Terkait Speaker Adzan dan Muratal Masjid, JK Anggap Muslim Tak Toleransi kepada Non-Muslim

‚ÄčLangkah Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk melakukan penataan loudspeaker atau pengeras suara masjid dimulai. Sebanyak 100 tim Tim Pemantau loudspeaker akan diterjunkan.

Mewakili Jusuf Kalla (JK) selaku ketua Dewan Masjid Indonesia, Juru Bicara Wakil Presiden Husain Abdullah mengatakan jika kehadiran Tim Pemantau sejatinya merupakan salah satu bagian saja dari program besar DMI untuk membenahi kualitas sound system atau sistem tata suara di masjid-masjid.

“Program ini akan menjangkau 800 masjid dan mushala di Indonesia,” ujarnya kemarin. Selama ini, JK memang getol mengkritik keberadaan pengeras suara di masjid -masjid yang sering menyetel kaset pengajian sejak dinihari. Menurut JK, hal tersebut kurang menunjukkan sikap toleransi kepada warga masyarakat sekitar masjid yang nonmuslim karena mengganggu waktu tidurnya, lansir jpnn 27 Juli 2016. Yang terbaru, JK juga menyebut jika salah satu pemicu insiden kerusuhan bernuansa SARA di Tolikara, Papua, adalah penggunaan loudspeaker saat shalat Idul Fitri. Pernyataan inilah yang lantas memicu kontroversi.

Husain mengatakan, penataan pengeras suara masjid sebenarnya juga sudah memiliki landasan hukum, yakni Instruksi Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nomor KEP/D/101 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushala yang dikeluarkan sejak 1978 silam. “Jadi ini bukan barang baru,” katanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s