Cewek ini Tiap Malam Tidur dengan Ular, akhir Kisahnya Bikin “Merinding”

Kamis , 30 JUNE 2016
Cewek ini Tiap Malam Tidur dengan Ular, akhir Kisahnya Bikin “Merinding”

image

JAGADPOKER-

Tidur ditemani binatang peliharaan seperti kucing dan anjing mungkin bakal menjadi nikmat tersendiri. Selain tidurmu terasa hangat, kebiasaan tersebut bakal mempererat hubunganmu dengan binatang peliharan. Tapi apa jadinya jika binatang peliharaan yang diajak tidur itu jauh dari kesan lucu dan justru menyeramkan?

Yap, kisah yang disampaikan pengguna Facebook Chris Planer dikutip pada hari Senin (27/6), bakal bikin siapa pun kaget dan merinding mendengarnya. Kisah itu bermula ketika ada seorang wanita yang memiliki hewan peliharaan berupa ular piton. Ular ini memiliki panjang sekitar 2 meter dan selalu menemani wanita itu tidur setiap malam.

Namun belakangan, ular tersebut tak mau lagi makan seperti biasanya. Khawatir kondisi hewan kesayangannya jatuh sakit, cewek itu kemudian membawanya ke dokter hewan. Saat ditanya dokter, cewek ini mengakui kalau ular kesayangannya memang tidur bersamanya setiap malam, layaknya kucing atau anjing. Hasil diagnosis dokter lebih mencengangkan lahi.

“Bu, ularmu tidak sakit. Ia sedang mempersiapkan diri untuk memakanmu,” kata dokter tersebut

Ular piton tersebut ternyata sengaja berpuasa dan melenturkan tubuhnya agar bisa memakan tubuh seukuran wanita itu. Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini adalah tidak semua binatang bisa dijadikan peliharaan. Binatang tetaplah memiliki insting bawaan. Saat mereka bersedia tidur satu kasur denganmu, bukan berarti mereka patuh dan punya rasa kasih sayang terhadapmu.

Realiti Sebenar Pelacuran Di Bangladesh Yang Menjijikkan

6 Gambar Realiti Sebenar Pelacuran Di Bangladesh Yang Menjijikkan
Posted by admin on June 24th, 2016
2
1

6 Gambar Realiti Sebenar Pelacuran Di Bangladesh Yang Menjijikkan | Bangladesh merupakan salah satu daripada beberapa negara-negara Islam di mana pelacuran adalah sah di sisi undang-undang.

Rumah Pelacuran Kandapara adalah yang tertua dan kedua terbesar di daerah Tangail di negara ini  dan telah wujud 200 tahun yang lepas. Meskipun telah dirobohkan pada tahun 2014, ia telah ditubuhkan semula dengan bantuan NGO-NGO tempatan.

Tambahan pula, tempat ini adalah rumah bagi ramai wanita yang telah dilahirkan dan dibesarkan di situ.

2

Penyokong aktiviti pelacuran telah menyuarakan pendapat mereka bahawa kerja seks adalah juga merupakan satu pekerjaan dan ini membuatkan wanita-wanita ini tidak mahu melakukan pekerjaan lain.

Disebabkan dakwaan itu juga, wanita-wanita ini telah melakukan demonstrasi untuk menegakkan hak-hak mereka sebagai pekerja.

Pada tahun 2014, Persatuan Kebangsaan Peguam Wanita Bangladesh telah berjaya meyakinkan Mahkamah Tinggi bahawa pengusiran pekerja seks adalah satu tindakan yang menyalahi undang-undang.

Hari ini, daerah pelacuran di kawasan ini telah dikelilingi oleh dinding setinggi dua meter. Di jalan-jalan yang sempit ini, terdapat gerai-gerai makan, kedai teh dan penjual makanan.

Pelacuran adalah satu tempat yang mempunyai peraturannya yang tersendiri dan juga kuasa hierarki yang benar-benar berbeza daripada masyarakat arus perdana.

Contohnya, di dalam rumah pelacuran itu, wanita boleh dianggap lemah tetapi juga kuat pada masa yang sama.

Peringkat yang paling lemah adalah apabila seorang pekerja seks muda memasuki rumah pelacuran itu pada kali pertama — dia dipanggil Wanita terikat. Kebanyakan daripada mereka berumur 12 hingga 14 tahun.

Gadis-gadis ini datang dari keluarga yang miskin dan sering menjadi mangsa kepada aktiviti pemerdagangan manusia.

Mereka adalah hak milik kepada tuan rumah di situ, mereka tidak mempunyai kebebasan atau hak terhadap apa-apa, mempunyai hutang dan tidak dibenarkan untuk pergi ke mana-mana atau menyimpan duit mereka sendiri.

3

Apabila mereka telah membayar semua hutang mereka (yang mengambil masa selama 1 hingga 5 tahun), mereka akan dibenarkan untuk menjadi pekerja seks bebas.

Selain itu, mereka juga boleh menolak mana-mana pelanggan yang mereka tidak suka, dan juga dapat menyimpan wang mereka sendiri.

Apabila saat di mana semua hutang mereka telah dilangsaikan, mereka sudah bebas untuk meninggalkan rumah pelacuran itu. Namun begitu, wanita-wanita ini secara sosialnya tetap didiskriminasikan apabila mereka berada di luar “rumah” mereka.

