Atlantik?
  10. Siapa yang selalu tertarik untuk menguasai serta “merampas” minyak suatu negara baik dengan cara mengadu domba negara tersebut, mendanai oposisinya, menyebar fitnah bom, membuat negara tersebut tak kunjung ada kedamaian?
  11. Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah sengsara dengan system busuk dan kejinya?
  12. Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat, pembantaian warga Palestina dari tahun 1948 hingga sekarang?
  13. Siapa pelaku dan pendukung krisis dibeberapa negara dengan cara membuat nilai dollar (dengan cara licik) menjadi tinggi hingga negara tersebut tidak sanggup membayar utang dollar dan harus menjual berbagai asetnya?
  14. Siapa pelaku yang selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik dengan menghina tokoh agamanya atau membakar kitabnya?

 

Dari 14 pertanyaan tersebut sama sekali bukan negara Islam maupun orang Islam yang melakukanya.

Silahkan dijawab

Saya Syafii Maarif: Hanya Otak Sakit Sajalah yang Berkesimpulan Ahok Menghina Al-Quran

Tweet on TwitterPlus on Google+

Rakyat.win ~ SEKIRANYA saya telah membaca secara utuh pernyataan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang menghebohkan itu, substansi tulisan ini semestinya sudah disampaikan saat Karni Ilyas, Presiden Lawyers Club,  mengundang saya pada 11 Oktober 2016 melalui studio Yogyakarta. Karena semula audio visual TVOne dari Yogya beberapa saat tidak berfungsi, sehingga saya tidak sempat mengikuti fatwa MUI yang juga dibacakan dengan penuh emosi malam itu. Baru belakangan saya dapat membaca isi fatwa itu melalui internet.

Dalam fatwa itu jelas dituduhkan bahwa Ahok telah menghina al-Quran dan menghina ulama dan harus diproses secara hukum. Tetapi malam itu, akal sehat saya mengatakan bahwa Ahok bukan orang jahat yang kemudian ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan. Yang menghujat saya cukup banyak, yang membela pun tidak kurang. Semua berdasarkan fatwa MUI yang tidak teliti itu. Semestinya lembaga sebagai MUI mestilah menjaga martabatnya melalui fatwa-fatwa yang benar-benar dipertimbangkan secara jernih, cerdas, dan bertanggung jawab.

Dari berbagai sumber yang dapat ditelusuri via internet, keterangan  lengkap Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 adalah sebagai berikut: “Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin pakai surat al-Maidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu ya…” Perhatikan dengan seksama kutipan ini, apakah memang terdapat penghinaan terhadap al-Quran? Hanya otak sakit sajalah yang berkesimpulan demikian. Apalagi jika sampai menista Langit., jauh dari itu. Perkara dikesankan menghina ulama, saya tidak perlu bicarakan di sini, karena memang dalam sejarah Muslim sering bermunculan ulama jahat, penjilat penguasa dengan
fatwa-fatwa murahannya.

Pokok masalah di sini adalah pernyataan Ahok di depan publik di sana agar “jangan percaya sama orang… karena dibohongin pakai surat surat al-Maidah 51.” Ahok sama sekali tidak mengatakan bahwa surat al-Maidah 51 itu bohong. Yang dikritik Ahok adalah mereka yang menggunakan ayat itu untuk membohongi masyarakat agar tidak memilih dirinya. Bung Zuhairi Misrawi dalam pembicaraan telepon dengan saya pada 3 November 2016 mengatakan bahwa di beberapa masjid di Jakarta sudah lama dikobarkan semangat agar rakyat tidak memilih Ahok dalam pilkada 2017 karena dilarang oleh ayat di atas. Bagi saya, apakah Ahok terpilih atau tidak terpilih bukan urusan saya. Itu sepenuhnya urusan para pemilih DKI.

Saya tidak akan memasuki perang penafsiran tentang ayat itu. Pusat perhatian tulisan ini adalah bahwa tidak benar Ahok telah menghina al-Quran berdasarkan kutipan lengkap keterangannya di Pulau Pramuka di atas. Fatwa gegabah MUI ini ternyata telah berbutut panjang. Demo 4 November 2016 adalah bentuk kongkretnya. Semoga demo itu akan berlangsung tertib, aman, dan damai.

