Cara Menggunakan Kompas

 

lihat yang asli (lambat dimuat)

Cara Menggunakan Kompas

Kompas adalah alat yang mendasar untuk bertahan hidup di alam liar. Bersama dengan peta topografis yang berkualitas bagus dari wilayah yang sedang Anda jelajahi, mengetahui cara menggunakan kompas akan memastikan Anda tidak akan pernah tersesat. Anda dapat belajar untuk mengidentifikasi komponen dasar kompas, membaca dengan akurat arah Anda, dan mulai mengembangkan keterampilan navigasi yang diperlukan dengan beberapa langkah sederhana. Lihat Langkah 1 untuk memulai belajar menggunakan kompas Anda.

Iklan

Bagian 1 dari 3: 
Mempelajari Dasar-Dasarnya

1

Pahami tata letak dasar kompas. Walaupun desain kompas itu berbeda, setiap kompas mencakup jarum magnet yang mengarahkan dirinya ke medan magnet di Bumi. Kompas lapangan dasar, juga kadang-kadang disebut kompas baseplate, berfitur komponen sederhana berikut yang hendaknya Anda biasakan diri sesegera mungkin:

Baseplate adalah piringan plastik yang jernih tempat kompas tertanam.panah arah perjalanan adalah panah di baseplate yang menunjuk arah kebalikan dari kompas.rumah kompas adalah lingkaran plastik yang jernih yang menampung jarum kompas magnet.The dial derajat adalah dial yang dapat diputar yang mengitari rumah kompas yang menampilkan seluruh 360 titik derajat dalam lingkaran.jarum magnet adalah jarum berputar dalam rumah kompas.The panah penunjuk adalah panah non-magnetik dalam rumah kompas.The garis penunjuk adalah garis dalam rumah kompas yang berjalan sejajar dengan panah penunjuk.

2

Pegang kompas dengan benar. Tempatkan kompas datar pada telapak tangan Anda dan telapak tangan di depan dada Anda. Ini adalah sikap yang tepat untuk kompas ketika bepergian. Jika Anda membaca peta, tempatkan peta pada permukaan yang datar dan tempatkan kompas di peta untuk mendapatkan pembacaan yang lebih akurat.

3

Temukan arah mana yang Anda hadapi. Sebagai latihan dasar cepat untuk mengorientasikan diri, ada baiknya untuk mengetahui arah mana yang sedang Anda hadapi atau jalani. Lihatlah jarum magnetik. Ini harus berayun ke satu sisi atau sisi lainnya, kecuali jika Anda menghadapi Utara.Putar dial derajat sampai panah penunjuk sejajar dengan panah magnetik, arahkan mereka berdua ke Utara, dan kemudian temukan arah kasar yang Anda hadapi dengan melihat panah arah perjalanan. Jika panah arah perjalanan sekarang antara N (U) dan E (T), misalnya, berarti Anda menghadapi Northeast (Timur Laut).Cari di mana panah arah perjalanan berpotongan dengan dial derajat. Untuk mendapatkan pembacaan yang lebih akurat, lihat secara dekat penanda derajat pada kompas. Jika memotong di 23, berarti Anda menghadap 23 derajat dari Timur Laut.

4

Pahami perbedaan antara Utara “Sejati” dengan Utara”Magnetik”. Walaupun mungkin tampaknya membingungkan bahwa ada dua jenis “Utara,” itu adalah perbedaan dasar yang dapat pelajari Anda dengan cepat, dan ini merupakan bagian informasi yang penting untuk dipelajari agar menggunakan kompas dengan benar.[1]Utara Sejati atau Utara Peta mengacu pada titik di mana semua garis bujur bertemu di peta, di Kutub Utara. Semua peta itu ditata dengan sama, dengan Utara Sejatinya di bagian atas peta. Sayangnya, karena variasi-variasi dalam medan magnet, kompas tidak akan menunjuk ke Utara Sejati, melainkan akan menunjuk ke Utara Magnetik.Utara Magnetik mengacu pada kemiringan medan magnet, sekitar sebelas derajat dari kemiringan sumbu bumi, sehingga menghasilkan perbedaan antara Utara Sejati dengan Utara Magnetik sebesar 20 derajat di beberapa tempat. Tergantung di mana Anda berada di permukaan bumi, Anda harus memperhitungkan pergeseran Magnetik untuk mendapatkan pembacaan yang akurat.Walaupun perbedaan mungkin tampak kecil, perjalanan menyimpang satu derajat saja untuk jarak satu mil (1,6 km) akan menjadikan Anda menyasar sekitarTemplat:convert keluar dari jalur. Pikirkan betapa menyasarnya Anda jadinya setelah sepuluh atau dua puluh mil. Sangat penting untuk mengkompensasi dengan mempertimbangkan deklinasi.

5

Pelajari mengoreksi deklinasi. Deklinasi mengacu pada besar perbedaan Utara pada peta dengan Utara pada kompas di suatu titik tertentu, mengingat medan magnet bumi. Agar lebih mudah menggunakan kompas, Anda dapat mengoreksi deklinasi baik dengan menambahkan atau mengurangi deklinasi dari arah Anda dalam satuan derajat, tergantung pada apakah Anda mengambil arahnya dari peta atau dari kompas, dan apakah Anda berada di daerah dengan deklinasi Timur atau deklinasi Barat.Di AS, garis nol deklinasi memanjang melalui Alabama, Illinois, dan Wisconsin, dengan sedikit diagonal. Sebelah timur garis itu, deklinasi berorientasi ke arah Barat, yang berarti bahwa Utara Magnetik terletak beberapa derajat ke Barat terhadap Utara Sejati. Sebelah barat garis itu, yang terjadi adalah sebaliknya. Ketahui deklinasi di daerah tempat Anda akan melakukan perjalanan sehingga Anda dapat mengompensasikannya.Misalkan Anda mengambil arah dari kompas di daerah dengan deklinasi Barat. Anda akan mengurangi besar derajat yang diperlukan untuk mendapatkan arah yang benar yang sesuai pada peta Anda. Di daerah dengan deklinasi Timur, Anda justru akan menambahkan derajat.

Iklan

Bagian 2 dari 3: 
Menggunakan Kompas

1

Kumpulkan data arah Anda untuk mengetahui arah mana yang sedang Anda tujui. Bila Anda sedang hiking di sekitar di hutan atau di tanah lapang, ada baiknya untuk memeriksa arah Anda secara berkala untuk memastikan Anda akan ke arah yang Anda inginkan. Untuk melakukan hal ini, gerakkan kompas sampai panah arah perjalanan menunjuk ke arah yang telah Anda tempuh dan akan ditempuh. Kecuali Anda sedang menuju utara, jarum magnet akan berputar ke satu sisi.Putar dial derajat sampai panah penunjuk sejajar dengan ujung utara dari jarum magnetik. Setelah mereka selaras, ini akan memberitahu Anda ke arah mana panah perjalanan Anda menunjuk.Hilangkan variasi magnetis lokal dengan memutar dial derajat sebesar derajat yang benar ke kiri atau kanan, tergantung pada deklinasi. Lihat di arah mana panah perjalanan sejajar dengan dial derajat.

2

Terus bergerak ke arah ini. Untuk melakukannya, cukup pegang kompas dalam sikap yang tepat, ubah posisi tubuh Anda sampai ujung utara jarum magnet sekali lagi sejajar dengan jarum penunjuk, dan mikuti arah panah perjalanan. Periksa kompas Anda sesering yang Anda butuhkan, tapi pastikan tidak khilaf memutar dial derajat dari posisi saat ini.

3

Fokus pada titik di kejauhan. Untuk mengikuti arah panah perjalanan dengan akurat, lihat pada panah, kemudian fokus pada sebuah objek yang jauh seperti pohon, tiang telepon, atau tanda lainnya, dan gunakan ini sebagai panduan. Jangan fokus pada sesuatu yang terlalu jauh, seperti gunung, karena objek besar tidak cukup tepat untuk bernavigasi dengan akurat. Setelah Anda mencapai setiap titik panduan, gunakan kompas untuk menemukan titik panduan lain.[2]Jika visibilitas terbatas dan Anda tidak dapat melihat obyek yang jauh, gunakan anggota lain dari kawanan berjalan Anda (jika ada). Berdiri diam, kemudian mintakan mereka untuk pergi dari Anda ke arah yang ditunjukkan oleh arah panah perjalanan. Panggil mereka untuk memperbaiki arah mereka saat mereka berjalan. Ketika mereka mendekati tepi visibilitas, mintakan mereka untuk menunggu sampai Anda menyusulnya. Ulangi seperlunya.

4

Transposisikan arah perjalanan ke peta Anda. Tempatkan peta Anda pada permukaan horizontal, kemudian tempatkan kompas pada peta sehingga panah penunjuk menunjuk ke utara sejati pada peta. Jika Anda mengetahui posisi Anda saat ini pada peta, geser kompas sehingga tepinya melewati posisi Anda saat ini, tetapi panah penunjuknya terus menunjukkan utara.Buatlah garis sepanjang tepi kompas dan melalui posisi Anda saat ini. Jika Anda menjaga arah ini, jejak Anda dari posisi Anda saat ini akan mengikuti garis yang baru Anda tarik pada peta Anda.

5

Belajar untuk mengambil arah dari peta. Untuk mengetahui arah mana yang perlu Anda lalui untuk mencapai suatu tempat, tempatkan peta pada permukaan horizontal dan tempatkan kompas pada peta. Gunakan tepi kompas sebagai penggaris, tempatkan sehingga menciptakan garis antara posisi Anda saat ini dan tempat yang ingin Anda tujui.[3]Putar dial derajat sampai panah penunjuk menunjuk ke utara sejati pada peta. Ini juga akan menyelaraskan garis penunjuk kompas dengan garis utara-selatan peta itu. Setelah dial derajat diam, simpan lagi petanya.Dalam hal ini, Anda akan mengoreksi deklinasi dengan menambahkan besar derajat yang tepat di daerah dengan deklinasi Barat, dan mengurangkan di daerah dengan deklinasi Timur. Ini adalah kebalikan dari apa yang akan Anda lakukan ketika pertama kali menentukan arah Anda dari kompas, sehingga ini sebuah perbedaan penting.

6

Gunakan arah baru untuk bernavigasi. Pegang kompas secara horizontal di depan Anda dengan arah panah perjalanan menunjuk menjauh dari Anda. Gunakan panah ini untuk memandu Anda ke tujuan Anda. Putar tubuh Anda sampai ujung utara jarum magnet sejajar dengan jarum penunjuk, maka Anda akan berorientasi benar menuju tujuan pada peta.

Iklan

Bagian 3 dari 3: 
Menemukan Arah ketika Tersesat

1

Pilih tiga tanda lanskap yang menonjol yang bisa Anda lihat sekaligus temukan pada peta Anda. Salah satu hal yang paling sulit dan canggih yang dapat Anda lakukan dengan kompas, tapi salah satu yang paling penting, adalah mencari tahu di mana Anda berada ketika Anda tidak tahu lokasi Anda yang tepat di peta. Dengan lokasi tanda khas yang dapat Anda lihat pada peta Anda, idealnya yang tersebar secara luas di seluruh bidang pandang sebisa Anda, Anda bisa menemukan diri Anda terorientasi kembali.

2

Tujukan arah panah perjalanan di tamda pertama. Kecuali jika tandanya di sebelah utara dari Anda, jarum magnet akan berputar ke satu sisi. Putar dial derajat sampai panah penunjuk sejajar dengan ujung utara dari jarum magnetik. Setelah mereka selaras, ini akan memberitahu Anda di mana arah panah perjalanan Anda menunjuk. Koreksikan deklinasi, tergantung pada daerah Anda.

