Keberanian KH Alawi Muhammad menentang Soeharto

Keberanian” KH  Alawi Muhammad ” menentang Soeharto.

image

بسم الله الرحمن الر حيم

Merdeka.com – Tokoh ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Madura, asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, KH Alawi Muhammad, meninggal dunia pada Senin pukul 16.30 WIB.

“KH Alawi Muhammad adalah pengasuh Pondok Pesantren Attaroqi, Karongan, sekitar dua kilometer utara Sampang,” kata Sekretaris DPC PPP Pamekasan RPH Wazirul Jihad kepada Antara per telepon, Senin malam.

Nama KH Alawi sempat terkenal pada era Presiden Soeharto ketika yang bersangkutan memimpin penolakan pembangunan waduk Nipah, Sampang, yang waktu itu menyebabkan terjadinya bentrok dengan petugas keamanan.

Sejak saat ini, pengaruh dan popularitas Kiai Alawi kian meluas, bahkan beberapa pejabat penting di negeri ini sempat datang bersilaturrahman dengan KH Alawi.

Salah satunya Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, saat yang bersangkutan menjadi calon Presiden bersama wakilnya Wiranto menjelang Pilpres 2009.

Wazirul menjelaskan, semua pengurus PPP Pamekasan kini masih berkumpul di kantor DPC PPP Pamekasan dan akan melayat ke rumah duka di Desa Karongan, Sampang.

Di kalangan pengurus PPP di Pulau Madura, nama KH Alawi Muhammad cukup disegani, dan ia merupakan tokoh ulama yang memiliki komitmen kuat dalam perjuangan partai berlambang kakbah itu.

“Kami merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya KH Alawi Muhammad ini karena beliau merupakan tokoh ulama yang ikhlas berjuang di PPP,” terang Wazirul Jihad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s