Mantan Menteri Malaysia Asal Aceh: Bangsa Aceh Jangan Terlena dengan Sejarah Masa Lalu EDITOR: FAKHRUL RADHI 14 April 2016

Kamis 14 April 2016
Mantan Menteri Malaysia Asal Aceh: Bangsa Aceh Jangan Terlena dengan Sejarah Masa Lalu
EDITOR: FAKHRUL RADHI 14 April 2016

image

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Pembangunan Aceh akan selalu terhambat, jika pemimpin dan masyarakatnya masih terlena dengan kejayaan di masa lalu tanpa memikirkan “milestone” yg dapat dibanggakan anak cucu kita kedepan.

Hal itulah yang disampaikan Tan Sri Dato’ Sanusi Juned dalam diskusi Warung Kopi bertema “Menjadi Aceh di luar Aceh” di The Atjeh Connection Resto & Coffee, Jakarta yang digelar oleh Komunitas Aneuk Ranto, Rabu 13 April 2016.
“Bangsa Aceh jinoe beu geuseumike pu nyang akan jeut dibanggakan le aneuk cuco teuma, bek gadoh lale deungon sejarah masa lalu” (red: Bangsa Aceh saat ini sudah dapat berpikir, sesuatu hal yang bisa dibanggakan oleh anak cucu nanti, jangan malah lalai dengan sejarah masa lau), ujar Sanusi Juned.
Dalam diskusi itu, Tan Sri memotivasi peserta, khususnya pemuda pemudi Aceh untuk tetap teguh memegang Nilai dasar ke Acehan. Bersemangat dalam meraih cita-cita dengan tidak mudah berputus asa.
Ia juga memberi contoh, seperti nilai-nilai yang dianut oleh bangsa lain, seperti Bushido di Jepang ataupun Hwoarang di Korea Selatan.
Dalam pesan terakhirnya, Tan Sri menegaskan bahwasanya bangsa Aceh harus terus berpegang teguh kepada Agama Allah. “Bangsa Aceh tidak dapat dipisahkan dari agama,” tegasnya.
Pada diskusi itu, Tan Sri Sanusi Juned didampingi Istri Tercinta, Puan Sri Datin Nila Inangda Manyam Keumala (Cucu Tgk. Daud Beureueh), dan perwakilan The Aceh Club Malaysia, Rudi Khairuddin.
Ia juga disambut langsung oleh Amir Faisal Nek Muhammad yang merupakan owner The Atjeh Connection Resto & Coffee.
Pada kesempatan itu, Amir Faisal mengharapkan agar kegiatan-kegiatan positif seperti ini terus digalakkan. Dan beliau akan senantiasa membantu terutama menghubungkan dengan beberapa tokoh Inspiratif Aceh lainya yang ada di Jakarta.
“Anak muda Aceh di Jakarta perlu di support. Dibangun semangat ke Acehan dan didengar ide serta saran konstruktif mereka” kata Amir Faisal.
Sementara itu, Rian Firmansyah selaku Koordinator Aneuk Ranto sangat bersyukur atas kesuksesan acara itu. “Antusiasme sangat tinggi dari audience, khususnya pemuda-pemudi Aceh di Jakarta. Bahkan Peserta diskusi sekitar 60 orang dengan kapasitas ruangan 40 sampai 50 orang,” sebutnya.
Direncanakan kegiatan diskusi seperti itu, akan rutin mengundang tokoh-tokoh inspiratif Aceh lainya untuk memotivasi warga Aceh di perantauaan, khususnya Ibu Kota Jakarta.
Sanusi Juned adalah putra Aceh kelahiran Kampung Yan, Kedah, Malaysia, pada 10 Juli 1943 silam itu, ia dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa (HC) oleh UUM yang disematkan langsung oleh Raja Kedah yang secara ex officio menjadi Canselor UUM.
Di kalangan masyarakat Aceh terutama di Malaysia, Tan Sri Sanusi Juned sangat populer. Dia menjadi ayah bagi aneuk nanggroe yang sekolah atau merantau ke semenanjung Malaka itu. Sanusi yang pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Masyarakat Aceh Malaysia (IMAM), juga dikenal sebagai punggawa budaya Aceh yang cukup bijak.
Karirnya cukup cemerlang, dimulai dari posisinya sebagai manajer Chartered Bank di Seremban dan kiprah beliau sebagai anggota partai politik UMNO telah membawa dia menjadi anggota parlemen di usia yang muda. Dan semasa pemerintahan PM Tun Mahathir Mohamad, Sanusi Juned pun dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Menteri Pembangunan Negara dan Luar Bandar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s