Setelah Puluhan Tahun Di Tindas, Di Usir, Di Bantai, Akhirnya Muslim Myanmar Bangkit

Selasa 12 July 2016M.
Selasa 6 Syawal 1437H.
Myanmar : “Setelah Puluhan Tahun Di Tindas, Di Usir, Di Bantai, Akhirnya Muslim Myanmar Bangkit ! Mohon Do’a Seluruh Umat Islam.”

image

ARAKAN (Arrahmah.com) – Para ulama banyak menamakan bulan Ramadhan antara lain Syahrul Qur’an, Syahru Shiyam, Syahrul Mubarak dan tak ketinggalan Syahrul Jihad.

Ramadhan al mubarak disebut Syahrul Jihad karena sirah nabawiyah mencatat pada bulan ini telah terjadi perang Badar Kubra. Ini adalah perang yang pertama kali terjadi antara 303 kaum Muslimin melawan 1000 kaum musyrikin Quraisy.

Kemenangan berada di pihak kaum Muslimin. Sejarah mencatat musyrikin Quraisy yang mati sejumlah 70 orang termasuk Abu Jahal dan 70 lainnya tertawan. Adapun Muslimin yang syahid di jalan Allah berjumlah 14 orang.

Akankah sejarah akan berulang? Ratusan mujahid Rohingya berlatih perang alias i’dad di bumi yang nanti akan dikobarkan Jihad disana untuk malawan musyrik Budhis beserta bala tentaranya.

Redaksi arrahmah.com sengaja menyuguhkan foto-foto eksklusif ini khusus di bulan jihad untuk menyemangati semua Muslim di seluruh dunia akan berkobarnya Jihad di Rohingya Arakan.

Allahu akbar Mujahidin Rohingya terwujud di negeri Arakan Rohingya, Myanmar. Begitulah respon Muslim di seluruh dunia bila melihat foto-foto eksklusif latihan perang Muslim Rohingya yang tempatnya masih dirahasiakan. Meski demikian i’dad ini terbuka untuk mujahidin dari manapun untuk hadir di bumi Arakan. Bahkan mereka membutuhkan dukungan prajurit-prajurit Allah dari seluruh penjuru dunia untuk i’dad dan Jihad fi sabilillah.

Merayap, berlari, melompat, memanjat tali, dan meniti titian tali dari ketinggian 5 meter adalah latihan-latihan fisik dasar para Mujahidin. Selanjutnya mereka diperkenalkan dengan senjata seperti AK-7 dan amunisinya, dari mulai bongkar pasang hingga penggunaannya untuk membunuh orang-orang kafir yang memusuhi dan memerangi Islam dan kaum Muslimin.

Allah Ta’ala telah mewajibkan Jihad fi sabilillah, perang untuk tegaknya agama Allah di bumiNya. Ada tahapan untuk memproklamirkan perang kepada musuh-musuh Allah dan kaum mukmin. Untuk itu Allah juga telah menurunkan syariat i’dad, latihan perang untuk Jihad fi sabilillah, sebagaimana tercantum di dalam surat Al-Anfal ayat 60.

“Wahai kaum mukmin bersiap dirilah kalian untuk menghadapi kaum kafir dengan segenap kemampuan kalian dan dengan pasukan berkuda untuk menimbulkan ketakutan pada musuh-musuh Allah, musuh-musuh kalian dan orang-orang lain di luar mereka. Kalian tidak tahu kekuatan mereka tetapi Allah mengetahui kekuatan mereka. Harta apa saja yang kalian dermakan untuk mendanai jihad untuk membela Islam, niscaya Allah akan memberikan pahala kepada kalian dan kalian tidak akan diperlakukan dzalim.”

Muslim Rohingya di negara Myanmar dalam kondisi tertindas, dikejar-kejar, dibunuh, muslimahnya diperkosa dan terusir dari negerinya hari ini. Dengan kemampuan yang mereka miliki mereka melakukan i’dad.

“Dengan dimulai 300 muslim yang melakukan i’dad insya Allah akan bertambah Mujahid yang berlatih dan tak hanya dari Rohingya, namun dari berbagai penjuru dunia,” demikian ujar Abu Arif, seorang ulama Rohingya kepada arrahmah.com, ketika menjelaskan bunyi ayat min kuwwah pada ayat di atas yakni segenap kemampuan. Muslim Rohingya telah melakukan i’dad sebagai upaya syar’iyah dan kausalitas untuk kemenangan agama Allah Ta’ala hari ini kini dan disini. Takbiir! Allahu Akbar!