3

Transposisikan arah tanda ke peta Anda. Tempatkan peta Anda pada permukaan horizontal dan kemudian tempatkan kompas pada peta sehingga panah penunjuk menunjuk ke utara sejati pada peta. Kemudian, geser kompas sehingga tepinya melewati tanda di peta, sementara panah penunjuk terus menunjukkan utara.

4

Triangulasikan posisi Anda. Tarik garis sepanjang tepi kompas dan melalui perkiraan posisi Anda. Ini adalah garis yang pertama dari tiga garis yang akan Anda tarik untuk menemukan posisi Anda dengan membentuk segitiga dengan dua tanda lainnya.[4]Ulangi proses ini untuk dua landmark lainnya. Setelah selesai, Anda akan memiliki tiga jalur yang membentuk segitiga di peta Anda. Posisi Anda itu di dalam segitiga ini yang ukurannya tergantung keakuratan arah Anda. Arah yang lebih akurat mengurangi ukuran segitiga dan, dengan banyak latihan, Anda bisa saja mendapatkan garis yang berpotongan pada satu titik.

Iklan

Tips

Anda dapat juga memegang kompasnya tepat ke badan Anda dengan memegang sisi baseplate di antara kedua tangan Anda (membentuk L dengan ibu jari Anda) dan menjaga siku Anda menempel di sisi Anda. Berdirilah menghadapi objek tujuan Anda, tatap lurus ke depan, dan paskan diri Anda dengan objek itu yang Anda gunakan untuk mendapatkan arah Anda. Garis imajiner yang memanjang dari badan Anda akan melalui kompas Anda searah dengan jarum perjalanannya. Anda bahkan dapat meletakkan ibu jari Anda (ujung kompasnya bersandar padanya) di depan perut Anda untuk mempertegar pegangan Anda. Pastikan saja Anda tidak memakai pengancing ikat pinggang dari logam yang besar atau bahan magnetik lainnya dekat engan kompas ketika melakukan ini.Seringkali lebih mudah menggunakan fitur lanskap di dekat Anda untuk menentukan posisi Anda yang tepat. Triangulasi itu lebih berguna jika Anda benar-benartersesat atau di daerah yang kosong tanpa fitur.Percayai kompas Anda: 99,9% kesempatan ia menunjukkan arah yang benar. Banyak lanskap yang tampak mirip, jadi sekali lagi, PERCAYAI KOMPAS ANDA.Untuk keakuratan maksimal, pegang kompas setinggi mata Anda dan lihat arah panah perjalanan untuk menemukan tanda lanskap, titik panduan, dll.Ujung kompas biasanya ditandai dengan garis merah atau hitam. Ujung utara biasanya ditandai dengan N (U), tapi jika tidak, coba cari tahu yang mana yang utara dengan mengorientasikan kompas Anda ke utara atau selatan relatif terhadap matahari.

Sumber

http://www.princeton.edu/~oa/manual/mapcompass2.shtml#Compasshttp://www.magazine.ordnancesurveyleisure.co.uk/magazine/tscontent/editorials/outdoor-skills/map-and-navigation-skills/using-a-compass.html http://www.rei.com/learn/expert-advice/navigation-basics.htmlhttp://www.princeton.edu/~oa/manual/mapcompass3.shtml#Scenarios

Advertisements

Rangkaian Nama Bayi Perempuan Islami & Artinya

Rangkaian Nama Bayi Perempuan Islami & Artinya

Rangkaian Nama Bayi Perempuan Islami Dan Artinya – Nama adalah menjadi sebuah inisial yang menjadi sebutan pertama bagi seseorang, yang dimana nama itu sendiri di berikan orang tuanya. Untuk menjadi sebutan seseorang yang sangat pantas dan juga membawa berkah di dalam perjalanan hidupnya.

Pada setiap nama yang dipergunakan oleh manusia mengandung artian dan juga makna yang berbeda–beda dengan cara pandang yang sangat luas. Untuk orang muslim biasanya mengambil nama untuk di berikan terhadap anaknya berdasarkan ayat – ayat yang terdapat pada kitab suci Al-Qur’an.

Setiap orang tua yang memberikan nama terhadap anak bayi perempuan, tentu saja tidak asal–asalan dalam memberikan nama tersebut. Karena para orang tua biasanya memberikan arti nama bayi perempuan pada buah hatinya sambil menaruh harapan, semoga anak tersebut dapat menjadi seperti yang berada pada artian namanya.

Untuk pilihan masalah nama bagi anak perempuan anda sangatlah banyak, dan tentunya dengan beragam nama yang diambil dari bahasa Arab. Yang menurut ajaran agama Islam diperbolehkan untuk menggunakan nama tersebut, yang GinaIsmagianti.com himpun dari berbagai sumber online terbaik.

Awalan Hurup “A” : Rangkaian Nama dan ArtinyaAbidah Bassamah : Wanita yang tekun beribadah dan murah senyum
Abidah : Tekun beribadah
Bassamah : Selalu tersenyum

Adawiyatul Rahmah : Wanita Adawiyah (perempuan sufi) yang penuh kasih sayang kepada sesama
Adawiyatul : Adawiyah (nama tokokh sufi)
Al-Rahmah : Kasih sayang

Adeeva Afsheen Myesha : Karunia kehidupan yang bersinar seperti bintang di langit yang menyenangkan
Adeeva, Adiva : 1) Menyenangkan, sedap, lemah lembut (Arab) 2) Sopan santun, baik budi (Hebrew)
Afsheen : Bersinar seperti bintang di langit (Arab)
Myesha, Myisha, Myeisha, Myeshia, Myiesha, Myeasha, Mysha : 1) Lincah, bersemangat, seperti wanita (Arab) 2) Karunia kehidupan

Adiba Shakila Atmarini : Perempuan cantik rupawan yang berpengetahuan dan memiliki ketajaman hidup
Adiba : Beradab, berpengetahuan
Shakila : Cantik rupawan
Atmarini : Ketajaman hidup

Adiba Shakila Atmarini : Perempuan cantik rupawan yang berpengetahuan dan memiliki ketajaman hidup
Adiba : Beradab, berpengetahuan
Shakila : Cantik rupawan
Atmarini : Ketajaman hidup

Adibah Abqariah : Wanita beradab yang cerdas
Adibah : Beradab
Abqariah : Berilmu; cerdas

Adibah Asilah : Wanita beradad yang halus budi pekertinya
Adibah : Beradab
Asilah : Halus budi pekerti

Adibah Saidah : Wanita beradab yang penuh kebahagiaan
Adibah : Beradab
Saidah : Kebahagiaan

Adibah Ufairah : Perempuan yang beradab dan pemberani
Adibah : Beradab
Ufairah : Berani

Adila Nisa Ardani : Perempuan yang memiliki rasa adil dan suci
Adila : Pantas, tepat, adil
Nisa : Perempuan
Ardani : Suci

Adilah Anisah : Wanita adil yang ramah dalam pergaulan
Adilah : Adil
Anisah : Ramah dalam pergaulan; teman

Adira Azzahra : Seorang mulia yang memiliki kekuatan besar yang sangat baik dan cerdas
Adira, Adirah, Adeera, Adyra, Adeerah, Adyrah, Adeira, Adeirah, Adiera : Seorang mulia yang memiliki kekuatan besar (Hebrew / Arabic)
Azzahra : Sangat baik & cerdas

Adonia Najma Orlin : Perempuan yang cantik bak bintang yang berkilau kemasan
Adonia : Cantik
Najma : Bintang
Orlin : Berkilau keemasan

Adonia Najma Orlin : Perempuan yang cantik bak bintang yang berkilau kemasan
Adonia : Cantik
Najma : Bintang
Orlin : Berkilau keemasan

Adresia Hayatul Hikam : Perempuan yang dapat membaca dan menyikapi fenomena kehidupan dengan bijaksana
Adresia : Tanda, fenomena
Hayatul : Hidup
Hikam : Bijaksana, adil

Afanin Huriyah Huwaida : Perempuan bagai bidadari surga yang lembut ibarat daun yang lembut
Afanin : Daun yang lembut
Huriyah : Bidadari surga
Huwaida : lemah lembut

Afifa Nahda Rafanda : Wanita santun yang menjaga kesuciannya sehingga menjadi wanita (orang) mulia
Afifa, Afifah : Suci, murni, yang mensucikan diri, yang baik (Arab)
Nahda : Mulia
Rafanda/Rafa : 1) Makmur, kaya, senang, keberuntungan, kebahagiaan, kemakmuran (Arab) 2) Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna (Indonesia) 3) Wanita santun

Afifah Adawiyah : Wanita Adawiyah (wanita sufi) yang punya harga diri
Afifah : Memiliki harga diri
Adawiyah : Nama seorang wanita sufi

Afifah Fitri : Putri yang benar-benar suci
Afifa, Afifah : Suci, murni, yang mensucikan diri, yang baik (Arab)
Fitri : Yang sebenarnya, yang sesungguhnya

Afiyah Salimah : Wanita yang sehat dan selamat
Afiyah : Sehat; segar
Salimah : Selamat; damai

Afnan Faizah : Wanita yang mendapat kemenangan dan banyak memberi manfaat ( bagaikan pohon berbuah)
Afnan : Pohon yang berbuah
Faizah : Kemenangan

Afrah Aliyah : Wanita berkedudukan tinggi yang penuh kegembiraan
Afrah : Kegembiraan; kesenangan
Aliyah : Tinggi

Ahlam Athiyah : Wanita yang mendapat anugerah untuk memiliki cita-cita
Ahlam : Cita-cita; impian
Athiyah : Anugerah; karunia

Ahlam Maimanah : Wanita pemberi berkah yang punya cita-cita
Ahlam : Cita-cita; impian
Maimanah : Memberi berkah; anugerah; karunia

Aida Rahsetia Islami : Perempuan yang beruntung karena memiliki ketaatan kepada aturan agama
Alda : Keberunrungan
Rahsetia : Patuh, setia
Islami : Selamat

Aidah Salimah : Wanita yang merayakan hari raya dan selamat
Aidah : Berhari raya
Salimah : Selamat; damai

Ainayya Fathiyyaturahma : Berkat mata yang indah yang membawa kebahagiaan
Ainayya : Mata yang indah
Fathiyyaturahma/Fathiyya, Fathiya : Kemenangan, kegembiraan, kebahagiaan(Arab) + Rahma : Kesetiaan, diberi banyak berkah (Indonesia)

Ainuha Suraiya : Wanita bermata terang laksana bintang
Ainuha : Matanya
Suraiya : Bintang

Aisha Syifa Aalinarrohman : Aisha si obat penerang kedua orang tuanya dan juga penyayang
Aisha : Nama istri Nabi Muhammad
Syifa : Obat
Aalinarrohman/Alina, Aalina : 1) Terang (Sansekerta) 2) Mulia (Arab) + Rohman : 1) Nama belakang ayahnya 2) Penyayang

Aisya Faiha : Istri Nabi yang banyak kelebihannya
Aisya : Istri Nabi (Arab)
Faiha : Banyak kelebihan (Arab)

Aisyah Aila Varisha : Istri Nabi yang teguh akan kemuliannya
Aisyah : Istri Rasulullah SAW yang punya sifat ramah, pandai & baik
Aila : 1) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan (Indonesia) 2) Pohon oak (Inggris-Amerika) 3) Pembuka cahaya (Arab)
Varisha : Mulia

Aisyah Ayudia Inara : Semoga menjadi seorang perempuan yang baik, cantik, pintar, berkharisma, rendah hati dan tidak sombong sehingga kelak dia dapat berguna untuk orang2 yang ia cintai.
Aisyah : Seorang perempuan yang baik
Ayudia : Cantik, Rendah hati
Inara : Berkharisma, pintar

