Benarkah Ahlusunnah Itu Penyembah Kubur, Syirik, Bid’ah???…

Benarkah Ahlusunnah Itu Penyembah Kubur, Syirik, Bid’ah???…

Sudah menjadi kebiasaan atau adat orang Islam menziarahi kubur.


Salah satu hal yang lazim di kerjakan oleh umat Islam Ahlus sunnah wal- jama’ah adalah melakukan tahlilan, diarah kubur dan sebagainya. Namun belakangan ini muncul kalangan yang dengan cepat dan mudahnya memvonis amalan kaum muslimin tersebut sebagai amalan bid`ah, sesat, dan di klaim sebagai penyembah kubur dengan membawakan argument-argument yang sering kali mempengaruhi kalangan umat umumnya awam khususnya. Atas dasar itu, maka saya mencoba menerangkan sedikit landasan hukum tahlilan yang telah di amalkan oleh para ulama semenjak dahulu, Karena Menurut pendapat ahlussunnah wal jama’ah, pahala doa dan shadaqah bisa sampai kepada orang yang sudah meninggal dan dapat bermanfaat bagi mereka dengan beberapa dalil Dari Al- qur”an, Hadis Dan 4 Mazdhab.

PERTAMA : QS. Muhammad ayat 19

وَ إسْتََغْفِرْ لِذَ نْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ (محمد:۱۹)

“Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan”. (Muhammad:19)

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan mendapatkan manfaat dari istighfar orang mukmin lainnya. Dalam Tafsir Al-Khazin dijelaskan:

KEDUA : HR.Muslim, :1672.

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَجُلًا اَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوْصِ وَاَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ اَفَلَهَا اَجْرٌ اِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ (رواه مسلم ،١٦٧٢)

“Aisyah RA, “Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Ibu saya meninggal secara mendadak dan tidak sempat berwasiat. Saya menduga seandainya ia dapat berwasiat, tentu ia akan bersedekah. Apakah ia akan mendapat pahala jika saya bersedekah atas namanya?” Nabi menjawab, “Ya”.”

Rasulullah Juga pernah Berkata :

تَصَدَّقُوْا وَلَوْ بِتَمَرَةٍ

Shadaqahlah kamu, meskipun hanya berupa sebutir kurma. (HR. Al Bukhori).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abi Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ اَلْخُدْرِيِّ قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ اْلمَلَائِكَةُ وَغَشِيَهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ ( رواه مسلم, ۴۸۶۸)

“Dari Abi Sa’id al-Khudri RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berdzikir kepada Allah SWT, kecuali mereka akan dikelilingi malaikat, dan Allah SWT akan memberikan rahmat-Nya kepada mereka, memberikan ketenangan hati dan memujinya di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya” (HR. Al-Muslim, 4868).

فأما الدعاء والصدقة فذاك مجمع على وصولهما ومنصوص من الشارع عليهما

Maka adapun  masalah do’a dan shasdaqah maka hal itu ijmak ulama sampai fahalanya dan keduanya telah dinashkan dari syara’ ( Tafsir ibnu katsir jilid 4 hal 268 cet. Dar fikr tahun 1997).


Kemudian Menurut Empat Mazhab :

PERTAMA|.Mazhab syafi’i.

Imam nawawi yang wafat pada tahun 676 h. dalam majmu nya meriwayatkan:

أخبرنا الربيع بن سليمان قال حدثنا الشافعي إملاء قال : يلحق الميت من فعل غيره وعمله ثلاث : حج يؤدى عنه ومال يتصدق به عنه ودعاء

Imam syafi’i berkata : mayit bisa mendapat pahala dari perbuatan dan amal orang lain ada 3.

1.Haji yg dlaksanakan dari nya.

2.Harta yg dishadaqahkan dengan harta itu.

3.Dan do’a untuk nya.

Imam qurtubi dalam kitab tazkirahnya menceritakan,bhw diperlihatkan dalam mimpi,setelah ibnu abdissalam nya wafat,lalu di tanya tentang fatwanya itu yg mengatakan tidak boleh menghadiahkan bacaan quran,lalu ibnu abd salam menjwab “Dahulu aku memfatwakan itu di dunia,sekarang nyata bagi ku,bahwa bacaan alquran itu ternyata sampai ke mayit”.

