IZRAIL (ARAB:عزرائیل, AZRAIL, ASRIEL, AZARIL DAN AZRAEL) ADALAH MALAIKAT PENCABUT NYAWA.

IZRAIL (ARAB:عزرائیل, AZRAIL, ASRIEL, AZARIL DAN AZRAEL) ADALAH MALAIKAT PENCABUT NYAWA. dan salah satu dari empat malaikat utama selain Jibril, Mikail, dan Israfil dalam ajaran Islam.
Hanya saja penamaan malaikat Izrail tidak pernah disebut dalam Al-Qur’an maupun sunnah Nabawiyah yang shahih.
Lantas bagaimana Islam memandangnya? Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina Konsultasisyariah.com menjelaskan, bagian dari prinsip yang penting untuk diperhatikan adalah tidak boleh berbicara masalah ghaib, kecuali ada bukti dari wahyu. Tanpa bukti wahyu, artinya sama saja berbicara atas nama Allah tanpa dalil.
Dulu musyrikin meyakini bahwa Malaikat itu berjenis kelamin wanita. Allah mengingkari keyakinan ini, karena mereka tidak punya bukti dalil.
Allah berfirman,
وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَنِ إِنَاثًا أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ
“Mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba ar–Rahman sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.” (QS. az-Zukhruf: 19).

Ketika kita berbicara tentang Malaikat tanpa dalil, Allah akan catat keyakinan itu dan kelak di hari kiamat kita akan ditanya dan dimintai pertanggung jawaban.
Adakah Malaikat Izrail?
Kita meyakini adanya malaikat pencabut nyawa. Malaikat maut. Dan ini bagian dari aqidah kaum muslimin yang Allah ajarkan dalam al-Quran maupun sunah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah berfirman,
قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawa kalian, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS. as-Sajdah: 11).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menceritakan proses kematian hhamba yang beriman. Beliau mengatakan,

ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِى إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ
Kemudian datanglah Malaikat maut ‘alaihis salam. Dia duduk di samping kepalanya, dan mengatakan, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.” (HR. Ahmad 18543, Abu Daud 4753, dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).
Yang menjadi pertanyaan, apakah Malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa itu bernama Izrail?
Nama yang diberikan oleh Allah dalam al-Quran dan yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis untuk malaikat pecabut nyawa adalah Malaikat Maut.
Sementara nama Izrail, ditegaskan para ulama ahli hadis, tidak didukung oleh dalil baik dari al-Quran maupun sunnah.
Dalam Aqidah Thahawiyah dinyatakan,
ونؤمن بملك الموت الموكل بقبض أرواح العالمين

Kami beriman dengan Malaikat Maut yang bertugas mencabut seluruh alam.
Dalam catatan kaki Aqidah Thahawiyah, Imam al-Albani menyatakan,
هذا هو اسمه في القرآن، وأما تسميته بـ “عزرائيل” كما هو الشائع بين الناس فلا أصل له، وإنما هو من الإسرائيليات
Nama ini (Malaikat Maut) itulah nama yang ada dalam al-Quran. Sementara nama Izrail, yang terkenal di masyarakat, tidak ada dasarnya. Ini adalah nama yang bersumber dari berita israiliyat. (Takhrij at-Thahawiyah)
Demikian pula yang disampaikan Imam Ibnu Utsaimin dalam Liqa Bab al-Maftuh, volume ke-16,
وأما ملك الموت فأنه لا يصح تسميته بعزرائيل، وإنما يقال فيه مللك الموت كما قال الله عز وجل “قُلْ يَتَوَفَّاكُم مَّلَكُ المَوْتِ الَّذِي وَكِّلَ بِكُمْ” ولم يصح عن النبي صلى الله عليه وسلم أن اسمه عزرائيل
Tentang Malaikat kematian, tidak ada dalil yang shahih mengenai nama Izrail. Nama yang benar adalah Malaikat Maut.

NAMA-NAMA 10 MALAIKAT DAN TUGASNYA

NAMA-NAMA 10 MALAIKAT DAN TUGASNYA

1. Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul.

2. Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia.

3. Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.

4. Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.

5. Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.

6. Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.

7. Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.

8. Malaikat Atid / Atit yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup.

9. Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.

10. Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga.

Malaikat terbuat dari cahaya atau nur sedangkan jin berasal dari api atau nar. Malaikat selalu tunduk dan taat kepada Allah sedangkan jin ada yang muslim dan ada yang kafir. Yang kafir adalah syetan dan iblis yang akan terus menggona manusia hingga hari kiamat agar bisa menemani mereka di neraka.

Malaikat tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana yang dipunyai jin. Jin yang jahat akan selalu senantiasa menentang dan menjalankan apa yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT. Malaikat adalah makhluk yang baik dan tidak akan mencelakakan manusia selama berbuat kebajikan, sedangkan syetan dan iblik akan selalu mencelakakan manusia hingga hari akhir.

BUKAN MALAIKAT IZRAIL YANG MENCABUT NYAWA, TAPI MALAKUL MAUT.