Aisyah Nuha Zahira : Anak perempuang yang baik, pintar dan cantik
Aisyah : Seorang perempuan yang baik
Nuha : Intelek, pikiran (Arab)
Zahira / Zahir : Yang cantik berseri (Arab)

Aisyah Silmi Afiqa : Perempuan yang sangat berpengetahuan degan hidup bahagia dan selamat
Aisyah : Hidup bahagia
Silmi : Selamat
Afiqa : Sangat berpengetahuan, cerdas

Akifa Naila : Wanita yang rajin beritikaf di masjid dan suka memberi
Akifa : Wanita yang raji beritikaf di masjid
Naila : Anugerah

Akifah Nailah : Wanita yang rajin beritikaf dan suka memberi
Akifah : Rajin beritikaf
Nailah : Suka memberi

Al-fiyah Hasna Kamila : Perempuan yang memiliki sifat ribuan, cantik dan sempurna
Al-fiyah : Yang memiliki sifat ribuan
Hasna : Cantik
Kamila : Sempurna

Alayya Gavaputri : Anak perempuan yang berderajat luhur
Alayya, Alayyah : Yang berderajat luhur (Arab)
Gavaputri, Gava + Putri : Anak perempuan

Alesha Zahra : Bunga mawar yang selalu di lindungi Allah
Alesha : Selalu di lindungi Allah (Arab). Beruntung
Zahra : Bunga mawar

Alifa Hibatillah : Anak pertama, anugrah dari Allah
Alifa : Anak pertama
Hibatillah : Anugrah dari Allah SWT (Arab)

Alifa Naufalyn Fikria Rabbani : Anak yg dermawan yang suka berpikir & cerdas, suka berdzikir & selalu ingat kepada Allah
Alifa : Anak pertama
Naufalyn : Dermawan
Fikria : Berpikir/cerdas,
Rabbani : Berdzikir

Alifah Alfa Kamala : Wanita yang ramah tamah dalam bersahabat punya seribu kesempurnaan
Alifah : Ramah tamah dalam bersahabat
Alfa : Seribu
Kamala : Kesempurnaan

Alifah Alfi Kamali : Wanita yang ramah tamah dalam bersahabat punya seribu kesempurnaan
Alifah : Ramah tamah dalam bersahabat
Alfa : Seribu
Kamala : Kesempurnaan

Alifah Barizah : Wanita yang ramah dan menonjol kepandaiannya
Alifah : Ramah dalam bersahabat
Barizah : Menonjol (kepandaian)

Alifah Basyirah : Perempuan ramah yang selalu menyampaikan kabar gembira
Alifah : Perempuan ramah
Basyirah : Penyampai kabar gembira

Alifah Burairah : Perempuan ramah yang berperilaku baik
Alifah : Perempuan ramah
Burairah : Perilaku baik

Alika Naila Putri : Putri yang sukses & jujur
Alika, Alikha, Alikah, Alesa : 1) Yang tercantik (Afrika) 2) Bangsawan (Hawai) 3) Kebahagiaan, kehormatan & pernikahan, kecantikan (Indonesia) 4) Cinta (Arab)
Naila : Kesuksesan (Arab)

Alilatul Barizah : Wanita yang harum dan menonjol kepintarannya
Alilatul : Memakai wewangian
Barizah : Menonjol (kepandaian)

Alita Watsiqah Bari’ah : Perempuan yang memiliki kemuliaan dan kepercayaan diri yang memancarkan kecantikan
Alita : Mulia
Watsiqah : Percaya diri
Bari’ah : Cantik

Aliyah Saifanah : Wanita yang agung dan berani membela kebenaran (laksana pedang)
Aliyah : Tinggi; agung
Saifanah : Pedang

Aliyyah Nabila Zahra : Keturunan bangsawan yang mulia, tinggi derajatnya seperti bunga yang sedang mekar
Aliyah, Aliyyah, Alia, Alia : Agung, bangsawan, mulia, tinggi, derajat sosial yang tinggi (Arab)
Nabila : Keturunan bangsawan (Arab)
Zahra, Zahrah, Zahraa, Zahre, Zahreh, Zahara, Zaharra, Zahera, Zahira : 1) Berkulit putih, bunga (Swahili) 2) Bunga yang sedang mekar (Arab)

Almasah Basimah : Perempuan bagaikan batu mulia yang memancarkan senyum
Almasah : Batu mulia
Basimah : Senyum

Alula Farzana Ayunindya : Gadis cantik pertama yang diberi kelebihan, bijak dan pandai
Alula : Yang pertama (Arabic)
Farzana : Bijak, pandai (Islamic)
Ayunindya : Gadis cantik yang diberi kelebihan (Indonesia)

Alya Azizah : Wanita mulia yang memiliki derajat tinggi
Alya : Tinggi
Azizah : Mulia; perkasa

Alya Azizah Tamamah : Laki-laki yang berkedudukan mulia, pemberani dan sempurna
Alya : Tempat yang tinggi; mulia
Azizah : Pemberani; perkasa
Tamamah : Sempurna

Alya Dewina Maryam : Kemulian wanita yang tegar dan tabah, cantik seperti dewi
Alya : Kehebatan, kemuliaan (Arab)
Dewina : Cantik seperti dewi
Maryam, Siti Maryam : Wanita yang tegar dan tabah, salah satu dari dua wanita yang dijamin masuk surga

Alya Jazila Islami : Perempuan yang mempunyai ketinggian dalam bijak ucapannya dan selamat
Alya : Ketinggian
Jazila : Bijak ucapannya
Islami : Selamat

Alya Mukhbita : Wanita yang tinggi derajatnya dan berakhlak mulia
Alya : Tinggi
Mukhbita : Berakhlak mulia; patuh

Amal Fitriyah : Wanita yang berakhlak suci
Amal : Perbuatan; akhlak
Fitriyah : Suci; murni

Amani Ahlam : Wanita yang mempunyai cita-cita dan harapan
Amani : Cita-cita; keinginan
Ahlam : Harapan; impian

Amani Ahsanul Majidah : Wanita yang mempunyai cita-cita mulia terbaik
Amani : Cita-cita; harapan
Ahsanul : Lebih baik
Al-Majidah : Mulia

Amani Yusriyah : Wanita yang dimudahkan mengejar cita-cita
Amani : Cita-cita; keinginan
Yusriyah : Dimudahkan

Ambar Rukma Qatrunnanda : Tetesan embun yang semerbak harum mewangi
Ambar Rukma : Semerbak harum wangi (Jawa)
Qatrunnada : Tetesan embun (Arab)

Aminah Anisah : Wanita yang dapat dipercaya dan ramah dalam pergaulan
Aminah : Dapat dipercaya; aman
Anisah : Ramah dalam pergaulan; teman

Aminah Anisah : Wanita yang dapat dipercaya dan ramah dalam pergaulan
Aminah : Dapat dipercaya; aman
Anisah : Ramah dalam pergaulan; teman

Amira Ainun Mahya : Putri agung dengan mata yang bersinar
Amira : Putri agung (Arab)
Ainun Mahya : Mata yang bersinar (Arab)

Amirah Afifah : Wanita pemimpin yang menjaga harga diri
Amirah : Pemimpin; ratu
Afifah : Memiliki harga diri

Amjad Athifah : Wanita mulia yang pengasih
Amjad : Mulia
Athifah : Belas kasih; perasaan

Ana Athiyah Fahriyah : Saya sebagai wanita yang diberi anugerah kebanggaan oleh Allah
Ana : Saya
Athiyah : Anugerah
Fahriyah : Kebanggaan

Anbari Hasanah : Wanita yang harum lagi penuh kebaikan
Anbari : Wangi-wangian
Hasanah : Kebaikan

Anbiyaa Khaliluna : Kekasih para Nabi
Anbiyaa : 1) Para nabi 2) Diambil dari surat AL-QUR’AN ke 21 yang dimana dia lahir jam 9 malam
Khaliluna : Kekasih kami. Diambil dari tafsir surat AL-FATIHAH

Anindita Keisha Zahra : Seorang putri yang tanpa kekurangan dan tanpa cacat dan memiliki akhlak seperti putri Rasulullah SAW.
Anindita : Seorang yang tanpa kekurangan dan tanpa cacat (Jawa)
Keisha : Putri
Zahra : Nama Salah Satu Putri Rasulullah SAW (Arab)

Anindya Fauziah : Kemenangan yang sempurna
Anindya : Sempurna (Jawa)
Fauziah : Kemenangan (Arab)

Aniq Cahya Dewi : Wanita yang bersinar, cantik dan mungil
Aniq : Cantik dan mungil (Arab)
Cahya Dewi : Wanita yang bersinar (Jawa)

Anisa Hayfa : Perempuan yang rupawan
Anisa : Perempuan (Arab)
Hayfa : Rupawan (Arab)

Anisa Ramadhani : Anak perempuan yang lahir di bulan Ramadhan
Anisa : Perempuan
Ramadhani : Karena lahirnya di bulan Ramadhan

Anisa Ufairah : Perempuan yang pemberani
Anisa : Perempuan (Arab)
Ufairah : Pemberani (Arab)

Anisah Bahirah : Wanita yang ramah dalam pergaulan dan indah di pandang mata
Anisah : Ramah dalam pergaulan
Bahirah : Indah

Annisa Ayu : Wanita yang cantik
Annisa : Wanita (Arab)
Ayu : Cantik (Jawa)

Annisa Faiha : Anak perempuan yang memiliki banyak kelebihan
Annisa : Anak Perempuan
Faiha : Banyak kelebihan

Annisa Kasturi Naim : Anak perempuan penghuni surga yang harum bagai bunga kasturi
Annisa : Anak Perempuan
Kasturi : Bunga Kasturi
Naim : Surga Naim

Annisa Widyawati : Wanita yang banyak ilmunya dan cantik
Annisa : wanita (Arab)
Widyawati : banyak ilmunya dan cantik (Arab)

Aqra Nabiha : Perempuan yang pintar membaca situasi
Aqra : Membaca
Nabiha : Situasi

Ariqah Fatinah : Wanita yang baik budi yang menarik hati
Ariqah : Baik budi; mulia asalnya
Fatinah : Menarik hati

Ariqah Mahmudah : Wanita yang baik budi lagi terpuji
Ariqah : Baik budi; mulia asalnya
Mahmudah : Terpuji

Asiah Buraidah : Wanita Kalem yang menjadi obat
Asiah : Obat; istri Fir’aun
Buraidah : Dingin; kalem

Asilah Fadiyah : Wanita lemah gemulai yang menyelamatkan
Asilah : Gemulai; halus
Fadiyah : Menyelamatkan; tebusan

Askanah Havika : Wanita baik hati yang terkasih
Askanah : Wanita baik hati (Arab)
Havika : Terkasih (Hawai)

Asla Abqariah : Wanita yang gemulai lagi pandai
Asla : Gemulai; halus
Abqariah : Pandai; cerdas

Asma Adibah : Wanita beradab yang lantang menyuarakan kebenaran
Asma : Menyuarakan lantang ; lebih nyaring
Adibah : Beradab

Asmahan Athirah : Wanita Asamahan yang harum baunya
Asmahan : Nama tokoh wanita
Athirah : Harum baunya

Athifah Mahmudah : Wanita terpuji yang penuh belas kasih
Athifah : Belas kasih; perasaan
Mahmudah : Terpuji

Athirah Badi’ah : Wanita yang harum dan indah dipandang mata
Athirah : Harum; wangi
Badi’ah : Indah; bagus

Athirah Laha Afaf : Wanita harum yang menjaga harga diri
Athirah : Harum; wangi
Laha Afaf : memiliki harga diri

Athiyyah Hasanah : Wanita yang selalu memberikan kebaikan
Athiyyah : Pemberian
Hasanah : Kebaikan