Disebabkan itu, mereka sering memilih untuk terus kekal tinggal di situ dan menyara keluarga mereka dengan pendapatan itu. Tak kira bagaimana mereka sampai di sana, ramai wanita memulakan pencarian kekuatan diri dalam profesion mereka.

Sebagai contoh, kebanyakan wanita memilih untuk berada di situ, mereka melarikan diri daripada berada di bawah kawalan suami mereka dan ingin mencari jalan bagi menyelamatkan kehidupan mereka.

4

Pelanggan mereka terdiri daripada golongan anggota polis, ahli politik, petani, nelayan, pekerja kilang, kumpulan remaja lelaki.

Walaupun sebahagian besar daripada mereka hanya menginginkan seks, tetapi ada juga yang ingin mencari cinta dan juga kehadiran seorang wanita.

Seorang pelacur telah menolak lamaran perkahwinan daripada pelanggan setia beliau kerana dia tidak percaya bahawa lelaki itu akan membiarkan dia menyimpan wangnya.Dia lebih rela mengekalkan kemerdekaannya sebagai pekerja seks.

Di Bangladesh, seorang lelaki muda tidak akan dapat peluang untuk memegang tangan teman wanitanya di kawasan awam dan mereka tidak dibenarkan untuk melakukan hubungan seks sebelum berkahwin.

5

Kalau dia pergi ke rumah pelacuran, di sana, dia akan mencari persekitaran yang bebas-moral. Malah, dapat dilihat bahawa ramai lelaki yang ke rumah pelacuran itu hanya ingin minum teh bersama wanita-wanita yang tinggal di sana.

Selalunya, di kawasan awam di Bangladesh, ia adalah mustahil bagi seorang lelaki untuk menjemput seorang wanita yang tidak dikenali untuk minum teh bersama dengannya. Sehubungan dengan itu, ramai daripada pelanggan dapat menikmati minum alkohol.

Wanita yang berada di dalam rumah itu tidak akan pernah memakai hijab. Tetapi, mereka hanya akan memakainya sekiranya mereka ingin melangkah keluar, kembali ke dunia nyata.

“Seandainya lebih panjang lagi”.

Isnin 27 June 2016M
RAMADHAN 1437 H

“Seandainya lebih panjang lagi”.

“Jika kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula.”(Al-Isra’: 7)

Hari itu ada seseorang yang meninggal dunia. Seperti biasanya, jika ada sahabat meninggal dunia, Rasulullah pasti menyempatkan diri mengantarkan jenazahnya sampai ke kuburan. Tidak cukup sampai di situ, pada saat pulangnya, Rasulullah menyempatkan diri singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga yang ditinggalkan supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musbah itu. Begitupun terhadap keluarga sahabat yang satu ini.

Sesampai di rumah duka, Rasulullah bertanya kepada istri almarhum, “Tidakkah almarhum suamimu mengucapkan wasiat ataulah sesuatu sebelum ia wafat?”

Sang istri yang masih diliputi kesedihan hanya tertunduk. Isak tangis masih sesekali terdengar dari dirinya. “Aku mendengar ia mengatakan sesuatu di antara dengkur nafasnya yang tersengal. Ketika itu ia tengah menjelang ajal, ya Rasulullah.”

Rasulullah tertanya, “Apa yang dikatakannya?”

“Aku tidak tahu, ya Rasulullah. Maksudku, aku tidak mengerti apakah ucapannya itu sekadar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dahsyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.”

“Bagaimana bunyinya?” tanya Rasulullah lagi.

Istri yang setia itu menjawab, “Suamiku mengatakan ‘Andaikata lebih panjang lagi…. Andaikata yang masih baru… Andaikata semuanya….’. Hanya itulah yang tertangkap sehingga aku dan keluargaku bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu hanya igauan dalam keadaan tidak sadar, ataukah pesan-pesan yang tidak selesai….”

Rasulullah tersenyum. Senyum Rasulullah itu membuat istri almarhum sahabat menjadi keheranan. Kemudian, terdengar Rasulullah berbicara, “Sungguh, apa yang diucapkan suamimu itu tidak keliru.” Beliau diam sejenak. “Jika kalian semua mau tahu, biarlah aku ceritakan kepada kalian agar tak lagi heran dan bingung.”

Sekarang, bukan hanya istri almarhum saja yang menghadapi Rasulullah. Semua keluarga almarhum mengerubungi Rasul akhir zaman itu. Ingin mendengar apa gerangan sebenarnya yang terjadi.

“Kisahnya begini,” Rasulullah memulai. “Pada suatu hari, ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat. Di tengah jalan ia berjumpa dengan dengan orang buta yang bertujuan sama—hendak pergi ke masjid pula. Si buta itu sendirian tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntunnya. Maka, dengan sabar dan telatennya, suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas yang penghabisan, ia menyaksikan pahala amal shalihnya itu. Lalu ia pun berkata, ‘Andaikata lebih panjang lagi.’ Maksudnya adalah andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanya akan jauh lebih besar pula.”

Semua anggota keluarga itu sekarang mengangguk-angguk kepalanya. Mulai mengerti sebagian duduk perkara. “Terus, ucapan yang lainnya, ya Rasulullah?” tanya sang istri yang semakin penasaran saja.

Nabi menjawab, “Adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi sekali untuk shalat Subuh, cuaca dingin sekali. Di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suaminya membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia pun mencopot mantelnya yang lama yang tengah dikenakannya dan diberikan kepada si lelaki tua itu. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, ‘Coba, andaikata yang masih baru yang kuberikan kepadanya, dan bukannya mantelku yang lama yang kuberikan kepadanya, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi.’ Itulah yang dikatakan suami selengkapnya.”