Tetapi jika terjadi insiden yang tidak diinginkan, MUI harus bertanggung jawab, karena gara-gara fatwanya, demo itu digelar. Kelompok garis keras merasa dapat amunisi untuk tujuan duniawinya. Kekerasan telah jadi mata pencarian. Adapun beberapa politisi yang membonceng fatwa ini, itu bukan untuk mencari kebenaran, tetapi semata-mata untuk mendapatkan keuntungan politik kekuasaan dalam rangka pilkada DKI Feb. 2017. Apakah kita mau mengorbankan kepentingan bangsa dan negara itu akibat fatwa yang tidak cermat itu? Atau apakah seorang Ahok begitu ditakuti di negeri ini, sehingga harus dilawan dengan demo besar-besaran? Jangan jadi manusia dan bangsa kerdil!

Tulisan yang senada dengan ini dapat dicari di internet, seperti ditulis oleh Ahmed Zainul Muttaqien di bawah judul: “Soal Kalimat Ahok,” dan tiga artikel Zuhairi Misrawi dengan beberapa judul yang saling berkaitan.

Yogyakarta, 3 November 2016 [***]

Buya Syafii Maarif
(Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, cendekiawan muslim)

B​iografi Ringkas Al Habib M. Rizieq bin Husein Syihab

Siapa yang tidak mngenal sosok yang satu ini. Beliau seorang ulama besar Indonesia yang memiliki jutaan pengikut. Seorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pemimpin atau Imam Besar organisasi Front Pembela Islam. Beliau seorang mujahid tangguh, seorang orator ulung dan seorang singa podium ketika di atas panggung. Beliau mampu membangkitkan ruhul jihad didepan banyak orang. Beliau berani mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Setiap pengajian atau atau tabligh akbar yang dimana beliau menjadi penceramahnya suka dihadiri oleh ribuan bahkan ratusan ribu orang. Beliau adalah Dr. Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab, Lc.MA.DPMSS. Rumah beliau terletak di Jl. Petamburan III No. 83, Tanah Abang Jakarta Pusat. Walau pun kini Beliau pindah ke Markaz Syariah di Megamendung Bogor Jawa Barat. Beliau lahir di Jakarta24 Agustus1965

1452539 218916578280342 2110518508 n

Nasabnya hingga ke Rasulullah  S A W

Nasab Al Habib Muhammad Rizieq Syihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaf …bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW

Nasab Istrinya

Nasab Istri Habib Rizieq Syihab adalah Syarifah Fadhlun Yahya binti Faadhil bin Hasan bin Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Aqil bin Syeikh bin Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya bin Hasan bin Ali bin Alwi bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW.

 

Beliau memang keturunan Nabi Muhammad Saw yang ke-38. Beliau mewarisi ketegasan datuknya, kesantunan serta akhlaknya yang baik dan ilmunya yang luas. Meskipun begitu Al Habib Muhammad Rizieq pernah berkata :

“garis keturunan bukan untuk tujuan pamer. Jika itu adalah tujuan, maka harus merupakan kesombongan, dan itu adalah dosa,”

 

Al Habib Husein ayahnya Al Habib Rizieq meninggal dunia tahun 1966. Jadi, ketika itu Al Habib Rizieq baru berusia 11 bulan. ”Jadi saya mengenalnya hanya dari foto,” kata Al Habib Rizieq..

Sang ayah lahir tahun 1920-an, sebelum meninggal di Polonia, Jatinegara, berkata kepada seorang anggota keluarganya, ”Tanyakan kepada putra saya ini, kalau sudah besar mau menjadi ulama atau jagoan. Kalau mau jadi ulama, didik agamanya dengan baik. Kalau mau jadi jagoan, berikan dia golok.”. Al Habib Rizieq pun tumbuh menjadi seorang ulama besar yang segani oleh kawan maupun lawan. Menurut sejumlah teman almarhum Habib Husein Syihab merupakan pemimpin Pandu Arab. Al Habib Husein ini pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan.