Atika Balqis Azizah : Ratu mulia yang pemurah
Atika : Pemurah
Balqis : Ratu
Azizah : Mulia

Atika Zahra Ratifa : Anak perempuan yang berakhlak baik, pemurah dan berseri-seri
Atika : Pemurah
Zahra : Berseri-seri
Ratifa : Berakhlak baik

Atikah Marhamah : Wanita yang pemurah lagi penyayang
Atikah : Pemurah; murni
Marhamah : Penyayang

Aufa Ahimsa Ardhani : Anak perempuan yang berperilaku setia, berhati suci dan penuh ketentraman
Aufa : Setia
Ahimsa : Kedamaian
Ardhani : Suci

Ayduha Rudainah : Wanita yang menggunakan kedua tangannya untuk mengasihi orang lain
Ayduha : Kedua tangannya
Rudainah : Kasih sayang

Aysha Ailani Arka : Pemimpin yang soleh & bijaksana, yg bisa menebarkan cahaya
Aysha : Wanita soleha & terhormat
Ailani : Pemimpin yang bijaksana
Arka : Cahaya matahari

Azalea Khaliqa Dzahin : Anak yg anggun ciptaan Allah yg cerdik dan pandai
Azalea : 1) Bunga, anggun (Yunani) 2) Demokrasi (Arab)
Khaliqa : Ciptaan Allah (Arab)
Dzahin : Cerdik dan pandai

Azhariah Maisun : Wanita berwajah cantik laksana bunga-bunga
Azhariah : Bunga-bunga
Maisun : Cantik

Azizah Nur Su’ad : Wanitamulia yang memancarkan cahaya kebahagiaan
Azizah : Mulia; perkasa
Nur : Cahaya; sinar
Su’ad : Bahagia

Azka Syandana Rahman : Kebaikan yang lebih bersih & lebih sempurna dan mengalir terus
Azka : Lebih bersih, lebih sempurna (Arab)
Syandana : Mengalir terus (Sansekerta)
Rahman : Kebaikan (Arab)

Mengerikan !!! Beginilah Cara Mayat Diproses Dan Akhirnya Dijadikan…. !!!

Mengerikan !!! Beginilah Cara Mayat Diproses Dan Akhirnya Dijadikan…. !!!

(10 GAMBAR) Kilang memproses MAYAT!!!

image

Gunther von Hagens – identiti yang agak samar-samar. Ia dipanggil Frankenstein baru, kerana menjadikan mayat manusia dalam pameran muzium. Seperti kebanyakan ahli perniagaan von Hagens melakukan pengeluaran di China. 

“End of life, Bunyi, yang menakutkan, bagaimanapun, hari ini, di China, yang telah bertukar menjadi realiti. Von Hagens Plastination (Dalian) Co, Ltd, Syarikat pengkhususan dalam plastination, membedah mayat, dehidrasi, stereotaip selepas dibuat spesimen manusia untuk pemeliharaan kekal. Bayangkan, siri pembedahan yang tidak biasa dan menakutkan.

Spesimen asal, yang pertama untuk melalui kepekatan perfusi formalin 20%, kemudian diletakkan dalam bungkusan vakum formalin untuk masa sekurang-kurangnya empat bulan, selepas anatomi atau pengangkutan. “Mayat-mayat di sini adalah sukarelawan Jerman didermakan selepas pemeriksaan ketat Pentadbiran Negeri Penyeliaan Kualiti, Pemeriksaan dan Biro Kuarantin dan Pemeriksaan dan Kuarantin di Liaoning diimport dari luar negara.”

Daripada lelaki kepada wanita, adalah sekumpulan anatomi muda . Setiap jadual membedah seterusnya tiga empat kakitangan muda, mahir menggunakan pinset anatomi dan player anatomi dan alat lain dalam proses anatomi, tegas semua orang, hanya tindakan. “Pinset …… tang …… dulang ……” Mereka mengulangi siri ini tindakan untuk membuang bahagian ,  lemak pada mayat  tisu otot yang mudah rosak , dikecualikan terdedah sistem saraf, otot, terdapat tulang.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Gerbang Menuju Ma’rifatullah

Gerbang Menuju Ma’rifatullah

Kajian Islamiah, hakekat sholat, ilmu tauhid, marifatullah, dan konsep ketuhanan dalam islam

 

> Kajian Islam >
Susunan Keluarga Nabi Muhammad saw >
10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga >
Contoh Hadits Qudsi >
Hadist Qudsi >
Hadits Qudsi, Marfu, Mauquf dan Maqthu >
Hukum Memberi Nama >
Menikah dengan jin >
Nama Buah Hati Laki Laki >
Nama Buah Hati wanita >
Nama haram,makruh >
Perbedaan Hadits Qudsi & Hadits Nabawi >
[Kisah nyata] Satu gereja masuk Islam > Meninggalkan Sholat Jum’at 3x > Penjelasan  Sufi Tentang Marifat > Perbedaan antara Ilmu dan Ma’rifat Menurut Imam Al-Ghazali > Ilmu Makrifatullah  > Apakah Kita Bisa Melihat Allah? > Kisah Nyata… (Cer-Pen) “cerita penting” [Ahli Ma’rifat Adalah Ahli Tauhid] > Anak Kunci Mengenal Allah  > Makrifat  ▼

> Hadist Qudsi

Sebenarnya wahyu dari Allah bukan hanya dalam bentuk Al-Quran dan Hadits Qudsi saja tetapi masih banyak lagi wahyu Allah dalam bentuk-bentuk yang lainnya.
Diantaranya sebagai contoh adalah wahyu Allah kepada Ibunda Musa. Di dalam Al-Quran secara tegas bahwa Allah memberi wahyu kepada wanita ini untuk menghanyutkan bayinya ke sungai. Namun isi teks wahyu itu tidaklah menjadi sebuah kitab suci atau pun hadits qudsi. Dan ibunda Musa juga bukan seorang nabi.�
Dan kami wahyukan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai . Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya dari para rasul.� (QS. Al-Qashash :7).
Para pengikut setia nabi Isa as yang dikenal dengan sebutan `hawariyyin` pun disebutkan dalam Al-quran bahwa mereka mendapatkan wahyu dari Allah, namun wahyu disini bukan bermakna sebagai kitab suci melainkan sebagai sebuah ilham atau petunjuk.�
Dan ketika Aku wahyukan kepada pengikut ‘Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh “.�(QS. Al-Maidah :111).
Selain itu Allah juga menurunkan wahyu kepada para malaikat yang teramat setia kepada-Nya.�,
ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka .� (QS. Al-Anfal :12).
Bahkan wahyu Allah pun turun kepada binatang, bukan manusia atau nabi saja. Yaitu Allah memberi wahyu yang bermakna petunjuk kepada lebah untuk membuat sarang di bukit dan sebagainya.�Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, (QS. An-Nahl :68)
Semua ayat yang kami sebutkan di atas menggunakan lafaz (wahyu), namun makna dan peruntukannya bisa menjadi berbeda-beda. Ada wahyu yang bermakna petunjuk atau ilham dan ada juga yang menjadi kitab suci. Khusus untuk Nabi Muhammad SAW, maka ada wahyu yang derajatnya tidak sampai kepada kitab suci tetapi menjadi hadits. Karena yang namannya hadits Rasulullah SAW itu sebenarnya wahyu juga, karena hakikatnya firman Allah, hanya saja disampaikan dengan bentuk kalimat tidak langsung atau disampaikan kembali oleh Rasulullah SAW dalam bentuk petunjuk dalam sebuah sabda Rasulullah SAW. Di antara hadits-hadits Rasulullah SAW itu ada yang isinya merupakan kalimat dari Allah SWT namun diredaksikan oleh Rasulullah SAW.
Hadis Qudsi berbeda dengan Al-Qur’an meskipun kedua-duanya merupakan wahyu Ilahi. Dalam hal ini Ibnu Hajar berkata: “Mesti dijelaskan perbedaan antar wahyu yang dibaca (Al-Wahyu Al-Matluw) yaitu Al-Qur’an dan wahyu yang diriwayatkan Nabi SAW dari Tuhannya Azza Wa Jalla, yaitu hadis-hadis Ilahi atau lebih dikenal sebagi hadis Qudsi.
Al-Amir Humaiduddin berkata: Perbedaaan antara Al-Qur’an dan Hadis Qudsi ada enam macam:
Al-Qur’an adalah mukjizat sedangkan hadis Qudsi tidak demikian.Sholat tidak sah dilakukan tanpa membaca Al-Qur’an, sedangkan hadis Qudsi tidak demikianOrang yang tidak mengakui Al-Qur’an dianggap kufur sedangkan orang yang menentang hadis Qudsi tidak dianggap kufur.Bahwasanya pewahyuan Al-Qur’an mesti melalui perantaraan malaikat Jibril, sedangkan hadis Qudsi tidak.Lafadz redaksi Al-Qur’an berasal dari Alloh SWT sedangkan redaksi hadis Qudsi bisa berasal dari Nabi SAW.Al-Qur’an tidak boleh dipegang kecuali oleh orang yang bersuci sedangkan hadis Qudsi boleh disentuh oleh orang yang berhadas. (Al-Ahadis Al-Qudsiyyah hal 6-7)Dengan demikian, jelaslah mengapa hadis Qudsi tidak dimasukan ke dalam Al-Qur’an meskipun kedua-duanya merupakan wahyu Ilahi. Di samping itu, Rasulullah SAW sendiri tidak memerintahkan penulisan Hadis Qudsi disatukan dengan Al-Qur’an. Oleh karena itu untuk membedakan apakah wahyu yang diturunkan merupakan Al-Qur’an atau hadis Qudsi, para sahabat akan menjelaskannya, biasanya hal tersebut dapat diketahui dengan redaksi periwayatnnya :
Hadits Qudsi kedudukannya adalah sama dengan hadist nabawi yaitu perkataan Rasulullah SAW. Namun sumbernya sama-sama dari Allah SWT juga. Yang membedakannya adalah bahwa dalam hadits itu disebutkan bahwa Allah SWT berfirman, atau Rasulullah SAW meriwayatkan dari Tuhan-Nya dan keterangan sejenis. Sedangkan dalam hadits nabawi, tidak disebutkan bahwa Allah SWT berfirman begini dan bagini. Namun seolah-olah hanya perkataan Rasulullah SAW saja. Meski pada hakikatnya bersumber dari Allah SWT juga.
Firman Allah dalam hadits qudsi itu diredaksikan kembali oleh Rasulullah SAW ketika menyampaikan kepada para shahabat. Sehingga hadits Qudsi meski bersumber dari Allah sebagaimana hadits nabawi, namun dari segi keredaksian bukanlah murni dari firman Allah SWT. Karena itu hadits Qudsi bukan Al-Quran.
Dalam Al-Quran Al-Kariem, Rasulullah SAW tidak diberi wewenang untuk “mengintervensi` redaksional firman Allah itu. Itu adalah salah satu metode untuk membedakan apakah dia Al-Quran ataukah hadits Qudsi.
Selain itu tentunya Rasulullah SAW sebagai seorang Nabi, bahkan junjungan para nabi- pasti dengan mudah mengetahui dan membedakan mana klasifikasi wahyu yang beliau terima sebagai Al-quran dan sebagai hadits. Yang jelas, kepada para shahabat beliau, apapun yang beliau sampaikan selalu diberikan keterangan selengkapnya, apakah itu termasuk ayat Al-quran atau hadits nabawi atau sekedar pendapat pribadi beliau (ijtihad).
Kalau ternyata lafaz itu bagian dari ayat Al-Quran, beliau jelaskan termasuk surat apa dan ayat nomor berapa. Begitu juga hadits dan lainnya. Sehingga kemungkinan ayat dan hadits itu tertukar adalah 0 %. Dan sangat tidak layak bagi seorang nabi dan juga para shahabat salah dalam menetukan ayat Quran dan hadits.
Selain itu, hadits Qudsi bisa dibedakan dengan ayat al-Quran dengan :
1. Al-Quran Al-Kariem itu jelas dan pasti serta terdaftar dengan cermat di kepala para shahabat bahkan sebagian besar mereka telah menghafalnya. Setiap ramadhan, Rasulullah SAW selalu dites oleh Jibril as. Atas hafalan beliau itu. Para shahabat pun selalu menghafal luar kepala ayat-ayat Al-Quran bahkan mereka tahu persis kapan dan mengapa ayat-ayat itu turun. Sehingga menjadi satu cabang displin ilmu tersendiri yaitu “asbabun-nuzul”.
Cukup mendengar ujung kalimat atau lafaz, maka para shahabat Rasulullah SAW bisa dengan mudah memastikan bahwa itu termasuk ayat Al-Quran atau bukan. Bahkan hal itu tetap bisa dilakukan hingga hari ini oleh umat Islam yang mengenal Al-Quran.
2. Tata bahasa dan keindahan ayat Al-Quran itu sangat spesifik dan tidak bisa ditiru. Seorang arab dengan mudah bisa membedakannya apakah itu keluar dari mulut penyair atau itu memang wahyu yang turun. Bahkan meski ucapan itu keluar dari mulut Rasulullah SAW sekalipun tapi karena redkasinya hanya berasal dari diri beliau sendiri, maka bisa dengan mudah dibedakan dengan ayat Al-Quran Al-Kariem.
Dan untuk membedakannya, tidak perlu harus seorang muslim atau shahabat, bahkan orang-orang arab jahiliyah yang memusuhi Rasulullah SAW pun bisa dengan mudah membedakannya.
Karena itu maka kita bisa membaca dalam sirah nabawiyah adanya pemuka kafir quraisy yang sering tanpa sadar asyik mendengarkan ayat-ayat Al-Quran sehingga mereka malu untuk mengakuinya. Dalam telinga orang-prang arab itu, nyata benar perbedaan wahyu Allah (Al-Quran) itu dengan perkataan manusia.
Oleh karena itu, Al-Quran sendiri menantang siapapun untuk bisa menandingi bahasa dan keindahannya itu, walau hanya dengan sepuluh surat, satu surat bahkan hanya satu ayat saja. Namun hingga hari ini sejak 1400 tahun yang lalu, tak satupun yang bisa menjawab tantangan itu.
3. Memalsu hadits nabawi adalah hal yang bisa dikerjakan oleh para zindiq dan munafiqin. Meski demikian para ulama mamppu menciptakan sistem dan metode untuk menyaring hadits itu dari kepalsuan dan kelemahan periwayatan. Tapi khusus Al-Quran, maka memalsukannya bukan perkara yang mudah. Karena ayat-ayat Al-Quran itu telah diriwayatkan secara mutawatir oleh sejumlah perawi yang sangat banyak jumlahnya di segala peringkatnya (thabaqat) di tempat yang berjauhan dimana secara logika mustahil mereka sepakat untuk berbohong. Semua ayat Al-quran itu diriwayatkan secara mutawatir, sedangkan hadits nabawi atau Qudsi itu bisa saja diriwayatkan secara ahad.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
dan ciri ciri yang lebih jelas
A. Secara Lughowi (Harfiyah) Hadits adalah ism masdar, yang fi’il madhi dan mudhori’nya, hadatsa – yahdutsu. Maknanya ada 4 :a. Af’al (Perbuatan)
Dalam hadits arbain dikatakan :
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ  رَدٌّ.   [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ]