BUKAN MALAIKAT IZRAIL YANG MENCABUT NYAWA, TAPI MALAKUL MAUT. Izrail, selama ini identik dengan nama malaikat pencabut nyawa. Dari sedari kecil -saya kira- kita diajari untuk menghafal sepuluh nama malaikat. Salah satunya, adalah Izrail. Maka, tak heran, sampai dengan dewasa, kita berkeyakinan demikian. Namun, setelah dewasa, kita lebih mampu untuk menelusuri ilmu-ilmu yang telah diberikan oleh bapak/ibu guru kita dahulu (moga Allah, merahmati mereka). Namanya manusia, tentu tak lepas dari kesalahan. Dan salah satu kesalahan itu adalah menamakan malaikat pencabut nyawa, dengan Izrail. Bagaimana mungkin ini salah penamaan..?? Sebenarnya, bukan salah penamaan. Yang terjadi adalah, pengambilan nama Izrail ini, berdasarkan pada kisah-kisah Israiliyyat. Kisah-kisah dari bani Israil. Sebagian kisah tersebut, jika bersesuaian dengan nash, maka kita bisa ambil sebagai dalil. Namun, sebagiannya lagi, tidak bisa. Dalil tentang malaikat pencabut nyawa ini, bisa kita baca dalam Al Qur’an, surat As Sajadah, ayat ke 11. [32.11] Katakanlah : “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam al- Bidayah wa al-Nihayah (1/49) : “Adapun malaikat maut, tidak didapatkan keterangan jelas tentang namanya di dalam Al-Qur’an, tidak pula dalam hadits shahih. Penamaannya terdapat dalam sebagian atsar yang disebut dengan ‘Izrail, wallahu a’lam.” Lantas.. Bagaimana dengan dalil-dalil lainnya..?? Misalnya saja, dari hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam..?? Dalam kitab Koreksi Hadits-Hadits Dho’if Populer buah karya Abu Ubaidah terbitan Media Tarbiyah pada poin 58, disebutkan dan dibahas sedikit mengenai penamaan malaikat Izrail ini : Malaikat Izra’il TIDAK ADA ASALNYA. Penamaan Malaikat pencabut nyawa yang ada dalam Al Qur’an dan Assunnah adalah dengan Malaikat Maut. Adapun menamainya dengan Izrail, maka tidak ada asalnya, berbeda dengan yang populer pada manusia, barangkali itu dari Israiliyyat. (Ahkaamul Janaa-iz (hal. 199)). Syaikh Bakr Abu Zaid juga berkata : “Kesimpulan dari penjelasan ahli ilmu tentang masalah ini bahwa tidak ada hadits yang shahih tentang penamaan Malaikat Maut dengan Izra’il. Imam al-sindi berkata : “Tidak ada hadit marfu’ yang menyebutkan namanya.” Al-Munawi dalam al-Faidh al-Qadir (3/32) setelah menyebutkan bahwa malaikat maut yang namanya masyhur dengan ‘Izrail berkata : “Aku tidak mendapatkan penamaan itu dalam khabar ((hadits).” Syaikh al-Albani dalam ta’liqnya terhadap perkataan Imam al-Thahawi : “Dan kita mengimani malaikat maut yang ditugaskan untuk mencabut nyawa alam semesta,” beliau rahimahullaah, “Aku katakan : ini adalah namanya (yang disebutkan) dalam Al-Qur’an. Sedangkan menamakannya dengan ‘Izrail, sebagaimana yang tersebut di tengah-tengah manusia, tidak memiliki landasan (dasar). Sesungguhnya penamaan tersebut berasal dari riwayat-riwayat Israiliyat.” Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata : “Malakul maut (malaikat pencabut nyawa) telah masyhur namanya dangan ‘Izrail, tapi itu tidak benar. Sesungguhnya nama ini disebutkan dalam riwayat- riwayat israiliyat yang tidak mengharuskan kita untuk mengimani nama ini. karenanya kita menamakan malaikat yang ditugaskan mencabut nyawa dengan “malakul maut”, sebagaimana yang Allah ‘Azza wa Jalla telah menamakannya dalam firman-Nya : “Katakanlah : “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (Fatawa Ibnu al-Utsaimin: 3/161) – Sumber : Al-Islam Sual wa Jawab, dalam situs http://www.Islamqa.com. Dengan demikian, jelas sudah. Bahwa malaikat yang ditugasi Allah untuk mencabut nyawa, adalah Malakul Maut/Malaikat Maut. Bukan Izrail… Wallahu A’lam..

Dalil dalil tentang Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Dalil dalil tentang Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an. Pada bulan inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana dalam firman-Nya :

)شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ (البقرة: ١٨٥

“bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” [Al-Baqarah : 185]

Di antara amal ibadah yang sangat ditekankan untuk diperbanyak pada bulan Ramadhan adalah membaca (tilawah) Al-Qur`anul Karim. Banyak sekali hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Al-Qur`an. Di antaranya :

1.      Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.”[HR. Muslim 804]

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an dengan bentuk perintah yang bersifat mutlak. Sehingga membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Nanti pada hari Kiamat, Allah subhanahu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah kepada orang yang rajin membacanya.

Faidah (Pelajaran) yang diambil dari hadits :

Dorongan dan motivasi untuk memperbanyak membaca Al-Qur`an. Jangan sampai terlupakan darinya karena aktivitas-aktivitas lainnya.Allah jadikan Al-Qur`an memberikan syafa’at kepada orang-orang yang senantiasa rajin membacanya dan mengamalkannya ketika di dunia.

2.      Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

« … اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ : الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ؛ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ ».

“Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surat Al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya. [HR. Muslim 804]

3. Dari shahabat An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi radhiallahu ‘anhu berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

« يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا ».

“Akan didatangkan Al-Qur`an pada Hari Kiamat kelak dan orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 805]

Pada hadits ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallammemberitakan bahwa surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran akan membela orang-orang yang rajin membacanya. Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mempersyaratkan dalam hadits ini dengan dua hal, yaitu :

–          Membaca Al-Qur`an, dan

–          Beramal dengannya.

Karena orang yang membaca Al-Qur`an ada dua type :

–          type orang yang membacanya namun tidak beramal dengannya, tidak mengimani berita-berita Al-Qur`an, tidak mengamalkan hukum-hukumnya. Sehingga Al-Qur`an menjadi hujjah yang membantah mereka.