 

Al Habib Husein, yang ketika itu masih berusia 20 tahunan, bekerja di bagian logistik. Di sini beliau punya hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Beliau banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya.

Rupanya pihak NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu, karena ada kawannya sendiri yang tega mengkhianatinya dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Al Habib Husein Syihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan ia diseret dengan kendaraan Jeep. Di penjara beliau divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, Al Habib Husein Syihab berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang. Setelah di selamatkan oleh para laskar pimpinan KH. Noer Ali. Beliau selamat, meskipun bagian pantatnya tertembak. Beliau sadar setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari KH Noer Ali, pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.

Pernah dalam suatu kesempatan Al Habib Muhammad Rizieq Syihab memperlihatkan foto ayahnya dengan istri Bung Karno, Fatmawati, dalam suatu upacara pada awal kemerdekaan. Al Habib Rizieq menyatakan bangga terhadap ayahnya punya semangat nasionalisme yang tinggi dan ikut membakar para pemuda Arab melawan Belanda melalui Pandu Arab Indonesia serta merupakan seorang pejuang kemerdekaan.

 

Ayah Al Habib Husein Syihab yaitu Al Habib Muhammad Syihab, dahulu pernah memiliki ratusan delman dan memiliki istal kuda di depan RS Pelni. Delman yang bertrayek Tanah Abang ke Kebayoran Lama ini pernah diganggu oleh preman yang mengaku anak buah si Pitung, jagoan Betawi yang dibenci Belanda.

Seperti dituturkan Al Habib Muhammad Rizieq, kakeknya itu langsung menemui singa betawi si Pitung. Ternyata preman tersebut bukanlah anak buah si Pitung dan si Pitung pun merasa tidak senang namanya dicatut. Rupanya pertemuan itu malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Al Habib Muhammad dikawinkan dengan ponakan Pitung dari Koebon Nanas, Kebayoran Lama. Dari perkawinan ini lahirlah Al Habib Husein Syihab, ayah dari Al Habib Muhammad Rizieq Syihab. Jadi, bisa dibilang bahwa Al Habib Rizieq masih termasuk cucu Pitung sang singa betawi.

Semenjak ayahnya meninggal Al Habib Muhammad Rizieq Syihab tidak dididik di pesantren. Namun, sejak berusia empat tahun Beliau sudah rajin mengaji dari masjid ke masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Al Habib Muhammad Rizieq Syihab

Pendidikan sekolahnya dimulai di SDN 1 Petamburan, SMP 40 Pejompongan, SMP Kristen Bethel Petamburan Jakarta, SMAN 4 Gambir, dan SMA Islamic Village (Tangerang) sampai pada tahun 1982. Kemudian tahun 1983 kuliah di LIPIA selama setahun kemudian Habib mendapat beasiswa dari OKI untuk melanjutkan studi S1 di King Saud University, jurusan Dirasah Islamiyah, Fakultas Tarbiyah. Tahun 1990 Habib Rizieq berhasil menyelesaikan studinya dan sempat mengajar di sebuah SLA di Riyadh selama 1 tahun lalu kembali ke Indonesia pada tahun 1992. Studinya ke King Saudi University, Arab Saudi, yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat cum-laude. Beliau tinggal di Arab Saudi kurang lebih selama 7 – 8 tahun. Selanjutnya Al Habib Muhammad Rizieq Syihab juga telah menyelesaikan Studi Islam S2 dan S3 di Universitas Antar-Bangsa Malaysia.

Sebelum Beliau sekolah di luar negeri, Beliau juga sering menghadiri berbagai majelis taklim yang ada di Jakarta serta belajar pada para ulama dan Habaib yang ada di Jakarta.

Setelah pulang ke Indonesia beliau mulai mengajar bahkan menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah Jamiat Kheir, Jakarta. Selain itu, sekarang ini beliau masih menjabat sebagai Mufti Besar Kesultanan Darul Islam Sulu (gelar: Datuk Paduka Maulana Syar’i Sulu) Malaysia. Jadi, gelar DPMSS merupakan singkatan dari mufti sulu.