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah J bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya, maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak).
Ahdasa diambil dari kata hadits, mengikuti wazan af’ala, yang artinya ’amila ’amalan la minar rasul (mengada-adakan atau melakukan perbuatan lain yang tidak ada dizaman rasul). Jadi hadits disini bermakna perbuatan, dan kalau berubah menjadi ahdasa, maka maknanya berbuat-buat atau mengadakan perbuatan.
b. Akhbar/aqwal (Cerita atau perkataan atau kabar)
Dalam sejarah dikenal istilah haditsul ifki, (cerita bohong), berkenaan dengan tuduhan keji terhadap ibunda Aisyah r.a.
Dan didalam alquran, terdapat 220 kata, hadits serta pecahannya. Yang berarti cerita atau menceritakan. Contoh dalam surat Ad Duha ayat sebelas, Allah berfirma, “Dan terhadap nikmat Robbmu maka hendaklah engkau menceritakannya”.
Dalam penukilan hadits pun, terutama di shohihnya Imam Muslim rahimahullah; dikenal istilah akhbarona dan haddatsana. akhbarona (telah mengkabarkan  kepada kami) sedangan ahdasana (telah menceritakan kepada kami).
Di dalam tata cara Talaqqi (mentransfer, menerima) hadits, para ulama hadits membedakan antara lafazh yang ditransfer langsung dari Syaikh (Guru) dan yang dibacakan kepada syaikh. Bila Syaikh menceritakan tentang hadits, baik dari hafalannya atau pun dari kitab (tulisan)-nya dan membacakan kepada para murid sementara mereka menyalin hadits-hadits yang dibicarakan Syaikh tersebut; maka ini dinamakan dengan as-Samaa’ yang sering diungkapkan dengan kalimat“Yuhadditsuni” atau “Haddatsani.” 
Bila seorang penuntut ilmu mentransfer hadits tersebut di majlis seperti ini, maka ia harus menggunakan bentuk plural (jamak), yaitu “Haddatsanaa” karena berarti ia mentrasfer hadits itu bersama peserta yang lainnya. Dan jika ia mentransfernya secara pribadi (sendirian) dari Syaikh langsung, maka ia mengungkapkannya dengan “Hadtsani” yakni secara sendirian.
Adapun bila hadits tersebut dibacakan kepada Syaikh (dengan metode Qiraa`ah), seperti misalnya, Imam Malik menyerahkan kitabnya “al-Muwaththa`” kepada salah seorang muridnya, lalu ia (si murid) membaca dan beliau mendengar; jika si murid ini salah, maka ia menjawab dan meluruskan kesalahannya, bila tidak ada yang salah, ia terus mendengar. Metode ini dinamai oleh para ulama hadits dengan metode “al-‘Ardh” (pemaparan) dan “Qiraa`ah ‘Ala asy-Syaikh” (membaca kepada Syaikh).
Mereka (para ulama hadits) mengungkap dengan lafazh seperti ini secara lebih detail manakala seseorang ingin menceritakan (meriwayatkan) hadits, maka ia harus mengungkapkan dengan“Akhbarani” bukan dengan “Haddatsani” . Maksudnya bahwa ia menerima (Mentransfer) hadits tersebut bukan dari lafazh Syaikh secara langsung tetapi melalui murid yang membacakannya kepada Syaikh tersebut.
Inilah sebabnya kenapa mereka membedakan antara penggunaan lafazh “Haddatsana” dan lafazh “Akhbarana.” Tapi secara pokok, artinya sama, mendapatkan kabar/cerita. Pendek kata, secara esensial kata hadits juga berarti juga akbar (kabar).
C. Jadid
Dalam aqidah menurut imam mazhab Asyar’iyah, dikenal ada 20 sifat wajib Allah, ada 20 sifat muhal (mustahil) Allah dan ada satu sifat jaiz. Dan yang kang kedua dari sifat wajib Allah setelah wujud adalah Qidam. Lawannya qidam adalah hadits. Qidam artinya dahulu, sedangkan hadits artinya baru atau ada permulaan. (4) Jadi hadits disini artinya adalah baru, atau ada permulaan. Didalam ilmu fiqh pun dikenal dengan istilah hadats ashghor dan hadats akbar, hadts disini juga bermakna tajdid (memperbaharui/membikin baru lagi).
D. Qorib (dekat)
Dalam bahasa arab, ada kalimah antum haditsun minni bil islam, kamu terasa dekat dengan saya karena islam. Jadi hadits disini, artinya dekat perasaan/hati.
2. Hadits Secara Ishtilahi (definisi)
Hadits (الحديث) adalah segala perkataan (aqwal), perbuatan (af’al) dan persetujuan (taqrir) dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama (4) serta sifat dari rasulullah lahiriyah maupun bathiniyah (5)
Hadits-hadits Nabi s.a.w. itu dinamakan dengan “Al Hadits” ialah karena ada persesuaian dengan arti dari segi bahasanya yang memberi makna “baharu” lawan kepada “Al Qadim”. Seolah-olahnya apa yang disandarkan kepada Nabi s.a.w. yang dikenali dengan Al Hadits itu adalah sesuatu yang lain daripada Al Quran yang qadim – demikian kata Syeikhul Islam Hafidz Ibnu Hajar.
Sementara Allamah Syabir Ahmad Utsmani berpendapat bahwa hadits- hadits Rasulullah s.a.w. itu sebenarnya merupakan pernyataan Nabi s.a.w. akan nikmat Allah s.w.t. yang paling besar yaitu Islam seperti yang terdapat dalam firman Allah s.w.t. bermaksud : “Pada hari ini aku sempurnakan  untuk kamu agamamu, aku lengkapkan kepadamu nikmatku dan aku redhai Islam sebagai agama untukmu”. (Surah Al Maaidah : 3)
Perbedaan Qur’an dengan hadits Qudsi
Ada beberapa perbedaan antara Qur’an dengan hadits qudsi yang terpenting di antaranya ialah:
a. Al-Qur’anul Karim adalah kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diwahyukan kepada Rasululloh dengan lafalnya. Selain sebagai MUKJIZAT, Al Qur’an menantang orang2 arab (bahkan seluruh dunia) untuk membuat yang seperti Al Qur’an bahkan satu surah sekalipun (Al Israa’(17):88,“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.). Sedang hadits qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.
b. Al- Qur’anul karim hanya dinisbahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dikatakan: Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, sedang hadits qudsi terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga nisbah hadits qudsi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala itu merupakan nisbah yang dibuatkan. Maka dikatakan: `Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman atau Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.` Dengan kata lain, Al Qur’an adalah LANGSUNG firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara hadits qudsi adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yg disampaikan Rasululloh Shallallahu ‘alayhi wasallam.
c. Seluruh isi Qur’an dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak. Sedang hadits-hadits qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadits qudsi itu sahih, terkadang hasan (baik ) dan terkadang pula da`if (lemah). untuk mengetahui hadits lebih lengkap, bisa dibaca di sini, sedangkan untuk pembagian hadits bisa dibaca di sini.
d. Al-Qur’anul Karim dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik lafal maupun maknanya. Maka dia adalah wahyu, baik dalam lafal maupun maknanya. Sedang hadits qudsi maknanya saja yang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedang lafalnya dari Rasululloh Shallallahu ‘alayhi wasallam. hadits qudsi ialah wahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafal. Oleh sebab itu, menurut sebagian besar ahli hadits diperbolehkan meriwayatkan hadits qudsi dengan maknanya saja. Dengan kata lain, untuk Al Qur’an kita mesti kutip ayatnya sebelum memberikan penjelasan ttg makna. Sedangkan untuk hadits qudsi, kita bisa menyampaikan maknanya saja.
e. Membaca Al-Qur’anul Karim merupakan ibadah, karena itu ia dibaca di dalam salat. `Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Qur`an itu`. Hal ini tertera jelas di QS. Al-Muzzammil(73):20,“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Nilai ibadah membaca Al Qur’an juga terdapat dalam hadits:
`Barang siapa membaca satu huruf dari Al Qur’an, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf`.
Sedang hadits qudsi tidak disuruh untuk dibaca di dalam salat. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pahala membaca hadits qudsi secara umum saja. Maka membaca hadits qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadits mengenai membaca Al Qur’an bahwa pada setiap huruf akan mendapatkan kebaikan

Siapakah Luqman Al-Hakim Yang Disebut Dalam Al-Quran

image

Luqman itu adalah anak kepada Faghur bin Nakhur bin Tarikh (Azar), dengan demikian litu Luqman adalah anak saudara kepada Nabi Ibrahim a.s.; atau dikatakan juga Luqman itu anak saudara kepada Nabi Ayub a.s.