“Kemudian, ucapan yang ketiga, apa maksudnya ya Rasulullah?” tanya sang istri lagi.

Dengan penuh kesabaran, Rasulullah menjelaskan, “Ingkatkah engkau ketika pada suatu waktu suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Ketika itu engkau segera menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur daging dan mentega. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong. Yang sebelah diberikannya kepada musafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalnya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata, ‘Kalau aku tahu begini hasilnya, musafir itu tidak akan kuberi hanya separuh. Sebab, andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti pahalaku akan berlipat ganda pula.’”

Sekarang, semua anggota keluarga mengerti. Mereka tak lagi risau dengan apa yang telah terjadi kepada suami dan ayah mereka ketika akan menjelang wafatnya. Kelapangan telah ia dapatkan karena ia tidak sungkan untuk menolong dan memberi.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/06/06/189/andai-lebih-panjang-lagi/#ixzz4Ci2lZIps
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

INILAH FAKTA MENGAPA ORANG HAMIL DI LUAR NIKAH MUDAH MELAHIRKAN

Isnin 27 June 2016M
Ramadhan 2438 H
ASTAFIRLLAH!!! INILAH FAKTA MENGAPA ORANG HAMIL DI LUAR NIKAH MUDAH MELAHIRKAN !!!(WANITA PERLU BACA)
15 YEARS AGO
MAWAR CANTIK
  

image

Dizaman yang serba modern saat ini ternyata fenomena wanita yang hamil diluar nikah dapat kita temui nyaris dimana mana hal semacam ini berlangsung akibat bebasnya pergaulan anak muda dan tingkah laku 53#5 b3b4s yang mereka terapkan.
Dan mengakibatkan banyak wanita yang hamil tanpa tahu siapa bapak dari anak yang ia kandung.

Nah anehnya lagi umum wanita yang telah hamil diluar nikah ini apabila melahirkan atau bers4l! n selalu gampang lihat saja di berita berita yang mengabarkan jika ada orang yang melahirkan dijalan, di wc bahkan juga di dalam kamar tanpa ada pertolongan orang lain.

Mengapa mengandung anak luar nikah lebih gampang dalam bers4l! n? itu penjelasanya :

‘Kata Sorang ustaz yang mengajar saya mengenai agama, ketakutan buat seorang’ gadis sangat ‘yang terlanjur dapat melahirkan anaknya dengan gampang.

Tuturnya lagi, dari mulai hubungan yang salah, waktu hamil tak muncul kepayahan seperti wanita-wanita umum waktu tengah hamil. ALLAH cabut rasa
kepayahan itu sampai tak memperoleh pahala seperti wanita-wanita lain yang bersusah payah saat hamil hasil pernikahan yang sah.
Terkadang, tanda-tanda sebagai orang hamil juga tak tampak. Perutnya tak tampak besar, bisakah jalan dengan gagahnya. Terkadang, dapat pergi sekolah dan buat aktivitas lapangan seperti siswa yang lain, tengah sesungguhnya tengah sarat mengandung. Itu satu lagi nikmat yang dicabut.

Lantas waktu melahirkan kelak, mudah saja anak itu keluar dalam toilet dapat juga usai. Jadi, pahala sakit lantaran melahirkan anak itu sudah diangkat darinya.

Wanita umum, pada keadaan begini mesti dibantu oleh bidan yang terampil, itu juga susah dan sakit untuk melahirkan anak, namun wanita yang terlanjur itu gampang saja.

Sesudah anak itu lahir, mereka sumbatkan dalam toilet dan flush! Mengapa sampai sekian kejam? Lantaran perasaan kasih sayang sudah dicabut darinya.

Jadi, pada banyak gadis, mudah terbujuk rayuan cwoknya. Secinta apa pun anda pada seorang pria, janganlah serahkan diri anda dengan jalan yang salah. Anda bakal dihantui perasaan bersalah seumur hidup anda. KAMU BISA MEMBERIKAN SEMUA YANG KAMU MILIKI ASAL MEMILIKI HUBUNGAN YANG SAH “.

Apa pun itu semua yaitu kuasa Allah SWT dan memiliki rejeki masing-masing. Ada pula yang dapat rejeki mudah bers4l! n.
Wallahua’lam

sumber : INGIN SEHAT
http :// www. klik-share. com/2016/03/inilah-fakta-mengapa-orang-hamil-di. htm

Kisah Dibalik Mengguritanya Bisnis Warga Aceh Di Malaysia. Ternyata Ini Rahasianya.

Ahad 27 June 2016M
Ramadhan 1437 H
Kisah Dibalik Mengguritanya Bisnis Warga Aceh Di Malaysia. Ternyata Ini Rahasianya.

GOOLERAMPOE.com |

Masih ingat dengan kasus meradangnya sebagian warga Pribumi (Melayu) di Malaysia tempo hari, terkait dengan makin “menggurita”nya binsis Peruncitan (Toko Kelontong) yang status kepemilikannya majoriti dikuasai oleh orang Aceh?