Beliau menikah pada 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun serta dikaruniai 7 orang anak perempuan : Rufaidah Syihab, Humairah Syihab, Zulfa Syihab, Najwa Syihab, dan Mumtaz Syihab, Fairuz Syihab dan Zahra Syihab. Anak-anak tersebut disekolahkan di Jami’at Khair, dan juga didatangkan guru privat (ilmu agama dan umum).

Al Habib Muhammad Rizieq Syihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam (FPI) tanggal 17 Agustus 1998 atau tanggal 25 Robi’utsani 1419 H. Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Beliau dalam menegakkan amar maruf nahi munkar memang tegas dan tanpa pandang bulu. Organisasi yang mencanangkan Gerakan Nasional Anti Maksiat pada awal berdirinya. Maka, berbagai kritik, kecaman, tuduhan, tudingan, fitnah dan caci maki, teror, ancaman dan intimidasi kerapkali dialamatkan pada Habib dan organisasi ini.

Berbagai ujian dan cobaan menghantam Habib, serta para aktivis yang tergabung dalam FPI. Pada tanggal 3 Sya’ban 1419 H/ 22 November 1998 terjadi Peristiwa Ketapang, Jakarta, 22 November 1998, sekitar 200 anggota massa FPI bentrok dengan ratusan preman. Peristiwa ini menyeret FPI ke dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia. Bahkan pada tanggal 11 April 1999 Al Habib Rizieq ditembak orang tak dikenal.

Alhamdulillah.. atas berkat pertolongan Allah SWT beliau selamat dari usaha pembunuhan tersebut. Setahun kemudian yaitu sepanjang tahun 2000 terjadi penangkapan besar-besaran terhadap aktivis FPI diberbagai wilayah.

Benarlahlah kata pepatah “semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menerjang”. Begitulah yang dialami oleh Al Habib Rizieq beserta para aktivisnya yang tergabung dalam FPI harus keluar masuk penjara serta menghadapi berbagai badai fitnah, cacian dan ancaman.

Tepatnya pada tanggal 16 Oktober 2002 Al Habib Rizieq dipenjara dalam rumah tahanan Polda Metro Jaya tanpa ada alasan yuridis yang jelas. Kemudian dilanjutkan dengan tahanan rumah, lalu penangguhan penahanan hingga 20 April 2003. Akan tetapi, pada 21 April 2003 Al Habib Rizieq kembali dijebloskan ke penjara rumah Tahanan Salemba. Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2008 Habib Muhammad Rizieq Syihab divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB pada peristiwa Insiden Monas 1 Juni.  Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.

Al Habib Rizieq sangat paham dan mengerti bahwa berbagai penahanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberangusan dakwah Habib bersama FPI dan gerakan amar maruf nahi munkarnya. Berbagai alasan dibuat, pasal berlapis disiapkan dan kedzoliman atas nama hukum dilakukan.

Namun, apapun bentuk kedzoliman yang dilakukan Alhamdulillah.. FPI tetap eksis dan konsisten dengan perjuangan amar maruf nahi munkar. Bahkan jumlah anggota FPI semakin banyak. Diberbagai daerah dari ujung Merauke Aceh sampai ke berbagai pulau yang ada di Indonesia dideklarasikan cabang-cabang FPI. Bahkan di Malaysia telah berdiri cabang FPI. Di negara lainpun seperti di Hadhramaut Yaman, Kairo Mesir telah terdapat cabang FPI yang tergabung dalam FMI (Front Mahasiswa Islam) yaitu organisasi sayap FPI.

Tidaklah heran jika Sulthanul Ilmi Al Habib Salim As Syathiri pimpinan Ribat Tariem Hadhramaut Yaman pernah berkata dalam Haul ayahandanya Al Quthb Al Habib Abdullah bin Umar As Syathiri, “Bahwa para habaib, ulama, shalihin serta aulia banyak sekali di bumi ini termasuk di Indonesia. Akan tetapi, sangat jarang sekali ada seorang habib yang berani seperti Habib Rizieq. Mungkin adanya hanya 800 tahun sekali itu juga dulu ketika zaman Al Imam Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi”.