–          Type lainnya adalah orang-orang yang membacanya dan mengimani berita-berita Al-Qur`an, membenarkannya, dan mengamalkan hukum-hukumnya, … sehingga Al-Qur`an menjadi hujjah yang membela mereka.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

القرآن حجة لك أو عليك

“Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.”[HR. Muslim]

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa tujuan terpenting diturunkannya Al-Qur`an adalah untuk diamalkan. Hal ini diperkuat oleh firman Allah subhanahu wata’ala :

كتاب أنزلناه إليك مبارك ليدبروا آياته وليتذكر أولوا الألباب )

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Shad : 29]

“supaya mereka mentadabburi”, yakni agar mereka berupaya memahami makna-maknanya dan beramal dengannya. Tidak mungkin bisa beramal dengannya kecuali setelahtadabbur. Dengan tadabbur akan menghasilkan ilmu, sedangkan amal merupakan buah dari ilmu.

Jadi inilah tujuan diturunkannya Al-Qur`an :

–          untuk dibaca dan ditadabburi maknanya

–          diimani segala beritanya

–          diamalkan segala hukumnya

–          direalisasikan segala perintahnya

–          dijauhi segala larangannya

Faidah (Pelajaran) yang diambil dari hadits :

1.        Al-Qur`an sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya dan beramal dengannya.

2.        Ilmu mengharuskan adanya amal. Kalau tidak maka ilmu tersebut akan menjadi hujjah yang membantahnya pada hari Kiamat.

3.        Keutamaan membaca surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran

4.        Penamaan surat-surat dalam Al-Qur`an bersifattauqifiyyah.

4.       Dari shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhuberkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallambersabda :

(( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رواه البخاري .

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]

Orang yang terbaik adalah yang terkumpul padanya dua sifat tersebut, yaitu : mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya. Ia mempelajari Al-Qur`an dari gurunya, kemudian ia mengajarkan Al-Qur`an tersebut kepada orang lain. Mempelajari dan mengajarkannya di sini mencakup mempelajari dan mengajarkan lafazh-lafazh Al-Qur`an; dan mencakup juga mempelajari dan mengajarkan makna-makna Al-Qur`an.

5.      Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiallahu ‘anhaberkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallambersabda :

(( الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ )) متفقٌ عَلَيْهِ

“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]

Orang yang mahir membaca Al-Qur`an adalah orang yang bagus dan tepat bacaannya.

Adapun orang yang tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala : pertama, pahala tilawah, dan kedua, pahala atas kecapaian dan kesulitan yang ia alami.

6.      Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ )) متفقٌ عَلَيْهِ .

“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis.

Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” [Al-Bukhari5427, Muslim 797]

Seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah, yaitu buah yang aromanya wangi dan rasanya enak. Karena seorang mu`min itu jiwanya bagus, qalbunya juga baik, dan ia bisa memberikan kebaikan kepada orang lain. Duduk bersamanya terdapat kebaikan. Maka seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah baik seluruhnya, baik pada dzatnya dan baik untuk orang lain. Dia seperti buah Al-Atrujah, aromanya wangi dan harum, rasanya pun enak dan lezat.

Adapun seorang mu’min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah kurma. Rasanya enak namun tidak memiliki aroma yang wangi dan harum. Jadi seorang mu’min yang rajin membaca Al-Qur`an jauh lebih utama dibanding yang tidak membaca Al-Qur`an. Tidak membaca Al-Qur`an artinya tidak mengerti bagaimana membaca Al-Qur`an, dan tidak pula berupaya untuk mempelajarinya.

Perumpamaan seorang munafiq, namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Karena orang munafiq itu pada dzatnya jelek, tidak ada kebaikan padanya. Munafiq adalah : orang yang menampakkan dirinya sebagai muslim namun hatinya kafir –wal’iyya dzubillah-. Kaum munafiq inilah yang Allah nyatakan dalam firman-Nya :

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”[Al-Baqarah : 8 – 10]

Didapati orang-orang munafiq yang mampu membaca Al-Qur`an dengan bacaan yang bagus dan tartil. Namun mereka hakekatnya adalah para munafiq –wal’iyyadzubillah-yang kondisi mereka ketika membaca Al-Qur`an adalah seperti yang digambarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam :

يقرؤون القرآن لا يتجاوز حناجرهم

“Mereka rajin membaca Al-Qur`an, namun bacaan Al-Qur`an mereka tidak melewati kerongkongan mereka.”

Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengumpamakan mereka dengan buah Raihanah, yang harum aromanya, karena mereka terlihat rajin membaca Al-Qur`an; namun buah tersebut pahit rasanya, karena jelek dan jahatnya jiwa mereka serta rusaknya niat mereka.

Adapun orang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an, maka diumpamakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam seperti buah Hanzhalah, rasanya pahit dan tidak memiliki aroma wangi. Inilah munafiq yang tidak memiliki kebaikan sama sekali. Tidak memiliki aroma wangi, karena memang ia tidak bisa membaca Al-Qur`an, disamping dzat dan jiwanya adalah dzat dan jiwa yang jelek dan jahat.

Inilah jenis-jenis manusia terkait dengan Al-Qur`an. Maka hendaknya engkau berusaha agar menjadi orang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an dengan sebenar-benar bacaan, sehingga engkau seperti buah Al-Atrujah, aromanya wangi, rasanya pun enak.

7.      Dari shahabat ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخرِينَ)) رواه مسلم .

“Sesungguhnya Allah dengan Al-Qur`an ini mengangkat suatu kaum, dan menghinakan kaum yang lainnya.” [HR. Muslim 269]

Disebut demikian karena kawah yang terletak di Turkmenistan tersebut suhunya bisa mencapai 1.000 derajat Celcius.