“Bagai cendawan tumbuh selepas hujan. Itu perumpamaan yang sesuai untuk digambarkan terhadap sektor peruncitan di negara ini khususnya di ibu negara seperti ‘dijajah’ oleh warga asing.”, demikian Utusan Online mengawali laporannya pada 08 Januari 2016 lalu, dengan judul “Aceh Monopoli Sektor Peruncitan?”.

Mungkin tidak banyak yang tahu bagaimana ceritanya hingga warga Aceh yang telah lama bermukim di Malaysia bisa memiliki banyak usaha peruncitan sebagaimana yang diberitakan media malaysia diatas.

Untuk itu, kali ini GOOLERAMPOE.com akan berbagi kisah bagaimana awal mulanya orang Aceh merintis usahanya di Malaysia hingga bisa menguasai pusat-pusat dagang negara jiran tersebut, khususnya di bidang bisnis Peruncitan.

Mungkin  tidak ada masyakarakat Aceh yang tidak pernah mendengar kawasan Chow Kit Malaysia, sebab kawasan ini dikenal sebagai pasar dagangnya masyarakat Aceh di Malaysia. Sehingga apabila mengunjungi Malaysia, seolah belumlah dianggap lengkap apabila tidak singgah untuk mengunjungi “pasar Aceh” di Malaysia ini.

Pasar Chow Kit terletak di ujung utara Jalan Tunku Abdul Rahman Tapi, para pedagang asal Aceh kebanyakan berjualan di sepanjang jalan Raja Alang yang bersisian dengan Safuan Plaza. Atau, apabila kita turun di Stasiun Kereta Api Monorail, lalu menyeberangi jalan, dan belok kiri langsung tiba di pasar Chow Kit.

Di sepanjang kiri-kanan jalan Raja Alang, di kawasan Chow Kit, banyak pedagang Aceh berjualan. Di kawasan ini, atau tepatnya di depan Safuan Plaza, terlihat kios buah-buahan berjejer serta warung nasi dan mie Aceh, yang banyak dicari oleh masyarakat Aceh sendiri maupun orang Melayu.

Sementara itu kedai-kedai runcit berada teratur setelahnya, begitupun kios-kios jamu yang juga milik masyarakat Aceh ini berjejer dengan rapi. Mudah saja kita mengenal para pedagang Aceh, sebab semua mereka menggunakan bahasa Aceh dalam bertutur, persis seperti Pasar Aceh di Aceh, kecuali ada pembeli orang Melayu.

Memang pedagang Aceh di Malaysia sebenarnya tidak hanya di Chow Kit ini saja, banyak yang lainnya menyebar di wilayah lain, seperti di Puchong, Sungai Tangkas, Kajang, Bandar Tasik Selatan, Sungai Buloh tapi Chow Kit adalah sentralnya, demikian laporan Teuku Muttaqin Mansur, PhD Student, Faculty of Law University Kebangsaan Malaysia, sebagaimana dimuat Harian Serambi Indonesia pada 9 Januari 2012.

Jadi, sebenarnya apa yang diberitakan oleh Utusan Online tadi tidak sepenuhnya salah, ada benarnya juga. Orang Aceh memang empunya pasar di Malaysia.

Tentu saja keberhasilan orang-orang Aceh di perantauan tersebut tidaklah datang begitu saja ibarat membalikkan telapak tangan, perjuangan mereka untuk meyakinkan para pemilik modal, dalam hal ini warga Malaysia Keturunan China penuh dengan lika-liku.

Hal ini terungkap dalam sebuah Workshop yang diselenggarakan oleh Koperasi Unit Pengelola Keuangan Islam di Anjong Mon Mata, Banda Aceh beberapa saat yang lalu (21/05/2016), yang menghadirkan nara sumber Mantan Menteri Pertanian Malaysia, Tan Sri Dato’ Seri Sanusi Junid, yang juga merupakan Putra Aceh sebagai Keynote Speaker.

Menurut Sanusi, awalnya masyarakat Aceh disana juga bekerja pada toke-toke Cina yang telah lebih dulu sukses dalam berdagang dan memiliki modal besar. Namun, lambat laun, karna kejujuran dan ketekunannya, orang-orang Aceh tersebut mulai mendapatkan kepercayaan dari para pemilik modal disana.

Saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Pertanian Malaysia ketika itu, dalam sebuah misi untuk memberantas kemiskinan di Malaysia, Sanusi pernah mencoba mencari tau apa sebenarnya yang mendasari, sehingga orang Cina akhirnya mau mempercayai dan memodali orang Aceh untuk membeli tanah dan mendirikan toko-tokonya di Malaysia.

Jawaban yang didapat sempat membuat Sanusi terkekeh-kekeh (tertawa) dalam hati. Rupanya, mereka (Cina disana) percaya sama orang Aceh karena mereka sering menyaksikan salah satu kebiasaan unik yang dipraktekkan oleh Teungku-teungku Aceh setiap ada keluarga, kerabat atau tetangganya sesama Aceh yang meninggal dunia, yaitu meminta kepada siapa saja yang hadir untuk melaporkan kepada keluarga yang ditinggalkan bila yang meninggal dunia tersebut semasa hidupnya memiliki hutang-piutang saat khutbah selesai Shalat Jenazah.

Orang Cina disana yakin, bahwa tetap ada peluang untuk menyelesaikan kolektibilitas (tunggakan) kredit yang mereka berikan pada orang Aceh, meski seberapapun “sulet” (tidak jujur) nya mereka, yaitu di hari kematiannya, terang Sanusi pada Workshop tersebut.