Al Habib Rizieq berdakwah memang bukan saja melakukan amar maruf nahi munkar dan berjihad, akan tetapi Al Habib Rizieq bersama FPI melakukan berbagai bakti sosial diberbagai penjuru negeri yang ada di Indonesia. Hal ini tentu mengundang simpati masyarakat dan berbagai kalangan. Sangat berbeda jauh dengan pemberitaan-pemberitaan diberbagai media sosial yang selalu menyudutkan atau memojokkan Habib dan FPI. Beberapa bakti atau aksi sosial yang dilakukan oleh Al Habib Rizieq bersama FPI adalah sebagai berikut :

  1. Menjadi evakuator mayat terbanyak ketika terjadi Tsunami di Aceh

Menteri Sosial ketika itu, Dr. Salim Segaf mengapresiasi kontribusi FPI selama ini. “Saya pernah mengunjungi Habib Rizieq dan kawan-kawan FPI ketika bencana tsunami Aceh, saya salut kepada FPI yang telah mengevakuasi puluhan ribu mayat ketika itu,” ujarnya.

“Saat bencana Tsunami Aceh saya bertemu Habib Rizieq, ternyata beliau dan laskar FPI itu tinggal kuburan dengan mendirikan tenda-tenda bukan di hotel. Habib Rizieq memimpin laskar untuk mengevakuasi mayat selama 4 bulan, Subhanallah inilah yang FPI lakukan. Bayangkan, tinggal di kuburan, kita semalam aja udah takut, ini 4 bulan,” ujar menteri sosial menceritakan pengalamannya.

Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, dengan biaya sendiri serta peralatan seadanya FPI berhasil mengevakuasi sekitar 100 ribu mayat, banyak mayat yang sulit dievakusi namun bisa diatasi oleh anggota FPI, bahkan relawan FPI-lah yang menemukan mayat, Juru bicara Polda Aceh, Sayed Husaini. Namun sayang jasa besar FPI itu, hampir tidak diberitakan sama sekali oleh media-media sekuler. Dalam tugu Tsunami disitu ditulis bahwa FPI merupakan yang terbanyak dalam mengevakuasi mayat sedangkan urutan selanjutnya adalah TNI Polri dan lembaga lainnya.

2. Aksi kemanusiaan FPI di lokasi banjir dan kebakaran seperti di Jakarta

Hal ini merupakan rutin dilakukan karena Jakarta merupakan daerah yang sering terkena banjir. Posko-posko untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir berdiri hingga ke berbagai pelosok Jakarta. Bahkan tak jarang Imam Besar FPI Al Habib Rizieq juga langsung terjun ke lapangan.

3. Gempa Padang

Seperti halnya di Aceh relawan FPI juga banyak yang turun ke Padang. Bahkan hingga berbulan bulan menolong korban gempa.

4. Letusan Merapi Yogya

5. longsor Leuwi Gajah

6. air bah Morowali

7. Jebolnya tanggul Situ Gintungg TangerangKerusuhan Mbah Priok

8. Tsunami di Pangandaran

9. Longsor di Ciwidey Bandung dan berbagai tempat lainnya yang mengalami bencana Relawan FPI selalu terdepan.

10. Bantuan untuk Palestina rutin setiap tahunnya tak kurang dari Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah).