Diriwayatkan juga bahawa Luqman telah hidup lama sampai seribu (1,000) tahun sehingga dapat menemui zaman kebangkitan Nabi Daud a.s., bahkan dia juga pernah menolong Nabi Daud a.s. dengan memberikan kepadanya Hikmah atau kebijaksanaan. Luqman pernah menjadi Kadi, yakni hakim, untuk mengadili perbicaraan kaum Bani Israel.

AI-Allahamah AI-Alusy berkata: “Kebanyakan pendapat mengatakan bahawa beliau hidup di zaman Nabi Daud a.s.” Katanya lagi: “Orang juga berselisih pendapat, adakah beliau seorang yang merdeka atau seorang hamba? Kebanyakan pihak mengatakan beliau adalah seorang hamba Habsyi”

Dipetik dari Ibnu ‘Abbas katanya: “Luqman bukanlah seorang nabi mahu pun raja tetapi beliau hanyalah seorang pengembala ternakan yang berkulit hitam. Lalu Allah telah memerdekakannya dan sesungguhnya Dia redha dengan segala kata-kata dan wasiat Luqman. Maka kerana itu, kisah ini diceritakan di dalam AI-Quran agar kita semua dapat mengambil pedoman dan berpegang dengan wasiat-wasiatnya.”

Ibnu Kathir berkata: ‘Ulama’ salaf berselisih pendapat tentang diri Luqman; adakah dia seorang nabi atau pun seorang hamba yang soleh tanpa taraf kenabian? Di antara dua pendapat ini, kebanyakan mereka berpegang dengan pendapat yang kedua.’

Para ulama’ semuanya sepakat mengatakan Luqman itu seorang bertaraf wali dan Ahli Hikmah (bijak bistari), bukan seorang nabi, kerana lafaz hikmah dalam ayat di atas dimaknakan ‘kenabian’. Dan dikatakan juga apabila Luqman disuruh pilih antara Hikmah (kebijaksanaan) dengan Nubuwwah (kenabian), dipilihnya Hikmah. Di antara para ulama’ tersebut ialah seperti Mujahid, Sa’id bin AI-Musayyab dan Ibnu Abbas. Wallahu A’lam.”

Ibnu Kathir ada menyebutkan di dalam kitab sejarahnya: “Beliau ialah Luqman bin Unqaa’ bin Sadam.” Diceritakan dari As­ Suhaili, dari Ibnu Jarir dan AI-Qutaibi: “Beliau ialah Luqman bin Tharan”

Dikatakan bahawa beliau ialah anak kepada AI- Baura’. Ibnu Ishaq ada menyebutkan beliau ialah Luqman bin AI Baura’ bin Tarikh iaitu Aazar Abu Ibrahim AI-Khalil.

Adalah diceritakan, bahawa Luqman telah tidur di tengahari lalu kedengaran suara memanggilnya: “Hai Luqman! Mahukah kalau Allah jadikan engkau seorang Khalifah di bumi yang memerintah manusia dengan hukuman yang benar?” Dijawabnya: “Kalau Tuhanku menyuruh pilih, akan saya pilih ‘Afiat (selamat) dan saya tidak mahu bala (ujian). Tetapi kalau saya ditugaskan juga saya akan turut. Kerana saya tahu bahawa Allah Taala kalau menetapkan sesuatu kepada saya pasti Dia menolong dan memelihara saya.”Kemudian dikatakan para malaikat pula bertanya: “Hai Luqman! Adakah engkau suka diberi Hikmah?” Dijawabnya: “Sesungguhnya seorang hakim kedudukannya berat, dia akan didatangi oleh orang-orang yang teraniaya dari segenap tempat. Kalau hakim adil akan selamat, dan kalau tersalah jalan akan tersalah pulan jalannya ke neraka. Siapa yang keadaannya hidup di dunia, itu lebih baik daripada dia menjadi mulia. Dan siapa yang memilih dunia lebih daripada akhirat, akan terfitnah oleh dunia dan tidak mendapat akhirat.”

Para malaikat pun takjub mendengarkan kebagusan kata-katanya itu. Apabila Luqman tertidur semula, dia dikurniakan Hikmah, lalu terjaga dan berbicara dengan kata-kata yang berhikmah selepas itu.

Juga diriwayatkan bahawa Luqman itu seorang hamba bangsa Habsyi, kerjanya sebagai tukang kayu, tukang jahit dan seorang penggembala kambing. Apabila bertemu dengan seorang lelaki dia bercakap dengan penuh Hikmah, sehingga orang lelaki itu takjub lalu berkata: “Bukankah engkau seorang penggembala kambing?” Dijawabnya: “Benar!” Lalu ditanya orang lelaki itu lagi: “Bagaimana engkau telah dapat mencapai kedudukan engkau yang begini (bijak bestari)?” Luqman menjawab: “Saya mendapatnya dengan bercakap benar, memelihara amanah dan tak ambil tahu apa yang bukan urusan saya.”

Ada juga diriwayatkan bahawa Luqman berasal dari Sudan/Mesir, berkulit hitam, bibirnya tebal dan kulit kakinya pula retak-retak. Juga dikatakan bahawa sebaik-baik orang dari benua Afrika itu adalah 3 orang, iaitu: Bilal bin Robah, Mahja’ (yakni hamba sahaya Sayidina Umar ibn Khattab) dan Luqman al-Hakim. Orang yang ke empat pula ialah an-Najasyi (Raja Habsyah yang beriman di zaman Nabi Muhammad s.a.w.)

Ibnu Qutaibah berkata: “Luqman adalah seorang hamba Habsyi kepada seorang lelaki dari kalangan bani Israil. Kemudian beliau dibebaskan dan diberikannya harta.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia telah berkata: Rasullullah s.a.w. pernah bersabda:

“Adakah engkau semua tahu siapakah dia Luqman? “Mereka pun menjawab: “Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu.” Baginda bersabda: “Dia adalah seorang Habsyi.” Pendapat yang mengatakan dia adalah seorang habsyi, adalah dari lbnu Abbas dan Mujahid.

As-Suhaili berkata: “Luqman adalah Naubah dari penduduk Ielah ( Sebuah bandar di tepi laut merah )” Demikian juga dipetik oleh Qatadah, dari Abdullah bin Az-Zubair: Aku telah bertanya kepada Jabir bin Abdullah: “Apakah cerita terakhir yang sampai kepadamu tentang perihal diri Luqman? “J abir menjawab: “Dia adalah seorang yang pendek, pesek hidungnya dari keturunan Naubah.” lanya juga sebagaimana yang disebutkan dari Sa’id bin AI­ Musayyab, katanya: “Luqman adalah dari Sudan, Mesir.”

AI-Hassan AI-Basri pula berkata: “Luqman telah membina sebuah singgahsana di Ramlah, Syam. Pada masa itu, tempat tersebut masih lagi belum dibangunkan. Dia berada di sana sehinggalah Ian jut usianya dan meninggal dunia.”

Ibrahim bin Adham berkata: “Aku telah diberitahu bahawa kubur Luqman adalah di antara Masjid Ar-Ramlah dan tempat didirikan pasar pada hari ini.Di tempat tersebut terdapat 70 kubur nabi-nabi sebelum Luqman.

Dilaporkan, bahawa Luqman adalah seorang mufti sebelum Nabi Daud a.s dibangkitkan. Apabila baginda diutuskan kepada umatnya, Luqman berhenti dari memberikan fatwa. Ada orang bertanyakan; padanya tentang hal itu lalu dia pun berkata: “Adakah aku tidak mahu berhenti apabila aku telah merasa cukup?!! “

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Mujahid: “Beliau adalah seorang Qadhi di kalangan kaum bani Israil di zaman Nabi Daud a.s”

Demikianlah siapa itu Luqmanal Hakim. Tidak kira siapapun dia, yang penting beliau adalah seorang yang mempunyai hikmah kebijaksanaan. Kata-katanya diberkati Allah dan dirakamkan didalam Al Quran.

Dipetik dari tulisan Muhammad Khair Ramadhan Yusuf dalam bukunya Lukman al Hakim…
Semoga berguna.

                                  = WASSALAM =

NASEHAT LUKMAN AL HAKIM KEPADA ANAKNYA (8 WASIAT DARI PARA NABI)

NASEHAT LUKMAN AL HAKIM KEPADA ANAKNYA (8 WASIAT DARI PARA NABI)
Bismillahirrahmanirrahiiim
Assalamu’alaikum wr wb

Nasehat Lukman Al Hakim kepada Anaknya (8 Wasiat Dari Para Nabi)
Alhamdulillah. Saya bisa kembali berbagi. Pada posting kali ini saya akan berbagi kisah dan nasihat Luqman Al Hakim.

Satu-satunya manusia yang bukan nabi,bukan pula Rasul,tapi kisah hidupnya di abadikan dalam Al-Qur’an.
Kenapa? tak lain,karena hidupnya penuh hikmah.

Luqman Al Hakim, adalah orang yang disebut dalam Al-Qur’an dalam surah Luqman [31]:12-19, yang terkenal karena nasihat- nasihatnya kepada anaknya.

Ibnu Katsir berpendapat bahwa nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun.
Sedangkan asal usul Luqman, sebagian ulama berbeda pendapat. Ibnu Abbas menyatakan bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu dari Habsyi. Riwayat lain menyebutkan,ia bertubuh pendek dan berhidung mancung dari Nubah,dan ada yang berpendapat ia berasal dari Sudan. Dan ada pula yang berpendapat,Luqman adalah seorang hakim pada zaman nabi Dawud.

Kisah Luqman Al Hakim

Dalam sebuah riwayat menceritakan.
Bahwa pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar (Keledai),manakala anaknya mengikuti dari belakang.

Melihat tingkah laku Luqman itu,setengah orang pun berkata,
“Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki.”

Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu,lalu diletakkan anaknya di atas himar itu.

Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, “Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya enak menaiki himar itu, sungguh kurang ajar anak itu.”

Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi,”Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, mereka sungguh menyiksakan himar itu.”

Oleh karena tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu. Kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Dua orang berjalan kaki,sedangkan himar itu tidak dikenderai.”

Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihati anaknya tentang sikap manusia dan celoteh mereka.
Ia berkata, “Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah saja. Siapa saja yang mengenal kebenaran,itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu.”
Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya,
“Wahai anakku,tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya,lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang),dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya). Lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya.”

Nasihat Luqman Al-Hakim

Di antara nasihat Luqman yang terdapat dalam Al-Quran Surah Luqman ialah:
1). Jangan mempersekutukan Allah
(Luqman [31]:13).
2). Berbuat baik kepada dua orang ibu-bapanya
( Luqman [31]:14).
3). Sadar akan pengawasan Allah
( Luqman [31]:16).
4). Dirikan salat
(Luqman[31]:17).
5). Perbuat kebajikan
( Luqman [31]:17).
6). Jauhi kemungkaran
( Luqman [31]:17).
7). Sabar menghadapi cobaan dan ujian
( Luqman [31]:17).
8). Jangan sombong
( Luqman [31]:19).

Diantara nasehat Luqman Al Hakim kepada Anaknya

Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup.
“Anakku,jika makanan telah memenuhi perutmu,maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah,dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir.”

“Anakku,kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya.”