INILAH EMPAT CARA MENJEMPUT REZEKI MARI KITA PRAKTEKKAN!

Sabtu 25 June 2016.
19 RAMADHAN 1437.
INILAH EMPAT CARA AGAR REZEKI MENDADAK DATANG. YUK DIPRAKTEKKAN!

image

Hambasurga –  Rezeki memang tidak hanya berupa materi dan uang saja. Tapi juga bisa dalam bentuk lain yang mampu mendatangkan kebahagiaan. Namun umumnya manusia bekerja setiap hari untuk mendapatkan uang.
Jumlah rezeki masing-masing orang berbeda setiap bulannya. Para pekerja biasanya sudah memiliki takaran berapa jumlah materi yang akan didapatkan setiap bulan. Pendapatan ini lah yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun tahukah anda bahwa ternyata ada rezeki yang datangnya dadakan dan tidak disangka-sangka? Caranya adalah dengan melakukan amalan-amalan yang mudah dilakukan berikut ini. Apa saja? Berikut empat cara menjemput rezeki agar datang mendadak.

1. Perbanyak Syukur.
=================

Bersyukur merupakan cara untuk mendapatkan lebih. Matematika Allah SWT sangat berbeda dengan matematika yang digunakan manusia. Lihat saja, bagaimana Allah sangat mudah memberikan lebih kepada mereka yang bersyukur. Ada saja jalan rezeki bagi mereka yang tidak mengeluh, meski dalam kondisi yang terbatas dan kekurangan.
Bukankah hal ini juga sudah dijanjikan dalam Allah SWT dalam Alquran, bahwa siapa yang bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat-Nya. Namun mereka yang mendustakan, maka akan mendapat azab yang pedih.
“(Ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”. QS. Ibrahim: 7.

2. Bersedekah.
============

Bersedekah adalah memberikan sebagian yang kita miliki kepada orang lain. Allah SWT menjanjikan ganti yang pasti kepada mereka yang bersedekah untuk orang lain. Baik sedekah materi maupun sedekah dalam bentuk lain. Allah menjelaskan hal
ini dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 261 yang artinya:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir berisi seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al-Baqarah:261).
Jadi, meski bersedekah pada awalnya dapat mengurangi harta yang kita miliki, namun selanjutnya, Allah SWT akan mengganti dengan berlipat ganda. Akan tetapi, dalam bersedekah sebaiknya kita berharap ganti untuk akhirat dibanding mengharap balasan di dunia. Terlebih jika saat bersedekah kita hanya berharap balasan harta, dan bukan ridha dari Allah SWT.

3. Banyak Beristigfar.
=================

Istigfar juga menjadi salah satu amalan penjemput rezeki. Terkadang dosa-dosa yang kita lakukan akan menutup pintu rezeki dalam diri. Sehingga meski sudah berusaha semaksimal mungkin, namun tetap saja rezeki yang diinginkan tidak kunjung didapatkan.
Istigfar merupakan dzikir yang maknanya memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Imam Al-Hasan Al-Bashri juga menganjurkan agar manusia beristighfar jika mengalami  kegersangan, kefakiran, sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun. Jadi perbanyaklah istigfar jika rezeki tidak kunjung hadir.
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat”. (Hud : 3)
4. Membaca Surat Al Waqiah
========================

Surah Al Waqiah juga dikenal sebagai surat pendatang kekayaan. Surat ke-56 ini berisi kandungan iman dan tauhid, bukti kekuasaan Allah SWT serta  adanya hari kebangkitan.
“Ajarkanlah Surat Al Waqiah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)
Semoga dengan amalan-amalan ini, Allah SWT akan mendatangkan rezeki secara mendadak kepada hamba-hambaNya.

Terpaksa Berpisah Dengan Anak Kerana Maruah Keluarga

Terpaksa Berpisah Dengan Anak Kerana Maruah Keluarga, Air Mata Si Kecil Meleleh Seakan Memahami. Sebak.