11. Pembagian sembako bagi orang-orang yang tidak mampu di berbagi tempat

  1. Kerjasama FPI dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program Bedah Kampung. Ribuan rumah miskin di puluhan kampung Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, dan Gresik, berhasil dibedah.
  2. Kerjasama FPI dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Ribuan pengikut Ahmadiyah taubat dan masuk Islam. Seperti di Tenjo Waringin Tasik, 800 warga Ahmadiyah kembali pada Islam.
  3. Sejumlah Pemda di berbagai Daerah bekerjasama dengan FPI dalam program kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan, pemberantasan hama pertanian, penghijauan lahan gundul, dan sebagainya.
  4. Bahkan pernah ada kerjasama FPI dengan almarhum Taufiq Kiemas Pimpinan MPR RI dalam pemantapan Empat Pilar RI. FPI tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika selama ditafsirkan secara benar dan lurus. Maka itu Mantan Menteri Dalam Negeri Indonesia Gamawan Fauzi pernah mengimbau agar Kepala Daerah bisa menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat ini.
  5. Bahkan saat ini FPI sedang melakukan upaya pencegahan banjir Jakarta dengan mereboisasi daerah hulu sungai yang mengarah ke Ibu Kota. Lokasi bertempat di Pesantren Agrikultural dareah Gunung Pangrango, Puncak. Pada Januari FPI menanam sekitar 40 ribuan pohon. Ketua FPI Habib Rizieq Sihab menargetkan agar di bulan Desember ada 300 ribu pohon tertanam di sana. Sehingga dua tahun kedepan ada satu juta pohon untuk reboisasi hutan Lokasi. Di daerah tersebut ada empat aliran sungai yang mengarah ke Jakarta.

Aksi sosial tersebut merupakan sebagian kecil yang sudah disumbangkan oleh FPI untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Masih banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya yang telah dilakukan oleh Al Habi Rizieq Syihab bersama FPI.

6 Tabiat Perempuan Ketika Mesej Yang Buatkan Lelaki Menyampah!


Bila ada pasangan ni, memang telefon tu tak boleh jauh. Setiap masa nak kena mesej tak kira wanita mahupun lelaki.

Untuk perempuan, pasti anda perasan lama-kelamaan si lelaki akan mula lambat balas mesej anda dan layan pun ala kadar je sewaktu ‘bermesej’.

Bukan sebab si lelaki ni ada orang lain ataupun tak sukakan anda dah, tapi ada beberapa tabiat ‘jelik’ yang perempuan suka buat ketika ‘bermesej’.

1. Lambat sangat nak balas mesej..

Texting-Gif-Barney

Di awal percintaan, masing-masing reply mesej laju je. Tapi makin lama si perempuan ni ambil masa nak jawab semua soalan, buatkan si lelaki bosan dan malas dah nak reply cepat. Tapi lelaki pun sama kot!


2. Balas mesej pendek-pendek..’K’..

53a053c3727df_-_giphy

Perempuan ni kalau boleh setiap hari mengalami mood swing. Ada je benda tak kena. Kalau setiap masa reply ‘ok’ atau pun ‘K’ je, memang si lelaki akan cari lain la.


3. Mesej masa tengah sibuk

awkward-texting

Lelaki paling tak suka apabila diganggu ketika di pejabat dan sedang sibuk. Bila lelaki tak balas mesej, mula la tuduh macam-macam. Ada perempuan lain la. Cuba la profesional sikit.


4. Bila si lelaki nak mesej, si perempuan reply nak tak nak

anigif_enhanced-21576-1410177078-1

Ni masalah perempuan. Bila si lelaki sibuk masa tu la nak mesej. Tapi bila free, nak tak nak pula mesej. Lelaki ni cepat bosan dan dia akan anggap anda tak berminat untuk bersama.


5. Bila perempuan abaikan pujian

joel-mchale-throwing-phone

Yelah, bila dah mesej panjang-panjang, mesti la si lelaki akan berikan pujian. Deorang paling menyampah bila perempuan tak ucapkan terima kasih langsung. Ini tak, bagi emoticon ‘malu-malu kucing’ je.


6. Minta pendapat tentang baju baru

anigif_original-12511-1406911300-9

Perempuan dengan shopping tak dapat dipisahkan. So, bila beli baju baru je, mereka akan ambil gambar atau berselfie dengan pakaian dan hantar pada teman lelaki untuk minta pendapat.

