Yang Baru pada Terapi Diabetes di Masa Depan

Yang Baru pada Terapi Diabetes di Masa Depan
Selasa, 9 Juni 2015 20:40

Oleh dr Samsuridjal Djauzi
Saya manajer pemasaran. Sekitar 16 hari dalam setiap bulan, saya harus bepergian ke sejumlah kota. Sejak 6 tahun lalu, saya dinyatakan mengidap diabetes melitus. Waktu itu, umur saya baru 42 tahun. Setahu saya penderita diabetes umumnya orang lanjut usia.
Dalam enam tahun ini boleh dikatakan diabetes saya terkendali meskipun dua tahun lalu gula darah saya cukup tinggi karena saya tergoda iklan mengenai penyembuhan diabetes dengan pengobatan alternatif. 
Saya merasa agak bosan dengan pengendalian makan, olahraga, serta obat penurun gula darah yang harus saya minum setiap hari. Saya juga harus minum obat pengendali lemak serta pengencer darah.
Saya makan bebas dan tidak minum obat diabetes dan obat-obat lain. Akibatnya, gula darah saya naik menjadi di atas 300 mg, kolesterol LDL juga naik banyak. Saya kembali ke program pengendalian gula, yaitu mengatur makanan, berolahraga teratur, dan minum obat diabetes.
Istri saya rajin membantu pengendalian makan saya. Saya dibekali dengan daftar diet yang dianjurkan ahli gizi. Saya juga melakukan pengukuran gula darah mandiri. 
Untunglah gula saya kemudian terkendali kembali dan saya tak mengalami komplikasi karena peningkatan gula darah saya. Pertanyaan saya adalah bagaimana dengan terapi diabetes di negara maju apakah sudah ada cara baru untuk menyembuhkan diabetes? Benarkah diabetes melitus sudah dapat disembuhkan dengan terapi sel punca? 
Menurut dokter yang mengobati saya, terapi sel punca masih dalam penelitian untuk diabetes melitus dan di Indonesia ataupun di negara-negara maju terapi sel punca belum digunakan untuk diabetes melitus. 
Adakah harapan bagi saya dan jutaan penderita diabetes melitus di Indonesia untuk bebas dari obat dan kebiasaan yang harus dijalani penderita diabetes. Terima kasih atas penjelasan dokter.
P di J
Anda beruntung karena belum mengalami komplikasi diabetes melitus. Komplikasi diabetes melitus dapat berupa gangguan fungsi ginjal, penyakit jantung koroner, gangguan pembuluh darah mata, serta gangguan pada pembuluh darah yang lebih besar, misalnya pada pembuluh darah kaki. Komplikasi diabetes melitus juga dapat mengenai sistem saraf.
Cukup banyak penderita yang harus mengalami cuci darah karena gagal ginjal terminal. Salah satu penyebab kebutaan yang penting juga adalah diabetes melitus. Gangguan pada sistem saraf dapat menimbulkan rasa kesemutan, menurunkan kemampuan saraf perasa, dan melemahnya otot. Gangguan pembuluh darah selain penyakit jantung koroner, stroke, juga dapat terjadi disfungsi ereksi. Jadi, amatlah penting mengendalikan gula darah agar kita terhindar dari berbagai komplikasi diabetes tersebut.
Ada empat hal penting dalam pengendalian gula darah, yaitu pengetahuan penderita mengenai penyakitnya, pengaturan makan, olahraga teratur, dan menggunakan obat penurun gula darah jika pengendalian tak dapat dicapai dengan pengaturan makan dan olahraga saja. Jadi, jika Anda berobat ke Amerika atau Eropa sekalipun, penatalaksanaan diabetes yang dilakukan lebih kurang sama dengan yang dilakukan di negeri kita. Pengaturan makan
Saya mengerti bagaimana kesulitan Anda dalam melaksanakan gaya hidup sehat di tengah kesibukan kerja, terutama ketika bertugas ke daerah yang membuka kemungkinan melanggar pengaturan makan.
Pengaturan makan pada diabetes melitus sekarang ini memungkinkan Anda dapat makan bersama keluarga. Namun, sudah tentu Anda harus memperhatikan jumlah makanan yang dimakan dan proporsinya harus sesuai dengan diet diabetes melitus. Penatalaksanaan diabetes melitus saat ini memperbolehkan Anda makan nasi, roti, kentang, atau mi, tetapi jumlahnya perlu diperhitungkan. Anda tak perlu meninggalkan nasi dan minum susu khusus karena diet diabetes melitus mengizinkan Anda makan makanan yang biasa Anda makan tetapi jumlahnya harus diperhitungkan.
Saya juga dapat membayangkan kesulitan Anda berolahraga secara teratur jika bepergian. Untunglah cukup banyak hotel yang menyediakan kolam renang atau ruang berolahraga. Bahkan, jika perlu Anda dapat berolahraga di kamar sendiri. Saya setuju sebaiknya setiap hotel menyediakan timbangan berat badan di kamar tidur karena amat bermanfaat bagi tamu yang peduli pada pengendalian berat badan.
Harapan terapi diabetes melitus di masa depan yang lebih nyaman dan singkat tentu ada. Berbagai penelitian telah dilakukan. Untuk diabetes melitus tipe 1 (tergantung insulin) sedang dikembangkan penelitian pankreas hasil rekayasa jaringan. Namun, teknik ini masih dalam pengembangan, perlu waktu sebelum benar-benar dapat dipakai sebagai terapi.
Terapi sel punca (stem cell) juga sedang diteliti, terutama untuk memperbaiki aliran darah pada kaki penderita diabetes melitus. Namun, terapi sel punca untuk penyembuhan diabetes sepanjang pengetahuan saya belum ada. Kita dapat menelusuri terapi diabetes terbaru di majalah ilmiah kedokteran dan sampai saat ini belum ada publikasi yang menyatakan diabetes melitus dapat disembuhkan dengan terapi sel punca. Saya menganjurkan Anda mendiskusikan setiap terapi baru dengan dokter Anda sehingga Anda tak tergoda menggunakan terapi yang belum diakui manfaatnya secara sah.
Anda juga dapat menanyakan ke perhimpunan profesi kedokteran yang bersangkutan atau menanyakan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan apakah obat yang ditawarkan memang sudah diakui manfaatnya dan aman digunakan. Jadi, saya mengajak Anda untuk tetap menjalani gaya hidup sehat serta menerapkan terapi diabetes yang telah Anda laksanakan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s