image

Bagi gadis yang terlanjur dan hamil anak luar nikah, ibubapa memilih untuk menempatkan anak mereka di rumah perlindungan Baitus Solehah untuk dibimbing supaya bertaubat dan berubah. Setelah melahirkan, ada ibubapa yang lembut hati ingin menjaga darah daging yang tidak berdosa itu.
Namun ada juga yang sanggup memisahkan anak dengan ibu kerana terlalu sangat berpegang dengan apa orang kata. Seperti yang dilalui ibu muda ini, dengan berat hati dan linangan airmata terpaksa menurut demi maruah keluarga. Si anak yang usia baru sebulan seakan mengerti saat perpisahan yang dialami. Sebaknya.
Betapa payah mengandung tanpa orang tersayang disisi
Semua Ibu Sayangkan Anak
Jika suatu hari nanti anak bertanya, “ibu, kenapa ibu beri Zulaikha kepada mama?”
Agak agak apa jawapan yang mahu diberikan kepada anak itu?
Sebab itu setelah melalui pengalaman memelihara ibu ibu mengandung, menjaga mereka ketika mengandung, melihat betapa payah mengandung tanpa orang yang disayang di sisi mereka sebagai tempat untuk bermanja manja, meluah rasa, mereka jadi orang yang memendam rasa, apabila sunyi mereka bicara berdua dengan anak dalam kandungan.
Bicara bicara sayu mengetar jiwa raga, kedengaran apabila malam menjelma. Waktu siang kita boleh lihat bicara mata mereka yang kerinduan pada keluargà dan orang orang disayang. Apakan daya mereka tidak berupaya. Bukan semua memahami keadaan mereka, kehendak mereka yang susah payah dan sukar membawa perut ke sana sini.
Keadaan ini membuat mereka sayang pada anak dalam kandungan. Tujuan keluarga menghantar mereka ke rumah perlindungan agar mereka dibimbing untuk bertaubat dan berubah. Tetapi lain pula yang mereka rasa. Dalam keadaan sukar, payah mereka sendirian, jauh dari keluarga, dan ini membuat mereka rasa terbuang. Tujuan keluarga agar mereka insaf, serik dan berubah. Selepas ini tidak lagi terjebak dan tersasar oleh hasutan syaitan iblis.
Sebaik anak lahir, anak diletakkan didada mereka, fitrah semulajadi Allah hadirkan kasih sayang
Dan apabila mula sakit sakit, ada tanda nak beranak, naluri dan fitrah mahu orang disayang berada disamping mereka. Betapa azab emosi dan rasa yang mereka lalui. Sebaik anak lahir, anak diletakan didada mereka, fitrah semulajadi Allah hadirkan kasih sayang kepada anak. Mereka ingin berkongsi kegembiraan selamat melahirkan anak dengan orang disayang. Namun semua itu cuma angan angan. Selepas melahirkan betapa payah dan susah berjaga, menjaga anak yang baru lahir dengan kudrat yang ada. Mereka kena berusaha sendiri untuk bangun mengurus diri dan anak.
Inilah pengajaran dan pelajaran. Sekiranya yang insaf dan sedar, mereka berusaha menjauhkan diri dari maksiat, mencari ilmu dan menjaga amalan supaya Allah memandang mereka dengan pandangan keampunan dan menerima taubat mereka.
Namun…ada yang menerima zuriat dan ada yang menafikan hak nasab. Sekali lagi ibu terpaksa melalui kegetiran emosi, rasa dan jiwa apabila anak itu dipaksa menyerahkan kepada keluarga angkat. Kebanyakkan ibu bapa menyokong anak itu diplihara sendiri dengan bantuan keluarga lainnya terutama kakak atau abang , paling tidak emak saudara menumpangkan sementara di rumah mereka selepas keluar dari Baitus Solehah. Ada juga yang membuat lakonan, dengan skrip drama swasta. Samada anak pulang dulu atau ibu pulang dulu. Skrip ini direka awal awal, dengan bercerita kepada saudara mara dan jiran tetangga ingin mencari anak angkat yang baru lahir. Jadi apabil bayi dibawa pulang dahulu, dihebahkanlah bahawa sudah dapat anak angkat. Dibuat kenduri doa selamat dan majlis cukur rambut bagi meraikan kehadiran anak angkat yang masih bayi.
Kerana maruah & ketaatan kepada keluarga, anak terpaksa ditinggalkan
Ada juga setengah ibu bapa berpindah rumah kekawasan baru, berjiran baru. Dikawasan rumah baru, jiran belum kenal dan tahu hal hal keluarga, jadi bila bawa pulang ibu dan bayi seseolah, anak itu sudah berkahwin dan pulang berpantang di rumah ibu. Suaminya kerja luar dan tidak sempat menguruskan isteri baru beranak. Lihat betapa payah, bukan sahaja diri sendiri tetapi keluarga yang terpaksa berlakon dan berbohong.
Sedarlah semua menyelamatkan ummah bukan tugas individu, semua pihak perlu mengambil peranan, dengan mengambil berat hal jiran, bertanya khabar , berziarah sekiranya lama tidak kelihatan.
Sebelum ini, sungguh sayu melihat apabila emak dan ayah yang datang hanya mahu membawa anak mereka saja dan bayi dipaksa ditinggalkan. Sekali anak diuji, jiwa raga dan emosi…antara anak atau emak? Nenek yang datang, usahkan nak memeluk, menyentuh, tengok pun taknak. Kasihan… Bayi tu langsung tidak bersalah, tidak ada kena mengena dengan dosa ibu ayahnyà, tetapi tidak mendapat hak untuk dipeluk, dikasihi dari keluarga kandung.
Petang tadi pun begitu, kerana maruah keluarga lebih utama, ketaatan kepada ibu bapa, bayi yang berusia satu bulan ini dipaksa tinggal di Baitus Solehah. Ketika ibunya mahu berangkat, menciumnya, terbit air dipenjuru mata. Meleleh perlahan lahan walaupun sedang tidor. Bayi ini sedar, dia tidak dibawa pulang bersama ibu, maka terputuslah air susu dia dengan ibunya. Sebulan bayi ini dibelai sayang dan kasih oleh ibunya, sepenuh penyusuan susu ibu, tiba hari ini dia terpaksa dipisahkan. Ibu dibawa pergi oleh nenek pulang ke rumah. Alangkah hiba apabila mengetahui keadaan sebenar.
Tak berupaya menyedarkan mereka yang sangat berpegang kepada apa orang kata
Saya pun tidak berupaya menyedarkan mereka yang sangat berpegang apa orang kata, nak letak maruah ni kat mana. Saya sangat malu, macamana nak sorok pipi, rasa muka disalut taik lembu. Kalau dah gitu, berlakon tak mahu, takde daya upaya nak memaksa pelihara cucu sendiri.
Akhirnya berpisahlah ibu dan anak. “Jika kau sayang anak, begitulah ibu juga, sangat sayangkan kau.” Si anak kembali ke rumah keluarga tanpa bayi yang sangat dikasihi.
“Kau baru satu bulan dah rasa sangat sayang pada anak, emak ini dah 20 tahun mengasuh engkau, bandingkanlah banyak mana kasih sayang emak kepada engkau.” Sambil mengesat air mata dengan hujung lengan baju.
La haw lawala quwata illah billah….
#Jangan tanya tentang anak angkat dan penyerahan anak angkat. Tertutup pertanyaan itu, dan tidak mahu dijawap lagi. Tidak perlu tanya tentang permohonan anak angkat tambah tambah bila ayat soalan “ada tak ibu yang tak nak anaknya, boleh hubungi saya” Soalan begini saya reject terus untuk mencalonkan sebagai keluarga angkat.