Disebut demikian karena kawah yang terletak di Turkmenistan tersebut suhunya bisa mencapai 1.000 derajat Celcius.

Dream – Penjelajah asal Kanada George Kourounis menjadi orang pertama di dunia, yang berani turun ke dalam kawah menyala yang dikenal sebagai ‘Pintu Menuju Neraka’.

Disebut demikian karena kawah yang terletak di Turkmenistan tersebut suhunya bisa mencapai 1.000 derajat Celcius.

Dilansir Dream dari Daily Mail, Minggu 10 Mei 2015, menggunakan baju tahan panas menyerupai astronot yang terbuat dari aluminium, Kourounis turun ke kedalaman 100 kaki dan berjalan-jalan di dalamnya.

Di dalam kawah dia mengumpulkan sampel batuan yang belakangan diketahui terdapat bakteri.

Kawah dengan panas luar biasa yang punya nama resmi The Darvaza Crater ini terus menyala dan tidak pernah padam selama lebih dari 40 tahun.

Kawah ini tetap menyala hingga kini karena kecelakaan pengeboran oleh insinyur Soviet sehingga mereka terpaksa membakar kelebihan gas yang keluar dari kawah tersebut.

Kourounis merasa tertantang untuk ‘menaklukkan’ kawah neraka ini setelah mendengar Pemerintah Turkmenistan berencana memadamkannya.

Ia berada dalam kawah sekitar 15 menit sebelum ditarik kembali ke permukaan.

“Saya merasa di sebuah tempat di mana manusia belum pernah ada sebelumnya. Seperti berjalan-jalan di planet alien,” kata Kourounis.

Untuk menahan suhu yang sangat tinggi di dalam kawah, Kourounis memakai pakaian yang bisa memantulkan panas, alat bantu pernapasan dan mengenakan rompi Kevlar custom.

Kawah ini memiliki diameter sekitar 70 meter dan terletak di wilayah pedesaan di Turkmenistan – sekitar 260 km dari ibukota Ashgabat.

Terletak di salah satu sumber gas alam terbesar di dunia, Darvaza Crater pertama kali ditemukan oleh insinyur Soviet pada tahun 70-an.

Sekarang para ilmuwan telah mengidentifikasi jaringan saraf di otak yang mengontrol rasa lapar.

Sekarang para ilmuwan telah mengidentifikasi jaringan saraf di otak yang mengontrol rasa lapar.

Dream – Banyak yang bertanya-tanya bagaimana mengatasi nafsu makan yang besar dan mengurangi takaran makanan.

Sekarang para ilmuwan di Harvard telah mengidentifikasi jaringan saraf di otak yang mengontrol rasa lapar.

Mereka bahkan telah berhasil merangsang jaringan dalam otak tikus, yang membuat mereka merasa kenyang ketika belum makan.

Dikutip Dream dari Metro.co.uk, Kamis 30 April 2015, tim ilmuwan Harvard sekarang percaya, mengaktifkan syaraf yang diatur oleh melanoncortin 4 reseptor (MC4R) di otak dapat membantu orang menjalani diet tanpa harus merasakan pengalaman tidak nyaman dari diet.

“MC4R pengatur ‘kenyang’ ini adalah kunci untuk membangun cetak biru bagaimana otak mengatur nafsu makan,” kata Dr Bradford Lowell, kepala peneliti di Harvard.

Sebelumnya banyak yang mengandalkan produk Slim Fast agar bisa merasakan kenyang lebih lama. Namun penemuan neuron kenyang adalah langkah besar dalam pembuatan obat benar-benar bisa mengubah perasaan ingin makan pada otak.

“Namun perlu diketahui bahwa teknik ini hanya berfungsi untuk ‘menipu’ otak bahwa Anda sudah kenyang. Sementara perut Anda benar-benar sedang membutuhkan makanan.”

Lowell mengatakan teknik ini mungkin sangat berguna untuk menangani pasien yang memiliki masalah obesitas. Temuan Lowell ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience. 

Zikir Wujudkan Mimpi Rakyat Aceh di Baiturrahman

Zikir Wujudkan Mimpi Rakyat Aceh di Baiturrahman

Rabu, 29 Juli 2015 13:56

image

DESAIN Payung Elektrik Otomatis yang akan dipasang di halaman depan Masjid Raya Baiturrahman 

MEMASUKI tahun ketiga pemerintahannya, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, Selasa (28/7), melakukan pemancangan tiang pancang secara simbolis untuk pembangunan 12 payung elektrik otomatis ukuran besar di kompleks Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Pembangunan payung elektrik itu merupakan tahapan awal dari rencana perluasan kompleks dan penambahan fasilitas di masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

Fasilitas lain yang akan dibangun untuk memberikan rasa nyaman bagi orang yang akan beribadah di masjid itu adalah areal parkir bawah tanah serta toilet dan tempat wudhuk bawah tanah yang langsung tembus ke tangga masjid.

Hal itu dimaksudkan agar halaman depan Masjid Raya yang ada sekarang tetap akan digunakan untuk lokasi tempat ibadah. Apalagi, dengan dipasangnya 12 payung elektrik otomatis ukuran besar–seperti payung yang ada di Masjid Nabawi Madinah, Arab Saudi–maka setiap orang yang beribadah di Masjid Raya Baiturrahman setelah payung elektrik itu selesai dibangun pada tahun 2017 mendatang akan terasa sedang berada di Masjid Nabawi.

