​APA YANG TERJADI KETIKA ORANG MENINGGAL?

Proses ketika seseorang meninggal dunia di mata manusia yang hidup hanya nampak sebagai proses sakaratul maut. Setelah nyawa berpisah dari raga, tidak nampak aktifitas apapun dari jenazah dan kita yang hidup tidak mengetahui apa yang terjadi dan apa yang dirasakan oleh orang yang sudah meninggal tadi.
“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang”

(H.R. Tirmidzi)
“Kematian yg paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yg menancap di selembar kain sutera.

Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yg tersobek ?”

(H.R. Bukhori)
“Demi Allah, seandainya jenazah yg sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian,niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut,

dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghazali mengutip atsar Al-Hasan).
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
Imam Ghazali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik- tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.  Dalam suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah subhanahu wa ta’ala agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku ? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.” (Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddinn)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s