Buni Yani Akui Salah Transkrip Ucapan Ahok Soal Surat Al Maidah Ayat 51

Herianto Batubara – detikNews

Buni Yani Akui Salah Transkrip Ucapan Ahok Soal Surat Al Maidah Ayat 51Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah/detikcom

FOKUS BERITA:Demo 4 November Ricuh

Jakarta – Demo massa 4 November ini tak terlepas dari postingan tulisan Buni Yani di Facebook saat mengunggah video Ahok soal Surat Al Maidah ayat 51. Buni Yani sendiri sebenarnya sudah mengakui bahwa dirinya salah mengutip ucapan Ahok. Bagaimana ceritanya?

Masalah ini berawal saat Buni Yani memposting video Ahok yang tengah berbicara di hadapan warga di Kepulauan Seribu. Di postingan video itu, dia juga memasukkan tulisan bernada provokatif. Begini tulisan Buni Yani di video yang diunggahnya tersebut:

“Penistaan terhadap agama?

“Bapak-ibu (pemilih muslim)…dibohongi Surat Al Maidah”…(dan) masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi,”

“Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini.”

Demikianlah postingan tulisan Buni Yani yang diunggahnya ke Facebook pada Kamis (6/10/2016) lalu. Postingan video dan tulisan Buni Yani itu pun langsung viral. Terjadi pro dan kontra di kolom komentar postingannya itu.

Banyak umat Islam yang emosinya tersulut setelah melihat postingan Buni Yani itu. Postingan itu pun jadi viral karena dishare netizen ke berbagai media sosial lainnya.

Namun saat itu, sejumlah orang juga memprotes keras Buni Yani. Mereka keberatan karena menilai Buni Yani ‘memelintir’ ucapan Ahok. Tulisan Buni Yani di Facebook itu tidak sesuai dengan ucapan Ahok, apalagi videonya tidak dimuat utuh.

detikcom sendiri telah melihat video Ahok di Kepulauan Seribu saat bicara soal Surat Al Maidah ayat 51 itu secara utuh. Di video itu, Ahok memang tidak ada menyebut ‘dibohongi Surat Al Maidah’, namun ‘dibohongi pakai Surat Al Maidah’. 

“Jadi enggak usah pikiran ‘Ah nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya bubar’. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa-red). Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak ibu enggak usah merasa enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok, enggak suka sama Ahok nih,” demikian petikan ucapan Ahok saat itu.

Baca juga: Ini Video Utuh Ahok Pidato Singgung Surat Al Maidah 51 yang Jadi Polemik

Di acara Indonesia Lawyers Club TVOne pada Selasa (11/10) lalu, Buni Yani sudah bicara soal awal mula dirinya memposting video Ahok dan juga tulisannya di video itu. 

Di acara tersebut Buni Yani mengisahkan, saat pulang ke rumah dan hendak mandi pada Kamis (5/10), dirinya membuka Facebook. Di timeline-nya muncul tautan dari akun Media NKRI soal video Ahok di Kepulauan Seribu. Di video itu ada tulisan pengantar ‘Ahok mengatakan ada kebohongan pada Al Maidah Ayat 51, bagaimana menurut Anda?’

“kemudian tertarik saya dengan pengantar ini. Lalu saya coba klik video tersebut, setelah saya klik memang betul. Itu luar biasa menarik. saya berulang-ulang dengar rupanya ada sesuatu yang sangat sensitif yang dikatakan oleh sumber tersebut dan yang mengatakannya adalah pejabat tersebut (Ahok). Sebagai seorang wartawan dan peneliti media, ini kelihatannya saya harus share ke orang bahwa ada lho seorang pejabat publik yang kita gaji, kita ongkosi program-programnya kemudian dia menyinggung sesuatu yang kelihatannya kurang…dalam pandangan saya mestinya tidak dikatakan karena sensitif,” kata Buni Yani.

Meski menyatakan telah mendengar rekaman video Ahok berulang-ulang, Buni Yani mengakui bahwa dirinya salah mentranskrip ucapan Ahok. Dia mengakui Ahok memang tidak ada menyebut ‘dibohongi Surat Al Maidah’, namun ‘dibohongi pakai Surat Al Maidah’. 

“Jadi karena saya tidak menggunakan earphone jadi itu enggak ketranskrip. Tapi tadi saya lihat memang ada kata pakai, saya mengakui kesalahan saya sekarang,” ucap Buni Yani.

