Enam Tip Menghindari Perselingkuhan yang Perlu Diketahui

Konsultasi
Enam Tip Menghindari Perselingkuhan yang Perlu Diketahui
Sabtu, 2 Mei 2015 07:29

Oleh Sawitri Supardi Sadarjoen
Perselingkuhan antar-pasangan perkawinan bisa terjadi. Walaupun perselingkuhan bisa dilakukan oleh baik pihak suami maupun pihak istri, tampaknya perselingkuhan dalam perkawinan lebih sering terjadi pada pihak suami.
Bagaimana ekses dari perselingkuhan tersebut? Mungkinkah perselingkuhan dihindari?
Ibu, saya tidak menyangka sama sekali bahwa suami saya tega mengkhianati saya dengan berselingkuh dengan teman kantornya yang saya kenal pula. Selama ini saya merasa perkawinan saya baik-baik saja, suami terasa perhatian, ia bertanggung jawab dengan baik sebagai kepala keluarga dan ayah yang juga sangat perhatian dan mencintai anaknya. Serentak ketika mengetahui affair yang terjalin antara suami dan teman kantornya tersebut, perasaan saya benar-benar hancur, terpukul, sedih sekali. Harga diri saya seperti dibanting habis. Saya benar-benar terkejut, sangat kecewa, merasa dikelabui, marah, benci, dan dendam kesumat bercokol di hati saya.
Ny K (36 tahun)
Dari ungkapan kasus di atas dapat kita rasakan bahwa lepas dari apa pun penyebab perselingkuhan, istri yang terkhianati akan menghayati berbagai jenis emosi negatif yang dapat dirinci sebagai berikut:
Tahap pertama, korban akan merasakan bahwa dirinya dilanda shock mental yang diikuti dengan perasaan akan kehancuran pola pikir, emosi, dan perilakunya, bahkan harga dirinya hancur berkeping-keping seolah tak dapat disatukan kembali. Perasaan sedih, marah, benci, jengkel, kecewa silih berganti dalam diri korban yang membuat dirinya merasa tidak mampu berdiri, lunglai, dan tidak berdaya, serta merasa tersakiti perasaannya secara berlanjut. Tahap kedua, korban akan kehilangan kepercayaan dan rasa hormat pada lembaga perkawinan dan tentu saja yang utama pada suaminya.
Tahap ketiga, korban mulai berpikir, bahkan dibuat bingung apakah ia akan mempertahankan perkawinan ini atau langsung mengajukan perceraian.
Ketiga tahapan tersebut akan memicu pertengkaran demi pertengkaran, kecurigaan-kecurigaan, yang dengan sendirinya merusak iklim relasi antaranggota keluarga secara menyeluruh. Pengkhianatan dalam perkawinan memang sangat meluluhlantakkan keutuhan kehidupan keluarga karena eksesnya adalah menghancurkan keberlangsungan relasi suami-istri yang sangat berarti dan sangat bermakna. Yang mana, untuk itu kedua pasangan telah melakukan investasi sumber-sumber materi dan emosi yang nilainya tiada tara.
Proses perbaikan rasa hormat (respek) antar-pasangan, kepercayaan antar-pasangan, upaya perbaikan bagi keberlangsungan kehidupan perkawinan yang aman dan nyaman bagi pasangan yang telah mengalami proses kehancuran karena perselingkuhan, ternyata tidak mudah sehingga pada dasarnya pemahaman moto, “preventif lebih baik daripada kuratif”, justru menjadi satu-satunya tambahan investasi bagi kedua pasangan.
Tip upaya preventif:
1. Jagalah kejujuran dan keterbukaan interrelasi antar-pasangan suami istri.
2. Jagalah kebersamaan dan pengelolaan perolehan penghasilan/finansial keluarga. 3. Jagalah oasis keintiman yang penuh kasih antar-suami istri.
4. Jagalah keterbukaan dan keserasian kehidupan seksual.
5. Jagalah kebersamaan dalam kegiatan spiritual.
6. Hindari interaksi dengan lawan lain jenis di luar batas-batas kewajaran dan tatanan norma yang berlaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s