Fasilitas lain yang akan dibangun, menurut Gubernur Zaini, adalah penataan lingkungan kiri dan kanan masjid dengan pohon kurma. Hal itu akan menjadi suasana di lingkungan Masjid Raya Baiturrahman layaknya kompleks Masjid Nabawi. “Kita meniru suasana lingkungan Masjid Madinah agar memberi kesan kepada orang yang beribadah di Masjid Raya Baiturrahman seperti berada di lingkungan Masjid Nabawi,” ujar Gubernur. Suasana itu akan dirasakan oleh orang-rang yang sudah pernah beribadah di Masjid Madinah.

Dikatakan, pembangunan landscape dan penambahan fasilitas infrastruktur di kompleks Masjid Raya Baiturrahman bertujuan untuk memperindah bentuk dan lingkungannya, sehingga orang yang datang Baiturrahman tidak akan pernah bosan. Sebab, selalu mendapat suasana yang lebih dari beberapa masjid terindah dan terbaik lain di dunia.

Dunia sudah mengenal Masjid Raya Baiturrahman yang berada di Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh ini terutama dengan sebutan sebagai Serambi Mekkah. Icon itu, tambah Zaini, perlu ditambah lagi dengan berbagai fasilitas lain. Sehingga orang yang datang beribadah di Masjid Raya Baiturrahman selalau teringat dengan keindahan dan fasilitas yang dimilikinya.

Penambahan fasilitas itu, menurut Gubernur, sangat penting untuk meningkatkan grade Masjid Raya Baiturrahman dengan masjid-masjid terindah dan tercantik lain di dunia. Banyak masjid besar, indah, dan cantik, tapi tak sama dengan Masjid Raya Baiturrahman, terutama bentuknya.

Untuk meningkatkan derajat kesohoran Masjid Raya Baiturrahman, Gubernur Zaini mengajak semua lapisan masyarakat Aceh untuk saling membantu dalam pengembangan landscape dan infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.(adv)

Inilah Penjelasan Heboh Soal Matematika 6 x 4 dan 4 x 6

Inilah Penjelasan Heboh Soal Matematika 6 x 4 dan 4 x 6
SELASA 28 JULY 2015

 

WARTA KOTA, PALMERAH— Perkara 4 x 6 dan 6 x 4 menarik minat fisikawan Yohanes Surya untuk berkomentar. Dalam posting di laman resmi Facebook-nya, Selasa (23/9/2014), pria yang menulis buku Matematika Gasing serta Fisika Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan) itu memberi penjelasan sederhana.

Lewat penjelasan itu, Yohanes mengajak untuk latihan mengekspresikan sebuah perhitungan dalam bahasa matematika. Ia memberi satu contoh: ada dua kotak yang masing-masing berisi 4 jeruk.

Bila soal jeruk itu dibahasakan dalam operasi penjumlahanmatematika, maka akan menjadi 4 + 4. Sementara itu, bila diekspresikan dalam perkalian, akan menjadi 2 x 4 (dua kotak berisi 4 jeruk).

Maka dari itu, menganut prinsip bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang, 4 + 4 = 2 x 4, bukan 4 x 2. Ini adalah sebuah kesepakatan dalam matematika. Persoalannya bukan benar atau salah, melainkan mana yang disepakati.

Dengan kesepakatan tersebut, maka 6 x 4 bila diekspresikan dalam penjumlahan adalah 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4. Sementara itu, 4 x 6 akan menjadi 6 + 6 + 6 + 6.

“Ketika menghitung 6 x 4, kita membayangkan menghitung jumlah jeruk dalam 6 kotak berisi masing-masing 4 jeruk. Jadi, 6 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4. Ketika menghitung 4 x 6, kita membayangkan menghitung jumlah jeruk dalam 4 kotak berisi masing-masing 6 jeruk. Jadi, 4 x 6 = 6 + 6 + 6 + 6,” ujar Yohanes.

Diberitakan sebelumnya, perdebatan 4 x 6 atau 6 x 4 berawal dari kasus tugas seorang murid sekolah dasar kelas II bernama Habibi. Salah satu soal dalam tugas itu adalah 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = … Habibi yang dibantu kakaknya menjawab 4 x 6. Namun, jawaban itu disalahkan oleh gurunya. Sang kakak, Muhammad Erfas Maulana, mempertanyakan hal itu dan mem-posting di laman Facebook-nya. Kasus ini pun ramai dibicarakan di media sosial. (Yunanto Wiji Utomo )

Punca ­punca rahim turun atau jatuh

Punca ­punca rahim turun atau jatuh

July 26, 2015 admin
Petua Kesihatan No Comment

Peranakan jatuh yang lebih dikenali sebagai prolapse atau rahim turun boleh berlaku jika terdapat kelemahan pada otot pelvik yang menampung kedudukan rahim atau jika ada tekanan tinggi dalam abdomen yang boleh menyebabkan rahim turun atau berada di luar lubang faraj..

Antara puncanya..

—————————————-
1. Jatuh terhentak yg kuat

2. Angkat benda yg berat

3. Tidak berpantang dengan baik selepas bersalin

4. Tolak benda dgn kaki terutama sekali menggunakan ibu jari

5. Obesiti

6. Pergerakan yang lasak

Kesan akibat peranakan jatuh
—————————————
1. Sakit perut yang luar biasa.

2. Keluar cecair dari rahim
.
3. Keputihan/lendir putih yang banyak dari kebiasaan
.
4. Sakit pada ari-­ari.

5. Sakit pada dinding faraj.

6. Sakit ketika ‘bersama’ suami.

7. Rasa kejang pada bahagian bawah perut.

8. Terasa seperti mahu bersalin/macam ada benda nak keluar dari faraj.(Ini peringkat yang teruk).

Tanda awal rahim jatuh
——————————-
1. Selalunya waktu petang lepas asar badan rasa nak demam, kaki tangan rasa sejuk.