“Tetapi, meskipun saya mengakui kesalahan saya persoalan kata pakai, secara semantik bahwa tetap di sana ada unsur sensitif yang mestinya tak diucapkan oleh pejabat publik,” imbuhnya.

Baca juga: ‘Apa yang Saya Lakukan Jika Agama Dihina’ Viral di Medsos
http://tv.detik.com/20detik/embed/161007006/

Back To Top

Komisi Hukum MUI: AHOK AKAN DIPAKSAKAN DINYATAKAN “TIDAK BERSALAH”?

Komisi Hukum MUI: AHOK AKAN DIPAKSAKAN DINYATAKAN “TIDAK BERSALAH”?


AHOK AKAN DIPAKSAKAN DINYATAKAN

“TIDAK BERSALAH”?


Berita akhir-akhir ini, merupakan rekayasa kaliber raksasa untuk mencoba membalik-paksa pendapat masyarakat luas bahwa ahok telah menistakan agama (Islam) menjadi ahok sama sekali tidak menistakan agama (Islam), dengan dua cara, yaitu:

1. Mengangkat isu lama tapi seolah baru tentang transkripsi ucapan ahok (lihat:https://news.detik.com/berita/d-3337570/buni-yani-akui-salah-transkrip-ucapan-ahok-soal-surat-al-maidah-ayat-51 dll.), seolah-olah karena kesalahan transkripsi itulah lantas menyulut kemarahan umat islam secara salah arah dan seolah-olah hanya Buni Yani saja yang telah mendengarkan langsung ucapan ahok di Kepulau Seribu itu –sebuah pendapat yang keliru atau bodoh;

2. Membenturkan pendapat antara pernyataan ahok yang otentik, berbunyi “jangan mau dibohongi pakai Al Qur’an  Al Maidah 51” dengan pernyataan ahok yang tidak otentik, “jangan mau dibohongi Al Qur’an Al Maidah 51” (tidak ada kata ‘pakai’), seolah-olah masyarakat luas tidak pernah tahu/mendengar ucapan ahok yang otentik, dan seolah-olah pula ucapan ahok yang otentik

(menggunakan kata pakai) itu tidak menodai agama (Islam).

Padahal mudah sekali kita cek di youtube (mis. Pernyataan Lengkap Ahok Saat Sebut Surat Al-Maidah Ayat 51, dll.), mereka yang telah menyimak secara langsung ucapan ahok berbunyi, “…..yakan dibohongi pakai Surat Al Maidah 51 macam-macam itu…” , dan dilanjutkan ucapan ahok berbunyi,“….Jadi babak-ibu perasaan, gak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, gak papa….” , sudah mencapai lebih dari 400.000 orang. Ini belum lagi dijumlahkan dengan mereka yang mendengarkan dari jalur lain, diyakini sudah mencapai jutaan orang.

Ahok menuduh umat islam (untuk tidak memilih dia) dibohongi pakai Al Maidah 51 dan dibodohin (agar) takut masuk neraka, jelas suatu bentuk penistaan/penodaan agama (Islam), baik itu menistakan para penceramah (ulama, ustadz, atau siapapun saja), atau menistakan Al Qur’an seolah-olah Al Qur’an sebenarnya tidaklah melarang umat Islam untuk memilih dirinya (sebagai seorang non muslim) dalam Pilkada DKI –padahal sangat keras melarang.

(Baca: PENDAPAT DAN SIKAP KEAGAMAAN MUI: Ahok Telah Menghina Al-Quran dan menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum)

Untuk itu saya memperingatkan diri saya sendiri dan kalian semua wahai umat Islam, “dan janganlah kalian  menukar perjanjian kalian dengan Allah dengan harga yang murah, sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (Al Qur’an, 16:95).

Jakarta, 6 November 2016

M. Luthfie Hakim, S.H., M.H.
Komisi Kumdang MUI
Bendahara GNPF MUI

NB: Mohon disebarkan utk menggagalkan rekayasa kasus ahok dan untuk syiar fakta berita sebenarnya.