MISTERI MASA LALU ISTRI JET LI TERUNGKAP

KUMPUL BERITA
Thursday, 23 December 2010

MISTERI MASA LALU ISTRI JET LI TERUNGKAP

Li Zhi adalah istri  “Kaisar Kungfu” Jet Li yang setia mendampingi suaminya selama 20 tahun. Pada 1986, dengan kecantikan khas timur ia menggemparkan seluruh Asia dengan keberhasilannya merebut mahkota kecantikan Asia.
Pada September tahun yang sama, ia kembali meraih 3 penghargaan besar sebagai “Miss Perdamaian”, “Miss Fotogenik” dan “Miss Berbusana Terbaik” pada kontes kecantikan “Miss Pasifik”. Kejaran para fans membuatnya terperosok ke situasi rawan. Di dalam kerunyaman itulah ia berjumpa Jet Li dan berakhir dengan pernikahan.
Petaka di balik Banyaknya Penghargaan
Laporan 1986 yang dilansir “T.O.M. Entertainment” menyebutkan bahwa dengan kecantikan dan ukuran tubuh yang serasi, Li Zhi juga terpilih sebagai juara Miss Asia, mengakibatkan popularitasnya melonjak tajam dan meraih sukses besar. Dalam sekejap rumah Li Zhi dikunjungi banyak tamu, menyebabkan antrian panjang para fans dan mereka yang ingin melamarnya, termasuk di antaranya raja judi Makao. Kabarnya, saat itu istri si raja judi yang cemburu memerintahkan golongan hitam untuk membunuhnya.
Kala itu kalangan perfilman Hong Kong masih diskriminatif terhadap kaum seprofesi yang berasal dari daratan Tiongkok, ketika mereka mengetahui Li Zhi ternyata seorang “Nona Daratan”. Arah liputan media segera berubah dan mereka beramai-ramai ingin mengorek seluk beluk kehidupan pribadinya. Dalam waktu singkat Li Zhi jadi bahan obrolan di kalangan media.
Cinlok Saat Syuting “Dragon in the World”
Kabarnya, kala itu film perdana yang disutradarai Jet mengalami kegagalan, hingga akhirnya ia mengadu peruntungannya ke AS dan mencari nafkah melalui pelatihan kungfu. Suatu hari ia berjumpa sutradara kenamaan Hong Kong, Tsui Hark dan ia diminta membintangi serial “Huang Fei Hung (The Kungfu Master)”.
Sejak saat itu namanya kembali bangkit di dunia perfilman. Saat berada di dalam kesulitan itulah, Jet Li bertemu Li Zhi yang kebetulan juga sedang menderita. Pada 1989 mereka bermain bersama dalam film arahan Tsui Hark berjudul “Dragon in the World”. Lantaran sama-sama berasal dari Tiongkok daratan, kedua insan tersebut memiliki banyak kesamaan dalam topik pembicaraan mereka, hingga di akhir pembuatan film hati mereka berdua diam-diam telah bersemi cinta.
Ironisnya, saat itu Jet Li sudah menikah dengan Huang Qiuyan kakak seperguruannya dan sudah memiliki 2 putri. Hal ini akhirnya membuat Jet Li terperosok ke dalam pilihan serba sulit dan menyakitkan. Waktu itu Jet Li dan Li Zhi bersama-sama mengembangkan karir mereka di Hong Kong dan hubungan mereka semakin dekat. Melihat hal ini, Huang Qiuyan merasakan pernikahannya telah kandas dan betul-betul putus harapannya, hingga pada 1990 ia menceraikan Jet Li.
Tedorong oleh rasa bersalah terhadap mantan istrinya, Jet Li menyerahkan hampir semua tabungannya kepada Huang Qiu-yan ketika bercerai sebagai “tebusan” atas dosa yang telah ia perbuat dan kedua putrinya ia serahkan kepada kedua kakaknya untuk diadopsi. Ia pun mulai lagi dari nol. 
Hubungan Cinta Bagaikan Pena dan Tulisan
Trauma mengalami diskriminasi yang sulit dihapus, mantan juara Miss Asia Li Zhi yang kala itu cukup tersohor tidak lagi berketerikatan mengulangi ketenaran masa lampau, dengan konsekuen ia mengundurkan diri dari dunia hiburan dan cukup puas dengan perannya sebagai orang di belakang Jet Li. Jet Li pun dengan iklas memberikan segalanya bagi sang isri, bahkan jiwanya.
Li mengatakan: “Dia ibarat pena, saya tulisannya, tulisan dan pena tidak terpisahkan. Tiada pena, bagaimana mungkin ada tulisan? Demikianlah hubungan kami telah dipateri pada kehidupan kali ini.” Realitanya, mereka juga sedang saling memadu cinta dan toleransi untuk melaksanakan sumpah setia mereka untuk menjadi suami istri yang saling mengasihi selamanya. 
Kini, Li Zhi sudah menjadi seorang istri kaya raya, karir Jet Li dalam bidang perfilman dan usaha karitasnya di bawah dukungan Li Zhi semakin lama semakin baik. (The Epoch Times/whs)