2. Terasa nak buang air kecil dengan kerap.

3. Sakit pinggang dan sengal­sengal di bahagian bawah perut.(ari­ari)

4. Kalau berdiri, terasa seperti rahim seakan jatuh dan rasa sengal.

5. Cepat rasa penat kalau buat kerja.

6. Peha dan betis rasa kebas­-kebas.

Cuba Check
—————
1. Baring lurus, jangan guna bantal.

2. Sapu minyak pada perut dan atas ari­ari especially di bawah pusat.

3. Gosok minyak ke seluruh tempat perlahan­lahan.

4. Mulakan dengan urutan di sebelah kiri perut dan bawa ke tengah.

5. Urut sebelah kanan perut dan tarik ke tengah.

6. Bernafas seperti biasa.

7. Cuba tekan bahagian bawah pusat, betul­ betul di atas ari­ari. Kalau rasa sengal dan ada rasa benjolan kecil, itu tanda peranakan anda dah jatuh.

Siapakah Christian Snouck Hurgronje

Siapakah Christian Snouck Hurgronje.

image

image

Snouck Hurgronje adalah sebuah nama yang tidak asing lagi bagi umat Islam Indonesia secara umum dan masyarakat Aceh pada khususnya. Nama lengkapnya adalah Christian Snouck Hurgronje lahir pada tanggal 8 Februari 1857 di Tholen Provinsi Oosterhout. Dalam keluarga,  Snouck Hurgronje merupakan anak ke empat dari pasangan pendeta J. J. Snouck Hurgronje dan Anna Maria puteri Pendeta Christian de Visser.

Semasa hidupnya Snouck Hurgronje telah melangsungkan tiga kali perkawinan, perkawinan pertama dengan Sangkana, anak tunggal Raden Haji Muhammad Ta’ib, penghulu besar Ciamis. Dari hasil perkawinannya dianugerahi empat orang anak, Salmah, Umar, Aminah dan Ibrahim. Pada tahun 1895, Sangkana meninggal dunia, kemudian tahun 1898 Snouck melangsungkan lagi perkawinan kedua dengan Siti Sadiyah, putri Haji Muhammad Soe’eb, wakil penghulu kota Bandung dari hasil perkawinan ini ia dianugerahi seorang anak bernama Joesoef. Pada tahun 1910, Snouck kembali melangsungkan perkawinan ketiga dengan Ida Maria, putri Dr.AJOort, pendeta liberal di Zutphen, perkawinannya yang ketiga ini dilangsungkan di negeri Belanda dan lahirlah seorang anak perempuan bernama Chrisrien, perkawinan ini merupakan perkawinan terakhir sampai ia meninggal dunia pada tanggal 26 Juni 1936.

Pada usia 18 tahun, setelah menyelesaikanHogere Burger School (Sekolah Menengah lima tahun ), Snouck Hurgronje masuk Universitas Leiden pada tahun 1875. Mula-mula ia mengikuti kuliah di bidang teologi, kemudian seperti yang ditempuh oleh kebanyakan ahli Islam lainnya, dia melanjutkan kuliah pada kajian sastra semitis. Pada konsentrasi ini, Snouck Hurgronje berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaudeberdasarkan disertasi yang berjudul Het Mekkaansche Feest, pada tanggal 24 November 1880 yang dipromotori oleh M.J. de Goeje.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Leiden, ketertarikan Snouck Hurgronje yang besar terhadap kajian Islam membuatnya menghabiskan sebahagian besar waktunya dalam upaya mengkaji Islam, khususnya pada bidang hukum Islam. Akan tetapi, karena minimnya dukungan dari lingkungan akademis terdekatnya, di mana kajian hukum Islam di Belanda yang sangat menonjol pada abad ke-17 sedang mengalami kemunduran maka Snouck Hurgronje mengalihkan perhatian pada wilayah Hijaz sebagai lingkungan akademis berikutnya.

Setahun kemudian, tepatnya pada bulan Agustus 1884 Snouck Hurgronje memulai perjalanannya ke Hijaz dengan tujuan pertamanya adalah Jeddah, bersama konsul Belanda J.H. Kruyt, yang memberikan bantuan biaya dan akomodasi bagi perjalanannya tersebut. Setelah lima bulan menghabiskan waktunya di Jeddah, Snouck Hurgronje kemudian barangkat ke Mekkah dengan identitasnya yang baru sebagai Abdul Ghaffar dan menampilkan dirinya sebagai seorang muslim di hadapan kaum muslimin Mekkah. Penyamaran ini didukung pula dengan profesi barunya sebagai ahli hukum, dokter mata dan fotografer.

Selama tujuh bulan keberadaannya di Mekkah diperkirakan dari bulan Februari hingga Agustus 1885. Snouck Hurgronje mengumpulkan data-data baru tentang Islam dan kehidupan umat muslim dengan cara mendatangi halaqah-halaqah ulama hingga dia berhasil menjalin hubungan erat dan banyak ulama Mekkah dan sejumlah ulama dari Jawa, Sumatera dan Aceh yang berdatangan ke Mekkah, khususnya kepada Syeikh Mekkah dan muftinya Ahmad bin Zaini Dahlan. Di samping itu, dia juga mengalihkan perhatiannya pada koleksi buku dan naskah yang ada di sana, sekaligus dia meneliti situasi kondisi warga negara Belanda yang tinggal di kota tersebut.