“Anakku,ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah,jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”

“Anakku,aku sudah pernah memikul batu-batu besar,aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”

“Anakku,aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”

“Anakku,aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”

“Anakku,sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:
1). Jika kau beribadah pada Allah,jagalah pikiranmu baik-baik.
2). Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.
3). Jika kau berada di tengah-tengah majelis,jagalah lidahmu.
4). Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.
5). Ingatlah Allah selalu.
6). Ingatlah maut yang akan menjemputmu.
7). Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
8). Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

SubhanAllah…
Semoga Allah memberikan hidayahnya untuk kita semua,membukakan hati kita,dan menjernihkan pikiran kita,agar kita bisa dan mudah menerima nasihat,baik itu dari Orang lain,dari setiap kejadian,maupun nasihat dari diri kita sendiri..Aamiin.

Demikian nasihat Lukman Al-Hakim kepada Anaknya (8 Wasiat Dari Para Nabi),semoga bermanfaat. Jika terdapat kesalahan kata dan penulisan,saya mohon maaf.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

POTONG KUKU IKUT SUNNAH NABI

image

Memotong kuku adalah termasuk dalam amalan sunat, sebagaimana dinyatakan dalam hadis daripada Aisyah ra bermaksud : “Sepuluh perkara yang sebagai fitrah (sunnah) ; memotong misai, memelihara janggut, bersugi, memasukkan air ke hidung, memotong kuku, membasuh sendi-sendi, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu ari-ari, bersuci dengan air (beristinja)…” (Riwayat Muslim) 
Potong Kuku Ikut Sunnah Nabi

Bismillah dan Assalamualaikum 

Sebagai ibu atau bapa kepada anak-anak yang semakin membesar tentu tidak terlepas daripada memotongkan kuku anak- anak kerana mereka belum menguasai kemahiran itu.

Apabila ustazah selidiki rupa- rupanya ada cara potong kuku ikut sunnah Nabi. Nilai ini kita perlu amalkan dan terapkan pada diri anak- anak supaya apabila mereka sudah memiliki kemahiran memotong kuku, mereka dapat mengikuti sunnah Nabi. Rasulullah juga amat berpesan pada kita supaya kita kasih akan dirinya dengan mengikuti sunnahnya. Sambil memotong kuku kita pun berceritalah pada mereka tentang kelebihan mengikut sunnah Nabi biar kecintaannya pada Nabi tertanam dan menebal.
Memotong kuku adalah sunat bagi lelaki dan perempuan sama ada kuku tangan atau kaki. Hikmahnya ialal melambangkan kebersihan serta menghilangkan segala kotoran yang melekat atau terkumpul di celah kuku.

Cara Memotong Kuku

Sunat memotong kuku bermula  dari tangan kanan, kemudian tangan kiri, memotong kuku kaki kanan kemudian kaki kiri.
Menurut Imam Nawawi , sunat memotong kuku bermula jari tangan kanan kesekuruhannya daripada jari telunjuk sehinggalah jari kelengkeng diikuti ibu jari, kemudian tangan kiri daripada jari kelengkeng sehinggalah ibu jari. 

Sementara kuku kaki , bermula kaki kanan daripada jari kelengkeng sehinggalah ibu , kemudian kaki kiri daripada ibu jari sehingga kelengkeng. 

Harus seseorang memotong kukunya menggunakan gunting, pisau atau alat khas seperti pemoong kuku yang tidak mendatangkan mudarat. 

Selesai memotong kuku dianjurkan membasuh tangan. Ini kerana jika seseorang itu menggaru badan sebelum tangan dibasuh dibimbangi boleh mengakibatkan penyakit. 

Menurut kitab al-Fatawa al-Hindiyah dalam mazhab Hanafi, makruh memotong kuku menggunakan gigi kerana boleh mewarisi penyakit kusta. 

= Waktu Potong Kuku =
==================
Bila-bila masa diharuskan memotong kuku apabila seseorang itu berkehendak berbuat demikian . 

Menurut Imam Syafie , sunat memotong kuku itu sebelum mengerjakan solat junaat, sebagaimana disunatkan  mandi, bersugi, mengenakan haruman dan berpakaian kemas sebelum ke masjid. 
Bagi Ibnu Hajar ramimahullah sunat memotong kuku pada hari khamis atau pagi Jumaat atau pada hari Isnin . 

= Perbuatan lepas Potong Kuku =
==========================
Potongan kuku sunat ditanam di dalam tanah sebagai tanda menghormatinya kerana ia juga termasuk anggota manusia . Dinyatakan dalam Fath al-Bari,Ibnu Umar ra menanam potongan kuku.

Mengapa Yahudi Ingin Menguasai Dunia? Inilah Jawabannya!!

Mengapa Yahudi Ingin Menguasai Dunia? Inilah Jawabannya!!

Mengapa Yahudi Menguasai Dunia? Inilah Jawabannya!!

FAKTA DAN ANGKA:

Populasi Yahudi di dunia ada 14 juta orang.
Distribusi:
7 juta di Amerika
5 juta di Asia
2 juta di Eropa
100 ribu di Afrika.

Populasi Muslim: 1,5 miliar dari penduduk dunia.
Distribusi:
6 juta di Amerika.
1 miliar di Asia dan Timur Tengah.
44 juta di Eropa.
400 juta di Afrika.
Kelima dunia adalah Muslim.

Setiap 1 orang Yahudi, ada 107 Muslim di dunia.
Namun, 14 juta orang Yahudi lebih kuat daripada 1,4 Miliar Muslim.

Mengapa?
Kita lanjutkan fakta-fakta dan statistik di atas.

Lihatlah dalam sejarah modern:
Albert Einstein: Yahudi.
Sigmund Freud: Yahudi.
Karl Marx: seorang Yahudi.
Paul Samuelson: Yahudi.
Milton Freedman: Yahudi.

Inovasi Medis yang Paling Penting:
Penemu medis injeksi, Benjamin Rubin: Yahudi.
Penemu vaksin polio, Jonas Salk: Yahudi.
Penemu obat kanker darah (leukemia), Gertrude Ilion: seorang Yahudi.
Penemu pengobatan hepatitis C,  Barukh Bloomberg: Yahudi.
Penemu obat sifilis, Paul Ehrlich: Yahudi.
Penelitian pengembangan sistem kekebalan tubuh, Eli Machenkov: Yahudi.
Penelitian Endokrinologi yang paling penting, Andrew Schally: Yahudi.
Penelitian Cognitive Therapy yang paling penting Aaron Beck : Yahudi.
Penemu Pil Gregory Pecos: Yahudi.
Studi pengobatan kanker yang paling penting, Stanley Cohen, seorang Yahudi.
Penemu dialisis dan peneliti paling penting dalam organ buatan, Willem Kulovkim: Yahudi.

Penemuan yang Mengubah Dunia:
Pusat pengembangan prosesor , Stanley Mysore: Yahudi.
Penemu reaktor nuklir, Selandia Liu: Yahudi.
Penemu serat optik, Peter Schultz: Yahudi.
Penemu lampu lalu lintas, Charles Adler: Yahudi.
Penemu stainless steel, Pino Ringkas: Yahudi.
Penemu film audio, Isador Casey: Yahudi.
Penemu mikrofon, Jeramavun Emile Berliner: Yahudi.
Penemu Perekam Video, Charles Ginsburg : Yahudi.

Pembuat Nama dan Merek:
Polo – Ralph Lauren: seorang Yahudi.
Jeans Levi – Strauss Levi: Yahudi.
Starbucks – Howard Schultz adalah Yahudi.
Google – Sergey Brin: Yahudi.
Dell – Michael Dell adalah Yahudi.
Oracle – Larry Ellison: seorang Yahudi.
DKNY-Donna Karan: Yahudi.
Baskin dan Robbins – Irv Robbins: Yahudi.
Dunkin Donuts – William Rosenberg: Yahudi.

Politisi dan Pengambil Keputusan:
Sekretaris Negara Amerika Serikat, Henry Kissinger: Yahudi.
Presiden Yale University Richard Levin: Yahudi.
Kepala Federal Reserve AS, Alan Greenspan : Yahudi.
U. S. State Secretary, Madeleine Albright : Yahudi.
Politisi AS, Joseph Lieberman : Yahudi.
Sekretaris Negara AS, Casper Enbed : Yahudi.
Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Maxim Litvinov : Yahudi.
Perdana Menteri Selandia Baru, John Key: Yahudi.
Perdana Menteri Singapura, David Marshall : Yahudi.
Gubernur Australia, Ishak Isaac : Yahudi.
Perdana Menteri Inggris, Benjamin Disraeli : Yahudi.
Perdana Menteri Rusia, Yevegni Primakov : Yahudi.
Politisi Amerika, Barry Goldwater : Yahudi.
Presiden Portugal, Jorge Sampaio : seorang Yahudi.
Wakil Perdana Menteri Kanada, Herb Jerry : Yahudi.
Perdana Menteri Perancis, Pierre Mendes : Yahudi.
Menteri Negara Inggris, Michael Howard : Yahudi.
Konsultan Austria, Bruno Kryska : Yahudi.
Menteri Keuangan, Robert Rubin : seorang Yahudi.
Tuan spekulasi dan ekonomi, George Soros : Yahudi.

Media Berpengaruh :
CNN – Wolf Blitzer: Yahudi.
ABC News – Barbara Walters: Yahudi.
The Washington Post – Eugene Meyer: Yahudi.
Majalah Time – Henry Grunwald: Yahudi.
The Washington Post – Katherine Graham Yahudi.
New York Times – Joseph Elevid: Yahudi.
New York Times – Max Frankel: Yahudi.
Ini baru sebagiannya.

Fakta Lain:
Dalam 105 tahun terakhir, Yahudi memenangkan 14 dari 180 Nobel.
Pada periode yang sama, 1,5 Miliar Muslim hanya memenangkan tiga hadiah Nobel.
1 hadiah Nobel adalah untuk 77. 778 orang Yahudi.
Bagi Muslim, 1 hadiah Nobel untuk 500 juta orang.

Apakah ini sebuah kebetulan bahwa ilmu pengetahuan milik mereka? Atau penipuan? Atau konspirasi? Mengapa prestasi itu tidak dicapai oleh umat Muslim meskipun mereka sangat banyak dalam jumlah?

Fakta-fakta lain Anda mungkin menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini:
· Umat Islam sedunia hanya memiliki 500 universitas (terkenal/besar).
· Di Amerika Serikat ada 5.758 Universitas!
· India 8.407 Universitas!
· Tidak ada universitas Islam dari  500 universitas terbaik di dunia.
• Ada 6 universitas Israel dari 500 universitas terbaik di dunia.
· Proporsi pembelajaran di negara-negara Kristen 90%.
· Proporsi pembelajaran di dunia Muslim 40%.
· Tingkat pendidikan 100% ada di 15 negara Kristen.
• Di negara-negara Muslim tidak ada yang tingkat melek hurufnya hingga 100%.

Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Kristen 98%.
Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Muslim 50%.
Persentase memasuki universitas di negara-negara Kristen 40% .
Persentase memasuki universitas di negara-negara Muslim 2%.

• Hanya ada 230 sarjana Muslim dari setiap juta orang Islam.
• Ada 5.000 sarjana dari setiap juta orang Amerika.
· Dari setiap 1 juta masyarakat Amerika, ada 1000 orang teknisi.
· Di negara-negara Muslim hanya memiliki 50 per 1 juta orang.
· Negara-negara Islam mengeluarkan dana 0,2% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan.
· Negara-negara Kristen mengeluarkan 5% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan.
· Tingkat distribusi surat kabar harian di Pakistan adalah 23 surat kabar per 1000 penduduk.
· Tingkat distribusi surat kabar harian di Singapura adalah 460 surat kabar per 1000 penduduk.
· Di Inggris, distribusi buku, 2.000 per satu juta orang.
· Di Mesir 17 buku per satu juta orang.