Artis Ruben Onsu Dianggap Ledek Umat Islam dengan Syuting Makan Siang di Warteg Saeni

16 Ramadhan 1437 H
Selasa 21 June 2016M
Artis Ruben Onsu Dianggap Ledek Umat Islam dengan Syuting Makan Siang di Warteg Saeni
– Sabtu, 18 Juni 2016

image

Artis Kristen Ruben Onsu Ledek Umat Islam dengan Syuting Makan Siang di Warteg Saeni
Islamedia – Artis bernama Oey Tjeng Lan atau yang dikenal dengan nama Ruben Onsu melakukan aksi Syuting makan siang di warteg milik Saeni Serang Banten, sabtu (18/6/2016).

Aksi Ruben ini diketahui setelah netizen asal Serang bernama Ucu Syuhada mengunggah foto di akun Facebook pribadinya. Sebagian besar netizen Muslim menganggap aksi syuting makan siang Ruben di warteg saeni sebagai ledekan kepada perda Serang dan Umat Islam.

“Ruben onsu (artis) dan tim survivor sedang makan2 sekarag di warteg saeni ‪#‎barusaja‬ ‪#‎ngelunjak‬ KUDU DIUSIR SING SERANG” tulis Ucu di akun Facebook pribadinya.

Kecaman terhadap aksi Ruben ini langsung berdatangan dari para netizen, Ruben dianggap kurang sensitif dengan polemik warteg saeni.

“Ashtaghfirallah udah usir aja. Ngelunjak menginjak injak harga diri orang islam dan orang serang” tulis netizen bernama Yanti memberikan komentar.

image

Aksi Syuting Makan Siang Ruben Onsu

Senada dengan Yanti, netizen bernama Rudi mengecem aksi Ruben dengan menuliskan “kok makin kacau. Kalau ini bener, warteg jadi panggung untuk mencari popularitas.. parah.

Kecaman netizen juga diarahkan kepada Saeni yang dianggap telah membohongi umat Islam, mengingat beberapa hari sebelumnya Saeni telah meminta maaf kepada umat Islam dan berjanji tidak akan membuka wartegnya di siang bulan Ramadhan.

Ruben juga mengunggah foto dirinya bersama Saeni pemilik warteg diakun instagram miliknya dengan menuliskan “Akhir nya bisa mendengar dan melihat langsung kondisi dari ibu saeni dari Serang“.

Berikut ini foto aksi syuting makan siang dibulan Ramadhan yang dilakukan Ruben Onsu di Warteg Saeni :

Aksi Syuting Makan Siang Ruben Onsu

Jika Syariat Islam Diterapkan di Indonesia, Negara Hemat Anggaran

Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Mantan Ketua MK : Jika Syariat Islam Diterapkan di Indonesia, Negara Hemat Anggaran
Jun 19, 2016  12

Hamdan Zoelva yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015 meyakini muatan hukum di Indonesia akan semakin luar biasa jika ke depan banyak mengadopsi nilai-nilai yang terkandung dalam hukum Islam.
Apalagi Islam membuka ruang kasus pidana bisa diselesaikan tanpa harus melalui pemenajaraan.
“Jadi dari aspek pidana Islam, mungkin bisa diambil saripatinya. Seperti dimungkinkan alternatif hukuman lain, yang tak semata-mata penjara, tapi penggantinya dengan pemaafan dan diyat, itu yang disebut restorative justice,” tegas Hamdan dalam acara bedah buku bertema “Penegakan Syariat Islam di Indonesia” karya almarhum Prof DR Rifyal Ka’bah di Depok, Sabtu (18/6).
Pria tersebut juga menjelaskan, dengan dimungkinkannya penerapan bentuk hukuman lain dalam kasus pidana maka hal itu justru lebih mengedepankan pertobatan dan permaafan.
Hamdan mencontohkan dalam kasus pembunuhan, pelakunya dituntut untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Sedangkan keluarga korbal diharapkan memberi maaf.
“Dengan demikian kehidupan menjadi damai. Jadi penghukuman secara filosofis tidak sekadar menjerakan orang yang melakukan kejahatan, tapi membangun keadilan dan kedamaian.” tuturnya.
Karenanya Hamdan meyakini jika hukum Islam diakomidasi dalam hukum positif di Indonesia maka imbasnya akan luar biasa.
“Mengurangi tanggung jawab negara membiayai memberi makan orang di penjara,” ujarnya.
Hamdan menambahkan, sebenarnya alternatif hukuman lain selain penjara sudah ada dalam hukum adat yang selama ratusan tahun dianut masyarakat Indonesia. Contohnya, Suku Dayak dan sejumlah suku-suku pedalaman Papua juga mengedepankan maaf ketika persoalan bisa diselesaikan baik-baik,
“Jadi tak perlu ada hukuman. Ini (hukum adat,red) harus di-introduce dan diangkat menjadi hukum-hukum nasional, juga hukum Islam,” tegas Hamdan.