Pada kurun waktu itu, Snouck Hurgronje berkenalan dan menjalin hubungan baik dengan Habib Abdurrahman al-Zahir. Ambisi yang besar agar dijadikan sebagai sultan Aceh oleh Belanda menjadikan al-Zahir memberikan berbagai informasi penting berkaitan dengan masyarakat muslim Aceh yang pada waktu itu gencar melakukan perlawanan kepada pemerintah kolonial Belanda. Informasi dan gagasan al-Zahir tentang strategi terbaik untuk menghancurkan pemberontakan masyarakat muslim Aceh disampaikannya kepada J.H. Kruyt merupakan konsul Belanda di Jeddah. Pada tahun 1885, Snouck Hurgronje meninggalkan Mekkah meskipun dia masih belum ingin mengakhiri kunjungannya di kota yang menjadi jantung Islam tersebut. Penyebab kepergiannya ini ditengarai karena hasutan dari pihak konsul Perancis di Jeddah.

Sekembalinya ke Belanda pada tahun 1886, Snouck Hurgronje melanjutkan tugasnya mengajar pada kajian ketimuran di Universitas Leiden. Dia juga mengajar di lembaga pendidikan pegawai Hindia di Leiden dan di Delft. Di sela tugas akademisnya tersebut, Snouck Hurgronje meluangkan waktunya untuk menyusun buku Mekka dalam dua jilid yang merupakan hasil penelitiannya selama di Mekkah. Akibat rasa penasarannya terhadap wilayah Hindia Belanda yang sebagian informasinya didapatkan dari kaum muslimin dari wilayah tersebut ketika ia mengunjungi Mekkah dan juga menjadi bahasan dalam jilid kedua dari Mekka Snouck Hurgronje memantapkan niatnya untuk pergi ke Hindia Belanda. Hampir bersamaan dengan hal tersebut dia menerima surat dari Habib Abdurrahman al-Zahir yang berisi informasi dan saran al-Zahir berkaitan dengan strategi untuk menaklukkan perlawanan masyarakat muslim di Aceh. Karena itu, dia kemudian memutuskan cuti dari tugas dan jabatan akademisnya di Belanda, ia juga menolak tawaran mengajar di seminar Fur Orien Sprachen dan Universitas Cambridge.

Pada tanggal 9 Februari tahun 1888, Snouck Hurgronje secara resmi mengajukan proposal penelitiannya ke Hindia Belanda tersebut kepada Gubernur Jenderal. Ternyata rencananya ini mendapat dukungan dari direktur pendidikan, agama dan perisdustrian serta Menteri Wilayah Jajahan, keueheniusyang memberikan rekomendasi kepada Gubernur Jenderal dan mengharapkan agar segala sesuatunya dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Snouck Hurgronje, pada tanggal 11 Mei 1889 Snouck Hurgronje tiba di Batavia. Oleh Beslit Raja Snouck Hurgronje diangkat sebagai peneliti di Hindia Belanda selama dua tahun. Sementara itu, rupanya kesan positif terhadap Snouck Hurgronje menyebabkan pemerintah merubah jabatan dan tugasnya sebagai Adviseur voor de oosterse Talen en Mohammedaans recht(penasehat di bidang bahasa-bahasa timur dan hukum Islam) pada tanggal 15 Maret 1891.

Pada tanggal 9 Juli 1891, Snouck Hurgronje berangkat ke Aceh dengan tugas meneliti kehidupan masyarakat muslim di sana dan ia tinggal di Kuta Raja. Seperti saat di Mekkah dengan penyamarannya dia berhasil membaur dan diterima dengan baik oleh masyarakat muslim Aceh yang menganggapnya sebagai saudara. Keakraban Snouck Hurgronje dengan bahasa dan orang Aceh berawal dari Mekkah di mana rumah yang ia tempati terletak di seberang apartemen orang Aceh yang dikunjunginya hampir setiap hari. Dalam interaksinya dengan masyarakat muslim Aceh ini sejak bulan Juli 1891 sampai awal Februari 1892, Snouck Hurgronje berhasil mengumpulkan data-data baru yang pada gilirannya hadir dalam bentuk buku dua jilid yaitu De Atjehers (1893-1894) yang diselesaikan setelah kembali ke Batavia.

Pada tahun 1898, ekpedisi militer Belanda untuk menaklukkan Aceh dimulai di bawah pimpinan Van Heutsz. Dalam ekpedisi tersebut, Snouck Hurgronje dilibatkan secara intensif sebagai penasehat dan konsultan untuk memberikan informasi dan pandangan-pandangan berkaitan dengan strategi dalam menaklukkan perlawanan masyarakat muslim Aceh. Karena posisinya yang erat bekerjasama dengan pejabat militer tersebut maka pemerintah Belanda kemudian merubah jabatan Snouck Hurgronje menjadi Adviseur voor Inlandsche Zaken (penasehat urusan pribumi) sejak tanggal 11 Januari tahun 1899. Pada tahun yang sama, Snouck Hurgronje mendirikan Het Kantoor voor Inlandsche Zaken(kantor untuk pribumi ) merupakan salah satu lembaga yang berwenang memberikan nasehat kepada pemerintah dalam masalah pribumi yang segala sesuatunya diatur dalam peraturan atau instruksi resmi pemerintah Belanda.

Dengan tugas dan tanggung jawab barunya sebagai Adviseur voor inlandshe Zaken yang ketika itu dikhususkan pada permasalahan Aceh. Persoalan tersebut menyebabkan Snouck Hurgronje dalam kurun waktu 1899 hingga tahun 1903 sering melakukan perjalanan Batavia-Aceh untuk bekerjasama dengan Van Heutsz. Meskipun demikian, disela kesibukannya tersebut, dia masih menyempatkan diri untuk memberikan sumbangan ilmiah, baik berupa artikel di surat kabar maupun dalam bentuk karya penelitian. Salah satu karya penelitiannya pada masa kini adalah Het Gajoland en Zijne Bewoners tahun 1903. Di samping itu, Snouck Hurgronje mulai mengarahkan penelitiannya pada kehidupan masyarakat di bagian lain Sumatera dan juga melanjutkan hubungan secara intensif dengan orang Arab yang berada di Batavia.