· Alat-alat teknologi canggih (High-tech) 0,9% dari ekspor Pakistan, 0,2% dari ekspor Kerajaan Arab Saudi dan 0,3% dari ekspor Kuwait, Aljazair dan Maroko.
· Peralatan berteknologi tinggi, 68% dari ekspor Singapura.

Sifat-sifat Allah beserta Dalil-Nya

Sifat-sifat Allah beserta Dalil-Nya

SIFAT-SIFAT ALLAH BESERTA DALILNYA

 1.      Wujud (Ada) lawannya ‘Adam (Tidak ada)

 Dalil ‘Aqli : Karena ada ciptaan-Nya, Dalil Naqli : Surat Ar-Ro’du ayat 16:

{قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ … قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (16)} [الرعد: 16]

16. Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. …..” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.

2.      Qidam (Terdahulu/Tak berawal) lawannya Hudust (Baru/Ada awalnya)

Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah hudust (ada awalnya) pasti Allah membutuhkan yang menciptakan, dan itu mustahil bagi Allah.Dalil Naqli    :   Surat Al-Hadid  ayat 3:

{هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ} [الحديد: 3]

       Dialah yang Awal dan yang akhir.

3.      Baqo (Kekal/Tiada akhirnya) lawannya Fana (Rusak/Musnah)

Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah fana (rusak atau tidak kekal) pasti AllahHudust, dan itu mustahil.bagi AllahDalil Naqli :  Surat Ar-Rahman  ayat 27:

{وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (27) } [الرحمن: 28]

  Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

4.      Mukholafatu Lilhawadist (Berbeda dengan makhluknya) lawannyaMumatsalatu Lilhawadist (Menyerupai makhluknya)

Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah Mumatsalah (menyerupai makhluk) maka Allah tidak ada bedanya dengan makhluk, dan itu mustahil.Dalil Naqli :   Surat Asy-Syuro ayat 11:

{لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ } [الشورى: 11]

tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia,

 5.      Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan Dzatnya sendiri) lawannyaIhtiyaj (Membutuhkan)

Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah Ihtiyaj (membutuhkan tempat atau pencipta) maka Allah “sifat”.Seperti warna putih(sifat), membutuhkan benda(untuk tempat), apa bila benda itu hilang maka warna putihpun akan ikut hilang. Dan itu mustahil bagi Allah.Dalil Naqli : Surat Al-Ankabut  ayat 6:

إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ  العنكبوت: 6

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

6.      Wahdaniyyat (Esa/Tunggal) lawannya Ta’addud (Lebih dari satu)

Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah Ta’addud (tidak tunggal) maka tidak akan ada ciptaanNya, karena apabila Allah ada dua tentu mereka akan berbagi pendapat, dan itu mustahil. Maka  tidak mungkin Allah Ta’addud.Dalil Naqli : Surat Al Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

1.  Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

2.  Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3.  Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4.  Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

7.      Qudrat (Berkuasa atas segala sesuatu) lawannya ‘Ajzu (Lemah/Tidak bisa berbuat apa – apa)

Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah ‘Ajzu (tidak bisa apa-apa) pasti tidak akan pernah ada ciptaanNya, dan itu mustahil bagi Allah.Dalil Naqli : Surat Al Baqoroh  ayat 20:

إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ  [البقرة: 20]

Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

8.      Irodat  (Berkehendak) lawannya Karohah (Terpaksa)

Dalil ‘Aqli :   Seandainya Allah Karahah (terpaksa) pasti Allah‘Ajzu(lemah). Dan itu mustahil.Dalil Naqli : Surat Hud  ayat 107:

إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ  هود: 107

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki.

 9.       ‘Ilmu (Maha Mengetahui) lawannya Jahl (Bodoh)

Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah jahal (Bodoh) pasti Allah tidak Irodat(tidak berkehendak karena bodoh), dan itu mustahil.Dalil Naqli : Surat Al Baqoroh ayat 231:

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

 10.  Hayat (Hidup) lawannya Maut (Mati)

Dalil ‘Aqli : Seandainya Allah Maut (Mati) pasti Allah tidak Qudrat, Iradatdan tidak ‘Ilmu, dan itu mustahil.Dalil naqli :  Surat Al Baqoroh   ayat 255:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ  البقرة: 255

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)

11.  Sama’ (Maha Mendengar) lawannya Shama(Tuli)

Dalil ‘Aqli :    Tidak masuk akal apabila Allah tidak mendengar.Dalil Naqli :    Surat Asy Syuro  ayat 11:

وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ  الشورى: 11

dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat.

12.  Bashar (Maha Melihat) lawannya ‘Amaa (Buta)

Dalil ‘Aqli :   Tidak masuk akal apabila Allah tidak melihat Dalil Naqli :    Surat Asy Syuro ayat 11:

وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ  الشورى: 11

dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat.

13.  Kalam (Berfirman) lawannya Bukmu (Tidak berfirman/tidak bisa berbicara)

Dalilnya dalam surat An-Nisa ayat 164:

 وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا  النساء: 164

dan Allah Telah berbicara kepada Musa dengan langsung

14.  Qadiran lawannya ‘Ajizan

Dalilnya sama dengan dalil sifat Qudrat

15.  Muridan lawannya Karihan

Dalilnya sama dengan dali sifat Iradat

16.  ‘Aliman lawannya Jahilan

Dalilnya sama dengan dalil sifat ‘Ilmu

17.  Hayyan lawannya mayyitan

Dalilnya sama dengan dalil sifat hayat

18.  Sami’an lawannya Ashomma

Dalilnya sama dengan sifat Sama’

19.  Bashiron lawannya A’maa

Dalilnya sama dengan dalil sifat Bashar

20.  Mutakaliman lawannya Abkama

Dalilnya sama dengan dalil sifat Kalam

Ilmu Pengasih, Cara Gila Mengurat Si Dia

Ilmu Pengasih, Cara Gila Mengurat Si Dia

Ilmu pengasih, satu keilmuan yang sudah tenggelam, hanya sedikit sahaja yang mengetahuinya.

Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama ALLAH pak cik panjatkan doa. Hari ini pak cik tersentuh untuk update pasal ilmu pengasih. Bila tengok dekat bahagian kategori tu, nampak sikit je pasal ilmu mahabbah ni. Jadi pak cik hari ni berhajat untuk menerangkan serba sedikit dengan ilmu ni.

Ilmu Pengasih Secara Umum

Ilmu pengasih ni secara umumnya dapat kita tahu digunakan untuk menambat hati si dia yang kita kasih. Tak kesah la laki ke atau perempuan, boleh je gunakan ilmu pengasih ni, asalkan kena pada caranya. Jadi, dengan beberapa tatacara tertentu, ilmu pengasih ini dilancarkan untuk menambahkan rasa sayang terhadap pengamal dan dituju.

Contoh-contoh ilmu pengasih yang ada.

Dalam dunia ni, bermacam macam ilmu pengasih yang ada. Walaupun hidup di zaman moden, namun kecanggihan ilmu pengasih ni tetap orang kata umph. Belek lah puas puas majalah maskulin ke wanita ke, bila da tak larat nak abis duit bergaya, benda ni la yang korang cari.

Antara contoh yang korang boleh jumpa mengenai ilmu pengasih ni adalah ilmu pengasih nabi yusuf, ilmu pengasih tepuk bantal, ilmu pengasih asap rokok dan minyak dagu. Jadi, pilihlah cara mana yang paling korang suka.

Ilmu Pengasih Dan Caranya Berfungsi

Terdapat dua cara bagaimana ilmu pengasih ni berfungsi iaitu, antara menampilkan kewibawaan diri korang ataupun mengabui mata si mangsa. Selalunya yang teknik mengabui mata si mangsa ni akan menggunaan pengantara seperti jin untuk menghias mata yang dituju tu supaya nampak cantik je kita ni. Jangan pakai ilmu pengasih yang ni

Cara kedua ilmu pengasih ni bertindak adalah dengan meanmpilkan kewibawaan korang sendiri. Dalam diri korang, ada satu angle yang sangat cantik, lawa dan hensem, ayat pengasih yang ini akan menunjukkan atau menonjolkan angle yang lawa tu kepada si yang kena tuju. So yang ni boleh, sebab ilmu pengasih style ni tak memudharatkan atau menzalimi yang dituju.

Tatacara Ilmu Pengasih, Pengasihan Ummul Fatihah

Jadi, pak cik akan postkan satu ilmu pengasih untuk korang buat, supaya korang boleh la ngorat anak dara yang korang suka, ataupun anak teruna yang korang suka, tapi dengan niat, korang kawin la, jangan la men men kan hati orang dengan cinta ni.

Dilakukan selama 3 atau 7 malam pada lingkungan jam 10 hingga 12 malamSolat hajat 2 rakaatIstighfar 33 kali, selawat 101 kaliBaca al fatihah ke list name dibawah

-NABI MUHAMMAD SAW.
-4 MALAIKAT (JIBRIL,MIKA’IL,IZHRAFIL,IHZRA’IL)
-4 SAHABAT NABI(ABUBAKAR,UMAR,USMAN ALI)
-NABI ALLAH KHIDIR AS.
-NABI SULAIMAN AS.
-NABI YUSUF AS.
-SYEH A.QADIR AL ZAILANI
-SYEH ACHMAD QADIR -(sunan gunung jati)
-SYEH ZAIDIN MAULANA- (Sunan gunung sembung)
-SYEH MAS SA’ID-Joko Gending (Sunan kali jaga)
-SYEH KANG PANJI ALI-(Sunan Demak)
-SYEH MUHAMMAD KADIR-(Wali Songo).
-SYEH QADIR ZAILANI ABDULLAH- (Abah Presiden Banten)
-SYEH ALI MADEK-KANOMAN (Raja tanah Jawa)
-SYEH UMAR ABDULLAH KALIMAH- (Syeh wali sembilan)
-SYEH HABIB HUSIEN-(Habib luar batang)
-SYEH HABIB ZIEN (Habib Empang Bogor)
-SYEH PANGERAN SYARIEF- ( Keramat Pondok Gede)
-SYEH ABDUL RACHMAN- (Penguasa Palembang)
-SYEH KMS. ABDUL HAMID (Ki Marogan)
-KEPADA KEDUA ORANG TUA
-NABI-NABI ALLAH,WALI-WALI ALLAH,SYEH-SYEH ALLAH,AULIQ,ALIM ULAMA,NENEK MOYANG,
KAUM MUSLIMIN KAUM MUKMINAT WALMUKMININ WAL MUKM

Baca al Fatihah sebanyak 7 kali dan diaminkan pada al Fatihah ke tujuh kepada orang yang kita sukaAl Ikhlas 3 kaliAyat kursi sekaliBaca Fatihah 99 kaliBaca doa dan hajat =“YA ALLAH YA ROHMAN YA ROHIIM DENGAN SEGALAH HAKNYA FATEHAMU KUMOHON HAJATKU ADA DALAM JANTUNG DARAH SI…A…BIN….SI…A JADIKANLAH NIATKU DI RUHNYA, DISUKMANYA, DIZHOHIR BATINYA. TUNDUK KASIH SI…A..BIN/TI…SI..A PADAKU. ya ALLAH 5X ya Rohman ya rohiim 5X HU ALLAH 5X ALLAH AKBARBaca doa ni :- Robbana atinna fidhunnia hasanah walfil akhirotihasanna wakinna azhabanar
wal hamdulillah hirobbil alamiin

Dan yang bestnya, korang akan dapat rasakan perubahan yang ketara. Begitulah ampuhnya ilmu pengasih Pengasihan Ummul Quran ni. Tapi korang janji korang kena kawin dengan dia tu