Bahkan Murid senior Imam al-Syafi’i, al-Za’farany (w. 260 H) berkata :

سألت الشافعى رحمه الله عن قراءة عند القبر فقال لا بأس به

Saya pernah bertanya kepada imam syafi’i tentang membaca al-qur’an disamping kubur. Beliau menjawab “TIDAK MENGAPA”(Syarh al-Shudur, Imam al-Sayuthi, hal. 311, cet. Dar al-Madani, 1985)

وحكى النووي في شرح المسلم والأذكار وجها أن ثواب القراءة يصل إلى الميت كمذهب الأئمة الثلاثة

Imam nawawi dalam syarah muslim dan azkarnya satu wajah menyebut bahwa pahala bcaan qur’an itu sampai ke mayit seperti pendapat mazhab hanafi,maliki, dan hanbali,

واختاره جماعة من الأصحاب منهم ابن الصلاح والمحب الطبري وابن أبي الدم وابن أبي عصرون وعليه عمل الناس

Dan memilih smpai nya bcaan itu kemayit beberapa kumpulan ulama,diantaranya,ibnu shalah,muhibbu thibari,ibnu abiddam,ibnu abi ashrun,dan atas ini lah skrg bnyak orang mengamalkan nya. “APA SAJA YANG DIPANDANGAN ULAMA-ULAMA ITU BAGUS,MAKA BAGUS PULA PULA DI SISI ALLAH INSYAALLAH”

KEDUA|.Mazhab hanbali

وحكي عن أحمد بن حنبل : أنه قال : يلحق الميت ثواب ما يفعل عنه من الصلاة والقراءة والذكر

Driwayatkan dari imam ahmad bin hanbal,bahwa beliau brkata “mayit bs mendpat pahala yg dkerjakan untuk dia dari shalat,bacaan quran dan zikir2.

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﺑﺎﺗﻔﺎﻕ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ

Adapun shadaqah yg dkeluarkan untk mayit,itu bermanfaat,dgn ittifaq para imam

ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺼﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﺛﻮﺍﺏ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻻ ﻧﻔﺲ ﺍﻟﻌﻤﻞ

Bahwsanya yg sampay kpd mayit itu hanya pahala amal itu,bukan zat amal itu

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ : ﺇﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻫﺪﺍﺀ ﺛﻮﺍﺏ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﻤﺎﻟﻴﺔ ﻭﺍﻟﺒﺪﻧﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﻣﻮﺗﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﺬﻫﺐ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﻫﺪﻱ ﻟﻤﻴﺖ ﺛﻮﺍﺏ ﺻﻴﺎﻡ ﺃﻭ ﺻﻼﺓ ﺃﻭ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺟﺎﺯ ﺫﻟﻚ

Para ulama ijma,bhw boleh nya menghadiahkan pahala ibadah shadaqah dan pahala ibadah badan kpd mayit yg islam,seperti itu mazhab ahmad,abu hanifah,maliki dan syafi’i,jadi apabl mayit di hadiahkan pahala puasa,sholat,dan bcaan,maka boleh.

KE TIGA|. mazhab maliki, Dalam kitab hasyiah dusuqi ala syarhil kabir syekh dardir,Imam muhammad bin ahmad addusuqi almaliki.

قال ابن رشد : وإن قرأ الرجل وأهدى ثواب قراءته للميت جاز ذلك وحصل للميت أجره

Ibnu rusydi berpendapat,jika seseorang membca alquran,dan ia hadiahkan pahalanya untuk mayit,maka boleh dan smpai pahalanya untuk si mayit.

لحديث النسائي عن النبي صلى الله عليه وسلم : من دخل مقبرة وقرأ قل هو الله أحد إحدى عشرة مرة وأهدى ثوابها لهم كتب الله له من الحسنات بعدد من دفن فيها

Ada hadist diriwayatkn imam nasa-i,dari nabi kita bersabda : barangsiapa masuk pekuburan,dan membaca surah al ikhlas 11x,dan ia hadiahkan pahalanya untk orang2 di pekuburan itu,maka Allah tulis beberapa kebaikan untk pembca td sebilangan manusia yg dikuburkan dsana.

KEEMPAT|. Mazhab Hanafi:

Imam ‘alauddin abu bakar bin mas’ud alhanafi berkata dalam kitab-nya.

بدائع الصنائع في ترتيب الشرائع من صام أو صلى أو تصدق وجعل ثوابه لغيره من الأموات أو الأحياء جاز ويصل ثوابها إليهم عند أهل السنة والجماعةوقد صح عن رسول الله أنه ضحى بكبشين أملحينأحدهما عن نفسه والآخر عن أمته ممن آمن بوحدانيت الله وبرسالته

Barangsiapa puasa,atau sholat atau bershodaqah dan ia jadikan pahalanya untuk orangyg meninggal atau yg hidup,maka boleh dan smpai pahalanya itu kpd mereka,di sisi ulama ahlus sunnah waljamaah,Telah sahih riwayat dari rasulullah,bahwa beliau menyembelih 2 kambing kibasy,salah satunya pahalanya diperuntukkan untk beliau,dan yg satunya untuk semua ummatnya yg beriman kepada allah s.w.t,dan kerasulan beliau.