Berdasarkan konsep Snouck, pemerintah kolonial Belanda dapat mengakhiri perlawanan rakyat Aceh dan meredam munculnya pergolakan-pergolakan di Hindia Belanda yang dimotori oleh umat Islam. Pemikiran Snouck berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya menjadi landasan dasar doktrin bahwa “musuh kolonialisme bukanlah Islam sebagai agama, melainkan Islam sebagai doktrin politik”. Konsep Snouck berlandaskan fakta masyarakat Islam tidak mempunyai organisasi yang“hirarkis” dan “universal”. Di samping itu karena tidak ada lapisan “klerikal” atau kependetaan seperti pada masyarakat Katolik, maka para ulama Islam tidak berfungsi dan berperan pendeta dalam agama Katolik atau pastur dalam agama Kristen. Mereka tidak dapat membuat dogma dan kepatuhan umat Islam terhadap ulamanya. Sebaliknya, umat Islam tetap dikendalikan oleh dogma yang ada pada al-Qur’an dan al-Hadits dalam beberapa hal memerlukan interpretasi sehingga kepatuhan umat Islam terhadap ulamanya tidak bersifat mutlak.

Tidak semua orang Islam harus diposisikan sebagai musuh, karena tidak semua orang Islam Indonesia merupakan orang fanatik dan memusuhi pemerintah “kafir” Belanda. Bahkan para ulamanya pun jika selama kegiatanUbudiyah mereka tidak diusik, maka para ulama itu tidak akan menggerakkan umatnya untuk memberontak terhadap pemerintah kolonial Belanda. Namun disisi lain, Snouck menemukan fakta bahwa agama Islam mempunyai potensi menguasai seluruh kehidupan umatnya, baik dalam segi sosial maupun politik. Snouck memformulasikan dan mengkategorikan permasalahan Islam menjadi tiga bagian yaitu ; bidang agama murni (ibadah), bidang sosial kemasyarakatan dan bidang politik. Pembagian kategori pembidangan ini juga menjadi landasan dari doktrin konsep Splitsingstheori.

Pada hakikatnya, Islam tidak memisahkan ketiga bidang tersebut, oleh Snouck diusahakan agar umat Islam Indonesia berangsur-angsur memisahkan agama dari segi sosial kemasyarakatan dan politik. Melalui “politik asosiasi” diprogramkan jalur pendidikan yang bercorak barat dan pemanfaatan kebudayaan Eropa diciptakan kaum pribumi yang lebih terasosiasi dengan negeri dan budaya Eropa. Dengan demikian hilanglah kekuatan cita-cita “Pan Islam” dan akan mempermudah penyebaran agama Kristen. Dalam bidang politik haruslah ditumpas bentuk-bentuk agitasi politik Islam yang akan membawa rakyat kepada fanatisme dan Pan Islam, penumpasan itu jika perlu dilakukan dengan kekerasan dan kekuatan senjata. Setelah diperoleh ketenangan, pemerintah kolonial harus menyediakan pendidikan, kesejahteraan dan perekonomian, agar kaum pribumi mempercayai maksud baik pemerintah kolonial dan akhirnya rela diperintah oleh “orang-orang kafir”.

Dalam bidang agama murni (ibadah), sepanjang tidak mengganggu kekuasaan, maka pemerintah kolonial memberikan kemerdekaan kepada umat Islam untuk melaksanakan ajaran agamanya. Pemerintah harus memperlihatkan sikap seolah-olah memperhatikan agama Islam dengan memperbaiki tempat peribadatan, serta memberikan kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji. Sedangkan dibidang sosial kemasyarakatan, pemerintah kolonial memanfaatkan adat kebiasaan yang berlaku dan membantu menggalakkan rakyat agar tetap berpegang pada adat tersebut yang telah dipilih sesuai dengan tujuan mendekatkan rakyat kepada budaya Eropa. Snouck menganjurkan membatasi meluasnya pengaruh ajaran Islam, terutama dalam hukum dan peraturan. Konsep untuk membendung dan mematikan pertumbuhan pengaruh hukum Islam adalah dengan “theorie resptie”. Snouck berupaya agar hukum Islam menyesuaikan dengan adat istiadat dan kenyataan politik yang menguasai kehidupan pemeluknya. Islam jangan sampai mengalahkan adat istiadat, hukum Islam akan dilegitimasi serta diakui eksistensi dan kekuatan hukumnya jika sudah diadopsi menjadi hukum adat.

Sejalan dengan itu, pemerintah kolonial hendaknya menerapkan konsep “devide et Impera” dengan memanfaatkan kelompok elite priyayi dan Islam Abangan atau uleebalang dan ulama untuk meredam kekuatan Islam dan pengaruhnya di masyarakat. Kelompok ini paling mudah diajak kerjasama karena ke-Islaman mereka cenderung tidak memperdulikan “kekafiran” pemerintah kolonial Belanda.

Akhirnya pada tanggal 23 Januari 1907, Snouck Hurgronje menerima peresmiannya sebagai penasehat Menteri Wilayah Jajahan hingga akhir hayatnya. Setelah mengalami gangguan pada kesehatan yang dideritanya sejak musim dingin tahun 1933-1934, pada tanggal 26 Juni 1936 Snouck Hurgronje menghembuskan nafas terakhirnya. Hingga hidupnya pada usia 79 tahun, dia merupakan anggota kehormatan dari sejumlah akademisi dan lembaga, doktor honoris causa dari Universitas-Universitas Groningen, Amsterdam dan Paris.