Mujahidin Rohingya butuh personel mujahidin dari Indonesia –

JAKARTA (Arrahmah.com) – Panglima laskar mujahidin Rohingya Abu Shafiyah, menyebutkan bahwa mujahidin Rohingya membutuhkan personel mujahidin dari Indonesia.  ”Perihal peristiwa di bantainya muslim Rohingya, saat ini mujahidin Rohingya membutuhkan bantuan mujahidin dari berbagai negeri muslim termasuk Indonesia, selain bantuan keuangan dan senjata.” Tegasnya

Hal ini diungkapkan pada silaturahim dua mujahidin Rohingya ke markaz Majelis Mujahidin wilayah Jabodetabek di Pamulang Selasa (18/6/2013). Kedua mujahidin Rohingya itu adalah Abu Arif berasal Majelis Ulama Rohingya dan  Abu Shafiyah,  panglima laskar mujahidin Rohingya merangkap wakil presiden Rohingya Solidarity Organisation (RSO).

Pada kesempatan itu juga ustadz Abu Arif menceritakan kondisi umat Islam di Rohingya yang ditindas dengan cara-cara yang keji. Muslim Rohingya diusir, dikejar-kejar, dibunuh, dan muslimahnya diperkosa. Ini dilakukan bukan hanya di bumi Rohingya, tetapi sampai ke dalam kapal yang mengangkut mereka dan di tempat pengungian di negeri-negeri tetanggga. “Orang-orang kafir menyiksa dan membunuh orang Islam di hadapan ibu bapaknya dan di depan khalayak ramai” kata ustadz Jabir.

Rohingya pernah mempunyai kerajaan yang berjaya, ada 13 raja yang pernah berkuasa di sana. Tapi sekarang tak tersisa. Saat ini yang ada adalah pemerintah junta militer Myanmar yang menindas umat Islam. bahkan dalam buku-buku sejarah yang dibuat oleh pemerintah Myanmar dihapus sejarah pernah berdirinya kerajaan Islam Arakan di Burma sebelum Burma merdeka.

Ustadz Abu arif juga menjelaskan bahwa “Tidak benar muslim Rohingya adalah pendatang di Myamar, muslim Rohingya adalah penduduk asli di Myanmar,” ujarnya. Sejarahnya hampir mirip  dengan muslim di Indonesia. Muslim di negeri ini adalah penduduk pribumi Indonesia. Adapun nenek moyang bangsa Indonesia adalah beragama Hindu tidak bisa dipungkiri. Hingga kemudian datang juru-juru dakwah melalui misi perdagangan dari Hadhramaut yang kemudian berasimilasi dengan penduduk lokal untuk kemudian mereka memeluk Islam.

I’dad mujahidin Rohigya

Lebih jauh dia  juga mengungkapkan bahwa kaum muslimin di sana lemah dan dan tak bersenjata sedangkan orang kafir bersenjata. “Muslim tangan kosong sedangkan orang kafir menggunakan senjata.” Kata ustadz.

Untuk itu mujahidin RSO telah melakukan i’dad, latihan militer untuk jihad fi sabilillah, hal ini dilakukan untuk perang melawan musuh-musuh Allah.  “Mujahidin RSO siap mengobarkan jihad di bumi Arakan untuk menegakkan agama Allah Ta’ala.” Tegas ustadz Abu Arif, disambut takbir hadirin.

“RSO datang ke Indonesia untuk memeberi tahu, mengikuti dan menghayati peristiwa yang terjadi di Rohingya.” Demikian kata ustadz Abu Arif kepada arrahmah.com.

Majelis mujahidin sangat senang dengan kehadiran mujahidin dari Rohingya. Antusiasme ikhwan Majelis Mujahidin sangat besar , mereka menyaksikan video i’dad sambil mendengarkan penjelasan Abu Shafiya. Selepas itu mereka bertekad untuk berangkat ke Arkan untuk berjihad fi sabilillah membela muslim Rohingya dengan izin Allah Ta’ala.

Pengurus Majelis Mujahidin yang menyambut tamu mereka tampak ustadz Abu Muhammad Jibril Abdurrahman  wakil amir Majelis Mujahidin, ustadz Abdullah Ricko Soenoko ketua LPW MM Jabodetabek , jajaran pengrus LPW Jabodetabek dan puluhan anggota Majelis Mujahidin.(dm).

Allahuakbar..
Mari kita do’akan agar Muslim Myanmar Meraih kemenangan..
Aamiin…

Sumber :
http://www.arrahmah.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s