Bahkan  Bagi mereka yang selalu membid’ahkan orang yang mengirim pahala kepada orang yang telah meninggal sangat bertolak belakang dengan paham mereka sendiri, aneh memang bahkan sangat aneh, tapi apa boleh buat inilah realita hari ini.

Cobak Anda simak Pendapat Muhammad Bin Abdul Wahhab dalam kitabnya Ahkam Tamanni al-Maut, halaman. 75

وَأَخْرَجَ سَعْدٌ الزَّنْجَانِيُّ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ مَرْفُوْعًا: مَنْ دَخَلَ الْمَقَابِرَ ثُمَّ قَرَأَ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ، وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، وَأَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ، ثُمَّ قَالَ: إِنِّيْ جَعَلْتُ ثَوَابَ مَا قَرَأْتُ مِنْ كَلاَمِكَ لأَهْلِ الْمَقَابِرِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، كَانُوْا شُفَعَاءَ لَهُ إِلَى اللهِ تَعَالَى. وَأَخْرَجَ عَبْدُ الْعَزِيْزِ صَاحِبُ الْخَلاَّلِ بِسَنَدِهِ عَنْ أَنَسٍ مَرْفُوْعًا: مَنْ دَخَلَ الْمَقَابِرَ، فَقَرَأَ سُوْرَةَ يس، خَفَّفَ اللهُ عَنْهُمْ، وَكَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيْهَا حَسَناَتٌ. (الشيخ محمد بن عبد الوهاب النجدي، أحكام تمني الموت (ص/٧٥

Sa’ad al-Zanjani meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah secara marfu:

“Barangsiapa mendatangi kuburan lalu membaca surah al-Fatihah, Qul huwallahu ahad dan Alhakumuttakatsur, kemudian mengatakan: “Ya Allah, aku hadiahkan pahala bacaan al-Qur’an ini bagi kaum beriman laki-laki dan perempuan di kuburan ini,” maka mereka akan menjadi penolongnya kepada Allah.” Abdul Aziz –murid al-Imam al-Khallal–, meriwayatkan hadits dengan sanadnya dari Anas bin Malik secara marfu’: “Barangsiapa mendatangi kuburan, lalu membaca surah Yasin, maka Allah akan meringankan siksaan mereka, dan ia akan memperoleh pahala sebanyak orang-orang yang ada di kuburan itu.” Dalam Masalah ini Ibnu Qayyim Aljauzy dalam kitab Ar-Ruh juga mengatatakan demikian.”Bahwa mereka berwasiat agar dibacakan al-Qur’an di sisi makam mereka ketika pemakaman”

NOTE : Syarat sampai pahala bacaan tergantung niat  jika niat tidak lurus, maka pahala bacaan tidak akan sampai. Dituntut keikhlasan bagi setiap yang bersedekah baik dalam bentuk harta maupun dalam bentuk bacaan Al Qur’an.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Allah tidak memandang rupa dan harta kamu tetapi Dia memandang hati dan amalan kamu.”
(HR Muslim 4651).

Ada beberapa syarat menurut Imam Syafi’i rahimahullah agar sampai pahala bacaan tersebut:

Pertama :  Apabila mendo’akannya untuk mayyit.
Kedua     :  Apabila meniatkan pahala bacaannya untuk mayyit.
Ketiga     :  Apabila dibacakan di hadapan mayat atau diiringi dengan doa setelahnya, maka para ulama termasuk Imam al-Syafi’i dan Imam madzhab lain sepakat bahwa pahalanya bisa sampai kepada si mayat.

Hal yang perlu kita ingat selalu adalah yang dapat memahami dan menjelaskan perkataan Imam Mazhab yang empat adalah pengikut Imam Mazhab yang empat bukan pengikut ulama Muhammad bin Abdul Wahhab, pengikut ulama Ibnu Taimiyyah ataupun pengikut ulama Al Albani dan lain-lainnya.

Wallahu A’lam Bisshawab.(Ust. Awam

Nara Sumber :

http://www.aqidatuna.org/benarkah-ahlusunnah-itu-penyembah-kuburan-syirik-bidah/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s