Sekerat Roti yang Menyelamatkan

​

Sekerat Roti yang Menyelamatkan
Pada suatu malam ketika makanan yang tersisa hanyalah sekerat rotidi sisi lain ia juga tengah menyusui bayinya seseorang berada di balik pintu rumahnya.


PERNAH suatu ketika dataran Arab mengalami musim panas terhebat dan tidak turun hujan selama berbulan-bulan. Kaum Bani Israil pun dilanda muslim paceklik karena persediaan bahan makanan mereka mulai berkurang drastis. Di antara mereka, hiduplah seorang wanita yang baru saja melahirkan bayinya.

Pada suatu malam ketika makanan yang tersisa hanyalah sekerat rotidi sisi lain ia juga tengah menyusui bayinya seseorang berada di balik pintu rumahnya.

Wahai hamba Allah, perutku sungguh sangat lapar. Berilah aku sedikit rezekimu.

Suara lemah dari seseorang di balik pintu tersebut. Sang wanita yang hampir menyantap roti satu-satunya itu, berjalan mengampiri pemilik suara. Dilihatnya seorang pengemis tua dengan tubuh yang sangat kurus kering. Aku benar-benar mohon pertolonganmu. Niscaya Allah akan menggantinya dengan kenikmatan, lanjut si pengemis.

Wanita tersebut merasa sangat iba melihat pengemis tersebut, apalagi suara rintihannya yang menyedihkan. Ia pun memutuskan untuk memberikan sekerat roti miliknya. Tentu saja sang wanita sangatlah lapar. Tetapi ia merasa penderitaan pengemis di depannya melebihi dirinya sendiri.

Hari berikutnya sang wanita bersama bayinya pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Saat ia sibuk menebang dan mengumpulkan kayu-kayu tersebut, seekor srigala muncul dan menyambar bayi yang berada dalam gendongannya. Dengan gerakan yang lincah, serigala tersebut menerobos semak belukar membawa lari bayinya. Ia pun mengejar untuk menyelamatkan bayinya dengan mendengar suara tangisnya.

Tangis sang wanita pecah. Allah Swt yang Maha Pengasih menurunkan pertolongannya melalui malaikat Jibril. Tanpa memerlukan waktu yang lama, malaikat Jibril berhasil merebut bayi dari mulut serigala, dan mengembalikannya kepada sang wanita sambil berkata, Wahai hamba Allah, hari ini pertolongan Allah telah datang atasmu. Ikhlaskah kau saat memberikan sedekah sekerat roti kepada seorang, Tentu saja hamba ikhlas, jawab sang wanita.

Jika demikian, maka Allah telah mengikhlaskanmu untuk memiliki kembali bayimu.
Sesungguhnya engkau tergolong ke dalam orang-orang saleh yang mengasihi.

Sang wanita pun mendapatkan kembali bayinya. Allah Swt telah memberikan balasan atas keikhlasannya bersedekah kepada seorang pengemis miskin.
Permisalan (nafkah yang dikeluarkan) orang-orang yang menfkahkan harta di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(QS Al Baqarah [2]: 261). []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s